Anda di halaman 1dari 41

‫الر ِح ِيم‬

‫الر ْح َم ِن ه‬ ِ ‫ِب ْس ِم ه‬
‫َّللا ه‬

REFLEKSI KASUS
KEHAMILAN EKTOPIK TERGANGGU
(KET)

Aditya Reza Prianugraha


30101407113
Pembimbing :
dr. FX Sunarto, SpOG
Identitas pasien
– Nama Pasien : Ny. F
– Usia : 27 tahun
– Jenis kelamin : Perempuan
– No. CM : 01-37-80-86
– Agama : Islam
– Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
– Alamat : Rusunnawa Kaligawe Sawah Besar XIII
Kaligawe Gayamsari Kota
– Pendidikan terakhir : SMA
– Status penikahan : Menikah
– Nama suami : Tn. M
– Tanggal Masuk : 21 April 2019
– Ruang : Baitunnisa 2

2
ANAMNESIS
22/04/2019, 13.00 WIB

• Keluhan Utama • Riwayat Penyakit Sekarang • Riwayat Menstruasi


Pasien mengeluhkan • Pasien usia 27 tahun hamil 13 • HPHT : 09/02/2019
nyeri perut hebat sejak minggu, datang ke IGD RSI
± 3 jam SMRS. Sultan Agung Semarang • Menarche : 15 tahun
dengan keluhan nyeri perut • Siklus : 28 hari
hebat sejak ±3 jam SMRS.
Nyeri dirasakan mendadak • Lama : 5-7 hari
dan sangat hebat hingga • Dismenorrhea : (+)
pasien pingsan di kamar
mandi, nyeri dirasakan pada • Leukorrhea : (-)
seluruh permukaan perut, • Menopause : (-)
dan nyeri tidak menghilang
dengan istirahat. Pasien
menyangkal adanya darah
yang keluar dari jalan lahir.
Mual muntah (+), pusing (-)
pingsan (+).

3
• Riwayat Pernikahan • Riwayat Obstetri Riwayat ANC
Pasien baru 1x melakukan
• Pasien menikah • G1P0A0 ANC di bidan, belum
yang pertama kali
• HPHT : 09-02-2019 pernah diperiksa di dokter
dengan suami
spesialis kandungan dan
sekarang. Usia • HPL : 16-11-2019
pernikahan ±2 belum pernah di USG.
tahun. Pasien • UK : 13 minggu
menikah di usia 25 • Hamil ini usia 13
tahun minggu
• Riwayat KB
Pasien tidak menggunakan
KB

4
• Riwayat Penyakit Dahulu • Riwayat Sosial Ekonomi
Riwayat hipertensi : disangkal Pasien adalah ibu rumah tangga. Suami
Riwayat diabetes melitus : disangkal pasien bekerja sebagai pegawai swasta
Riwayat alergi : disangkal dan biaya kesehatan ditanggung BPJS.
Riwayat asma : disangkal
Riwayat operasi kandungan: disangkal

• Riwayat Penyakit Keluarga • Riwayat Gizi


Riwayat hipertensi : disangkal Pasien mengatakan tidak ada masalah
Riwayat penyakit jantung : disangkal pada nafsu makan selama kehamilan.
Riwayat penyakit paru : disangkal Makanan yang dikonsumsi mencakup 4
Riwayat diabetes mellitus : disangkal sehat 5 sempurna berupa ikan, ayam,
Riwayat penyakit keturunan: disangkal sayur, susu, dan lain-lain.
Riwayat bayi kembar : disangkal
Riwayat penyakit menular : disangkal

5
Pemeriksaan fisik
12/04/2019

• KU : tampak lemah • Status Internus


• Kesadaran : CM ⁃ Kepala : Mesocephale
⁃ Mata : Conjungtiva anemis (+/+), sklera ikterik (-/-)
• TB : 155 cm ⁃ Hidung : Discharge (-), septum deviasi (-), nafas cuping
• BB : 68 kg hidung (-)
• LLA : 25 cm ⁃ Telinga : Discharge (-)
⁃ Mulut : Bibir sianosis (-), bibir kering (-)
• Vital Sign ⁃ Tenggorokan : Faring hiperemis (-), pembesaran tonsil (-)
• TD : 127/76 mmHg ⁃ Leher : Simetris, pembesaran kelenjar limfe (-)
⁃ Kulit : Turgor baik, ptekiae (-)
• Nadi : 110 x/menit
⁃ Mamae : Simetris, mamae membesar, hiperpigmentasi
• RR : 20 x/menit areola mamae, papila mamae menonjol,
• Suhu : 360C benjolan abnormal (-)

6
Jantung Paru Abdomen
⁃ Inspeksi : ictus cordis ⁃ Inspeksi : hemithorax • Inspeksi : perut
tidak tampak dextra dan sinistra tampak besar,
⁃ Palpasi : ictus cordis simetris tampak luka operasi
tidak teraba ⁃ Palpasi : stem fremitus • Auskultasi : Bising
⁃ Perkusi : redup, dextra dan sinistra usus dbn
batas - batas jantung sama • Perkusi : tympani
tidak dapat ditentukan ⁃ Perkusi : sonor seluruh • Palpasi : nyeri
karena terhalang lapang paru tekan ( + ),
pembesaran pada ⁃ Auskultasi : suara dasar hepatomegali (-),
mammae vesikuler, suara splenomegali (-)
⁃ Auskultasi:suara jantung tambahan (-)
I dan II murni, reguler,
suara tambahan (-)

Extremitas
Superior Inferior
•Oedem -/- -/-
•Akral dingin -/- -/-
•Varises -/- -/-
•Reflek fisiologis +/+ +/+
7
• Status Gynekologi

• Genitalia Eksterna
• Vulva oedem (-), massa (-), perlukaan (-), eritema (-), vaginal discharge (-).
• Genitalia Interna (VT)
• Dinding vagina licin, rugae (+), massa (-), porsio licin, kenyal, ukuran sebesar jempol kaki
dewasa, pembukaan OUE (-), nyeri goyang portio (+), cavum douglas teraba menonjol
(+).Corpus uteri anteflesi, Adnexa parametrium dextra dan sinistra tidak teraba massa.

8
Pemeriksaan penunjang
• Laboratorium 21/4/2019 04.29

9
10
11
12
USG

13
14
15
Kesan :
• Endometrial line uterus menebal disertai fluid collection intracaviter, tak
tampak gestational sac intracaviter.
• Penonjolan bentuk bulat pada fundus uteri, dengann konten menyerupai
gestational sac dan fetus intasac yang sesuai dengan usia kehamilan ±9
minggu, 3 hari, DJJ sulit diidentifikasi  dapat mendukung kehimilan ektopik.
• Free fluid hipoechoic inhomogen pada paravesica dan cavum Douglassi 
cenderung hemoperitoneum.
• Ascites.
• Bright liver dengan capsula edema dan irreguler disertai calcified spleen 
curiga cirrhosis hepatis.
• Nefrolithiasis di mid pole ginjal kanan (ukuran ±0.85 cm) dan di lower pole
ginjal kiri (ukuran ±0.72 cm), non obstruktif. FIRST UP
CONSULTANTS
RESUME
Pasien usia 27 tahun hamil 13 minggu, datang ke IGD RSI Sultan Agung Semarang
dengan keluhan nyeri perut hebat sejak ±3 jam SMRS. Nyeri dirasakan mendadak
dan sangat hebat hingga pasien pingsan di kamar mandi, nyeri dirasakan pada
seluruh permukaan perut, dan nyeri tidak menghilang dengan istirahat. Pasien
menyangkal adanya darah yang keluar dari jalan lahir. Mual muntah (+), pusing (-),
pingsan (+). Pasien tidak mempunyai riwayat penyakit lain, keluarga pasien juga tidak
mempunyai keluhan yang sama. Dari hasil pemeriksaan fisik umum didapatkan
kesan anemis.

Riwayat Obstetri
• G1P0A0
• HPHT : 09-02-2019
• HPL : 16-11-2019
• UK : 13 minggu
• Status pasien : Keadaan umum lemah

17
– Status Gynekologi

• Genitalia Eksterna
• Vulva oedem (-), massa (-), perlukaan (-), eritema (-), vaginal discharge (-).
• Genitalia Interna (VT)
• Dinding vagina licin, rugae (+), massa (-), porsio licin, kenyal, ukuran
sebesar jempol kaki dewasa, pembukaan OUE (-), nyeri goyang portio (+)
cavum douglas teraba menonjol (+). Adnexa parametrium dextra dan
sinistra tidak teraba massa.

18
DIFFERENTIAL DIAGNOSIS
• Kehamilan Ektopik Terganggu
• Abortus Imminens
• Radang panggul akut
• Adneksitis
• Appendicitis akut

DIAGNOSIS KERJA
• Pasien wanita G1P0A0 hamil 13 minggu , 27 tahun
dengan KET dan anemia.

19
TATALAKSANA

• Rawat inap
• Pengawasan: KU, TTV
• Cek HB serial
• Laparotomy
• Terapi medikamentosa:
• a. Infus RL 30 tpm
• b. c. Post operasi:
• - inj. Cefotaxime 2x1 gr
• - inj. Kalnex 2x500 mg
• - Ketorolac 2x30mg
• - Transfusi darah PRC 4 kolf
• - Rawat ICU

20
Follow up

21
22
23
TINJAUAN PUSTAKA

24
Kehamilan ektopik adalah kehamilan di mana sel
telur yang dibuahi berimplantasi dan tumbuh di
luar endometrium kavum uterus.
Sedangkan yang disebut sebagai kehamilan
ektopik terganggu adalah suatu kehamilan
ektopik yang mengalami abortus ruptur pada
dinding tuba.

25
ETIOLOGI
• Faktor mekanis  Hal-hal yang mengakibatkan
terhambatnya perjalanan ovum yang dibuahi ke
dalam kavum uteri.
• Faktor Fungsional
• Peningkatan daya penerimaan mukosa tuba
terhadap ovum yang dibuahi.
• Faktor lain : riwayat KET dan riwayat
abortus induksi sebelumnya.
26
Faktor mekanis  Hal-hal yang mengakibatkan terhambatnya
perjalanan ovum yang dibuahi ke dalam kavum uteri, antara lain :
• Salpingitis  berkurangnya silia akibat infeksi, penyempitan saluran
tuba
• Adhesi peritubal setelah infeksi pasca abortus/ infeksi pasca nifas,
apendisitis, atau endometriosis, yang menyebabkan tertekuknya tuba
atau penyempitan lumen.
• Kelainan pertumbuhan tuba, terutama divertikulum, ostium asesorius
dan hipoplasi.
• Riwayat operasi tuba
• Tumor yang merubah bentuk tuba seperti mioma uteri dan adanya
benjolan pada adneksa.
• Penggunaan IUD.

27
Faktor fungsional :
• Migrasi eksternal ovum terutama pada kasus
perkembangan duktus mulleri yang abnormal
• Refluks menstruasi
• Berubahnya motilitas tuba karena perubahan kadar
hormon estrogen dan progesterone

28
Klasifikasi

29
FAKTOR RESIKO
 Merokok
 Penyakit Radang Panggul
 Endometriosis Tuba
 Tindakan medis (riwayat operasi tuba)
 infeksi endosalfing
 kontrasepsi IUD

30
Patogenesis

Pertumbuhan dapat mengalami perubahan dalam bentuk


berikut ini
Hasil konsepsi mati dini dan direasorpsi
Abortus kedalam lumen tuba
Ruptur dinding tuba 31
Gejala Klinis

- Nyeri perut hebat mendadak yang disusul dengan


syok atau pingsan.
- Amenore
- Nyeri tekan abdomen
- Spotting
- Pada pemeriksaan dalam vagina : Nyeri goyang
portio, cavum douglas teraba menonjol.

32
DIAGNOSIS
• Gejala Klinik Kehamilan Ektopik Terganggu

Anamnesis:

• Pemeriksaan Ginekologi:

Pemeriksaan • - Uterus sedikit membesar


• - Portio nyeri bila digerakkan
• - Cavum douglasi menonjol

Fisik:

Pemeriksaan • USG
• Kuldosintesis
• Laparoskopi

Penunjang • HCG-β 11
• HSG

33
34
Gambaran USG kehamilan ektopik
Teknik Kuldosintesis

35
DIAGNOSIS BANDING

- Infeksi pelvis
- Abortus imminens/ abortus inkomplitus
- Tumor/kista ovarium
- Appendisitis

36
TATA LAKSANA

Pembedahan Medikamentosa:

• Salpingotomi linier • Methotrexate


• Reseksi segmental
• Salpingektomi
• Salpingoooforektomi

37
38
PROGNOSIS

 Kematian dapat diturunkan dengan diagnosis dini


 Janin biasanya akan mati dan tidak dapat
dipertahankan
 Ibu yang mengalami KET mempunyai resiko 10%
untuk KET berulang
 Rupture dengan perdarahan intraabdomen dapat
mempengaruhi fertilitas wanita

39
40
41