Anda di halaman 1dari 12

KOORDINAT DAN

PERUBAHAN BASIS
Jika S = { v1, v2, ..., vn } basis untuk ruang vektor V, maka v ∈ V dapat dinyatakan
sebagai kombinasi linear dari vektor-vektor di S sbb. :
v = k1v1 + k2v2 + ... + knvn
Skalar-skalar k1, k2, ..., kn adalah koordinat v relatif terhadap basis S dan vektor
(v)S = ( k1, k2, ..., kn ) ..................... (1)
disebut vektor koordinat v relatif terhadap basis S. (1) dapat juga dinyatakan

𝑘1
𝑘2
sebagai vektor kolom sbb : [v]S =

𝑘𝑛
Contoh :
2 0
Tentukan vektor koordinat dari A = relatif terhadap basis S = { A1, A2, A3, A4 } untuk M2x2(R) dimana
−1 3
−1 1 1 1 0 0 0 0
A1 = , A2 = , A3 = , A4 =
0 0 0 0 1 0 0 1
𝑘1
𝑘2
Jawab : Misalkan [A]S = , maka A = k1A1 + k2A2 + k3A3 + k4A4
𝑘3
𝑘4
Atau
2 0 −1 1 1 1 0 0 0 0
= k1 + k2 + k3 + k4
−1 3 0 0 0 0 1 0 0 1
Diperoleh SPL sbb. :
-k1 + k2 = 2
k1 + k2 = 0
k3 = -1
k4 = 3
Penyelesaian SPL tersebut adalah k1 = -1, k2 = 1, k3 = -1, k4 = 3. Jadi
−1
[A]S = 1
−1
3
Masalah Perubahan Basis
Jika kita mengubah basis untuk suatu ruang vektor dari basis lama B ke basis baru B‘, bagaimana
hubungan vektor koordinat lama [v]B dengan vektor koordinat baru [v]B‘ ?
Pandang B = { u1, u2 } dan B‘ = { u1‘, u2‘ } adalah dua basis untuk suatu ruang vektor berdimensi
dua. Padang B‘ sebagai basis dan u1, u2 sebagai vektor, maka diperoleh :
𝑎 𝑐
[u1]B‘ = dan [u2]B‘ =
𝑏 𝑑
Untuk suatu a, b, c, d  R. Artinya :
u1 = au1‘ + bu2‘
u2 = cu1‘ + du2‘ .............................. (1)
𝑘
Sekarang misalkan v  V sebarang dan [v]B = 1 , maka
𝑘2
v = k1u1 + k2u2 ................................ (2)
Substitusikan (1) dan (2) diperoleh
v = k1 (au1‘ + bu2‘) + k2 (cu1‘ + du2‘)
= ( k 1 a + k 2 c ) u1 ‘ + ( k 1 b + k 2 d ) u 2 ‘
Sehingga vektor koordinat v relatif terhadap basis baru B‘ adalah :
𝑘1 𝑎 + 𝑘2 𝑐 𝑎 𝑐 𝑘1
[v]B‘ = =
𝑘1 𝑏 + 𝑘2 𝑑 𝑏 𝑑 𝑘2
𝑎 𝑐
= [v]B
𝑏 𝑑
Jadi vektor koordinat v relatif terhadap basis baru B‘ dapat diperoleh dengan mengalikan dari kiri matriks P =
𝑎 𝑐
= ( [u1]B‘ [u2]B‘ ) dengan vektor koordinat v relatif terhadap basis lama B.
𝑏 𝑑

Secara Umum :
Jika B = { v1, v2, ..., vn } dan B‘ = { v1‘, v2‘, ..., vn‘ } adalah basis untuk suatu ruang vektor
berdimensi n, maka vektor koordinat v terhadap basis baru B‘ adalah :
[v]B‘ = P [v]B
dimana P adalah matriks yang kolom-kolomnya merupakan vektor koordinat dari vektor-vektor basis lama B
relatif terhadap basis baru B‘ atau
P = ( [v1]B‘ [v2]B‘ ... [vn]B‘ )
Matriks P ini disebut matriks transisi dari B ke B’
Contoh :
Diketahui basis B = { u1, u2 } dan B‘ = { v1, v2 } dimana
u1 = ( 1,0 ) , u2 = ( 0,1 ) , v1 = ( 1,1 ) , v2 = ( 2,1 )
1. Tentukan P yang merupakan matriks transisi dari basis B ke B‘ !
2. Gunakan hasil 1) untuk menghitung [w]B‘ jika w = ( -3,5 ) !
3. Hitung [w]B‘ secara langsung.
4. Tentukan Q yang merupakan matriks transisi dari basis B‘ ke B !
Jawab :
1. Vektor koordinat [u1]B‘ diperoleh dari penyelesaian SPL :
( 1,0 ) = k1 ( 1,1 ) + k2 ( 2,1 )
Vektor koordinat [u2]B‘ diperoleh dari penyelesaian SPL :
( 0,1 ) = r1 ( 1,1 ) + r2 ( 2,1 )
Terlihat bahwa kedua SPL yang terjadi mempunyai koefisien yang sama,
sehingga dapat diselesaikan bersama dengan melakukan OBE sbb.:
1 2 1 0 1 2 1 0 1 0 −1 2
~ ~
1 1 0 1 0 −1 −1 1 0 1 1 −1
Jadi
−1 2
[u1]B‘ = dan [u2]B‘ =
1 −1
Sehingga
−1 2
P=
1 −1
1. Dengan cara yang sama seperti di atas, diperoleh :
−3
[w]B =
5
Sehingga
−1 2 −3 13
[w]B‘ = P [w]B = =
1 −1 5 −8
3. Menghitung [w]B‘ secara langsung diperoleh dari penyelesaian SPL :
( 3, -5 ) = k1 ( 1,1 ) + k2 ( 2,1 )
Dengan melakukan OBE pada matriks lengkapnya diperoleh k1 = 13 dan k2 = -8.
Jadi
13
[w]B‘ =
−8
Matriks transisi dari B‘ ke B :
Q = ( [v1]B [v2]B )
Dengan cara yang sama dengan 1) diperoleh :

1 2
Q=
1 1

Dari contoh di atas, jika kita mengalikan P dan Q akan diperoleh


:

−1 2 1 2 1 0
PQ = = = I2 =
1 −1 1 1 0 1
QP
Sehingga
Q = P-1

Dari uraian di atas dikembangkan teorema sbb. :


Teorema :
Misalkan B dan B‘ basis untuk suatu ruang vektor V. Jika P matriks transisi dari B ke B‘, maka :
1. P invertible
2. P-1 adalah matriks transisi dari B‘ ke B.

Bukti :
Misalkan Q adalah matriks transisi dari B‘ ke B, akan kita tunjukkan bahwa QP = I yang berarti Q = P-1.
𝑐11 𝑐12 … 𝑐1𝑛
𝑐21 𝑐22 … 𝑐2𝑛
Misalkan B = { u1, u2, ..., un } dan QP =
⋮ ⋮ ⋮
𝑐𝑛1 𝑐𝑛2 … 𝑐𝑛𝑛
Kita tahu bahwa
[x]B‘ = P [x]B dan [x]B = Q [x]B‘ untuk semua x  V ........ (1)
Misalkan x = u1
1
Karena x = 1u1 + 0u2 + ... + 0un maka [x]B = 0

0
Sehingga dari (1) diperoleh :
1 𝑐11 𝑐12 … 𝑐1𝑛 1
0 = 𝑐21 𝑐22 … 𝑐2𝑛 0
⋮ ⋮ ⋮ ⋮ ⋮
0 𝑐𝑛1 𝑐𝑛2 … 𝑐𝑛𝑛 0
1 𝑐11
0 = 𝑐21
⋮ ⋮
0 𝑐𝑛1
Dengan cara yang sama, jika kita mensubsitusikan untuk x = u2, x = u3, ..., x = un akan
diperoleh :
𝑐12 0 𝑐12 0
𝑐22 1 , .......... , 𝑐22 0
⋮ = ⋮ =
⋮ ⋮
𝑐𝑛2 0 𝑐𝑛2 1
Jadi QP = In, sehingga Q = P-1. Terbukti

Dari teorema ini diperoleh hubungan sebagai berikut :


Jika P matriks transisi dari basis B ke B‘, maka untuk setiap vektor v  V berlaku
hubungan :
[v]B‘ = P [v]B dan [v]B = P-1 [v]B‘
LATIHAN SOAL :
1. Tentukan koordinat vektor w berikut relatif terhadap basis B={v1, v2} pada R2.
a. w=(3,-7) ; v1= (1,1) , v2= (0,2)
b. w=(2,-4) ; v1= (3,8) , v2= (1,1)
2. Diketahui basis B={u1, u2} dan B’={v1, v2} untuk R2 dengan
u1=
1  0 
, u2=   1 
 
0  
, 2
v1 =  
1 

,   3
v2 =  
4
a. Tentukan matriks transisi dari B’ ke B .
b. Tentukan matriks transisi dari B ke B’.