Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN KASUS

KISTA OVARIUM

DISUSUN OLEH : RANDI PUTRA PERMANA (1710221035)


PEMBIMBING : DR.ADI RACHMANADI, SP.OG

KEPANITERAAN KLINIK DEPARTEMEN OBSTETRIK DAN GINEKOLOGI


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH AMBARAWA
FAKULTAS KEDOKTERAN UPN “VETERAN” JAKARTA
2019
Identitas pasien
 Nama : Ny. GN
 Umur : 43 tahun
 Jenis kelamin : Perempuan
 Alamat : Gembongan, RT 08/RW 04,
Karangjati
 Pendidikan : SMP
 Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
 No MR : 156963-2019
 Tanggal Masuk : 18 Maret 2019
Anamnesis
Keluhan Utama
Nyeri perut bagian bawah
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien P3A0 datang dengan keluhan nyeri perut bagian bawah
sejak 3 bulan yang lalu. Nyeri perut terutama dirasakan
berlangsung sebelum-saat-setelah menstruasi, diluar menstruasi
pasien tidak mengalami keluhan tersebut. Nyeri perut terasa
seperti diremas. 1 minggu yang lalu keluhan dirasakan memberat.
Nyeri perut dibagian bawah yang dirasakan pertama kali tidak terus
menerus namun sekarang dirasakan hampir setiap saat, dan
dirasakan diluar menstruasi.
Pasien tidak mengeluhkan keluar darah yang bertambah
banyak saat menstruasi. Siklus menstruasi pasien juga
masih teratur. Keluhan saat buang air kecil, buang air
besar, buang angin, mual dan muntah disangkal. Nafsu
makan pasien masih baik. Pasien tidak mengalami
penurunan berat badan yang drastis.
Riwayat Obstetri
 Anak pertama : Perempuan/23 tahun/BBL 2500 gram/Dokter/Normal
 Anak kedua : Perempuan/18 tahun/BBL 3.400 gram/Bidan/Normal
 Anak ketiga : Laki-laki/11 tahun/BBL 2.100 gram/Bidan/Normal
Riwayat Menarche
Pasien pertama kali haid pada umur 11 tahun, haid rutin setiap
bulan dengan lama 5 hari dan siklus 28 hari.
Riwayat KB
 IUD selama 7 tahun
 Suntik 3 bulan selama 6 tahun
Riwayat Penyakit Dahulu
 Riwayat DM : disangkal
 Hipertensi : Positif
 Asma : disangkal
 Alergi : disangkal
Riwayat Penyakit Keluarga
 Riwayat DM : disangkal
 Hipertensi : Ibu pasien
 Asma : disangkal
Riwayat Operasi
 Disangkal
Riwayat Sosial Ekonomi
Pendidikan terakhir pasien SMP dan bekerja sebagai ibu rumah
tangga, sedangkan suaminya bekerja sebagai buruh pabrik
Pemeriksaan Fisik
Status Generalis  Jantung : S1 > S2 reguler, murmur
(-/-), gallop (-/-)
 Keadaan umum:Baik
 Abdomen : Datar supel, Bising usus
 Kesadaran : Compos mentis (+) normal, nyeri tekan (+) regio
inguinalis sinistra, timpani seluruh
lapang abdomen
Tanda Vital
 Ekstremitas : akral hangat,
Tekanan Darah : 160/100 mmHg capirally refill test < 2 detik. Oedem
Nadi : 100 x/ menit (-)
Suhu : 36.6 °C RR : 20 x/menit
SpO2 : 99 % Pemeriksaan Obstetrik
 Pemeriksaan Luar
Head To Toe  Inspeksi : datar, supel, linea nigra
(-), striae gravidarum (-)
 Kepala : Mata konjungtiva anemis
(+/+), sklera ikterik (-/-)  Palpasi : supel (+), nyeri tekan (+)
regio inguinalis sinistra
 Leher : KGB tidak teraba pembesaran
 Pemeriksaan Leopold : Tidak
 Thoraks : Simetris, jejas (-), dilakukan
Normochest
 Pemeriksan Dalam/Vaginal Toucher :
 Paru : vesikuler (+/+), rhonki (- Tidak dilakukan
/-), whezzing (-/-)
Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan Satuan Metode

Hemoglobin 8.4 L 11.7 -15.5 g/dL Sulfa Hb


Leukosit 13.0 3.6 -11.0 ribu Sulfa Hb
Eritrosit 4.50 3.8 - 5.2 Juta E. Impedance
Integration Volume
Hematokrit 27.6 L 35 – 47 % E. Impedance
MCV 61.5 L 82 - 98 fL E. Impedance
MCH 18.8 L 27 – 32 Pg E. Impedance
MCHC 30.5 L 32 -37 g/dL E. Impedance
RDW 13.7 10 – 16 % E. Impedance
Trombosit 373 150 – 400 Ribu Focus Hidrodinamik
PDW 18.5 10 – 18 % E. Impedance
MPV 5.90 7 -11 Mikro m3 E. Impedance
PCT 0.220 0.2 – 0.5 % E. Impedance
Glukosa Darah Sewaktu 152 H 74-106 mg/dl Heksokinase
SGOT 13 0 – 35 IU/L IFCC
SGPT 17 0 – 35 IU/L IFCC
Ureum 11.5 10 – 50 mg/dl Enzymatic UV test
Kreatinin 0.76 (T) 0,45 – 0,75 mg/dl Standart
Gol Darah A
Pemeriksaan penunjang

USG 18/3/2019
Diagnosis

P3A0 dengan Kista Ovarium Sinistra

Anemia karena penyakit kronis

Hipertensi grade 2
Terapi dan Planning
 Simtomatik
 PO Hyoscin 20 mg, 3x/hari
 Definitif
 Transfusi PRC 3 kolf
 Nifedipin Sublingual 5mg, 1x/hari
 PO Candesartan 8mg, 1x/hari
 PO Hidroklorotiazid 25 mg, 1x/hari
 Pro Laparotomi (Kistektomi)
 Suportif
 Infus RL 20 tpm
 Edukasi
 Bed rest
Prognosis

 Ad vitam : dubia ad bonam


 Ad fungsionam : dubia
 Ad sanationam : dubia
Definisi

Kista adalah kantung yang berisi cairan. Kantung ini


bisa berisi zat gas, cair, atau setengah padat. Dinding luar
kantung menyerupai sebuah kapsul (Andang, 2013).
Kista ovarium merupakan pembesaran dari indung
telur yang mengandung cairan. Besarnya bervariasi dapat
kurang dari 5 cm sampai besarnya memenuhi rongga
perut, sehingga menimbulkan sesak nafas. (Manuaba,
2009) Jadi, kista ovarium merupakan tumor jinak yang
menimbulkan benjolan abnormal di bagian bawah
abdomen dan berisi cairan abnormal berupa udara,
nanah, dan atau cairan kental.
Epidemiologi

Pada wanita pasca menopause jelas tidak terjadi ovulasi, sehingga


tidak akan terjadi kehamilan ataupun hilangnya telur, akan tetapi wanita
tersebut tetap berisiko terjadinya kista ovarium.
Insidensi kista ovarium antara 5-15%, sedang berdasarkan statistic,
sebanyak 18% wanita pasca menopause masih dapat ditemukan kista
ovarium. Kejadian ini merupakan suatu hal yang mengejutkan oleh
karena kista ovarium biasanya terjadi apabila tidak ditemukan kehamilan
pada setiap siklus yang terjadi, dan apabila folikel ataupun telur tidak
hilang setelah proses ovulasi.
Etiologi dan faktor resiko

Faktor Eksternal

Faktor Internal 1. Merokok dan Alkohol


2. Makanan tinggi lemak da
1. Genetik n rendah serat
2. Gangguan Hormonal 3. Kurang olahraga
3. Riwayat kanker kolon 4. Sosial ekonomi rendah
5. Stress
Patogenesis dan Patofisiologi

Terjadi kegagalan pematangan pelepasan sel telur. Dimana, kegagalan tersebut


terbentuk secara tidak sempurna di dalam ovarium dan hal tersebut dapat men
gakibatkan terbentuknya kista di dalam ovarium, serta menyebabkan infertilitas
pada seorang wanita (Manuaba,2010)
Tanda dan Gejala

Menurut Manuaba 2010


• Nyeri saat menstruasi
• Nyeri di perut bagian bawah
• Nyeri saat berhubungan badan
• Siklus menstruasi tidak teratur
• Nyeri saat buang air kecil dan besar.
• Gejalanya tidak menentu. Pasien akan merasa perutnya membesar
dan menimbulkan gejala perut terasa penuh dan sering sesak nafas
karena perut tertekan oleh besarnya kista
KLASIFIKASI MENURUT SARWONO 2014

Kista Folikel
Kista Granulosa
Tumor Jinak Jaringan
Ovarium Tumor Korpus Luteum

Kista Teka
Ovarium Polikistik
(Stein-Leventhal Synd
rome)

Kistadenoma Ovari Serosum

Tumor Epitel Ovarium Kistadenoma Ovari Musinosum

Kista Dermoid
Diagnosis

Anamnesis
Keluhan dapat berupa monometroragia, amenorea, menoragia,
oligomenorea, nyeri perut bagian bawah.

Pemeriksaan Fisik
Inspeksi, Auskultasi, Palpasi, Perkusi

Pemeriksaan Penunjang
Laparoskopi, USG, Rontgen Thoraks, Laboratorium tumor marker (CA
125)
Terapi
• Kista Folikel, dilakukan dengan melakukan pungsi langsung pada dinding
kista menggunakan laparoskopi.
• Kista Korpus Luteum, dilakukan tindakan pembedahan jika kista menggan
ggu seperti keadaan nyeri hebat atau perdarahan intraperitoneal.
• Kista Teka, umumnya tidak diperlukan tindakan selama keadaan tidak me
ngganggu karena kista ini dapat menghilang secara spontan setelah peng
hentian stimulasi ovulasi dengan klomifen.
• Ovarium Polikistik (Steain-Leventhal Syndrome), klomifen sitrar 50 -100
mg/hari 5-7 hari.
• Kistadenoma Ovarii Serosum, dilakukan eksisi tumor dengan eksplorasi m
enyeluruh pada organ intrapelvic dan abdomen.
• Kistadenoma Ovarii Musinosum, dilakukan tindakan salpingo-ooforektomi
jika terhadi komplikasi. Sebelum dilakukan tindakan suction, dilakukan p
engenceran musin dengan larutan dextrose 5-10%.
• Kista Dermoid, dilakukan laparotomi dan kistektomi
Daftar Pustaka

 Prawirohardjo. (2014). Ilmu Kandungan Edisi Ketiga. Jakarta: PT Bina Pustaka


Sarwono Prawirohardjo
 Buku panduan praktis pelayanan kontrasepsi. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka
Sarwono Prawirohardjo. Yatim, F. (2005). Penyakit kandungan. Myoma, Kanker
Rahim/Leher Rahim dan Indung Telur, Kista, serta gangguan lain. Jakarta:
Pustaka Populer Obor.
 Guyton, Arthur C., Hall, John E. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Ed. 9. Jakarta
: EGC. 1997. h. 49-50.
 Junqueira, L Carlos., Carneiro, Jose., Kelley,Robert O. Histologi Dasar. Ed.9
Jakarta: EGC 1997. H.59-60