Anda di halaman 1dari 16

MANAJEMEN PELAYANAN

KEPERAWATAN JIWA
PROFESIONAL DI KOMUNITAS
DISUSUN OLEH :
 Nama : Syafiqul Walidain
 Nim : 1707201101

 Semester V/C
A. PENGERTIAN KESEHATAN JIWA
MASYARAKAT
 Kesehatan jiwa masyarakat adalah suatu
keadaan setiap manusia dapat mencapai
prestasi kerja semaksimal mungkin, anak
sekolah dapat mencapai prestasi belajar
semaksimal mungkin karena tidak
adanya hambatan emosi.
B. APLIKASI CHMN (COMMUNITY
HEALTH MENTAL NURSING)
 Pelayanan keperawatan kesehatan jiwa yang
komprehensif mencakup tiga tingkat pencegahan
yaitu sebagai berikut :
A. PENCEGAHAN PRIMER
1. Fokus pelayanan keperawatan jiwa
pada peningkatan kesehatan dan
pencegahan terjadinya gangguan jiwa.
2. Tujuan pelayanan adalah mencegah
terjadinya gangguan jiwa, serta
mempertahankan dan meningkatkan
kesehatan jiwa.
3. Target pelayanan yaitu anggota
masyarakat yang belum mengalami
gangguan sesuai dengan kelompok umur
yaitu anak-anak, remaja, dewasa, dan
usia lanjut.
4. Aktivitas pada pencegahan primer
adalah sebagai berikut:
a. Program pendidikan kesehatan, program
stimulasi perkembangan, program
sosialisasi, manajemen stres, dan persiapan
menjadi orang tua.
b. Program dukungan sosial diberikan pada
anak yatim piatu, kehilangan pasangan,
kehilangan pekerjaan, serta kehilangan
rumah/tempat tinggal, yang semuanya ini
mungkin terjadi akibat bencana.
c. Program pencegahan penyalahgunaan
obat. Penyalahgunaan obat sering
digunakan sebagai koping untuk mengatasi
masalah.
d. Program pencegahan bunuh diri. Bunuh
diri merupakan salah satu cara
penyelesaian masalah oleh individu yang
mengalami keputusasaan.
B. PENCEGAHAN SKUNDER
1. Fokus pelayanan keperawatan pada
pencegahan sekunder adalah deteksi dini
masalah psikososial dan gangguan jiwa
serta penanganan dengan segera.
2. Tujuan pelayanan adalah menurunkan
kejadian gangguan jiwa.
3. Target pelayanan yaitu anggota
masyarakat yang berisiko/memperlihatkan
tanda-tanda masalah psikososial dan
gangguan jiwa.
4. Aktivitas pada pencegahan sekunder adalah
sebagai berikut :
a. Menemukan kasus sedini mungkin
dengan cara memperoleh informasi dari
berbagai sumber seperti masyarakat,
tim kesehatan lain, dan penemuan
langsung.
b. Melakukan penjaringan kasus dengan
melakukan langkah-langkah sebagai
berikut :
 Melakukan pengkajian dua menit untuk
memperoleh data fokus (format terlampir
pada modul pencatatan dan pelaporan).
 Jika ditemukan tanda-tanda berkaitan
dengan kecemasan dan depresi, maka
lanjutkan pengkajian dengan
menggunakan pengkajian keperawatan
kesehatan jiwa.
 Mengumumkan kepada masyarakat
tentang gejala dini gangguan jiwa (di
tempat-tempat umum).
 Memberikan pengobatan cepat terhadap
kasus baru yang ditemukan sesuai
dengan standar pendelegasian program
pengobatan (bekerja sama dengan dokter)
serta memonitor efek samping pemberian
obat, gejala, dan kepatuhan pasien
minum obat.
C. PENCEGAHAN TERSIER
1. Fokus pelayanan keperawatan pada
peningkatan fungsi dan sosialisasi serta
pencegahan kekambuhan pada pasien
gangguan jiwa.
2. Tujuan pelayanan adalah mengurangi
kecacatan/ketidak mampuan akibat
gangguan jiwa.
3. Target pelayanan yaitu anggota
masyarakat yang mengalami gangguan
jiwa pada tahap pemulihan.
4. Aktivitas pada pencegahan tersier antara
lain sebagai berikut :
a. Program dukungan sosial dengan
menggerakkan sumber-sumber di masyarakat
seperti sumber pendidikan, dukungan
masyarakat (tetangga, teman dekat, tokoh
masyarakat), dan pelayanan terdekat yang
terjangkau masyarakat.
b. Program rehabilitasi dengan
memberdayakan pasien dan keluarga hingga
mandiri.
c. Program sosialitasi
 Membuat tempat pertemuan untuk
sosialisasi.
 Mengembangkan keterampilan hidup,
seperti aktivitas sehari-hari, mengelola
rumah tangga, dan mengembangkan hobi.
 Program rekreasi seperti nonton bersama,
jalan santai, pergi ke tempat rekreasi.
d. Program mencegah stigma Stigma
merupakan anggapan yang keliru dari
masyarakat terhadap gangguan jiwa. Oleh
karena itu, perlu diberikan program
mencegah stigma untuk menghindari
isolasi dan diskriminasi terhadap pasien
gangguan jiwa.
TERIMA KASIH