Anda di halaman 1dari 14

ANALISA KEBIJAKAN (PPNI)

UU.KEPERAWATAN NO.38 TAHUN 2014


KELOMPOK III
1. CRISTIE 4. HERIYANA
2. EMBUN 5. SELLA
3. SR IKA 6. SITI
4. HERIYANA 7. TATI
PENDAHULUAN

• BAHWA UNTUK MEMAJUKAN KESEJAHTERAAN UMUM SEBAGAI SALAH SATU TUJUAN NASIONAL
SEBAGAIMANA TERCANTUM DALAM PEMBUKAAN UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA
TAHUN 1945 PERLU DISELENGGARAKAN PEMBANGUNAN KESEHATAN;
• BAHWA PENYELENGGARAAN PEMBANGUNAN KESEHATAN DIWUJUDKAN MELALUI PENYELENGGARAAN
PELAYANAN KESEHATAN, TERMASUK PELAYANAN KEPERAWATAN;
• BAHWA PENYELENGGARAAN PELAYANAN KEPERAWATAN HARUS DILAKUKAN SECARA BERTANGGUNG JAWAB,
AKUNTABEL, BERMUTU, AMAN, DAN TERJANGKAU OLEH PERAWAT YANG MEMILIKI KOMPETENSI,
KEWENANGAN, ETIK, DAN MORAL TINGGI;
• BAHWA MENGENAI KEPERAWATAN PERLU DIATUR SECARA KOMPREHENSIF DALAM PERATURAN PERUNDANG-
UNDANGAN GUNA MEMBERIKAN PELINDUNGAN DAN KEPASTIAN HUKUM KEPADA PERAWAT DAN
MASYARAKAT;
KEBIJAKAN PUBLIK MERUPAKAN JALAN BAGI SUATU NEGARA UNTUK MENCAPAI
TUJUAN BERSAMA YANG DICITA-CITAKAN. MENURUT WHO, KEBIJAKAN
KESEHATAN MENUNJUKAN SUATU KEPUTUSAN , RENCANA DAN TINDAKAN
YANG DIAMBIL UNTUK MENCAPAI BEBERAPA TUJUAN KESEHATAN SECARA
SPESIFIK. MENURUT HOGWOOD AND GUNN, 1989 KEBIJAKAN MERUPAKAN
SUATU EKSPRESI DARI TUJUAN UMUM ATAU KONDISI YANG DIHARAPKAN DAN
DIUMUMKAN. SELANJUTNYA STEWART, 1999 MENYATAKAN BAHWA KEBIJAKAN
ADALAH APA YANG DIKATAKAN OLEH PEMERINTAH, APA YANG DIKERJAKAN
OLEH PEMERINTAH, PERNYATAAN POSISI ATAU MAKSUD SERTA ARAHAN UNTUK
MENGAMBIL KEPUTUSAN.
TAHAPAN PERUMUSAN KEBIJAKAN
ANALISIS KEBIJAKAN PROSPEKTIF ADALAH PRODUKSI DAN TRANSFORMASI
INFORMASI SEBELUM AKSI KEBIJAKAN DI MULAI DAN DIIMPLEMENTASIKAN

UU NO. 38 TAHUN 2014, DISAHKAN PADA TANGGAL 17 OKTOBER 2014


OLEH PRESIDEN RI KE – 6 YAITU DR.H SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

UNTUK MENGKAJI LATAR BELAKANG TIMBULNYA ATURAN INI, MAKA DI


GUNAKAN ALAT ANALISIS THE HEALTH POLICY TRIANGLE SEBAGAI BERIKUT :
ANALISA KEBIJAKAN
UU KEPERAWATAN NO. 38 TAHUN 2014  SEGITIGA KEBIJAKAN
WALT DAN GILSON, 1994

context
Actors
Individu
Groups
Organizatio
ns

content proses
ACTOR
1. ORGANISASI PROFESI PERAWAT ( PPNI) : PENGURUS PPNI DARI TINGKAT DPK, DPD, DPW & DPP
2. INSTITUSI PENDIDIKAN KEPERAWATAN
3. DEPARTEMEN KESEHATAN
4. DPR
CONTEXT : MERUJUK PADA FAKTOR
SISTEMIK -> POLITICAL, EKONOMI DAN
SOSIAL SERTA INTERNATIONAL
A. SITUASIONAL FAKTOR BELUM ADANYA PERLINDUNGAN HUKUM UNTUK
KEPERAWATAN SEHINGGA PERLU ADANYA PEMBENTUKAN UU UNTUK PERAWAT AGAR
TERBENTUK PERLINDUNGAN DARI KASUS HUKUM TERKAIT PEKERJAAN YANG
DILAKUKANNYA.
B. SITUASIONAL FAKTOR YANG MELATARBELAKANGI UU :
 INGIN MENDAPATKAN STATUS SEBAGAI PROFESI YANG PROFESIONAL
 MASA AKHIR JABATAN DPR
 PENDAPATAN PERAWAT DI BAWAH UMR
C. STRUKTURAL FAKTOR PERAWAT BERPERAN DALAM PELAYANAN KESEHATAN
DENGAN DIBEKALI ILMU KEPERAWATAN YANG TERUS BERKEMBANG
 SISTEM POLITIK
 KEBUTUHAN PERAWAT YANG TERUS MENINGKAT
 KEMAJUAN TEKNOLOGI
 GAMBARAN DEMOGRAFI
 TENAGA PERAWAT DALAM NEGERI & LUAR NEGERI
D. FAKTOR BUDAYA DAPAT MEMPENGARUHI KEBIJAKAN KESEHATAN
 NILAI KEAGAMAAN
 NILAI KEKELUARGAAN

E. INTERNATIONAL OR EXOGENOUS FACTORSA MENYEBABKAN SALING


KETERGANTUNGAN DIANTARA NEGARA DALAM HAL KEDAULATAN DAN KERJA SAMA
INTERNASIONAL DALAM BIDANG KESEHATAN :
PENEMPATAN TENAGA ASING
HAK PASIEN, CUSTOMER FOCUS
KEKUASAAN DAN PROSES KEBIJAKAN

1. ORGANISASI PROFESI ( PPNI )


2. PEMERINTAH ( DPR )
SUBSTANSI KEBIJAKAN

 BAB 1 : KETENTUAN UMUM ( PASAL 1- PASAL 3)


 BAB II : JENIS PERAWAT ( PASAL 4)
 BAB III : PENDIDIKAN TINGKAT KEPERAWATAN ( PASAL 5 - PASAL 16 )
 BAB IV : REGISTRASI, IZIN PRAKTEK & REGISTRASI ULANG ( PASAL 27 - PASAL 27 )
 BAB V : PRAKTIK KEPERAWATAN ( PASAL 28 - PASAL 35 )
 BAB VI : HAK & KEWAJIBAN ( PASAL 36 - PASAL 40 )
 BAB VII : ORGANISASI PROFESI ( PASAL 41 - PASAL 43 )
 BAB VIII : KOLEGIUM KEPERAWATAN ( PASAL 44 - PASAL 46)
SUBSTANSI KEBIJAKAN

 BAB IX : KONSIL KEPERAWATAN ( PASAL 47 - PASAL 52)


 BAB X : PENGEMBANGAN, PEMBINAAN & PENGAWASAN ( PASAL 53 - PASAL 57 )
 BAB XI : SANKSI ADMINISTRASI ( PASAL 58 )
 BAB XII : KETENTUAN PERALIHAN ( PASAL 59 - PASAL 61 )
 BAB XIII : KETENTUAN UMUM ( PASAL 62 – PASAL 66 )
TERIMA KASIH