Anda di halaman 1dari 12

ANTIFUNGI

Eka Gusuma Dewi


Elang Rohman Suntama Latif
Hana Astari
Liberti Sutomo
Ndari Rahmadani
Rena Fitriani Rahayu
Sandri Hasanul Furkon
Sari Aprianti
Tandang Nuralim
Thifal Aqilah Durriyah
PENGERTIAN
Antifungi adalah obat-obat yang digunakan
untuk menghilangkan infeksi yang disebabkan
oleh jamur. Infeksi oleh jamur dapat terjadi pada
kulit, selaput lendir mulut, usus dan vagina.
Salah satu sebab meluasnya infeksi oleh
fungi ialah meningkatnya pemakaian antibiotik
spektum luas atau pemakaian kortikosteroid yang
kurang tepat. Infeksi jamur sering berkaitan
dengan gangguan daya tahan tubuh turun, maka
pengobatan jamur sering mengalami kegagalan.
PENGGOLONGAN
1. Golongan Azol
2. Golongan Alilamin
3. Golongan Polien
4. Golongan Ekinokandin
1. GOLONGAN AZOL
Golongan azol dapat dibagi menjadi dua kelompok
yaitu kelompok imidazol (contoh : ketoconazole dan
miconazol) dan kelompok Triazol (contoh : fluconazole,
itraconazole, voriconazole dan posaconazole ). Kedua
kelompok ini memiliki spektrum dan mekanisme aksi yang
sama. Triazol dimetabolisme lebih lambat dan efek samping
yang sedikit dibanding imidazol .
Pada umumnya golongan azol bekerja menghambat
biosintesis ergosterol yang merupakan sterol untuk
mempertahankan integritas membran sel jamur.
Contoh :

a. Ketokonazol
Indikasi : Kandidiasis mukosa resisten
yang kronis, mukosa saluran
cerna, kandidiasis vaginal,
infeksi dermatofit pada kulit
atau kuku tangan
Kontra indikasi : Gangguan hati
Efek samping : Mual, muntah nyeri perut,
sakit kepala, ruam, urtikaria,
pruritus
Sediaan : Ketokonazol (generik) tablet
200 mg
b. Fluconazole
Indikasi : Candidiasis, meningitis yang
disebabkan oleh jamur, infeksi jamur

Efek samping : Sakit kepala, nyeri perut, perubahan


pada indra pengecap, diare
2. GOLONGAN ALILAMIN
Alilamin bekerja menghambat skualena epoksidase,
enzim lain yang diperlukan untuk sintesis ergosterol.
Berkurangnya ergosterol menyebabkan penumpukan squalen
sehingga mengakibatkan kematian sel.
Contoh :

Terbinafin
Indikasi : Infeksi jamur pada kulit
tubuh, kulit kepala, kuk tangan
dan kaki
Efek samping : Sakit kepala, ruam, gatal-
gatal, mual, diare, gangguan
penglihatan, penurunan fungsi
hati
Sediaan : Tablet, krim
3. GOLONGAN POLIEN
Golongan ini tidak efektif digunakan terhadap
dematofit dan hanya teratas untuk infeksi yang
disebabkan oleh C. Albicans dan Candida spesies lain.
Mekanisme kerjanya dengan berikatan dengan
ergosterol secara irreversible.
Contoh :

Nistatin
Indikasi : Kandidiasis (stomatitis,
sariawan pada mulut, vaginitis
pada vagina)
Kontra indikasi :-
Efek samoing : Mual, muntah diare
(diberikan peroral), iritasi lokal
pada pemakaian topikal
Sediaan : Nistatin (generik) tablet
4. GOLONGAN EKINOKANDIN
Golongan ekinokandin berkerja
menghambat β-glukan. Inhibisi biosintesis glukan
ini menyebabkan dinding sel tidak terbentuk
secara sempurna, sehingga sel jamur menjadi lisis.
Contoh :

Kaspofungin
Indikasi : Kandidiasis
Kontra indikasi : Hipersensitif terhadap
caspofungin asetat
Efek samping : Diare, mual, muntah, sakit
kepala, demam, menggigil,
radang pembuluh darah,
pembengkakan wajah, gatal,
keringat berlebih, dll
SEKIAN DAN TERIMAKASIH