Anda di halaman 1dari 40

‫الر ْح َم ِن ه‬

‫الر ِح ِيم‬ ِ ‫ِب ْس ِم ه‬


‫َّللا ه‬

CASE BASED DISCUSSION


CEPHALOPELVIC DISPORPOTION (CPD)
Zumala Anissa Fitri
30101407354
Pembimbing :
dr. H.M. Taufiqi Setyabudi, Sp.OG(K)
TINJAUAN PUSTAKA

Cephalopelvic Disporpotion (CPD)

• Definisi : keadaan yang menggambarkan ketidaksesuaian


antara besarnya/diameter kepala janin dan ruang panggul
ibu yang mengakibatkan partus terhambat

2
TINJAUAN PUSTAKA

3
TINJAUAN PUSTAKA

4
• Panggul Sempit
Setiap penyempitan pada diameter panggul yang
mengurangi kapasitas panggul dapat menyebabkan distosia
saat persalinan.
Penyempitan
Penyempitan
panggul
panggul atas
tengah

Penyempitan
pintu bawah
panggul

5
ANATOMI

6
ANATOMI

7
ANATOMI

8
• Menurut morfologinya bentuk panggul dibagi menjadi 4,
yaitu :
⁃ Ginekoid
⁃ Android
⁃ Antropoid
⁃ Platipeloid

9
Teknik untuk mendeteksi CPD
• Osborn test
• Muller monroe kerr test

10
• Osborn test
Tangan kiri mendorong
kepaa masuk ke PAP ,
tangan kanan memeriksa
penonjolan kepala di atas
simpisis
Tidak menonjol = Osborn
test (-)
Menonjol <3 cm / 2 jari :
CPD ringan
Menonjol > 3 cm : Osborn
test (+)  CPD

11
• Muller monroe kerr test
Tangan kiri mendorong
kepala masuk ke PAP ,
tangan kanan VT untuk
menilai sudut antara bagian
terbawah janin dengan
permukaan dalam simpisis
>90° (+) CPD
< 90°  (-)

12
• Penatalaksanaan
1. Persalinan percobaan
Persalinan percobaan hanya dilakukan pada letak belakang kepala,
tidak bisa pada letak sungsang, letak dahi, letak muka, atau kelainan
letak lainnya. Ketentuan lainnya adalah umur kehamilan tidak boleh
lebih dari 42 minggu karena kepala janin bertambah besar sehingga
sukar terjadi moulage dan ada kemungkinan disfungsi plasenta janin
yang akan menjadi penyulit persalinan percobaan.

2. Sectio cesaria
Seksio sesarea efektif dilakukan pada kesempitan panggul berat dengan
kehamilan aterm, atau disproporsi sephalopelvik yang nyata. Seksio
juga dapat dilakukan pada kesempitan panggul ringan apabila ada
komplikasi seperti primigravida tua dan kelainan letak janin yang tak
dapat diperbaiki.
13
• Prognosis
1. Bahaya bagi ibu
• Partus lama seringkali disertai pecahnya ketuban pada pembukaan kecil,
dapat menimbulkan dehidrasi serta asidosis, dan infeksi intrapartum.
• Dengan his yang kuat, sedang kemajuan janin dalam jalan lahir tertahan,
dapat timbul regangan segmen bawah uterus dan pembentukan lingkaran
retraksi patologik. Keadaan ini terkenal dengan nama rupture uteri
mengancam; apalagi jika tidak segera diambil tindakan untuk mengurangi
regangan maka akan timbul rupture uteri (robek uterus),
• Dengan persalinan tidak maju karena disproporsi sefalipelvik, jalan lahir
pada suatu tempat mengalami tekanan yang lama antara kepala janin dan
tulang panggul. Hal itu menimbulkan gangguan sirkulasi dengan akibat
terjadinya iskemia dan kemudian nekrosis pada tempat tersebut. Beberapa
hari post partum akan terjadi fistula vesikoservikalis, atau fistula
vesikovaginalis, atau fistula rektovaginalis.

14
2. Bahaya bagi janin
• Partus lama dapat meningkatkan kematian perinatal,apalagi jika ditambah
dengan infeksi intrapartum.
• Dengan adanya disproporsi sefalopelvik kepala janin dapat melewati rintangan
pada panggul dengan mengadakan moulage. Moulage dapat dialami oleh
kepala janin tanpa akibat yang jelek sampai batas-batas tertentu, akan tetapi
apabila batas-batas tersebut terlampaui, terjadi sobekan pada tentorium
serebelli dan perdarahan intracranial
• Tekanan oleh promontorium terkadang bisa menyebabkan perlukaan pada
jaringan di atas tulang kepala janin, selain itu dapat pula menimbulkan fraktur
pada os parietalis.

15
IDENTITAS PASIEN
• Nama Pasien : Ny. K
• Usia : 26tahun
• Jenis kelamin : Perempuan
• No. CM : 0137xxxx
• Agama : Islam
• Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
• Alamat : Desa Bungo RT/RW 02/07, Demak
• Pendidikan terakhir : SMA
• Status penikahan : Menikah
• Nama suami : Tn. A
• Tanggal Masuk : 12 April 2019
• Ruang : Baitunnisa 2

16
ANAMNESIS
12/04/2019, 09.30 WIB

• Keluhan Utama • Riwayat Penyakit Sekarang • Riwayat Menstruasi


Pasien mengeluhkan • Pasien usia 26 tahun hamil 39 • Siklus : Teratur (28
adanya lendir darah minggu, datang ke Poli RSI hari)
yang keluar sejak ±2 Sultan Agung Semarang
jam SMRS . dengan keluhan lendir darah • Lama : 7-8 hari
yang keluar sejak ±2 jam • HPHT : 7 Juli 2018
SMRS. Lendir darah yang
keluar , hanya flek-flek saja. • HPL : 14 April 2019
Setelah keluhan lendir darah • UK : 39 minggu
pasien mulai merasa kenceng-
kenceng yang dirasakan
hilang timbul ±4 hari SMRS,
Keluhan air yang merembes
dari jalan lahir disangkal
pasien, gerak janin masih
dirasakan aktif, tidak ada
perdarahan.

17
• Riwayat Obstetri • Riwayat Riwayat ANC
Pernikahan Pasien rutin melakukan
• G3P1A1 hamil 39 ANC di bidan, dokter
minggu. Pasien menikah spesialis kandungan setiap
pertama kali
• P1 : Perempuan , bulan dan diberikan
dengan suami
persalinan ditolong vitamin, suplemen besi.
sekarang dan usia
dokter, dilahirkan Selain itu pasien juga
pernikahan yaitu 4
secara Sectio cesaria, melakukan vaksin TT.
tahun. Pasien
BB 2400 gram AS 9-
menikah di usia 22
10-10, sehat, usia 2,5
tahun. • Riwayat KB
tahun
• G3 : hamil ini. Pasien tidak menggunakan
KB

18
• Riwayat Penyakit Dahulu • Riwayat Sosial Ekonomi
Riwayat hipertensi : disangkal Pasien adalah ibu rumah tangga. Suami
Riwayat diabetes melitus : disangkal pasien bekerja sebagai pegawai swasta
Riwayat alergi : disangkal dan biaya kesehatan ditanggung BPJS.
Riwayat asma : disangkal
Riwayat operasi kandungan: (+) sectio cesaria

• Riwayat Penyakit Keluarga • Riwayat Gizi


Riwayat hipertensi : disangkal Pasien mengatakan tidak ada masalah
Riwayat penyakit jantung : disangkal pada nafsu makan selama kehamilan.
Riwayat penyakit paru : disangkal Makanan yang dikonsumsi mencakup 4
Riwayat diabetes mellitus : disangkal sehat 5 sempurna berupa ikan, ayam,
Riwayat penyakit keturunan: disangkal sayur, susu, dan lain-lain.
Riwayat bayi kembar : disangkal
Riwayat penyakit menular : disangkal

19
PEMERIKSAAN FISIK
12/04/2019

• Status Internus
⁃ Kepala : Mesocephale
• KU : Baik ⁃ Mata : Conjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-)
• Kesadaran: Compos mentis ⁃ Hidung : Discharge (-), septum deviasi (-), nafas cuping
• TB : 147 cm hidung (-)
• BB : 68 kg ⁃ Telinga : Discharge (-)
• IMT : 31,48 kg/cm2 ⁃ Mulut : Bibir sianosis (-), bibir kering (-)
(overweight grade I) ⁃ Tenggorokan : Faring hiperemis (-), pembesaran tonsil (-)
• LLA : 25 cm ⁃ Leher : Simetris, pembesaran kelenjar limfe (-)
• Vital Sign ⁃ Kulit : Turgor baik, ptekiae (-)
⁃ TD : 127/76 mmHg ⁃ Mamae : Simetris, mamae membesar, hiperpigmentasi
⁃ Nadi: 101 x/menit areola mamae, papila mamae menonjol,
⁃ RR : 20 x/menit benjolan abnormal (-)
⁃ Suhu: 360C

20
Jantung Paru Abdomen
⁃ Inspeksi : ictus cordis ⁃ Inspeksi : hemithorax • Inspeksi : perut
tidak tampak dextra dan sinistra tampak besar,
⁃ Palpasi : ictus cordis simetris • Auskultasi : Bising
tidak teraba ⁃ Palpasi : stem fremitus usus dbn
⁃ Perkusi : redup, dextra dan sinistra sama • Perkusi : tidak
batas - batas jantung ⁃ Perkusi : sonor seluruh dilakukan
tidak dapat ditentukan lapang paru • Palpasi : nyeri
karena terhalang ⁃ Auskultasi : suara dasar tekan ( - ),
pembesaran pada vesikuler, suara hepatomegali (-),
mammae tambahan (-) splenomegali (-)
⁃ Auskultasi:suara jantung
I dan II murni, reguler,
suara tambahan (-)

Extremitas
Superior Inferior
•Oedem -/- -/-
•Akral dingin -/- -/-
•Varises -/- -/-
•Reflek fisiologis +/+ +/+
21
• Status Obstetri

• Abdomen
• Inspeksi : Perut tampak membesar, striae gravidarum (+), linea nigra (+)
bekas operasi (+) terlihat gerak janin (+)
• Palpasi : Nyeri tekan (-), teraba bagian janin:

• Leopold I : TFU 2 jari di bawah proc. xyphoideus, teraba


bagian besar, bulat, kenyal, TFU 31 cm..
• Leopold II : Teraba tahanan memanjang sebelah kiri dan bagian
kecil - kecil di sebelah kanan.
• Leopold III : Teraba bagian bulat, keras, bisa digoyang.
• Leopold IV : Bagian terbawah janin belum masuk PAP.
TFU : 31 cm
TBJ : (31 - 12) x 155 = 2945 gram
His : Jarang
• Pemeriksaan Osborn test : (+) teraba penonjolan sebesar ± 2.5 cm
• Auskultasi : DJJ 11-10-11.

22
• Status Obstetri

• Genitalia
• Externa : Lendir darah (+), air ketuban (-), luka parut (-),
varices (-), edem vagina (-), anus hemoroid (-)
• Interna
-Vaginal toucher :
• Pembukaan serviks : 2 cm
• Penipisan serviks : 20 %
• Kulit ketuban : (+)
• Bagian bawah janin : teraba bulat , keras, sutura
• Penurunan bagian bawah janin : Bidang Hodge I
• Point of direction : ubun-ubun kecil
• Sarung tangan : lendir darah (+)
23
• Status Obstetri

- Ukuran Panggul dalam


• Pintu Atas Panggul
Promontorium teraba 11,5 cm
Linea inominata teraba 1/3 lingkaran
Konjugata vera : 12.5-1.5 = 10 cm
• Pintu Tengah Panggul
Dinding samping pelvis sejajar
Spina ischiadica tak menonjol
Kelengkungan sacrum cukup
Diameter interspinarum 8.5 cm
• Pintu Bawah Panggul
Mobilitas os coccygeus cukup
Arkus pubis > 900

24
PEMERIKSAAN PENUNJANG
• Pemeriksaan Laboratorium (12/4/2019 10.23)
PEMERIKSAAN HASIL NILAI RUJUKAN SATUAN

HEMATOLOGY
Hemoglobin 13.1 11.7-15.5 g/dl
Hematokrit 38.5 33-45 %
Leukosit 11.73 (H) 3.6-11.0 ribu/uL
Trombosit 390 150-440 ribu/Ul
Golongan darah/Rh O/Positif -

APTT/PTTK 25.9 21.8-28.0 detik


Kontrol 26.0 20.8-28.2 detik
PPT 8.4 (L) 9.3-11.4 detik
Kontrol 10.3 9.2-12.4 detik
IMUNOSEROLOGI
HbsAg kualitatif Non reaktif Non reaktif -
KIMIA
GDS 102 75-110 mg/dl
Ureum 22 10-50 mg/dl
Creatinin darah 0.62 0.6-1.1 mg/dl
Natrium 143.5 135-147 mmol/L
Kalium 3.55 3.5-5 mmol/L
Chloride 103.8 95-105 mmol/L
25
• Pemeriksaan Laboratorium (13/4/2019)
PEMERIKSAAN HASIL NILAI RUJUKAN SATUAN
HEMATOLOGY
Hemoglobin 13.7 11.7-15.5 g/dl
Hematokrit 39.9 33-45 %
Leukosit 18.28 (H) 3.6-11.0 ribu/uL
Trombosit 356 (L) 150-440 ribu/Ul

26
RESUME

Pasien usia 26 tahun hamil 39 minggu, datang ke Poli RSI Sultan Agung Semarang dengan
keluhan lendir darah yang keluar sejak ±2 jam SMRS. Lendir darah yang keluar , hanya flek-
flek saja. Setelah keluhan lendir darah pasien mulai merasa kenceng- kenceng yang dirasakan
hilang timbul ±4 hari SMRS, Keluhan air yang merembes dari jalan lahir disangkal pasien,
gerak janin masih dirasakan aktif, tidak ada perdarahan.

Riwayat Obstetri
• G3P1A3
• HPHT :7 Juli 2018
• HPL : 14 April 2019
• Usia kehamilan : 39 minggu
• Status pasien : Keadaan umum baik

27
• Status Obstetri

• Abdomen
• Inspeksi : Perut tampak membesar, striae gravidarum (+), linea nigra (+)
bekas operasi (+) terlihat gerak janin (+)
• Palpasi : teraba bagian janin:

• Leopold I : TFU 2 jari di bawah proc. xyphoideus, teraba


bagian besar, bulat, kenyal.
• Leopold II : Teraba tahanan memanjang sebelah kiri dan bagian
kecil - kecil di sebelah kanan.
• Leopold III : Teraba bagian bulat, keras, bisa digoyang.
• Leopold IV : Bagian terbawah janin belum masuk PAP.
TFU : 31 cm
TBJ : (31 - 12) x 155 = 2945 gram
His : Jarang
• Pemeriksaan Osborn test : (+) teraba penonjolan sebesar ± 2.5 cm
• Auskultasi : DJJ 11-10-11.

28
• Status Obstetri

• Genitalia
• Externa : Lendir darah (+), air ketuban (-), luka parut (-),
varices (-), edem vagina (-), anus hemoroid (-)
• Interna
-Vaginal toucher :
• Pembukaan serviks : 2 cm
• Penipisan serviks : 20 %
• Kulit ketuban : (+)
• Bagian bawah janin : teraba bulat , keras, sutura
• Penurunan bagian bawah janin : Bidang Hodge I
• Point of direction : ubun-ubun kecil
• Sarung tangan : lendir darah (+)
29
• Status Obstetri

- Ukuran Panggul dalam


• Pintu Atas Panggul
Konjugata vera : 12.5-1.5 = 10 cm
• Pintu Tengah Panggul
Diameter interspinarum 8.5 cm
• Pintu Bawah Panggul
Arkus pubis > 900

30
DIAGNOSA

Pasien G3P1A1 usia 26 tahun, hamil 39 minggu, janin 1


tunggal, hidup intrauterin, letak kepala, punggung kiri,
inpartu kala I fase laten, dengan CPD.

31
SIKAP

• Pengelolaan obstetri
- Akhiri persalinan secara perabdominal
• Pengelolaan medisinalis
- Infus Ringer laktat 20 tpm
- Premed operasi: cefotaxime 1 gr IV

32
INITIAL PLAN

• Diagnosis • Cefadroxyl 3x1


• Methylergometrin 3x1
• Usulan Pemeriksaan
• Asam mefenamat 3x1
• -
• Ferofort 1x1
• Terapi • Domperidone 3x1
• Terapi Medikamentosa : • Akhiri persalinan secara perabdominal
• Infus Ringer laktat 20 tpm
• Premed operasi: cefotaxime 1 gr IV

• Post operasi:
• Edukasi
• Vitamin A 1x1
• Meminum obat secara teratur
• Cefotaxime 2x1 IV
• Istirahat yang cukup
• Metergin 3x1 IV
• Makan makanan tinggi protein
• Kaltrofen supp 3x1 IV
• Edukasi perawatan luka
• Ketorolac 3x1 IV
• Kontrol kembali satu minggu lagi

33
FOLLOW UP
Pre-SC (12 April 2019, pukul 13.30 WIB)

34
35
36
37
38
39
‫سالَ ُم َو َر ْح َمةُ ِ‬
‫هللا َوبَ َر َكاتُهُ‬ ‫علَ ْي ُك ْم ال ه‬
‫َو َ‬

‫‪40‬‬