Anda di halaman 1dari 10

ASUHAN KEPERAWATAN KATARAK

Pengertian katarak menurut nugroho (2011) adalah Katarak merupakan kekeruhanlensa


mata atau kapsul lensa yang mengubah gambaran yang diproyeksikan pada retina Kelainan ini
bukan suatu tumor atau pertumbuhan jaringan di dalam mata,akan tetapi keadaan lensa yang
menjadi berkabut. Katarak sendiri diumpamakan seperti penglihatan yg tertutup airterjun
akibat keruhnya lensa biasanya kekeruhan mengenai kedua mata dan berjalan progresif
ataupun dapat tidak mengalami perubahan dalam Waktu yang lama
ETIOLOGI

Proses penuaan adalah penyebab utama pada katarak Penyebab lain terjadinya katarak yaitu:
a. Bawaan sejak lahir,
b. Trauma/ cedera,
c. Beberapa jenis infeksi dan penyakit tertentu, seperti: ablasi retina, uveitis dan retinitis pigmentosa, serta dapat berhubungan dengan penyakit
intraokuler lainnya. Penyakit sistemik atau metabolic juga dapat menimbulkan katarak, seperti diabetes mellitus, galaktosemi, dan
distrofi miotikk, serta dermatitis atopik
d. Pengaruh jenis obat, seperti betametason, klorukin, klorpomazin, kortison, ergotamin, indometasin, medrison, neostigmin, pilokarpin dan
eserin (0.25-0.5 %), kortikosteroid, serta antikolinesterase menambahkan obat-obat toksik bagi lensa seperti prednison, dinitrofenol,
naftalena, fenotiazin.
e. Paparan sinar ultraviolet B dari cahaya matahari, efek racun dari rokok alkohol, gizi kurang vitamin E juga dapat mempercepat kekeruhan
lensa mata
PATOFISIOLOGI

Menurut Kowalak ((2011), patofoiologi katarak dapat bervariasi menurut masing-masing bentuk katarak. Katarak senilis
memperlihatkan bukti adanya agregasi protein, cedera oksidatif dan peningkatan pigmentasi di bagian tengah lensa, selain
itu pada katarak traumatika dapat terjadi inflamasi atau fagositosis lensa ketika lensa mata mengalami rupture Sedangkan
mekanisme katarak komplikasi bervariasi menurut proses penyakitnya, sebagai contoh pada penyakit diabetes mellitus
akan terjadi peningkatan kadar glukosa dalam lensa yang kemudian menyebabkan lensa mata menyerap air (Kowalak,
2011) sedangkan katarak kongenital merupakan bentuk yang memberikan tantanggan khusus.mengungkapkan bahwa
secara kimiawi pembentukankatarak ditandai dengan berkurangnya ambilan oksigen dan bertambahnya kandungan air
yang kemudian diikuti dengan dehidrasi. Kandungan natrium dan kalsium bertambah, sedangkan kalium, asam askorbat
serta protein menjadi berkurang. lensa mata berisi 65% air, sisanya berupa protein dan mineral penting. Katarak terjadi
pada saat penurunan ambilan oksigen dan penurunan air. Dilain sisi terjadi peningkatan kadar kalsium dan berubahnya
protein larut menjadi tidak dapat larut. Pada kondisi tersebut akan menyebabkan gangguan metabolisme pada lensa mata.
Gangguan metabolisme ini akan mengakibatkan perubahan kandungan bahan-bahan yang ada di dalam lensa. Perubahan
inilah yang pada akhirnya menyebabkan kekeruhan lensa.Kekeruhan dapat berkembang sampai di berbagai bagian lensa
atau kapsulnya.
MANIFESTASI KLINIS

Manifestasi dari gejala yang dirasakan oleh pasien penderita katarak terjadi secara progresif dan merupakan proses yang kronis. Gangguan penglihatan bervariasi, tergantung pada jenis dari katarak yang diderita pasien. gejala pada penderita katarak adalah sebagai
berikut:

1. Penurunan visus

2. Silau

3. Perubahan miopik

4. Diplopia monocular

5. Halo bewarna

6. Bintik hitam di depan mata

Tanda pada penderita katarak adalah sebagai berikut:

1. Pemeriksaan visus berkisar antara 6/9 sampai hanya persepsi cahaya

2. Pemeriksaan iluminasi oblik

3. Shadow test

4. Oftalmoskopi direk

5. Pemeriksaan sit lamp


PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK

1. Uji mata
2. Kemoterapi
3. Pemeriksaan lampu slit
4. Oftalmoskopis
5. A-scan ultrasound (echography)

6. Hitung sel endotel sangat berguna sebagai alat diagnostik, khususnya bila dipertimbangkan akan
dilakukan pembedahan. Dengan hitung sel endotel 2000 sel/mm3, pasien ini merupakan kandidat
yang baik untuk dilakukan fakoemulsifikasi dan implantasi IOL.
PENCEGAHAN PRIMER,SEKUNDER,TERSIER

• Pencegahan primer adalah usaha mencegah timbulnya katarak dengan


menghilangkan (melindungi) tubuh dari faktor-faktor yang dapat menimbulkan
katarak. Sampai saat ini belum ditemukan obatyang dapat mencegah timbulnya
katarak. Beberapa penelitian sedang dilakukan untuk memperlambat proses
bertambah keruhnya lensa untuk menjadi katarak.
• Pencegahan sekunder berupa usaha untuk mencegah timbulnya
kerusakan mata lebih lanjut dengan mengidentifikasi kelompok populasi
beresiko tinggi.
TERSIER

Pencegahan tersier adalah usaha untuk mencegah timbulnya komplikasi akibat katarak dan
pengobatannya. Setelah pembedahan mata perlu mendapatkan obat tetes mata selama
beberapa minggu
PENATALAKSAAN

Bila penglihatan dapat dikoreksi dengan dilator pupil dan refraksi kuat sampai ke titik di mana pasien
melakukan aktivitas sehari-hari, maka penanganan biasanya konservatif.Pembedahan diindikasikan bagi
mereka yang memerlukan penglihatan akut untuk bekerja ataupun keamanan. Biasanya diindikasikan bila
koreksi tajam penglihatan yang terbaik yang dapat dicapai adalah 20/50 atau lebih buruk lagi bila ketajaman
pandang mempengaruhi keamanan atau kualitas hidup, atau bila visualisasi segmen posterior sangat perlu
untuk mengevaluasi perkembangan berbagai penyakit retina atau sarf optikus, seperti diabetesdanglaukoma.
Ada 2 macam teknik pembedahan ;
1. Ekstraksi katarak intrakapsuler Adalah pengangkatan seluruh lensa sebagai satu kesatuan.
2. Ekstraksi katarak ekstrakapsulerMerupakan tehnik yang lebih disukai dan mencapai sampai 98 %
pembedahan katarak. Mikroskop digunakan untuk melihat struktur mata selama pembedahan.
PENGKAJIAN

• a. Kartu mata snellen /mesin telebinokuler : mungkin terganggu dengan kerusakan kornea, lensa, akueus/vitreus humor, kesalahan refraksi, penyakit sistem saraf, penglihatan ke retina.

• b. Lapang Penglihatan : penuruan mngkin karena massa tumor, karotis, glukoma.

• c. Pengukuran Tonografi : TIO (12 – 25 mmHg)

• d. Pengukuran Gonioskopi : membedakan sudut terbuka dari sudut tertutup glukoma.

• e. Tes Provokatif : menentukan adanya/ tipe glukoma

• f. Oftalmoskopi : mengkaji struktur internal okuler, atrofi lempeng optik, papiledema, perdarahan.

• g. Darah lengkap, LED : menunjukkan anemi sistemik / infeksi.

• h. EKG, kolesterol serum, lipid

• i. Tes toleransi glukosa : kotrol DM

• j. Keratometri.

• k. Pemeriksaan lampu slit.

• l. A-scan ultrasound (echography).

• m. Penghitungan sel endotel penting untuk fakoemulsifikasi & implantasi.

• n. USG mata sebagai persiapan untuk pembedahan katarak.


TERIMA KASIH