Anda di halaman 1dari 26

KESETARAAN DAN KEADILAN

GENDER DALAM KESEHATAN


SERTA FAKTOR YANG
MEMPENGARUHINYA
PERBEDAAN KONSEPTUAL ANTARA
GENDER DAN SEX
• SEX adalah karakteristik biologis seseorang yang
melekat sejak lahir dan tidak dapat dirubah
kecuali melalui operasi

• GENDER adalah pembedaan terhadap sifat, peran


dan tanggung jawab sosial bagi laki2 dan
perempuan yang dibentuk oleh masyarakat dan
dipengaruhi oleh sistem kepercayaan atau
penafsiran agama, budaya, politik. Yang dapat
berubah dari waktu ke waktu maupun dari satu
tempat ke tepat lain
PENGARUSUTAMAAN
GENDER
Adalah integrasi gender ke dalam analisis,
formulasi dan monitoring kebijakan, program
dan proyek, dengan tujuan untuk mengurangi
ketidaksetaraan antara perempuan dan laki-laki

KESETARAAN GENDER (gender equity):


Tidak ada diskriminasi berdasarkan jenis
kelamin dalam hukum dan kebijakan dan akses
yang sama terhadap sumber daya dan pelayanan
dalam keluarga dan komunitas
Keadilan gender (gender equality)
• Adalah kewajaran dan keadilan pendistribusian manfaat
dan tanggung jawab perempuan dan laki-laki, Konsep
yang mengenali adanya perbedan kebutuhan dan
kekuasaan antara laki-laki dan perempuan yang harus
diidentifikasi dan diatasi dengan cara mmperbaiki
ketidakseimbangan antara jenis kelamin

• Diskriminasi gender: adanya perbedaan, pengecualian


atau pembatasan yang dibuat berdasarkan peran dan
norma gender yang dikonstruksi secara sosial yang
mencegah seseorang untuk menikmati HAM secara
utuh
• Bias Gender: sikap berpihak lebih kepada laki-laki daripada
perempuan, ex: produk huhumk yang lebih berpihak pada laki-laki

• Stereotipe Gender: Pandangan yang menganggap sesuai dan biasa


untuk suatu jenis kelamin

• Patriarkhi: keadaan di masyarakat yang menempatkan laki-laki pada


kedudukan dan posisi yang lebih tinggi daripada perempuan

• Peran gender: peran ekonomi dan sosial yang dianggap sesuai untuk
perempuan dan laki-laki. Laki-laki biasanya diidentifikasi dengan
peran produktif sedangkan prempuan mempunyai 3 peran, tanggung
jawab domestik, pekerjaan produktif dan kegiatan di masyarakat
yang biasanya dilakukan secara simultan
BUDAYA YANG MEMPENGARUHI KEADILAN
GENDER
Ketidakadilan dan diskriminasi gender banyak dialami perempuan dan
berdampak terhadap laki-laki, karena adanya keyakinan yang
ditanamkan sepanjang peradaban manusia

Bentuk-bentuk diskriminasi gender:


1.Marginalisasi/pemiskinan perempuan
2.Subordinasi, keyakinan bahwa salah satu jenis kelamin lebih penting
atau lebih utama
3.Pandangan stereotipe, melahirkan ketidakadilan dan diskriminasi
karena menyangkut pelabelan atau penandaan salah satu jenis
kelamin
4.kekerasan terhadap perempuan akibat adanya perbedaan peran
5.Beban kerja
Situasi sosial perempuan
Indeks kualitas hidup manusia digambarkan melalui indeks
pembangunan manusia (IPM). IPM dilihat dari 3 aspek:

1.Pendidikan, di bidang pendidikan kaum perempuan masih


tertinggal dibandingkan laki-laki. Perempuan buta huruf 14,54%
laki-laki 6,78%
2.Kesehatan. Status gizi perempuan masih merupakan masalah
dengan masih tingginya AKI.
3.Ekonomi, partisipasi perempuan masih rendah karena peluang
kemampun perempuan memperoleh pekerjaan masih rendah.
DAMPAK YANG BERKAITAN DENGAN
GENDER

Hal-hal yang berkaitan dengan gender


berperan penting dalam mendukung / merugikan
kesehatan seseorang karena hal-hal yang berkaitan
dengan gender itu merupakan aspek sosbud yang
mencakup hubungan, Kekuasaan antara laki-laki
dengan perempuan. mis : peran ganda, jenis
kelamin, kesetaraan gender, jenis kelamin dan
peran gender, bias gender dan patriarkhi.
BENTUK KETIDAKSETARAAN GENDER DALAM
PELAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI

1. Perbedaan akses thdp pelkes lbh banyak dialami


perempuan dari keluarga miskin.
2. Perlakuan pertugas kes. Sering dianggap kurang
memperhatikan kebutuhan perempuan.

ISU GENDER
1. Kesehatan Ibu dan BBL
o Keterbatasan perempuan dlm mengambil keputusan
o Sikap dan perilaku kel. Yg mengutamakan laki-laki
o Tuntutan untuk tetap bekerja, walaupun ibu sedang
hamil (Peran gender)
Lanjutan Isu Gender

2. KELUARGA BERENCANA
 89% akseptor KB adalah perempuan, berarti dalam
program. KB perempuan selalu menjadi target sasaran.
 Perempuan tidak dapat memilih metode KB yang
diinginkan.
 Laki-laki lebih dominan untuk mengontrol perempuan
dalam ber-KB

3. KESREP REMAJA
 ketidak adilan dalam tanggung jawab (hamil , putus
sekolah)
 ketidakadilan dalam aspek hukum (aborsi ilegal,
perempuan yang mendapatkan hukuman)
4. PENYAKIT MENULAR SEKSUAL

• Perempuan selalu dijadikan objek intervensi


prog. Pemberantasan PMS. Laki-laki sbg
konsumen justru memberi kontribusi besar dlm
PMS.
• Perempuan sebagai penjaja seks komersial
selalu menjadi objek dan tudingan sumber
permasalahan dlm upaya mengurangi praktek
prostitusi sdgkan laki-laki yg mungkin menjadi
sbr PMS tidak pernah diintervensi/koreksi.
5. Kesehatan Reproduksi Usia Lanjut
Penduduk usila terus meningkat sejalan dng UHH. Usia
lanjut memerlukan pelayanan kesehatan reproduksi,
perilaku berisiko seperti hubungan seks tanpa
pelindung, pasangan seksual lebih dari satu, IMS dan
penggunaan narkoba juga terlihat pada kel ini. Resiko
perempuan lebih tinggi dari laki-laki
6. Kekerasan Terhadap Perempuan
Tanda adanya KTP harus diperhatikan dan dideteksi
dalam setiap komponen PKRE esensial (pelayanan KIA,
KB, KRR dan pelayanan ISR),Kasus yg mengalami
kekerasan oleh suami /mantan 84%
CARA MENGATASI ISU GENDER DLM KESREP
Dengan mengupayakan secara sungguh-sungguh dan terus menerus
agar semua pelayanan kesehatan menjadi peka gender.

PELKES YANG PEKA GENDER

Memberikan pelelayanan berkualitas sesuai dengan kebutuhan klien


tanpa membedakan perlakuan
Memberikan pelkes yang memperhatikan kebutuhan yang berbeda
antara laki-laki dan perempuan akibat kodrat masing-masing.
Memahami sikap laki-laki dan perempuan dalam menghadapi
penyakit dan sikap masyarakat terhadap perempuan dan laki-laki yang
sakit.
Memahami perbedaan perjalanan penyakit pada laki-laki dan
perempuan
Menyesuaikan pelayanan. Agar hambatan yang dihadapi akibat
tersebut dapat diatasi.
• Kesehatan seksual : keharmonisan hubungan
antar manusia, dimana setiap individu merasa
nyaman dengan seksualitasnya & mampu
mengkomunikasikan perasaan - perasaan &
kebutuhan - kebutuhan seksualnya, serta
menghormati kebutuhan seksual orang lain
(FWCW Platform 94 ; ICPD)
• Hak-hak seksual termasuk hak asai perempuan
(HAP) untuk dapat secara bebas &
bertanggungjawab mengontrol & memutuskan
hal-hal yang terkait dengan seksualitasnya,
termasuk kesehatan reproduksi & seksual,
bebas dr paksaan, diskriminasi & kekerasan
(FWCW Platform 96)
PERILAKU SEKSUAL
MENCAKUP TINDAKAN-TINDAKAN SEXUAL TERHADAP
ORANG LAIN ATAU DIRI SENDIRI YANG DAPAT DIAMATI

Kesehatan sexual
• didefinisikan sebagai peningkatan kualitas hidup dan hubungan
pribadi.
• bertujuan agar setiap orang memiliki kehidupan sexual yang
memuaskan.
•memadukan konsep tubuh, intelektual dan sosial individu dgn
memperkaya dan memperkuat kepribadian, komunikasi,
cinta dan hubungan antar manusia
• Mencakup isu-isu berikut:

1. Terlindung dari IMS, praktik sexual berbahaya dan


kekerasan
2. Pengendalian akses sexual dan penikmatan
sexual dan informasi esensial ttg sexualitas
3. Pelayanan kesehatan sexual tdk hanya terdiri dari
konseling dan pelayanan kesehatan reproduksi
termasuk IMS
Dixon-Mueller’s Framework
Pasangan Seksual
• Jumlah pasangan Kesehatan Seksual
• Waktu, lama hubungan • Perlindungan dari IMS
• Identitas sosial pasangan • Perlindungan dari praktik
• Kondisi: pilihan/paksaan berbahaya & tindak kekerasan
• Kecepatan berganti pasangan • Otonomi menentukan akses
seksual
Tindakan Seksual • Informasi tentang seksual
• Naluri Alami
• Frekuensi
• Kondisi: pilihan/paksaan
Pers
Makna Seksual Kesehatan Reproduksi
• Kejantanan/keibuan • Tidak ada IMS, KTD dan
• Persepsi tentang pasangan Perspektif Gender aborsi tidak aman
• Arti tindakan seksual • Tidak terjadi praktik
• Perspektif gender berbahaya (mis:sunat
perempuan)
Dorongan & kenikmatan seksual • Tingkat kepuasan KB tinggi
karena pilihan sendiri
• Pembentukan identitas
• Informasi KB dan KR
seksual
• Semua kehamilan dan
• Kondisi sosial yang
persalinan secara aman
membentuk dorongan seksual
• Kemandulan bisa diatasi
• Persepsi tentang kenikmatan
seksual
4 Dimensi utama kerangka pikir Dixon Mueller
1. Pasangan seksual
a. Jagalah pasangan seks, saat ini maupun maupun di
masa lampau, baik terikat pernikahan maupun yg
tdk
b. Lama suatu hubungan terjadi dgn setiap partner,
mis. Hanya sekali, selama 3 bln, selama 1 th, selama
3 th, dst
c. Identitas pasangan seksual, karakteristik sosek,
termasuk pendidikan, pekerjaan dll
d. Latar belakang suatu hubungan, sukarela, dipaksa
terpaksa
2.TindakanSexual
Bbrp praktik sexual mungkin membutuhkan
kontrasepsi /upaya pencegahan penyakit, yg
lainnya mungkin membutuhkan ke-duanya
3. Makna sexual
PL dan kondisi sexual yang diintepretasikan
menurut budaya setempat. (keperawanan, ttg
apa dan dgn siapa msh sexual dpt dibicarakan)
4. Dorongan & kenikmatan sexual
aspek fisiologis & sosiopsikologis sexualitas
berinteraksi menghasilkan ketidakmampuan
menerima rangsangan dan orgasme yg berbeda
pd setiap orang. Elemen ini dipengaruhi oleh
pengetahuan laki2 maupun perempuan ttg
tubuhnya utk mendapatkan kenikmatan secara
fisik dan emosional melalui fantasi.
Persepsi ttg dorongan dan kenikmatan sexual
dipengaruhi oleh konstruksi sosial sexual. mis:
wanita kurang tertarik terhadap seks. ke 4
dimensi ini terkait dgn perilaku pemakaian
Kontrasepsi dan saling berhubungan baik dlm
satu dimensi atau dgn dimensi lain
Mitos2 Yg Merugikan Sexualitas Perempuan
• Tubuh perempuan memalukan
• Kebahagiaan perempuan tergantung pd keberadaan
laki-laki
• Tubuh perempuan milik laki-laki
• Perempuan kurang memiliki hasrat sexual
• Sunat perempuan mencagah perempuan menjadi nakal
Mitos yg merugikan sexual perempuan & efek yg
merugikan peran gender, menjadikan perempuan tdk
memiliki kontrol thdp kehidupan sexualnya, Sehingga
mereka menjadi rentan terhadap problem kesehatan
sexual
Elemen2 Pelayanan Kes Repro
• Pel & konseling, KIE KB yg berkualitas
• Pel ANC, INC, PP yg aman, termasuk menyusui
• Pencegahan & pengobatan kemandulan
• Pencegahan & penanganan akibat aborsi tdk aman
• Pel aborsi aman bila tdk melawan hukum
• Pengobatan ISR, IMS & kondisi lain dlm sistem repro
• Informasi & konseling ttg sexualitas, menjadi ortu yg
bertanggungjawab serta kesrep & sexual
• Pencegahan secara aktif praktik2 berbahaya (sunat Pr)
• Pel rujukan KB, ANC, INC, AB, ISR, IMS, Kemandulan
• Bila mungkin prog KB & KR hrs meliputi fasilitas diagnos
tik & pengobatan IMS krn meningkatnya risiko HIV
Pendekatan Siklus Hidup Kes Reproduksi
MASALAH USIA LANJUT PENDEKATAN SIKLUS HIDUP UNTUK PELAYANAN
KESEHATAN REPRODUKSI

Penyakit sistem sirkulasi Pasca (dipengaruhi oleh pengalaman reproduksi sebelumnya)


Menopause

Prolaps/osteoporosis Diagnosis; informasi; dan pengobatan dini

Kanker saluran reproduksi Pencegahan dan pengobatan IMS; diaganosis; informasi;


dan payudara dan pengobatan dini

Malnutrisi/Anemi (semua Suplementasi; pendidikan


usia)
Kemandulan Konseling; pencegahan primer

Komplikasi Aborsi Pengobatan, konseling; KB; pendidikan tentang perilaku


seksual bertanggung jawab

Kesakitan dan kematian ibu KB; pelayanan antenatal, persalinan post partum;
pelayanan kebidanan darurat; imunisasi tetanus
MASALAH USIA LANJUT PENDEKATAN SIKLUS HIDUP UNTUK PELAYANAN
KESEHATAN REPRODUKSI

Pengatur Kesuburan Usia reproduksi KB; kontrasepsi; informasi dan pendidikan


Seks komersial Konseling; perubahan hukum/sosial
Penyalahgunaan obat Pendidikan; pengobatan; konseling
(alkohol, obat, tembakau)
Kekerasan Gender (semua Konseling; perubahan hukum/sosial; pendidikan
usia)
Praktik traidisional Pemberdayaan; perubahan hukum/sosial; pendidikan
berbahaya
IMS/HIV (pada bayi Deteksi; pengobatan; konseling; pendidikan;
ditularkan melalui ibunya) pencegahan; kontrasepsi yang sesuai
Nutrisi (semua usai) Suplementasi; pendidikan

Perilaku seksual tidak aman Remaja Pendidikan dalam keluarga

Kehamilan remaja Pendidikan dalam keluarga; konseling; KB

Penyakit lain (semua usia) Kesehatan lingkungan; kesehatan kerja; pelayanan


kesehatan primer; pendidikan; imunisasi
MASALAH USIA LANJUT PENDEKATAN SIKLUS HIDUP UNTUK PELAYANAN
KESEHATAN REPRODUKSI

Kesakitan dan kematian Anak Pelayanan antenatal, persalinan dan post-partum;


bayi baru lahir (neonatal) menyusui
Bayi berat lahir rendah Saat lahir Suplementasi; pendidikan; pelayanan antenatal; promosi
kesehatan; pencegahan penyakit