Anda di halaman 1dari 14

ASUHAN KEPERAWATAN

GLUKOMA

1. ANISA YULIANI (920173048)


2. ANISYA EKA APRILINA (920173049)
3. ARBA’AH ROBBY MANSYUR (920173051)
4. DWI UTAMI (920173063)
5. ILHAM ARIFIYANTO (920173149)
6. ISNA MEY CAHYANI (920173073)
7. NILTA FITRIYANI (920173081)
8. SHEILA FIRDAYANI (920173087)
9. VINA HANDAYANI (920173090)
Pengertian

 Glaukoma adalah suatu keadaan dimana tekanan bola


mata tidak normal atau lebih tinggi dari pada normal
yang mengakibatkan kerusakan saraf penglihatan dan
kebutaan (sidarta Ilyas, 2011)
 Glukoma adalah suatu penyakit dimana tekanan di
dalam bola mata meningkat,sehingga terjadi kerusakan
pada saraf optikus dan menyebabkan penurunan fungsi
kesehatan (Mayendru Dwindra, 2009)
Etiologi

1. Glaukoma primer terdiri dari


a. Akut dapat disebabkan karena trauma.
b.Kronik dapat disebabkan karena keturunan dalam
keluarga seperti diabetes mellitus, arterisklerosis,
pemakaian kortikosteroid jangka panjang, myopia tiggi
dan progresif.
2. Glukoma Sekunder
Disebabkan penyakit mata lain, seperti katarak,
perubahan lensa kelainan uvea pembedahan
Patofisiologi

Rongga anterior mata berada didepan dan sedikit kesamping dari


lensa, terdapat/ bermuara aqueous humor, merupakan caira bening
yang menunjukan lympha. Aqueous humor diproduksi secara terus-
menerus dalam badan silianis yang terdapat dibagian posterior
irisdan mengalir melewatipupil kedalam cameraokuli anterior.
Aqueous humordisalurkan melalui canal Schlemm disekitar mata dan
berada pada bagian sudut camera okuli anterior dimana terjadi
pertemuan iris perifer dan kornea dalam keadaan normal terjadi
keseimbangan antara produksi dan penyerapanaqueous humor, akan
menyebabkan atau menjadikan tekanan intra okuli relative konstan.
TIO berkisar 10-20mmHg dan rata-rata 16mmHg. Tekanan intra
okuler beavariasi dan naik sampai 5mmHg. Glaukoma terjadi dimana
adanya peningkatan TIO yang dapat menimbulkan kerusakan dari
saraf-saraf optic. Peningkatan tekanan disebabkan
abstruksi/sumbatan dari penyerapan aqueous humor.
Manifestasi klinis

Glaukoma primer
a. Glaukoma sudut terbuka
Kerusakan visus yang serius
Lapang pandang mengecil dengan maca-macam skottoma yang khas
Perjalanan penyakit progresif lambat
b. Glaukoma sudut tertutup
Nyeri hebat didalam dan sekitar mata
Timbulnya halo/pelangi disekitar cahaya
Pandangan kabur
Sakit kepala
Glaukoma sekunder
Pembesaran bola mata
Gangguan lapang pandang
Nyeri didalam mata
Glaukoma kongential
Gangguan penglihatan
Pemeriksaan penunjang

1. Glukoma akut
2. Pengukuran dengan tonometrischiotz menunjukkan
peningkatan tekanan, parimetri genioskopi dan tonografi
dilakukan setelah edema kornea menghilang.
3. Glaukoma Kronik
4. Pemeriksaan tekanan bola mata dengan palpasi dan
tonomebri menunjukkan peningkatan, nilai dianggap
mencurigakan bila berkisar antara 21 25 mmHg dan
dianggap patologik bila berada diatas 25 mmHg.
5. Pemeriksaan lapang pandang menunjukkan lapang
pandang menyempit, depresi bagian nasal, tangga rone,
atau stroma busur.
6. Pengukuran tekanan intraocular (dengan tonometer),
7. Pemasangan keran Ahmed Valve
Penatalaksanaan medis

1. Glaukoma Sudut Terbuka / Simplek / Kronik


a. Obat-obat miotik
Golongan kolinergik (pilokarpin 1 – 4 % 5 kali / hari), karbakol (0,75–3 %)
Golongan anti kolineoterase (demekarium bromid, hurmosal 0,25 %)
b. Obat-obat penghambat sekresi aquor humor (Adrenergik)
Timolol (tetes 0,25 dan 0,5 % 2x / hari)
Epinerprin 0,5 – 2 % 1 – 2 x / hari
c. Carbonucan hidrase intibitor
Asetazolamid (diamol 125 – 250 mg 4 x / hari)
Diklorfenamid (metazolamid)
d. Laser trabeculoplasty dimana suatu laser zat organ disorotkan langsung
kejaringan trabekuler untuk merubah susunan jaringan dan membuka
aliran dari humor Aguos dan iridektomi.
e. Tindakan bedah trabeculectomy.
Pencegahan

Pencegahan Primer
Untuk dapat mencegah kebutaan diperlukan kerjasama banyak pihak diantaranya adalah :
dari pihak masyarakat dalam hal peningkatan pengetahuan, pengertian dan kesadaran akan
pentingnya kesehatan mata, dari pihak rumah Sakit Mata dalam bentuk pelayanan dan
penyuluhan kesehatan mata baik didalam maupun Henny Mahrani Hsb : Karakteristik
Penderita Glaukoma Di RSU. Dr. Pirngadi Medan Tahun 2007, 2009 USU Repository ©
2008 diluar Rumah Sakit, dari LSM, Individu, Profesional serta Sektor swasta, dan lain-
lain. 32

Pencegahan Sekunder
Kebutaan karena glaukoma dapat dicegah dengan pemeriksaan dini sehingga kemungkinan
terjadinya kerusakan saraf mata yang lebih parah dapat dicegah. Bahkan, bila ditemukan
lebih awal, saraf mata yang belum rusak karena glaukoma itu masih bisa dipertahankan
dengan obat tetes mata, laser, dan tindakan operasi pembedahan. 7

Pencegahan Tersier
Walaupun kerusakan yang sudah terjadi akibat glaukoma tidak dapat diperbaiki lagi, tetapi
dengan pemeriksaan dan pengobatan yang teratur maka kerusakan dapat dihambat
seminimal mungkin
Pengkajian

1. Aktivitas/Istirahat
Perubahan aktivitas biasanya/hobi sehubungan dengan gangguan penglihatan

2. Makanan/Cairan
Mual, muntah (glaukoma akut)

3. Neurosensori
Gangguan penglihatan (kabur/tidak jelas), sinar terang menyebabkan silau dengan
kehilangan bertahap penglihatan perifer, kesulitan memfokuskan kerja dengan
dekat/merasa di ruang gelap (katarak).
Penglihatan berawan/kabur, tampak lingkaran cahaya/pelangi sekitar sinar

4. Nyeri/Kenyamanan:
Ketidaknyamanan ringan/mata berair (glaukoma kronis)
Nyeri tiba-tiba/berat menetap atau tekanan pada dan sekitar mata, sakit kepala (glaukoma
akut).
Diagnosa

1. Gangguan rasa nyaman (nyeri) berhubungan


dengan peningkatan TIO
2. Penurunan persepsi sensori visual / penglihatan
berhubungan dengan serabut saraf oleh karena
peningkatan TIO.
3. Cemas berhubungan dengan : Penurunan
ketajaman penglihatan dan Kurang pengetahuan
tentang prosedur pembedahan
Evaluasi

1. Nyeri hilang atau berkurang

2. Penggunaan penglihatan yang optimal

3. Cemas hilang atau berkurang

4. Klien mengetahui tentang kondisi,prognosis dan


pengobatannya