Anda di halaman 1dari 41

GUGUS FUNGSIONAL

ALKOHOL DAN ETER

SITI ROHANIAH HASIBUAN, S.Pd


8186142006

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019
Konsep Dasar 
Senyawa
Organik

Senyawa organik
adalah senyawa
yang sumber
utamanya berasal
dari tumbuhan,
hewan, atau sisa-
sisa organisme
(minyak bumi, gas
alam, dan batu
bara).
GUGUS
FUNGSIONAL
SENYAWA TURUNAN ALKANA
Atom atau gugusan atom bagian dari senyawa yang
menentukan sifat kimia senyawa tersebut disebut :
GUGUS FUNGSI

CH3-CH2-CH2 -OH
Bagian senyawa
O inilah yang menentukan
CH3-CH2- C -OH sifat kimia senyawa.
Bagian senyawa ini
O Yang akan berubah
Jika bereaksi dengan
CH3-CH2-C – CH3
Senyawa lain
Klasifikasi Senyawa Karbon Berdasarkan
Gugus Fungsi
Alkanol (alkohol)
&
Alkoksi alkana (eter)
Bagaimana
Apa
Apakandungan
yang struktur
kamuzat
lihat
dari
ataupada
benda-benda
gugusgambar
fungsidi
senyawa
tersebut?
slide?
tersebut?
 Menuliskan pengertian dan struktur senyawa alkanol
dan alkoksi alkana
 Menjelaskan penggolongan senyawa alkanol
 Menentukan nama senyawa alkanol dan alkoksi alkana
 Menentukan isomer senyawa alkanol dan alkoksi
alkana
 Menjelaskan sifat-sifat senyawa alkanol dan alkoksi
alkana
 Menjelaskan kegunaan senyawa alkanol dan alkoksi
alkana.
Peta konsep

Haloalkana
Rumus Struktur
Alkanol
Tata Nama
Eter
Senyawa Turunan Aldehida Isomer
Alkana
Keton Sifat

Asam Karboksilat
Kegunaan

Ester
Alkanol (Alkohol)
Alkohol adalah senyawa yang molekulnya memiliki suatu
gugus hidroksil, yang terikat pada suatu atom karbon jenuh.

CH3
CH3OH CH3CHCH3
CH3 C CH3
Metanol OH
CH3CH2OH 2-Propanol OH
(isopropil alkohol) 2-Metil-2-propanol
Etanol
(tert-butil alkohol)
Alkanol (Alkohol)
Rumus Struktur

Tata Nama

Isomer

Sifat

Kegunaan
Rumus Struktur

 Rumus umum CnH2n+2O atau R – OH


 Penggolongan Alkohol

Jenis Alkanol Rumus Contoh


Primer R – CH2 – OH H3C – CH2 – OH
(etanol)

Sekunder R – CH – R’ H3C – CH2 – CH– CH3


OH OH
( 2 - butanol )
Tersier R CH3
R’ – C – R” H3C – C – CH3
OH OH
( 2-metil – 2-propanol )
Berdasarkan letak gugus OH pada rantai karbonnya,
alkohol dibedakan menjadi 3 jenis:

1. Alkohol Primer.
Gusus OH terikat pada atom C primer.

CH3

CH3 CH -C -CH2-OH 2,2,3-trimetil 1-butanol


CH3 CH3
2. Alkohol Sekunder.
Gusus OH terikat pada atom C sekunder.
CH3
CH3 CH -C -CH2- CH3 3,3-dimetil 2-pentanol
OH CH3

3. Alkohol Tersier.
Gusus OH terikat pada atom C Tersier.
CH3
CH3 CH -C CH2- CH3 2,3-dimetil 3-pentanol
CH3 OH

Amati nomor letak cabang dan letak gugus OH nya,


dan cari ciri khas dari ketiga jenis alkohol.
Tata Nama

IUPAC

Langkah-langkah :
1. Memilih rantai induk, CH3
yaitu rantai terpanjang |
yang mengandung 7 6 5 4 3 2 1
CH3 – CH2 – C – CH – CH2 – CH – CH3
gugus fungsi
| | |
2. Penomoran, posisi
H3C CH2 OH
gugus fungsi
mendapat nomor kecil |
CH3
3. Penulisan nama: no
cabang-nama cabang
nama rantai induk 4-etil-5,5-dimetil -2-heptanol
Contoh :
4 3 2 1
CH3 –CH-CH2-CH2-OH 3-metil 1-butanol
CH3
metil

4 3 2 1
CH3 –CH - CH-CH3 3-metil 2-butanol
CH3 OH
metil

OH
1 2
CH3 –C –3 CH2 4-CH3 2-metil 2-butanol
CH3
metil
TRIVIAL (Nama Dagang)

Pada cara ini, senyawa alkanol disebut alkil alkohol sehingga


dalam pemberian namanya selalu diawali dengan nama alkil
diikuti kata alkohol.

Contoh :

CH3 – OH ( metil alkohol )


CH3 – CH2 – OH
( etil alkohol )
CH3
|
CH3 – CH – OH ( isopropil alkohol )
CH3
|
CH3 – CH2 – CH – OH ( sekunder-butil alkohol )
1 2 3 4

5 2-metil-3-pentanol

5 4 3 2 1

4-etil-2,3,5-trimetil-2-heptanol
 a) rumus struktur 3-etil-5-metil-2-heksanol

 b) 3,4-dietil-2-heptanol
Isomer
1. Isomer posisi
yaitu senyawa yang mempunyai rumus molekul dan gugus fungsi
sama, tetapi posisi gugus fungsinya berbeda.

Contoh:
Senyawa C3H7OH, maka isomer posisinya dapat berupa?

H3C – CH2 – CH2 – OH 1-propanol

H3C – CH – CH3 2-propanol


OH
Lanjutan Isomer
2. Isomer optis
Isomer optis dapat terjadi pada senyawa yang mempunyai atom karbon
asimetris, yaitu atom C yang mengikat empat gugus yang berbeda.

Contoh:
Tentukan isomer optis senyawa 2-butanol.
Penyelesaian :
Sifat

Sifat fisik :
 Mudah bercampur dengan air

 Bersifat polar karena memiliki gugus –OH (R adalah


gugus nonpolar)
 Titik didih tinggi karena gugus –OH yang sangat
polar sehingga antarmolekul alkohol terdapat ikatan
hidrogen.
 Alkohol suku rendah (C1 – C4) berupa zat cair encer.

 Alkohol suku sedang (C5 – C9) berupa zat cair kental.

 Alkohol suku tinggi (C10 atau lebih) berupa zat padat.


Sifat
Sifat kimia :
 Reaksi dengan logam Natrium, menghasilkan
senyawa natrium alkanoat dan gas H2.

R-OH + Na R-ONa + H2
Na.alkanolat

 Reaksi halogenasi dengan HX, PX3 dan PX5 ,


menghasilkan alkil halida (X = F, Cl, dan Br).

R-OH + HCl R-Cl + H2O


R-OH + PX3 R-X + H3PO3
R-OH + PX5 R-X + POX3 + HX
 Reaksi oksidasi, dengan menggunakan oksidator
KMnO4 atau K2Cr2O7.

Alkanol primer + [O] ⟶ Alkanal + [O] ⟶ Asam alkanoat

O O
R-CH2 – OH Oks Oks
R-C-H R-C –OH

Alkanol sekunder + [O] ⟶ Alkanon

Oks
Alkohol Sekunder Alkanon Oks

OH O
R-CH – CH3 Oks R-C-CH3 Oks
Alkanol tersier + [O] ↛ tidak bereaksi

CH3
Oks Mengapa tidak
CH3 C OH teroksidasi ?

CH3
o Reaksi Alkohol + asam alkanoat Alkil alkanoat + air
O O
R-C –OH + HO- R’ R-C –OR’ + H2O
H 2O
180oC
o Reaksi Alkohol + asam Sulfat (pekat) Alkena
130oC
Eter
H2SO4
CH3 CH2 OH 180oC CH2=CH2 + H2O

CH3 CH2 OH H2SO4


130oC CH3 CH2 O CH2 CH3 + H2O
CH CH OH
Kegunaan
 Metanol
 Merupakan monoalkohol suku pertama
 Pada temperatur kamar, berupa zat cair yang tidak berwarna,
mudah larut dalam air, dan mudah menguap

 Metanol disebut juga spiritus kayu (wood spirit)

 Pembuatan metanol dalam industri melalui reaksi reduksi CO


dengan H2 pada T 450oC dan P 200 atm.

 Reaksi menggunakan katalis berupa campuran ZnO dan Cr2O5.


Reaksi:

Metanol digunakan sebagai bahan baku sintesis formaldehida


(HC2=O dan zat kimia lainnya. Metanol kadang-kadang digunakan
pula untuk bahan bakar, anti pembekuan, dan pelarut.
Kegunaan

o Metanol

Metanol digunakan sebagai bahan baku sintesis


formaldehida (HC2=O dan zat kimia lainnya. Metanol
kadang-kadang digunakan pula untuk bahan bakar, anti
pembekuan, dan pelarut.
Kegunaan

 Etanol
 merupakan monoalkohol suku kedua , dikenal sebagai alkohol
biasa.

 Pada suhu kamar, berupa zat cair tidak berwarna, mudah larut
dalam air, dan mudah menguap.

 Tidak beracun tetapi dapat membuat orang mabuk.

 Ada dua tahap reaksi fermentasi untuk pembuatan etanol:


Kegunaan

 Etanol
 Melalui proses penyulingan dapat diperoleh alkohol dengan
konsentrasi 95%.

 Etanol 100% dapat diperoleh dari reaksi alkohol 95% dengan CaO,
dengan terlebih dahulu direaksikan dengan benzena.

 Agar tidak dikonsumsi, alkohol ditambah zat beracun, seperti


benzena, metanol, dan piridin sehingga disebut alkohol
terdenaturasi.

Etanol digunakan untuk minuman beralkohol, pelarut, spiritus,


pembersih luka. Alkohol yang digunakan sebagai pelarut dibuat
dengan reaksi hidrasi etilena, suatu zat petrokimia hasil pemecahan
minyak bumi.
Kegunaan

 Glikol atau etilen glikol (1,2-etanadiol) : zat antibeku


pada radiator mobil, bahan pelembut, pelarut kimia.

 Gliserol atau gliserin (1,2,3-propanatriol) : bahan


pembuatan kosmetik, bahan sampingan sabun
ALKOKSI ALKANA (ETER)

o Eter merupakan senyawa karbon yang


mempunyai gugus –O atau gugus alkoksi (-OR).

o Senyawa eter dapat membentuk ikatan hidrogen


dengan senyawa lain yang mengandung gugus –
OH, seperti air, alkohol, fenol, dan senyawa
dengan gugus amina.
ALKOKSI ALKANA (ETER)

Rumus Struktur

Tata Nama

Isomer

Sifat

Kegunaan
Rumus Struktur
Rumus umum alkoksi alkana :
CnH2n + 2 O atau R – O – R’
dengan R dan R’ = alkil.
Tata Nama
1. Nama IUPAC
Menurut sistem IUPAC, gugus –OR disebut gugus alkoksi sehingga penataan
nama senyawa alkoksi alkana (eter) dimulai dengan nama gugus alkoksi
diikuti nama rantai utamanya. Gugus alkoksi dianggap sebagai cabang (alkil)
yang terikat pada rantai induk atau rantai pokok (alkana).

CH3 -CH2-CH2- O – CH2-CH3 Etoksi


propana

Etoksi propana
Rantai yang lebih Etil propil eter Rantai yang lebih pendek di
panjang di pakai pakai sebagai Alkoksi
sebagai Alkana (alkana dengan akhiran oksi.
CH3 -CH2-CH- O – CH2-CH3
CH3
Etoksi
Butana Etoksi Butana
etil sek.butil eter

2. Nama Trivial (dagang)


 Pada cara ini, alkil yang mengapit – O – dibaca menurut urutan
abjad dan diikuti dengan kata eter.

Struktur senyawa Nama IUPAC Nama Trivial


CH3 – O – CH3 Metoksi metana Dimetil eter
CH3 – O – CH2 – CH3 Metoksi etana Etil metil eter
C2H5 – O – CH2 – CH3 Etoksi etana Dietil eter
CH3 – O – CH2 – CH2 – CH3 Metoksi propana Metil propil eter
Isomer

 Alkoksi alkana dan alkanol disebut berisomer


fungsi.
Rumus Alkanol Alkoksi Alkana
Molekul Rumus Nama Rumus Nama
C2H6O C2H5 – OH Etanol CH3 – O – CH3 Metoksi metana/
Dimetil eter
C3H8O C3H7 – OH Propanol CH3 – O – C2H5 Metoksi etana /
Etil metil eter
C4H10O C4H9 – OH Butanol C2H5 – O – C2H5 Etoksi etana/
Dietil eter
Sifat

1. Sifat fisis
 Senyawa suku rendah mudah menguap dan mudah
terbakar.
 Titik didihnya rendah karena tidak mempunyai ikatan
hidrogen.
 Sukar larut dalam air.

2. Sifat kimia
1. Pembakaran eter
CH3-O-CH3 + O2(g) CO2(g) + H2O(g)

2. Reaksi dengan logam Na


R-O-R + Na Reaksi ini dapat dipakai
untuk membedakan antara
alkanol dan eter.
3. Reaksi dengan PCl5 tidak membebaskan HCl, berbeda
dengan alkohol
R-O-R + PCl5 R-Cl + R-Cl + POCl3

4. Reaksi dengan Asam Halida terutama HI


Dapat bereaksi dengan asam halida membentuk alkanol dan haloalkana.

R-O-R + HI R-OH + R-I Jumlah HI terbatas

R-O-R + HI R-I + R-I + H2O Jumlah HI berlebih

CH3 – O – C2H5 + HI ⟶ CH3 – OH + C2H5I


(Etil metil eter) (Metanol) (Iodoetana)
Kegunaan

 Dietil eter sebagai zat aresti (obat bius) saat


melakukan operasi.
 Metil Tertier Butil Eter (MTBE) digunakan untuk
menaikkan angka oktan bensin menggantikan
kedudukan TEL/TML, sehingga diperoleh bensin
yang ramah lingkungan
SEKIAN