Anda di halaman 1dari 48

TRAINERS TEAM:

ENY PURWATI
MARDIYAH
MUHAMMAD THOHIR

Hotel Equator Surabaya, 25 Nop-4Des 2010


MEDP JATIM II
A. PENGANTAR
Berdasarkan Pasal 51 UU Sistem Pendidikan Nasional
No. 20/2003 menyatakan bahwa “Pengelolaan satuan
pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan
pendidikan menengah dilaksanakan berdasarkan
standar pelayanan minimal dengan prinsip
manajemen berbasis sekolah/madrasah”. Manajemen
berbasis sekolah/Madrasah (MBS/MBM) merupakan
konsep pengelolaan sekolah yang ditujukan untuk
meningkatkan mutu pendidikan di era desentralisasi
pendidikan.
1. Mengidentifikasi ciri – ciri sekolah yang
berhasil menerapkan MBM
2. Mengidentifikasi ciri – ciri manajemen
berbasis sekolah
3. Menyusun program peningkatan mutu
sekolah
4. Meningkatkan partisipasi orang tua dan
masyarakat dalam pendidikan
1. Tayangan yang berisis gambar tentang
kemajuan MBM
2. Bahan cetak tentang praktik yang baik
dalam MBM
3. Lembar Kerja Format 2.1 dan 2.2
4. ATK: kertas plano dan spidol berbagai
warna
Pengantar Diskusi
Kunjungan –
oleh Kelompok
Karya
Fasilitator tentang Melihat
Kelompok
tentang MBM MBM tayangan
atau
membaca
bahan cetak
MBM, untuk
melengkapi
pemahaman
dan evaluasi
Presentasi Hasil diri
Diskusi
Diskusi
Pengembangan
Pengembangan
Program
(Pleno)
Fasilitator menyampaikan pengantar tentang
aktivitas yang akan dilakukan dan memberikan
sedikit penjelasan tentang MBM. Fasilitator juga
menjelaskan dasar hukum penerapan MBM, yaitu
pasal 51 UU Sistem Pendidikan Nasional No.
20/2003.
Fasilitator membagi peserta ke dalam kelompok yang terdiri atas 8-
10 orang yang bervariasi profesinya. Kelompok dalam Training
dapat berupa kelompok kabupaten/kota (setiap kabupaten/kota
dapat dipecah menjadi 2-3 kelompok kecil). Dalam pelatihan di
daerah, kelompok ini adalah kelompok sekolah yang terdiri dari:
• Kepala Sekolah dan Pengawas
• Komite Sekolah dan Tokoh Masyarakat

Tugas 1: mendiskusikan dan membuat daftar komponen yang


mempengaruhi kualitas sekolah dan menulisnya dalam format 2.1 di
kertas plano
Tugas 2: mendiskusikan kondisi yang diharapkan oleh sekolah dari
setiap komponen dalam Tugas 1. Hasil diskusi ditulis di format yang
sama (2.1) dan dipanjangkan.
Fasilitator mengatur proses kunjung-karya supaya berjalan
lancar, misalnya peserta secara bergilir mengunjungi karya
setiap kelompok selama 5-10 menit dan memberikan
komentar dengan memberikan catatan tertulis di lembar yang
telah disiapkan.

Peserta (setiap kelompok) melakukan kunjungan ke kelompok


lain untuk saling belajar dan memberi informasi. Setiap
kelompok menunjuk anggota kelompoknya untuk menjaga
pajangan dan memberikan informasi, sedangkan anggota
yang lain mencari informasi ke kelompok lain. Jika ada
banyak kelompok, anggota kelompok dapt dibagi sehingga
semua kelompok dapat dikunjungi.
Fasilitator menugaskan kepada peserta pelatihan untuk
melengkapi pemahamannya tentang MBM dengan menyaksikan
tayangan atau membaca bahan cetakan yang berkaitan erat
dengan MBM

Peserta melihat tayangan atau membaca bahan cetakan


digunakan untuk melengkapi pemahaman tentang MBM seperti
yang telah diperoleh dari kunjung-karya.

Peserta merefleksi hasil pengamatan dari kunjung karya tentang


MBM dan melakukan evaluasi diri dengan mempelajari ciri-ciri
manakah yang sudah dilaksanakan di sekolah dan ciri-ciri
manakah yang belum dilaksanakan di sekolah.
Fasilitator menjelaskan bahwa salah satu kunci dalam MBM adalah
membuat perencanaan program peningkatan mutu sekolah,
melaksanakan program tersebut, dan mengevaluasi.
Fasilitator memberi contoh bagaimana menyusun program dan
kegiatan.
Fasilitator menugaskan peserta mengidentifikasi program apa saja
yang akan dilaksanakan di sekolahnya (Program dapat diambil dari
Format 2.1), serta kegiatan apa saja yang akan dilaksanakan.
Peserta berdiskusi dalam kelompok sekolah untuk menemukan
gagasan – gagasan yang berupa program – program peningkatan
mutu sekolah. Hasil diskusi dapat dituliskan dalam Format 2.2
sebagai berikut:

Program Kegiatan
Diskusi pleno berbentuk presentasi hasil diskusi
pengembangan program. Presentasi dalam diskusi
pleno dpumpunkan (dipusatkan) pada laporan hasil
diskusi pengembangan yang bervariasi.

Fasilitator memilih beberapa kelompok untuk


presentasi (sebaiknya satu kelompok melaporkan,
kelompok yang lain menembahkan)
MBM pada hakekatnya adalah penyerasian
sumber daya yang dilakukan secara mandiri
oleh sekolah dengan melibatkan semua
pemangku kepentingan yang terkait dengan
madrasah secara langsung dalam proses
pengambilan keputusan untuk memenuhi
kebutuhan peningkatan mutu sekolah atau
untuk mencapai tujuan pendidikan nasional
Tiga faktor yang menyebabkan mutu pendidikan tidak mengalami
peningkatan secara merata:
1.Pertama, kebijakan pemerintah berorientasi pada keluaran atau hasil
pendidikan terlalu memusatkan pada masukan dan kurang
memperhatikan proses pendidikan.
2.Kedua, penyelenggaraan pendidikan dilakukan secara sentralistik yang
menyebabakan tingginya ketergantungan kepada keputusan birokrasi
dan ini menyebabkan penyelenggara madrasah kehilangan kemandirian,
inisiatif dan kreativitas.
3.Ketiga, peran serta masyarakat terutama orang tua siswa dalam
penyelenggara peldidikan selama ini hanya terbatas pada dana, padahal
lebih dipentingkan peran serta dalam proses pendidikan seprti
pengambilan keputusan, pemantauan, evaluasi dan akuntabilitas.
Beberapa perubahan paradigma manajemen pemerintahan:
a.Dari orientasi manajemen yang diatur oleh negara ke orientasi
pasar. Aspirasi masyarakat menjadi pertimbangan pertama
dalam mengolah dan menetapkan kebijaksanaan untuk
mengatasi persoalan yang timbul.
b.Dari orientasi manajemen pemerintahan yang otoritarian ke
demokrasi. Pendekatan kekuasaan bergeser ke sistem yang
mengutamakan peranan rakyat. Kedaulatan rakyat menjadi
pertimbangan utama dalam tatanan yang demokratis.
c.Dari sentralisali kekuasaan ke desentralisasi kewenangan.
Kekuasaan tidak lagi terpusat disatu tangan melainkan dibagi ke
beberapa pusat kekuasaan secara seimbang.
d.Sistem pemerintahan yang jelas batas dan aturannya seakan –
akan menjadi negara yang sudah tidak jelas lagi batasnya akibat
pengaruh dari tata aturan global. Keadaan ini membawa akibat
tata aturan yang hanya menekankan tata aturan nasional saja
dan kurang menguntungkan dalam percaturan global.
 Manajemen madrasah yang terbuka:
1)Rencana Pengembangan Madrasah (RPM) dibuat bersama oleh madrasah dan
masyarakat, dipajang secara terbuka, dilaksanakan, dievaluasi dan diperbarui setiap
tahun.
2)Anggaran Madrasah dibuat dan dipajang.
 Peningkatan peran serta masyarakat
1) Meningkatkan kondisi lingkungan masyarakat
2) mendukung pembelajaran anak di kelas
3) mendukung lulusan madrasah
4) ikut memecahkan masalah yang dihadapi sekolah untuk pendidikan berkualialitas
dan relevan
 Pembelajaran yang mengefektifkan siswa
1) Diadakannya tugas – tugas yang lebih praktis dan memanfaatkan lingkungan sosial
serta alam
2) penggunaan alat bantu belajar
3) hasil kerja anak ditulis dengan kata mereka sendiri
4) hasil kerja anak dipajang dikelas.
5) memanfaatkan sudut-sudut baca dan perpustakaan madrasah
 Mengakomodasi kepentingan masyarakat
1) kurikulum yang inofatif untuk memnuhi kebutuhan tenaga dalam masyarakat
2) menampung aspirasi masyarakt untuk mengembangkan lingkungan masyarakat
Organisasi Sekolah Proses Belajar Sumber Daya Manusia Sumber Daya dan
Mengajar Admistrasi
• Menyediakan • Meningkatkan •Memberdayakan staf •Mengidentifikasi sumber
manajemen/organisasi kualitas belajar siswa dan menempatkan daya yang diperlukan dan
/kepempipinan personel yang dapat mengalokasi sumber daya
transformasional* melayani keperluan tsb. Sesuai dengan
dalam mencapai tujuan siswa kebutuhan
sekolah
• Menyusun rencana Mengembangkan • Memiliki staf dengan • Mengelola dana sekolah
sekolah dan kurikulum yang cocok wawasan MBM secara efektif dan efisien
merumuskan kebijakan dan tanggap terhadap
untuk sekolahnya kebutuhan siswa dan
sendiri masyarakat
• Mengelola kegiatan • Menyelenggarakan • Menyediakan kegiatan • Menyediakan dukungan
operasional sekolah pembelajaran yang untuk pengembangan administratif
efektif potensi pada semua
staf
• Menjamin adanya • Menyediakan • Menjamin • Mengelola dan
komunikasi yang program kesejahteraan staf dan memelihara gedung dan
efektif antara sekolah pengembangan yang siswa sarana
dan masyarakat diperlukan siswa
• Menggerakkan • Berperanserta dalam • Menyelenggarakan • Partisipasi dalam
partisipasi masyarakat memotifasi siswa forum/diskusi untuk penelusuran pembiayaan
membahas kemajuan dan pengawasan
kinerja sekolah penggunaan sumber daya
• Menjamin • Menerapkan KTSP
Pola lama Berubah ke Pola MBM

Sentralistik Desentralisasi
Subordinasi Otonomi
Pengambilan keputusan Pengambilan keputusan
terpusat partisipatif
Pendekatan birokratik Pendekatan profesional
Pengorganisasian yang Pengorganisasian yang
hirarkis setara
Mengarahkan Memfasilitasi
Dikontrol dan diatur Motivasi diri dan saling
mempengarui
Informasi ada pada yang Informasi terbagi
berwenang
Menghindari resiko Mengelola resiko
Menggunakan dana Menggunakan dan
sesuai anggaran sampai sesuai kebutuhan dan
habis seefisien mungkin
Tiga komponen kepemimpinan transformasional:
• Memiliki karisma yang didalamnya termuat perasaan cinta
antara kepala sekolah dan staf secara timbal balik sehingga
memberikan rasa aman, percaya diri dan saling percaya
dalam bekerja
• Memiliki kepekaan individual yang memberikan perhatian
setiap staf berdasarkan minat dan kemampuan staf untuk
pengembangan profesionalnya
• Memiliki kemampuan dalam memberikan simulasi
intelektual kepada staf. Kepala sekolah mampu
mempengaruhi staf untuk berfikir dan mengembangkan atau
mencari berbagai alternatif baru
Komponen Kondisi yang diharapkan
1. Proses Belajar – a. Proses belajar mengajar
Mengajar
b. Angka Putus Sekolah (APS)
c. Persentase kelulusan
d. Kemampuan membaca, menulis
dan berhitung untuk kelas I,II,III

e. Kemampuan Bahasa,
Matematika, IPA dan IPS
2. Sarana – Prasarana a. Ruang kelas
b. Ruang kepala sekolah/guru
c. Kamar mandi/WC siswa
d. Kamar mandi/WC guru
e. Aliran air bersih
3. Ketenagaan a. Jumlah Guru
b. Kualifikasi guru
c. Kualifiksi Kepala Sekolah
d. Kualitas mengajar guru
Komponen Kondisi yang diharapkan
4. Perpustakaan a. Sudut baca kelas

b. Ruang perpustakaan

c. Jumlah judul koleksi buku

d. Kegiatan inovatif
perpustakaan
5. Kesiswaan a. Jumlah siswa per kelas

b. Jumlah siswa yang telah


memiliki buku paket
c. Persentase siswa yang
melanjutkan sekolah
6. Peran serta masyarakat

7. Rencana Pengembangan
Sekolah
8. Keuangan sekolah

9. Peran Kepala Sekolah

10. Kurikulum

11. ………………………
1. Dijadikan sebagai cita-cita bersama warga madrasah dan
segenap pihak yang berkepentingan pada masa yang akan
datang
2. Mampu memberikan inspirasi, motivasi dan kekuatan pada
warga madrasah dan segenap yang berkepentingan
3. Dirumuskan berdasarkan masukan dari berbagai warga
madrasah dan pihak-pihak yang berkepentingan yang
selaras dengan visi institusi di atasnya serta visi pendidikan
nasional
4. Diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh
kepala madrasah dengan memperhatikan pasukan komite
sekolah
5. Disosialisasikan kepada warga madrasah dan segenap pihak
yang berkepentingan
6. Ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai
dengan perkembangan dan tantangan di masyarakat
1. Memberikan arah dalam mewujudkan visi sekolah sesuai dengan
tujuan pendidikan nasional
2. Merupakan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu
3. Menjadi dasar program pokok sekolah
4. Menekankan pada kualitas sekolah peserta didik dan mutu lulusan
yang diharapkan oleh sekolah
5. Memuat pernyataan umum dam khusus yang berkaitan dengan
program sekolah
6. Memberikan keluwesan dan ruang gerak pengembangan kegiatan
satuan-satuan unit sekolah yang terlibat
7. Dirumuskan berdasarkan masukan dari segenap pihak yang
berkepentingan termasuk komite sekolah dan dipiuskan oleh rapat
dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala sekolah
8. Disosialisasikan kepada warga sekolah dan segenap pihak yang
berkepentingan
9. Ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan
perkembangan dan tantangan dimsyarakat
1. Menggambarkan tingkat kualitas yang perlu dicapai
dalam jangka menengah (empat tahunan)
2. Mengacu pada visi, misi, dan tujuan pendidikan
nasional serta relevan dengan kebutuhan masyarakat
3. Mengacu pad standar kompetensi lulusan yang sudah
ditetapkan sekolah dan pemerintah
4. Mengakomodasi masukan dari berbagai pihak yang
berkepentingan termasuk komite sekolah dan
diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin
oleh kepala sekolah/madrasah
5. Disosialisasikan kepada warga sekolah dan segenap
pihak yang berkepentingan.
A. Madrasah membuat rencana kerja jangka
menengahyang menggambarkan tujuan yang
akan dicapai (waktu empat tahun) yang
berkaitan dengan mutu lulusan yang ingin
dicapai dan perbaikan komponen yang
mendukung peningkatan mutu lulusan
B. Rencana kerja tahunan yang dinyatakan dalam
rencana kegiatan dan anggaran
madrasah(RKAM) dilaksanakan berdasarkan
rencana jangka menengah
1. Disetujui rapat dewan pendidik setelah
memperhatikan pertimbangan dari komite madrasah
dan di sahkan berlakunya oleh dinas pendidikan-kota.
Pada madrasah swasta rencana kerja ini disahkan
berlakunya oleh penyelenggara madrasah
2. Dituangkan dalam dokumen yang mudah dibaca oleh
pihak-pihak yang terkait
3. Rencana kerja enpat tahun dan tahunan
disesuaisasikan dengan persetujuan rapat dewan
pendidik dan pertimbangan komite madrasah
4. Rencana kerja tahunan dijadikan dasar pengolaan
madrasah yang ditunjukkan deangan kemandiriia,
kemitraan, partisipasi, keterbukaan dan akuntabilitas
 Kesiswaan
 Kurikulum dan kegiatan pembelajaran
 Pendidik dan tenaga kependidikan serta
pengembangannya
 Sarana prasarana
 Keuangan dan pembiayaan
 Budaya dan lingkungan sekolah
 Peran serta masyarakat dan kemitraan
 Rencana-rencana kerja lain yang mengarah
kepada peningkatan dan pengembangan
mutu
1. mempertimbangkan visi, misi dan tujuan
sekolah/madrasah;
2. ditinjau dan dirumuskan kembali secara
berkala sesuai dengan perkembangan
masyarakat.
1) kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP);
2) kalender pendidikan/akademik;
3) struktur organisasi sekolah/madrasah;
4) pembagian tugas di antara guru;
5) pembagian tugas di antara tenaga kependidikan;
6) peraturan akademik;
7) tata tertib sekolah/madrasah;
8) kode etik sekolah/madrasah;
9) biaya operasional sekolah/madrasah.
 Struktur organisasi sekolah/madrasah berisi tentang sistem
penyelenggaraan dan administrasi yang diuraikan secara jelas
dan transparan.
 Semua pimpinan, pendidik, dan tenaga kependidikan
mempunyai uraian tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang
jelas tentang keseluruhan penyelenggaraan dan administrasi
sekolah/madrasah.
 Pedoman yang mengatur tentang struktur organisasi
sekolah/madrasah:

1) memasukkan unsur staf administrasi dengan wewenang dan


tanggungjawab yang jelas untuk menyelenggarakan administrasi
secara optimal;
2) dievaluasi secara berkala untuk melihat efektifitas mekanisme
kerja pengelolaan sekolah;
3) diputuskan oleh kepala sekolah/madrasah dengan
mempertimbangkan pendapat dari komite sekolah/madrasah.
 Kegiatan sekolah/madrasah:
1) dilaksanakan berdasarkan rencana kerja tahunan;
2) dilaksanakan oleh penanggung jawab kegiatan yang
didasarkan pada ketersediaan sumber daya yang ada.
 Pelaksanaan kegiatan sekolah/madrasah yang tidak sesuai
dengan rencana yang sudah ditetapkan perlu mendapat
persetujuan melalui rapat dewan pendidik dan komite
sekolah/madrasah.
 Kepala sekolah/madrasah mempertanggungjawabkan
pelaksanaan pengelolaan bidang akademik pada rapat
dewan pendidik dan bidang non-akademik pada rapat
komite sekolah/madrasah dalam bentuk laporan pada
akhir tahun ajaran yang disampaikan sebelum penyusunan
rencana kerja tahunan berikutnya.
 Sekolah/Madrasah menyusun dan menetapkan petunjuk
pelaksanaan operasional mengenai proses penerimaan
peserta didik yang meliputi:
1) Kriteria calon peserta didik:
2) Penerimaan peserta didik sekolah/madrasah dilakukan:
3) Orientasi peserta didik baru yang bersifat akademik dan
pengenalan lingkungan tanpa kekerasan dengan
pengawasan guru.
 Sekolah/Madrasah:
1) memberikan layanan konseling kepada peserta didik;
2) melaksanakan kegiatan ekstra dan kokurikuler untuk
para peserta didik;
3) melakukan pembinaan prestasi unggulan;
4) melakukan pelacakan terhadap alumni.
 a. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
 b. Kalender Pendidikan
 c. Program Pembelajaran
◦ 1) Sekolah/Madrasah menjamin mutu kegiatan pembelajaran untuk setiap mata
pelajaran dan program pendidikan tambahan yang dipilihnya.
◦ 2) Kegiatan pembelajaran didasarkan pada Standar Kompetensi Lulusan,
Standar Isi, dan peraturan pelaksanaannya, serta Standar Proses dan Standar
Penilaian.
◦ 3) Mutu pembelajaran di sekolah/madrasah dikembangkan
◦ 4) Setiap guru bertanggungjawab terhadap mutu perencanaan kegiatan
pembelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diampunya agar peserta didik
mampu
◦ 5) Kepala sekolah/madrasah bertanggungjawab terhadap kegiatan
pembelajaran sesuai dengan peraturan yang ditetapkan Pemerintah.
◦ 6) Kepala SD/MI/SDLB/SMPLB/SMALB, wakil kepala SMP/MTs, dan wakil kepala
SMA/SMK/MA/MAK bidang kurikulum bertanggungjawab terhadap mutu
kegiatan pembelajaran.
◦ 7) Setiap guru bertanggungjawab terhadap mutu kegiatan pembelajaran untuk
setiap mata pelajaran yang diampunya
 d. Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik
 e. Peraturan Akademik
 a. Sekolah/Madrasah menyusun program pendayagunaan
pendidik dan tenaga kependidikan.
 b. Program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan
 c. Pengangkatan pendidik dan tenaga kependidikan tambahan
dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang ditetapkan oleh
penyelenggara sekolah/madrasah.
 d. Sekolah/Madrasah perlu mendukung upaya:
 1) promosi pendidik dan tenaga kependidikan
 2) pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan yang
diidentifikasi secara sistematis
 3) penempatan tenaga kependidikan
 4) mutasi tenaga kependidikan dari satu posisi ke posisi lain
 e. Sekolah/Madrasah mendayagunakan kepala
sekolah/madrasah, wakil kepala SMP/MTs, SMA/SMK, MA/MAK
dalam melaksanakan tugasnya dan tanggungjawabnya.
 Sekolah/Madrasah menetapkan kebijakan program secara
tertulis mengenai pengelolaan sarana dan prasarana.
 Program pengelolaan sarana dan prasarana mengacu pada
Standar Sarana dan Prasarana
 Seluruh program pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan
disosialisasikan kepada pendidik, tenaga kependidikan dan
peserta didik.
 Pengelolaan sarana prasarana sekolah/madrasah
 Pengelolaan perpustakaan sekolah/madrasah
 Pengelolaan laboratorium dikembangkan sejalan dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dilengkapi
dengan manual yang jelas sehingga tidak terjadi kekeliruan yang
dapat menimbulkan kerusakan.
 Pengelolaan fasilitas fisik untuk kegiatan ekstra-kurikuler
disesuaikan dengan perkembangan kegiatan ekstra-kurikuler
peserta didik dan mengacu pada Standar Sarana dan Prasarana.
 a. Sekolah/Madrasah menyusun pedoman
pengelolaan biaya investasi dan operasional yang
mengacu pada Standar Pembiayaan.
 b. Pedoman pengelolaan biaya investasi dan
operasional Sekolah/Madrasah
 c. Pedoman pengelolaan biaya investasi dan
operasional sekolah/madrasah diputuskan oleh
komite sekolah/madrasah dan ditetapkan oleh kepala
sekolah/madrasah serta mendapatkan persetujuan
dari institusi di atasnya.
 d. Pedoman pengelolaan biaya investasi dan
operasional sekolah/madrasah disosialisasikan
kepada seluruh warga sekolah/madrasah untuk
menjamin tercapainya pengelolaan dana secara
transparan dan akuntabel.
 a. Sekolah/Madrasah menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pendidikan
yang kondusif untuk pembelajaran yang efisien dalam prosedur pelaksanaan.
 b. Prosedur pelaksanaan penciptaan suasana, iklim, dan lingkungan pendidikan:
 c. Sekolah/Madrasah menetapkan pedoman tata-tertib
 d. Tata tertib sekolah/madrasah ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah melalui
rapat dewan pendidik dengan mempertimbangkan masukan komite
sekolah/madrasah, dan peserta didik.
 e. Sekolah/Madrasah menetapkan kode etik warga sekolah/madrasah yang
memuat norma
 f. Kode etik sekolah/madrasah ditanamkan kepada seluruh warga
sekolah/madrasah untuk menegakkan etika sekolah/madrasah.
 g. Sekolah/Madrasah perlu memiliki program yang jelas untuk meningkatkan
kesadaran beretika bagi semua warga sekolah/madrasahnya. h. Kode etik
sekolah/madrasah yang mengatur peserta didik memuat norma i. Peserta didik
dalam menjaga norma pendidikan perlu mendapat bimbingan dengan
keteladanan, pembinaan dengan membangun kemauan, serta pengembangan
kreativitas dari pendidik dan tenaga kependidikan. j. Kode etik sekolah/madrasah
yang mengatur guru dan tenaga kependidikan memasukkan larangan bagi guru
dan tenaga kependidikan, secara perseorangan maupun kolektif k. Kode etik
sekolah/madrasah diputuskan oleh rapat dewan pendidik dan ditetapkan oleh
kepala sekolah/madrasah.
 a. Sekolah/Madrasah melibatkan warga dan masyarakat pendukung sekolah/madrasah
dalam mengelola pendidikan.
 b. Warga sekolah/madrasah dilibatkan dalam pengelolaan akademik.
 c. Masyarakat pendukung sekolah/madrasah dilibatkan dalam pengelolaan non-
akademik.
 d. Keterlibatan peranserta warga sekolah/madrasah dan masyarakat dalam pengelolaan
dibatasi pada kegiatan tertentu yang ditetapkan.
 e. Setiap sekolah/madrasah menjalin kemitraan dengan lembaga lain yang relevan,
berkaitan dengan input, proses, output, dan pemanfaatan lulusan.
 f. Kemitraan sekolah/madrasah dilakukan dengan lembaga pemerintah atau non-
pemerintah.
 g. Kemitraan SD/MI/SDLB atau yang setara dilakukan minimal dengan SMP/MTs/SMPLB
atau yang setara, serta dengan TK/RA/BA atau yang setara di lingkungannya.
 h. Kemitraan SMP/MTs/SMPLB, atau yang setara dilakukan minimal dengan
SMA/SMK/SMALB, MA/MAK, SD/MI atau yang setara, serta dunia usaha dan dunia
industri.
 i. Kemitraan SMA/SMK, MA/MAK, atau yang setara dilakukan minimal dengan perguruan
tinggi, SMP/MTs, atau yang setara, serta dunia usaha dan dunia industri di
lingkungannya.
 j. Sistem kemitraan sekolah/madrasah ditetapkan dengan perjanjian secara tertulis.
 a. Sekolah/Madrasah menyusun program pengawasan secara obyektif, bertanggung jawab dan
berkelanjutan.
 b. Penyusunan program pengawasan di sekolah/madrasah didasarkan pada Standar Nasional
Pendidikan.
 c. Program pengawasan disosialisasikan ke seluruh pendidik dan tenaga kependidikan.
 d. Pengawasan pengelolaan sekolah/madrasah meliputi pemantauan, supervisi, evaluasi, pelaporan,
dan tindak lanjut hasil pengawasan.
 e. Pemantauan pengelolaan sekolah/madrasah dilakukan oleh komite sekolah/madrasah atau bentuk
lain dari lembaga perwakilan pihak-pihak yang berkepentingan secara teratur dan berkelanjutan untuk
menilai efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas pengelolaan.
 f. Supervisi pengelolaan akademik dilakukan secara teratur dan berkelanjutan oleh kepala
sekolah/madrasah dan pengawas sekolah/madrasah.
 g. Guru melaporkan hasil evaluasi dan penilaian sekurang-kurangnya setiap akhir semester yang
ditujukan kepada kepala sekolah/madrasah dan orang tua/wali peserta didik.
 h. Tenaga kependidikan melaporkan pelaksanaan teknis dari tugas masing-masing sekurang-
kurangnya setiap akhir semester yang ditujukan kepada kepala sekolah/madrasah. kepala
sekolah/madrasah, secara terus menerus melakukan pengawasan pelaksanaan tugas tenaga
kependidikan.
 i. Kepala sekolah/madrasah melaporkan hasil evaluasi kepada komite sekolah/madrasah dan pihak-
pihak lain yang berkepentingan sekurang-kurangnya setiap akhir semester.
 j. Pengawas sekolah melaporkan hasil pengawasan di sekolah kepada bupati/walikota melalui Dinas
Pendidikan Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan dan sekolah yang
bersangkutan, setelah dikonfirmasikan pada sekolah terkait.
 k. Pengawas madrasah melaporkan hasil pengawasan di madrasah kepada Kantor Departemen Agama
Kabupaten/Kota dan pada madrasah yang bersangkutan, setelah dikonfirmasikan pada madrasah
terkait.
 l. Setiap pihak yang menerima laporan hasil pengawasan menindaklanjuti laporan hasil pengawasan
tersebut dalam rangka meningkatkan mutu sekolah/madrasah, termasuk memberikan sanksi atas
penyimpangan yang ditemukan.
 m. Sekolah/Madrasah mendokumentasikan dan menggunakan hasil pemantauan, supervisi, evaluasi,
dan pelaporan serta catatan tindak lanjut untuk memperbaiki kinerja sekolah/madrasah, dalam
pengelolaan pembelajaran dan pengelolaan secara keseluruhan.
 a. Sekolah/Madrasah melakukan evaluasi diri terhadap
kinerja sekolah/madrasah.
 b. Sekolah/Madrasah menetapkan prioritas indikator untuk
mengukur, menilai kinerja, dan melakukan perbaikan
dalam rangka pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan.
 c. Sekolah/Madrasah melaksanakan:
1) evaluasi proses pembelajaran secara periodik,
sekurang-kurangnya dua kali dalam setahun, pada akhir
semester akademik;
2) evaluasi program kerja tahunan secara periodik
sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun, pada akhir
tahun anggaran sekolah/madrasah.
 d. Evaluasi diri sekolah/madrasah dilakukan secara
periodik berdasar pada data dan informasi yang sahih.
 a. komprehensif dan fleksibel dalam
mengadaptasi kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi yang mutakhir;
 b. berkala untuk merespon perubahan kebutuhan
peserta didik dan masyarakat, serta perubahan
sistem pendidikan, maupun perubahan sosial;
 c. integratif dan monolitik sejalan dengan
perubahan tingkat mata pelajaran;
 d. menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak
meliputi: dewan pendidik, komite
sekolah/madrasah, pemakai lulusan, dan alumni.
 a. Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga
kependidikan direncanakan secara komprehensif
pada setiap akhir semester dengan mengacu
pada Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan,
 b. Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga
kependidikan meliputi kesesuaian penugasan
dengan keahlian, keseimbangan beban kerja, dan
kinerja pendidik dan tenaga kependidikan dalam
pelaksanaan tugas.
 c. Evaluasi kinerja pendidik harus memperhatikan
pencapaian prestasi dan perubahan-perubahan
peserta didik.
 a. Sekolah/Madrasah menyiapkan bahan-
bahan yang diperlukan untuk mengikuti
akreditasi sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
 b. Sekolah/Madrasah meningkatkan status
akreditasi, dengan menggunakan lembaga
akreditasi eksternal yang memiliki legitimasi.
 c. Sekolah/Madrasah harus terus
meningkatkan kualitas kelembagaannya
secara holistik dengan menindaklanjuti
saran-saran hasil akreditasi.
 1. Setiap sekolah/madrasah dipimpin oleh seorang kepala sekolah/madrasah.
 2. Kriteria untuk menjadi kepala dan wakil kepala sekolah/madrasah berdasarkan
ketentuan dalam standar pendidik dan tenaga kependidikan.
 3. Kepala SMP/MTs/SMPLB dibantu minimal oleh satu orang wakil kepala
sekolah/madrasah.
 4. Kepala SMA/MA dibantu minimal tiga wakil kepala sekolah/madrasah untuk
bidang akademik, sarana-prasarana, dan kesiswaan. Sedangkan kepala SMK
dibantu empat wakil kepala sekolah untuk bidang akademik, sarana-prasarana,
kesiswaan, dan hubungan dunia usaha dan dunia industri. Dalam hal tertentu atau
sekolah/madrasah yang masih dalam taraf pengembangan, kepala
sekolah/madrasah dapat menugaskan guru untuk melaksanakan fungsi wakil
kepala sekolah/madrasah.
 5. Wakil kepala sekolah/madrasah dipilih oleh dewan pendidik, dan proses
pengangkatan serta keputusannya, dilaporkan secara tertulis oleh kepala
sekolah/madrasah kepada institusi di atasnya. Dalam hal sekolah/madrasah
swasta, institusi dimaksud adalah penyelenggara sekolah/madrasah.
 6. Kepala dan wakil kepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan memimpin
yaitu seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang dimiliki, dihayati,
dikuasai, dan diwujudkannya dalam melaksanakan tugas keprofesionalan sesuai
dengan Standar Pengelolaan Satuan Pendidikan.
 a. menjabarkan visi ke dalam misi target mutu;
 b. merumuskan tujuan dan target mutu yang akan dicapai;
 c. menganalisis tantangan, peluang, kekuatan, dan kelemahan sekolah/madrasah;
 d. membuat rencana kerja strategis dan rencana kerja tahunan untuk pelaksanaan peningkatan mutu;
 e. bertanggung jawab dalam membuat keputusan anggaran sekolah/madrasah;
 f. melibatkan guru, komite sekolah dalam pengambilan keputusan penting sekolah/madrasah. Dalam
hal sekolah/madrasah swasta, pengambilan keputusan tersebut harus melibatkan penyelenggara
sekolah/madrasah;
 g. berkomunikasi untuk menciptakan dukungan intensif dari orang tua peserta didik dan masyarakat;
 h. menjaga dan meningkatkan motivasi kerja pendidik dan tenaga kependidikan dengan menggunakan
sistem pemberian penghargaan atas prestasi dan sangsi atas pelanggaran peraturan dan kode etik;
 i. menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif bagi peserta didik;
 j. bertanggung jawab atas perencanaan partisipatif mengenai pelaksanaan kurikulum;
 k. melaksanakan dan merumuskan program supervisi, serta memanfaatkan hasil supervisi untuk
meningkatkan kinerja sekolah/madrasah;
 l. meningkatkan mutu pendidikan;
 m. memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan
kepercayaan yang diberikan kepadanya;
 n. memfasilitasi pengembangan, penyebarluasan, dan pelaksanaan visi pembelajaran yang
dikomunikasikan dengan baik dan didukung oleh komunitas sekolah/madrasah;
 o. membantu, membina, dan mempertahankan lingkungan sekolah/madrasah dan program
pembelajaran yang kondusif bagi proses belajar peserta didik dan pertumbuhan profesional para guru
dan tenaga kependidikan;
 p. menjamin manajemen organisasi dan pengoperasian sumber daya sekolah/madrasah untuk
menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, efisien, dan efektif;
 q. menjalin kerja sama dengan orang tua peserta didik dan masyarakat, dan komite sekolah/madrasah
menanggapi kepentingan dan kebutuhan komunitas yang beragam, dan memobilisasi sumber daya
masyarakat;
 r. memberi contoh/teladan
1.Visi.

“Sekolah Dasar bermutu unggul dalam Imtaq dan Iptek , berkarakter,


mampu menumbuhkan kemandirian bagi peserta didik”.
2.MISI
1.Melaksanakan proses pembelajaran yang kreatif,dinamis
sesuai tuntutan zaman.
2.Menanamkan ketrampilan Iptek dalam proses pembelajaran sesuai
tingkatan
kecerdasannya
3.Menanamkan, membiasakan dan dan membina kompetensi
keagamaan sebagai bekal siswa
dalam mengaktualisasikan diri dalam kehidupan bermasyarakat
4.Menerapkan pembelajaran LIFE SKILL (Ketrampilan hidup)layanan
pendidikan.
5.Mengutamakan suasana peran kekeluargaan terpadu antara guru
,siswa dan orang
tua dalam melaksanakan Proses pembelajaran
 A. Visi Sekolah:
Terwujudnya SMP Islam yang mampu membentuk siswa berpribadi teladan, berprestasi
menawan dan sebagai kader pemimpin masa depan
Indikator :
1. SMP Islam yang mampu membentuk siswa berpribadi teladan, berprestasi menawan, dan
sebagai kader pemimpin masa depan, adalah SMP yang :
1.1 merumuskan Visi dan Misi sekolah, dan sistem, strategi, program yang sesuai dan tepat
untuk mencapai visi dan misi yang telah ditentukan.
1.2 menyediakan SDM yang memiliki komitmen dan kompetensi dalam mencapai visi dan misi
dan melaksanakan sistem dan program sekolah
1.3 merumuskan system perekrutan dan penseleksian untuk mendapatkan siswa yang memiliki
kesiapan; potensi dan kompetensi sesuap dengan visi dan misi sekolah
1.4 merumuskan sistem untuk mendapatkan dukungan dana baik dari orang tua, masyarakat,
dan pemerintah untuk membiayai proses dasn program pendidikan sesuai dengan visi dan misi
sekolah
2. Siswa berpribadi teladan, berprestasi menawan, dan kader pemimpin masa depan,adalah :
2.1 Siswa yang memiliki kepribadian islami, beraqidah salimah, berfikroh islamiyah, veribadah
sholihah, dan berakhlaq karimah
2.2 Siswa berprestasi adalah berprestasi secara akademis mereka memiliki pemahaman akan
urgensi belajar dan ilmu pengetahuan, memiliki etos dan semangat belajar yang tinggi,
memiliki jiwa kompetisi untuk mendapat prestasi akademik
2.3 Siswa kader pemimpin masa depan ada;ah siswa yang memiliki jiwa kepemimpinan;
tanggung jawa, berani, disiplin, dan mandiri. Dan memiliki kemampuan dan ketrampilan
keorganisasian, serta mencintai tanah air dan bangsanya
 B. Misi Sekolah

1. Mendidik dan membina siswa agar terbentuk kepribadian teladan, yang


memiliki:
o Aqidah salimah
o Fikrah islmiyah
o Ibadah sholihah, dan
o Akhlaq karimah
2. Mendidik dan membina siswa agar memiliki prestasi yang baik secara
akademik, yaitu siswa yang memiliki:
o Memiliki pemahaman akan urgensi belajar dan ilmu pengetahuan
o Memiliki etos dan semangat belajar yang tinggi
o Memiliki jiwa kompetisi, untuk menjadi yang terbaik
o Serius dalam mencapai prestasi belajar
3. Mendidik dan membina siswa sebagai pemimpin masa depan yang memiliki
jiwa kepemimpinan;
o Tanggung jawab
o Berani,
o Disiplin, dan
o Mandiri
Membimbing dan melatih siswa memiliki penguasaan dan ketrampilan
berorganisasi, serta menanamkan kepada siswa untuk mencapai tanah air dan
bangsanya.