Anda di halaman 1dari 18

TEAM KEPERAWATAN JIWA

PSIK-FKK-UMJ
 A. KONSEP BUNUH DIRI
 Pengertian
Suatu upaya yang di sadari dan
bertujuan untuk mengakhiri
kehidupan, individu secara sadar
berhasrat dan berupaya melaksana
kan hasratnya untuk mati (Clinton
1995)
• Segala perbuatan seseorang dengan
sengaja yang tahu akan akibatnya yang
dapat mengakhiri hidupnya dalam
waktu yang singkat (Maramis 1998)
• Menimbulkan kematian sendiri.
Suicide attempt (Upaya bunuh diri)
dengan sengaja melakukan kegiatan
tersebut.
• Suicide gesture (isyarat bunuh diri
yang direncanakan untuk usaha
mempengaruhi orang lain.
• Suicide threat ( ancaman bunuh diri)
adalah suatu peringatan baik secara
langsung atau tidak langsung, verbal
atau non verbal bahwa seseorang sedang
mengupayakan bunuh diri
(Stuart Sundeen)
Bunuh diri sebagai masalah di dunia
- Laki-laki tiga kali lebih sering melakukan
bunuh diri dari pada wanita
- Data WHO Tahun 2003 satu jam orang
bunuh diri /tahun
- Penyebab kematian , ke -2 (remaja)
Remaja: 51 %masalah dengan ORTU
30 %masalah dgn lawan jenis
19 %masalah dgn sekolah
- Usia 34 tahunPerceraian, pengangguran,
isolasi sosial(faktor penyebab bunuh
diri)(struart & Sundeen)
RENTANG RESPON

Adaftif ----------------------------- maladaftif


-------------------------------------------------------------
Harapan Putus harapan
 Yakin * Tidak berdaya
 Percaya * Putus asa
 Inspirasi * Apatis
 Tetap hati * Ragu, sedih, depresi,bunu
 Pengertian Istilah
1. Ketidakberdayaan, keputusasaan, apatis
Individu yg tdk berhasil memecahkan masalah
karena merasa tidak mampu, seolah- olah koping
yg biasa tidak berguna
2. Kehilangan, ragu-ragu
Individu yg mempunyai cita-cita terlalu tinggi dan
tdk realistik, akan merasa gagal, kecewa
3. Depresi
Dapat dicetuskan oleh rasa bersalah atau kehilangan
yg ditandai dgn kesedihan & rendah diri
4. Bunuh diri
Tindakan agresif yg langsung terhadap diri sendiri
untuk mengakhiri kehidupan
 Pernyataan yg salah tentang bunuh
diri
1. Ancaman bunuh diri hanya cara individu
untuk perhatian & tidak perlu dianggap
serius
2. Bunuh diri tidak memberi tanda
3. Berbahaya membicarkan pikiran bunuh
diri pada klien
4. Kecenderungan bunuh diri adalah
keturunan
1. Pengkajian
Tiga macam prilaku bunuh diri :
a. Isyarat Bunuh diri
Ditunjukkan secara tidak langsung
ingin bunuh diri.
Di ungkapkan secara bersalah/sedih/
marah/ putus asa/tidak berdaya.
Dan pasein mengungkap
kan hal-hal negatif tentang dirinya
(harga diri rendah)
2. Ancaman Bunuh Diri
Biasanya diungkapkan oleh pasein , berisi
keinginan untuk mati serta di rencana untuk
mengakhiri kehidupan dan persiapan alat
untuk melaksanakan rencana tersebut. Secara
aktif pasein telah memikirkan rencana bunuh
diri, namun tidak disertai dengan percoban
bunuh diri.
3. Percobaan Bunuh Diri
Tindakkan pasein mencederai atau melukai
diri untuk mengakhiri kehidupannya. Pada
kondisi ini pasein aktif mencoba bunuh diri
dengan cara gantung diri, minum racun,
memotong urat nadi dll
2. Merumuskan diagnosa
Untuk merumuskan melihat tiga macam
perilaku bunuh diri.
Isyarat bunuh dir i Meningkatkan
harga diri
Ancaman dan mencoba bunuh diri maka
diagnosa

Resiko bunuh diri


 3. Rencana Tindakan ( Resiko Bunuh diri)
 A. Untuk Pasein
a. Tujuan : Pasein tetap aman dan selamat
b. Tindakan : Melindungi pasein
- Temani pasein terus- menerus sampai dia
dapat dipindahkan ketempat yang aman
- Jauhkan semua benda yang berbahaya
- Periksa apakah pasein benar-benar telah
minum obat
- Jelaskan pada pasein bahwa saudara akan
melindungi pasein sampai tidak ada
keinginan bunuh diri.
B. Untuk Keluarga pasein
a. Tujuan : Keluarga berperan serta melindungi anggota
keluarga yang mengancam atau mencoba bunuh diri
b. Tindakan :
- Anjurkan keluarga untuk ikut mengawasi pasein serta
jangan pernah meninggalkan pasein sendirian
- Anjurkan keluarga untuk membantu perawat
menjauhi, barang-barang berbahaya disekitar pasein
- Diskusikan dengan keluarga untuk tidak sering
melamun sendiri
- Jelaskan kepada keluarga pentingnya pasein minum
obat secara teratur
 SP I PASEIN
1. Membina hubungan saling percaya
2. Membantu memodifikasi pikiran negatif
3. Mencegah perilaku merusak

SP II PASEIN
1. Mengidentifikasi pola pikir negatif yang
masih ada
2. Membantu memodifikasi pikiran negatif
3. Mencegah perilaku merusak diri
SP III PASEIN
1. Meningkatkan harga diri

SP IV PASEIN
1. Mendiskusikan pentingnya perawatan diri
2. Mendiskusikan cara-cara perawatan diri
3. Mendiskusikan dan mendorong pelaksanaan
perawatan diri