Anda di halaman 1dari 62

Biografi

Profesor Psikolinguistik FBS UNNES


Rektor Universitas Ngudi Waluyo (UNW)
Ketua Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI)
Komisariat Universitas Negeri Semarang
Saksi Ahli Bahasa Direktorat Reskrim POLDA
Jateng
Tim Penilai Angka Kredit Guru Provinsi Jawa
Tengah
BUKU REFERENSI PTK EDISI III
BUKU REFERENSI PTK EDISI IV
BUKU REFERENSI PTK EDISI V
JURNAL MILIK DINAS PENDIDIKAN
PROVINSI JAWA TENGAH
JURNAL MILIK DINAS PENDIDIKAN
PROVINSI JAWA TENGAH
Prinsip dalam Menilai KTI
1. KTI harus mendukung ketercapaian tujuan kegiatan
pengembangan profesi
2. KTI harus tersaji dalam format keilmuan (ilmiah)
3. KTI pengembangan profesi bukan SKRIPSI, TESIS atau
DESERTASI

8
Kriteria Menilai KTI
 Asli
 Perlu
 Ilmiah
 Konsisten
9
Alasan
Penolakan KTI
KTI yang tidak Asli
1. Adanya data yang tidak konsisten, lokasi, nama sekolah, dan data
yang dipalsukan, lampiran yang tidak sesuai, dan lain-lain.

2. Menunjukkan kejanggalan: dalam satu tahun, mengajukan lebih dari


dua buah KTI hasil penelitian.

3. KTI guru/kepala sekolah/pengawas sekolah yang sama, sangat


berbeda kualitasnya.

4. KTI dibuat dalam waktu yang berbeda mempunyai kesamaan


mencolok

5. Sangat mirip skipsi, tesis atau desertasi


6. Beberapa KTI yang umumnya berasal dari daerah yang sama, sangat
mirip.
Mengapa KTI tidak ASLI?

• Tidak sedikit merupakan


JIPLAKAN, atau DIBUATKAN
• Ada biro jasa “membuatkan”
• Mengapa????
KTI yang tidak Perlu
1. Permasalahan tidak berkaitan dengan tupoksi sebagai
guru/kepala sekolah/pengawas sekolah.
2. Laporan Penelitian Korelasi namun tidak jelas kegiatan
nyata apa yang telah dilakukan guru/kepala
sekolah/pengawas sekolah
3. Tinjauan ilmiah, namun hanya berupa diskripsi atau
paparan tentang hal yang terlalu luas/ terlalu umum,
tidak terkait dengan permasalahan kepengawasan
Mengapa ada KTI yang tidak PERLU ?
• tidak berkait dengan TUPOKSI
• hal yang sangat umum
• KTI yang mudah ditiru atau mudah menirunya
 Peranan perpustakaan dalam meningkatkan prestasi belajar
siswa
 Hubungan kepribadian guru dengan prestasi belajar siswa
 Peran orang tua dalam membangun perilaku anak
 Konsep fullday school di Indonesia
 Masa depan anak ditentukan oleh peran keluarga dan sekolah
KTI yang tidak Ilmiah
1. Laporan penelitian, namun: (a) latar belakang masalah tidak jelas, (b) rumusan
masalah tidak jelas, (c ) kebenarannya tidak terdukung oleh kebenaran teori,
kebenaran fakta dan kebenaran analisisnya, (d) metode penelitian, sampling, data,
analisis hasil yang tidak / kurang benar

2. Penelitian Tindakan Sekolah, namun tidak jelas apa, bagaimana dan mengapa
kegiatan tindakan yang dilakukan, juga tidak jelas bagaimana peran hasil evaluasi
dan refleksi pada penentuan siklus-siklus berikutnya.

3. Laporan PTK (penelitian tindakan kelas), namun :guru/kepala sekolah/pengawas


sekolah justru berperan sebagai guru kelas, Tidak jelas peran guru/kepala
sekolah/pengawas sekolah dalam kegiatan PTK tersebut.

4. Penelitian eksperimen, tidak dapat diterima karena tidak mengikuti kaidah penulisan
laporan penelitian eksperimen

5. Penelitian deskriptif, namun tidak jelas kegiatan nyata apa yang telah dilakukan
guru/kepala sekolah/pengawas sekolah dalam kegiatan pengembangan profesinya
15
KTI yang tidak Konsisten
1. hal yang dipermasalahkan tidak sesuai dengan tugas
keseharian penulis dalam upaya pengembangan
profesinya

2. isi prasaran mempermasalahkan tentang hal-hal di


luar kegiatan pengembangan profesi guru/kepala
sekolah/pengawas sekolah

3. Tulisan Ilmiah Populer yang diajukan melalui media


massa namun isi tulisannya mempermasalahkan
tentang hal-hal di luar kegiatan pengembangan
profesinya
KTI kurang memenuhi pesyaratan / bukti fisik
18. prasaran ilmiah tetapi dilaksanakan pada pertemuan ilmiah yang tidak
memenuhi syarat, misalnya (a) hanya dilakukan di tingkat sekolah, tingkat
kecamatan , (b) jumlah dan kapasitas peserta yang kurang sesuai (c) waktu
pelaksanaan yang tidak lazim

19. buku / modul namun : Isi buku / modul belum sesuai dengan persyaratan.

20. KTI yang pernah dinilai dan disarankan untuk diperbaiki, namun tidak tidak
tampak upaya perbaikan sesuai dengan saran terdahulu, atau perbaikannya
tidak sesuai dengan saran

21. tidak jelas jenis KTInya.

22. KTI TELAH KADALUWARSA

17
KTI telah cukup baik,
NAMUN masih terdapat hal yang perlu perbaikan

23. BELUM melampirkan kelengkapan (umumnya pada


laporan hasil penelitian), sehingga timbul keraguan,
apakah KARYA TULIS ILMIAH tersebut memang karya
sendiri atau bukan.

24. belum ada persetujuan dari KORWAS atau yang lain


25. sebagai prasaran tetapi tidak dilengkapi dengan bukti
fisik seperti (a) pernyataan dari penyelenggara seminar,
(b) piagam –bila ada, (c) daftar hadir dan lain-lain.
Contoh Alasan No 1

BILA : terdapat indikasi yang menunjukan bahwa KTI tersebut tidak asli,
seperti data yang tidak konsisten, lokasi, nama sekolah, dan data yang
dipalsukan, lampiran yang tidak sesuai, dan lain-lain

Alasan penolakan dan saran….


• Terdapat indikasi yang menunjukan karya tulis ilmiah ini diragukan
keasliannya
• Disarankan untuk membuat karya tulis ilmiah baru, karya sendiri
dalam bidang pendidikan yang berfokus pada "laporan" kegiatan
nyata yang bersangkutan. Misalnya berupa laporan penelitian
tindakan, diktat, buku, karya terjemahan, dan lain-lain
• Tambahkan saran lain, misalnya tentang kerangka isi KTI
19
Contoh Alasan Nomor 6
BILA : Beberapa KTI (umumnya berasal dari daerah yang sama) sangat mirip.
Tampak dari sajian pengantar, abstrak, teori, daftar pustaka, yang tertulis sama
baik bentuk dan ukuran huruf, kata-demi-kata, kalimat dan lain-lain.

Alasan penolakan dan saran….


• Terdapat indikasi karya tulis ilmiah ini tidak asli. karya tulis ilmiah
yang dajukan sangat mirip dengan karya tulis ilmiah lain dari daerah
yang sama.

• Disarankan untuk membuat karya tulis ilmiah baru, karya sendiri

• Bila merupakan laporan penelitian harus pula melampirkan (a)


semua instrumen yang digunakan dalam penelitian, terutama hasil
kerja dalam pengisian/pengerjaan instrumen baik oleh guru
maupun siswa, (c) dokumen pelaksanaan penelitian yang lain seperti
foto-foto kegiatan, daftar hadir, dan20 lain-lain.
suhardjono, april 2009
Contoh Alasan 15
BILA : hal yang dipermasalahkan tidak sesuai dengan tugas keseharian
penulis sebagai guru/kepala sekolah/pengawas sekolah dalam upaya
pengembangan profesinya

Alasan penolakan dan saran….

• Karya tulis ilmiah belum memenuhi persyaratan karena hal yang


dipermasalahkan tidak sesuai dengan dengan tugas si penulis
sebagai guru/kepala sekolah/pengawas sekolah
• Disarankan untuk membuat karya tulis ilmiah baru karya sendiri
dalam bidang pendidikan yang berfokus pada "laporan" kegiatan
nyata yang bersangkutan. Misalnya berupa laporan penelitian
tindakan sekolaH, atau buku, atau yang lain.
DEFINISI PTK

PENELITIAN YANG BERSIFAT


REFLEKTIF OLEH GURU SENDIRI
DENGAN MELAKUKAN TINDAKAN-
TINDAKAN TERTENTU AGAR DAPAT
MEMPERBAIKI DAN ATAU
MENINGKATKAN PRAKTIK-PRAKTIK
PEMBELAJARAN DI KELAS SECARA
PROFESIONAL
KARAKTERISTIK PTK
1. On-the job problem-oriented
2. Problem-solving oriented
3. Empowering oriented
4. Improvement oriented
5. Multiple data collection
6. Cyclic
7. Partisipatory/ collaborative
JUDUL PTK
1. FOKUS PENELITIAN
2. ALTERNATIF MENINGKATKAN FOKUS PENELITIAN
3. KELAS YANG DIJADIKAN SUBJEK PENELITIAN
4. SETTING PENELITIAN
CONTOH JUDUL PTK TK

• UPAYA MENUMBUHKAN SELF CONFIDENCE UNTUK


MENINGKATKAN KEMANDIRIAN MELALUI FLASH CARD DI
KELOMPOK B2 TK PURWOSARI KECAMATAN SAYUNG
KABUPATEN DEMAK TAHUN PELAJARAN 2009/2010
• UPAYA MENINGKATKAN KREATIFITAS DENGAN PENGGUNAAN
KOPI (KOTAK PERMAINAN INOVATIF ) MULTIGUNA PADA ANAK
KELOMPOK B2 TK ISLAM KANITA TIARA SEMESTER II TAHUN
PELAJARAN 2009/2010
• IMPLEMENTASI MEDIA VISUAL BURITON UNTUK MENINGKATKAN
PENCAPAIAN PERKEMBANGAN BERCERITA PESERTA DIDIK
KELOMPOK B1 TK WIDYA PUTRA DWP-UNS SEMESTER 2 TAHUN
PELAJARAN 2011/2012
CONTOH JUDUL PTK (Kurikulum 2013)
MODEL 1
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERCERITA BERDASARKAN
TEKS CERITA PENDEK DENGAN MENGGUNAKAN
PENDEKATAN SCIENTIFIC BERBANTUAN MEDIA AUDIOVISUAL
PADA PESERTA DIDIK KELAS XD DI SMA NEGERI 1
KOTA SEMARANG SEMESTER 1
TAHUN PELAJARAN 2013/2014
MODEL 2
PENGGUNAAN PENDEKATAN SCIENTIFIC BERBANTUAN MEDIA
AUDIOVISUAL UNTUK MENINGKATAN KETERAMPILAN BERCERITA
BERDASARKAN TEKS CERITA PENDEK PADA PESERTA DIDIK KELAS
XD DI SMA NEGERI 1 KOTA SEMARANG SEMESTER 1 TAHUN
PELAJARAN 2013/2014
LATAR BELAKANG PADA PTK :
1. LATAR PRAKTIS (JAWABAN DARI MENGAPA
KOMPETENSI TERTENTU ITU INGIN
DITINGKATKAN)  BERORIENTASI PADA
PENCAPAIAN INDIKATOR
2. LATAR TEORETIS  PENTINGNYA
KOMPETENSI ITU DITINGKATKAN DARI
DUKUNGAN TEORI, DAN  MENGAPA
TINDAKAN TERTENTU ITU DITERAPKAN
MERUMUSKAN MASALAH
1. Menentukan KD yang paling sulit dikuasai oleh
siswa
2. Menetapkan kelas yang paling kurang dalam
menguasai KD yang dipilih di antara kelas yang
ada
3. Memilih alternatif terbaik untuk meningkatkan
penguasaan KD yang dianggap sulit dikuasai
MERUMUSKAN MASALAH
1. Proses pembelajaran
2. Peningkatan hasil pembelajaran
3. Perubahan perilaku hasil
pembelajaran
CONTOH RUMUSAN MASALAH YANG
SALAH
• Apakah proses pelaksanaan pembelajaran
dengan menggunakan X (tindakan) dapat
meningkatkan Y (kompetensi yang akan
ditingkatkan) pada peserta didik kelas ...
semester ... tahun pelajaran ...?
• Dapatkah Y (kompetensi yang akan ditingkatkan)
ditingkatkan dengan menggunakan X (tindakan)
pada peserta didik kelas ... semester ... tahun
pelajaran ...?
CONTOH RUMUSAN MASALAH
(Kurikulum 2006 KTSP)

1 ) B AGA IM ANAKAH PR O SE S PE L A KSANAAN PE M B E LAJ ARAN


D E N GAN M E N GGUNAKAN X ( T I N DAKAN) U N T UK
M E N INGKATKAN Y ( KO M PET ENSI YA N G A K AN
D I T I NGKATKAN) PA D A SI SWA K E L A S . . . SE M E ST ER . . .
TA H U N PE L A JARAN . . . ?
2) SE B E R APA B A N YAK PE N I NGKATAN Y SE TE L AH D I B E R IKAN
PE M B E L AJARAN D E N GAN M E N GGUNAKAN X PA D A SI SWA
K E L A S . . . SE M E ST ER . . . TA H U N PE L A J ARAN . . . ?
3) B AGA IM ANAKAH PE R U B AH AN PE R I L AKU YA NG
M E N YERTAI PE N I NGKATAN Y SE T E L AH D I B E R I KAN
PE MB E L AJARAN X PA DA SISWA K E L A S . . . SE ME STER . . .
TA H U N PE L A JARAN . . . ?
CONTOH TUJUAN PENELITIAN
YANG SALAH

1) untuk meningkatan motivasi belajar siswa kelas


X.3 SMA Negeri 3 Demak pada pembelajaran
menulis gagasan dalam bentuk paragraf melalui
penerapan metode quantum learning.
2) untuk meningkatan keterampilan menulis
gagasan dalam bentuk paragraf pada siswa kelas
X.3 SMA Negeri 3 Demak melalui penerapan
metode quantum learning.
TUJUAN PENELITIAN

1. S E L A R A S DE NGA N R U MU SA N MA S A L A H
2. B E NT UK VE R B A L D A R I R U MU S A N MA S A L A H
a. MENDISKRIPSIKAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
DENGAN VARIABEL X UNTUK MENINGKATKAN Y
PADA SISWA ...
b. MENDESKRIPSIKAN PENINGKATAN Y SETELAH
DILAKSANAKAN PEMBELAJARAN DENGAN
MENGGUNAKAN X PADA SISWA ...
c. MENDESKRIPSIKAN PERUBAHAN PERILAKU YANG
MENYERTAI PENINGKATAN Y SETELAH DIBERIKAN
PEMBELAJARAN DENGAN X PADA SISWA ....
CONTOH RUMUSAN MASALAH (Kurikulum 2013)

1. BAGAIMANAKAH PROSES PEMBELAJARAN


MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERCERITA
BERDASARKAN TEKS CERITA PENDEK DENGAN
MENGGUNAKAN PENDEKATAN SCIENTIFIC
BERBANTUAN MEDIA AUDIOVISUAL PADA PESERTA
DIDIK KELAS XD SMA NEGERI 1 SEMARANG?
2. BAGAIMANAKAH PERUBAHAN PERILAKU MENGHARGAI
DAN MENSYUKURI KEBERADAAN BAHASA INDONESIA
SEBAGAI ANUGERAH TUHAN YANG MAHA ESA SEBAGAI
SARANA MENYAJIKAN INFORMASI LISAN SEBAGAI
WUJUD SIKAP RELIGIUS SETELAH MENGIKUTI
PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERCERITA
BERDASARKAN TEKS CERITA PENDEK DENGAN
MENGGUNAKAN PENDEKATAN SCIENTIFIC
BERBANTUAN MEDIA AUDIOVISUAL PADA PESERTA
DIDIK KELAS KELAS XD SMA NEGERI 1 SEMARANG?
lanjutan

3. BAGAIMANAKAH KUALITAS PERUBAHAN PERILAKU PERCAYA


DIRI, PEDULI, DAN SANTUN DALAM MERESPON SECARA
PRIBADI PERISTIWA JANGKA PENDEK SEBAGAI WUJUD SIKAP
SOSIAL SETELAH MENGIKUTI PEMBELAJARAN
KETERAMPILAN BERCERITA BERDASARKAN TEKS CERITA
PENDEK DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SCIENTIFIC
BERBANTUAN MEDIA AUDIOVISUAL PADA PESERTA DIDIK
KELAS KELAS XD SMA NEGERI 1 SEMARANG?
4. SEBERAPA BANYAK PENINGKATAN PENGETAHUAN
BERCERITA BERDASARKAN TEKS CERITA PENDEK DENGAN
MENGGUNAKAN PENDEKATAN SCIENTIFIC BERBANTUAN
MEDIA AUDIOVISUAL PADA PESERTA DIDIK KELAS KELAS XD
SMA NEGERI 1 SEMARANG?
5. SEBERAPA BANYAK PENINGKATAN KETERAMPILAN
BERCERITA BERDASARKAN TEKS CERITA PENDEK DENGAN
MENGGUNAKAN PENDEKATAN SCIENTIFIC BERDASARKAN
MEDIA AUDIOVISUAL PADA PESERTA DIDIK KELAS KELAS XD
SMA NEGERI 1 SEMARANG?
TUJUAN PENELITIAN

1 . ME NDE SK RIPSI P R OSE S PEMBEL AJ A R AN ME NING K AT K AN


K ET ER AMPIL AN B ER CE RI TA BE RD AS A R K AN T E KS CER ITA
P ENDEK DENG A N MENGGU NAK AN P ENDE K ATA N SCIEN TIFI C
B E RB ANTUA N MED I A A UDI OVISU AL PAD A PE SE RTA DI DIK
K E L A S VIID SMP NE G E R I 1 A MP E L K A B U PAT EN B OYO L A LI .
2. ME NDE SK RIPSI PE RUBA HA N PE RIL A KU ME NG HA RG AI D AN
ME NSYUKUR I KE BE R AD A AN B A HA S A IND ONESI A SE BAGAI
A NUG ER A H TUHA N YA NG MA HA ES A SEB AG AI S A RA NA
ME NYAJIK AN INFO RMA S I L IS AN SE B AGA I WU JUD SI K AP
R ELIG IUS SET ELA H MENG IK UTI P EMBEL AJ A R AN
KET ER AMPIL AN BER CERITA BERDASAR KAN T EKS CER ITA
P ENDEK DENG A N MENGGU NAK AN P ENDE K ATA N SCIEN TIFI C
B ER B AN TUA N MED I A A UDI OVI SU AL PAD A P ESE RTA DI DIK
K E L A S VIID SMP NE G E R I 1 A MP E L K A B U PAT EN B OYO L A LI .
lanjutan
3 . ME NDE SK RIPSI KU AL ITA S P ERUB A HA N P ER IL A KU P ER CAYA D IRI,
P EDULI, DAN S ANTU N D ALA M MER ES PO N SECA R A PRIB A DI
P ER IST IWA J ANG K A PEND EK SE B AG AI WUJUD S IK A P S OSI AL SET EL AH
MENGI KUT I PEMBELAJAR AN KETERAMPILAN BER CER ITA
B E RD ASARK A N T EK S C E RITA P END EK DE NG AN ME NGGUNA KA N
P END EK ATA N SCIE N TIFI C B ER B ANTU AN MEDI A AUD I OVISU AL PADA
P ESE RTA DIDIK K ELA S VI ID SMP NEG ERI 1 AMP EL K A BU PATE N
B OYO L A LI .
4. MENDE SK RI PSI PENING KATAN PENGETAHUAN BERCER ITA
B E RD ASARK A N T EK S C E RITA P END EK DE NG AN ME NGGUNA KA N
P END EK ATA N SC IEN TIFI C BER B AN TU AN M EDI A A UDI OVISU AL PADA
P ESE RTA DIDIK K ELA S VI ID SMP NEG ERI 1 AMP EL K A BU PATE N
B OYO L A LI .
5 . MENDE SK RI PSI PENING KATAN KETER AMPILAN BER CER ITA
BERDASARK A N T EKS CE RITA PENDEK DE NG AN MENGGUNAKAN
P END EK ATA N SCI EN TIFI C B ERD ASA R KAN MED I A AUDIOVISU AL PA D A
P ESE RTA DIDIK K ELA S VI ID SMP NEG ERI 1 AMP EL K A BU PATE N
B OYO L A LI .
MANFAAT PENELITIAN
1. MANFAAT TEORETIS :
 MENDAPATKAN TEORI BARU TENTANG Y
MELALUI X
 SEBAGAI DASAR UNTUK PENELITIAN
SELANJUTNYA

2. MANFAAT PRAKTIS :
 MANFAAT BAGI SISWA
 MANFAAT BAGI GURU
 MANFAAT BAGI PIMPINAN SEKOLAH
LANDASAN
TEORETIS
1. KAJIAN PUSTAKA
2. LANDASAN TEORETIS
3. KERANGKA BERPIKIR
4. HIPOTESIS TINDAKAN
KAJIAN PUSTAKA

 ME NG K AJ I PE NE L ITIA N YA NG R E L E VA N D E NG A N
P E NE L ITIA N YA NG A K A N D I B U AT
 P E NE L ITIA N YA NG D I K A J I B I S A B E R U PA L A P O R A N
P E NE L ITIA N, MA K A L A H HA S I L P E NE LI TIA N, ATA U P U N
AR T IK E L HA SI L PENELITIAN
LANDASAN TEORETIS

 MEMILIH TEORI YANG SESUAI DENGAN HAL


YANG AKAN DITINGKATKAN ATAU
DIPECAHKAN MASALAHNYA DAN TEORI
YANG BERKAITAN DENGAN TINDAKAN
UNTUK MEMECAHKAN MASALAH ITU.
 TEORI MEMPERHATIKAN SUMBER PUSTAKA
DAN KEMUTAKHIRAN.
KERANGKA BERPIKIR

 RASIONALISASI HUBUNGAN ANTARA


TEORI YANG BERKAITAN DENGAN HAL
YANG AKAN DITINGKATKAN ATAU
DIPECAHKAN MASALAHNYA DAN TEORI
YANG BERKAITAN DENGAN TINDAKAN
UNTUK MEMECAHKAN MASALAH ITU.
 TIDAK ADA LAGI KUTIPAN.
Guru : peserta didik :
KONDISI Belum menggunakan Hasil belajar Bahasa
AWAL pendekatan kontekstual Indonesia rendah

SIKLUS I
TINDAKAN MENGGUNAKAN Kontekstual yang abstrak
PENDEKATAN
KONTEKSTUAL

SIKLUS II
Kontekstual abstrak dan
konkret
KONDISI A K HI R
HASIL BELAJAR
BAHASA INDONESIA
MENINGKAT
44
HIPOTESIS TINDAKAN

 MENJAWAB PERUMUSAN MASALAH YANG


DIAJUKAN
 MERUPAKAN JAWABAN SEMENTARA
BERDASARKAN PADA KAJIAN TEORI DAN
KERANGKA BERPIKIR
 MERUPAKAN HIPOTESIS TINDAKAN BUKAN
HIPOTESIS PENELITIAN
RM : BAGAIMANAKAH PROSES PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN DENGAN MENGGUNAKAN X UNTUK
MENINGKATKAN Y PADA SISWA...?
JUDUL : UPAYA MENINGKATKAN Y MELALUI X

HIPOTESIS TINDAKAN:
1. “MELALUI X DAPAT MENINGKATKAN Y”
2. “JIKA PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN X,
DIHARAPKAN Y AKAN MENINGKAT”
3. “Y AKAN MENINGKAT SETELAH DILAKSANAKAN
PEMBELAJARAN DENGAN MENGGUNAKAN X”
METODE PENELITIAN

A. D E S A IN PE NE L IT IA N
B. SUBJ E K PE NE L IT IAN
C. VA R IA B E L PE NE LIT IA N
D. I ND I K ATOR K INE R J A
E. I NS T R UMEN PE NE LI TIA N
F. T E K NIK PE NG A MB ILA N D ATA
G. T E K NIK A NA L ISIS D ATA
DESAIN SIKLUS PTK
SIKLUS 1 SIKLUS 2

PERENCANAAN
PERENCANAAN

REFLEKSI TINDAKAN REFLEKSI TINDAKAN

OBSERVASI
OBSERVASI
Desain Penelitian Tindakan Model Kemmis &
Taggart
SETTING PENELITIAN
1. WAKTU PENELITIAN
A. KAPAN PENELITIAN ITU DILAKUKAN
B. BERI ALASAN MENGAPA PENELITIAN DILAKUKAN
PADA WAKTU ITU (KHUSUSNYA PADA
TINDAKAN)
2. TEMPAT PENELITIAN
A. DIMANA PENELITIAN ITU DILAKUKAN
B. BERI ALASAN MENGAPA PENELITIAN DILAKUKAN
PADA TEMPAT ITU
SUBJEK PENELITIAN

 PADA PTK TIDAK MENGGUNAKAN


ISTILAH POPULASI, SAMPLE, DAN TEKNIK
SAMPLING
 SUBJEKNYA HAL YANG AKAN
DITINGKATKAN DARI SISWA (DAPAT
GURU DAN SEBAGAINYA)
SUMBER DATA
SU M B E R DATA D A R I SI SWA SE B AGA I SU B J E K PE N E L IT IAN

SU M B E R DATA L A I N D A R I GU R U ATA U
T E M AN SE JAWAT
TEKNIK DAN ALAT PENGUMPULAN DATA

1. TEKNIK PENGUMPULAN DATA:


A. TES
B. NONTES
2. ALAT PENGUMPULAN DATA
A. BUTIR SOAL TES
B. PEDOMAN/LEMBAR NONTES
PERSONIL PENGAMAT

• ADA DUA KEMUNGKINAN:


• PENELITI SENDIRI, MENCOBA BERBUAT OBJEKTIF DAN
CERMAT

• ORANG LAIN:
• KOLABORATOR-PENELITI PASANGAN
• ORANG LAIN YANG MEMBANTU MENGAMATI PROSES
TINDAKAN
ANALISIS DATA

 T IDA K HA R US ME NGG UNA K A N U J I S TAT I S T IK


 ME NG GUNA K A N A NA L I S IS D E S K R I PT IF :
A . HA SIL B E L A J A R D I A NA LIS IS D E NG A N A NA L I S IS D E S K R IP TIF
KO MPA R AT IF YA I T U ME MB A NDINGK A N NI L A I T E S A NTA R S IK LUS
MA UPUN DE NG A N I ND I K ATO R K I NE R J A
B . DATA YA NG D I PER OLEH DAR I NONT ES DI ANALISIS DENG AN
D E SK R IPTIF K U A L I TAT IF
INDIKATOR KINERJA

MERUPAKAN KONDISI AKHIR YANG DIHARAPKAN


DIDASARKAN PADA PENGALAMAN YANG LALU
PERLU PERTIMBANGAN UNTUK MENETAPKAN
INDIKATOR KINERJA (JANGAN TERLALU TINGGI)
MISALNYA BIASANYA NILAI RATA -RATA ULANGAN
HARIAN 5,2; INDIKATOR KINERJANYA MENJADI 6,5
(JANGAN MENJADI 9,0)
HASIL PENELITIAN & PEMBAHASANNYA
A. DESKRIPSI KONDISI AWAL
B. DESKRIPSI HASIL SIKLUS I
1. PROSES PEMBELAJARAN
2. PENINGKATAN HASIL PEMBELAJARAN
3. PERUBAHAN PERILAKU HASIL PEMBELAJARAN
4. REFLEKSI SIKLUS 1
C. DESKRIPSI HASIL SIKLUS II (SPT SIKLUS I)
D. PEMBAHASAN TIAP SIKLUS & ANTARSIKLUS
PENUTUP

A. SIMPULAN
B. SARAN
SIMPULAN
 PARALEL DENGAN RUMUSAN MASALAH PENELITIAN
 MERUPAKAN SINTESIS DARI BERBAGAI PENEMUAN
PENELITIAN
 BERSIFAT TERPADU DAN MENYELURUH, MENGEMUKAKAN
SELURUH HASIL PENELITIAN SEBAGAI KESATUAN YANG
UTUH DARI DATA YANG BERSIFAT TERPISAH (BERBEDA
DENGAN HASIL PENELITIAN YANG BERSIFAT
AUTOMISTIK DAN SINTETIK TIAP VARIABEL)
 DAPAT DILANJUTKAN PEMBAHASAN KESIMPULAN
PENELITIAN DARI BERBAGAI TEORI KEILMUAN DAN
HASIL PENELITIAN LAIN YANG RELEVAN.
SARAN
 DI DASARKAN PADA SIMPULAN PENELITIAN YANG
DIPEROLEH

 DIJABARKAN SECARA TERINCI (MISALNYA UNTUK


DEPDIKNAS, LEMBAGA, KEPALA SEKOLAH, GURU,
SISWA)

 BERSIFAT OPERASIONAL, MUDAH DIMENGERTI


SEKIAN
dan
Terima Kasih

By

Subyantoro FBS UNNES