Anda di halaman 1dari 8

PENGANTAR PRAKTIK KEBIDANAN TENTANG

ISU PROFESIONAL DALAM PELAYANAN


KEBIDANAN

DISUSUN OLEH
KELOMPOK VI
RATIKA LELO YASINTA (616080619019)
UMY NABILAH SAFITRI (616080619026)
SALSABILA (616080619023)
VERONICA NURWITA P.S (616080619027)
profesional dalam pelayanan
kebidanan yaitu seorang bidan
yang memiliki kemampuan yang
tinggi dan berpegang teguh kepada
nilai moral dalam menjalankan
profesi sesuai dengan keahliannya.

Definisi profesional
dalam pelayanan Seorang bidan profesional tentunya harus
mempunyai keahlian yang di dapatkan
kebidanan melalui suatu proses pendidikan dan
disamping itu terdapat unsur semangat
pengambilan dalam melaksanakan suatu
kegiatan kerja. Dalam melakukan tugas
profesi, seorang bidan profesional harus
dapat bertindak objektif, yang artinya
bebas dari rasa sentimen, benci, malu
maupun rasa malas dan enggan bertindak
serta mengambil keputusan.
Ciri-ciri profesional
dalam pelayanan
kebidanan

Memiliki
kemampuan dan
pengetahuan yang Memiliki kode etik.
tinggi.

Memiliki
Memiliki tanggung kemampuan yang
Memiliki jiwa Menjadi anggota
jawab profesi
pengabdian baik dalam organisasi dari
serta integritas
kepada masyarakat perencanaan profesinya.
yang tinggi.
program kerja.
Unsur profesional
dalam pelayanan
kebidanan

Pelayanan yang berlandaskan


sikap dan kemampuan
profesional

Ditujukan untuk Pelyanan yang diberikan Memberikan


kepentingan yang serasi dengan pandangan perlindungan bagi
menerima keyakinan profesi anggota profesi
ISU PROFESIONAL DALAM
PELAYANAN KEBIDANAN
Disuatu klinik ada seorang ibu berusia 28 tahun yang sedang hamil tua mendatangi sebuah klinik, ini
merupakan kehamilan pertamanya, dalam pemeriksaan itu bidan memberikan 2 obat gastrul untuk
merangsang si ibu agar cepat melahirkan. Keesokan harinya si ibu datang lagi ke klinik itu karena merasa
akan melahirkan, lalu si bidan menyiapkan persalinan, tidak berapa lama kepala jabang bayi keluar dari mulut
rahim, tapi seluruh badannya tidakkunjung keluar. Mendapati hal itu, akhirnya proses melahirkan itu di rujuk
ke rumah sakit. Di rumah sakit si bayi dapat di lahirkan tapi meninggal tidak lama kemudian.
Atas kematian bayi tersebut keluarga pasien merasa tidak terima dan memproses kejadian itu ke jalur hukum.
Kasuspun bergulir ke pengadilan, akhirnya Pengadilan Negeri menjatuhkan hukuman kepada bidan tersbut
selama 1 tahun penjara.Vonis itu kemudian dibatalkan. Atas bebasnya terdakwa, jaksa lalu mengajukan kasasi
dan dikabulkan. "Mengabulkan permohonan kasasi jaksa penuntut umum terhadap terdakwa yaitu si bidan.
Menyatakan bahwa si bidan melakukan kelalaian hingga menyebabkan kematian dan menjatuhkan hukuman
penjara selama 1 tahun bagi bidan tersebut," ujar majelis hakim. Menurut majelis, kesalahan si bidan adalah
memberikan obat gastrul sebanyak 2 butir. Padahal, sebagai bidan, ia tidak berhak membuat resep obat
keras. Kesalahan kedua adalah si bidan mengulur-ulur waktu proses melahirkan. Sang jabang bayi dibiarkan
macet di mulut rahim hingga 6 jam lamanya.

"si bidan mengatakan kepada keluarga pasien, “Tunggu saja, sebentar lagi akan lahir karena kepala bayi
sudah keluar dan rambutnya terlihat tebal'. Padahal kenyatannya tidak demikian. Justru stamina dan
kesehatan si pasien dan calon bayinya berada dalam keadaan genting dan sekarat," ucap majelis dengan suara
bulat.
Kesalahan lainnya adalah obat gastrul mengakibatkan ketuban pecah, sehingga air ketuban habis, dan bayi
mengalami masalah serius. "Sangat jelas kelalaian dan ketidak profesionalan para terdakwa dalam melakukan
proses persalinan sehingga menyebabkan pasien berada dalam keadaan berbahaya dan menyebabkan
meninggalnya bayi,".
Bidan lalai karena memberikan obat keras
kepada pasien padahal seharusnya bidan
tersebut tidak boleh memberikan resep obat
keras itu ke pasien karena obat tersebut dapat
KONFLIK mengakibatkan ketuban pecah, sehingga air
ketuban habis dan dapat membuat bayi
mengalami masalah serius, dan bidan juga
lalai karena mengulur-ulur waktu dengan
membiarkan jabang bayi macet di mulut
rahim selama 6 jam lamanya

Dimata masyrakat,bidan
tersebut dalam pelayanan
ISU atau melakukan tindakan
tidak sesuai prosedur, lalai
dan tidak profesional.
Bidan merasa merasa
sanggup melakukan tindakan
ini, namun pada akhirnya si
bidan melakukan kelalaian.
Dalam hal ini seharusnya si
bidan tidak bisa langsung
memutuskan untuk
Dilema memberikan resep obat keras
tersebut kepada pasien hanya
agar pasien tersebut cepat
melahirkan, seharusnya bidan
tersebut langsung merujuk
pasien jika dirasa keadaan
sudah mulai gawat, tanpa
harus mengulur-ulur waktu.

TANGGAPAN MENGENAI ISu POSITIF DAN NEGATIF


Tanggapan saya mengenai isu etik dalam praktik dan pelayanan kebidanan yaitu, seorang bidan harus
teliti dan tidak boleh lalai dalam melakukan pekerjaannya, bidan harus profesional dan menjadi panutan
didalam lingkungan bekerjanya, isu positif akan kebidanan harus memang benar benar dijalankan oleh
seluruh bidan, sedangkan isu negatif harus dihilangkan oleh para bidan, agar tetap terjaga kepercayaan
masyarakat terhadap profesi bidan. Dan tanggapan saya mengenai isu negatif yang ada merupakan
kesalahan dari si bidan karena sudah lalai dalam menjalankan tugasnya.

Anda mungkin juga menyukai