Anda di halaman 1dari 12

“Agenda Setting”

Making Health Policy


Overview

 Bab ini membahas bagaimana pokok persoalan diidentifikasi sebagai dasar


kebijakan.
 Mengapa beberapa pokok persoalan mendapatkan perhatian yang sama dengan
tindakan semacam yang kemungkinan besar akan diambil?
 Bab ini akan berfokus pada pembuatan kebijakan pemerintah dan mengapa
pemerintah memilih untuk menindaklanjuti beberapa pokok persoalan dan
mengabaikan yang lain.
 Bab ini juga membahas berbagai kelompok kepentingan yang berkontribusi
terhadap penentuan agenda dan memberi perhatian khusus pada peran media
massa
What is the policy agenda?

 Proses di mana pokok‐pokok persoalan tertentu, dari sekian banyak pokok


persoalan yang potensial untuk menjadi perhatian para pembuat kebijakan,
masuk dalam agenda kebijakan.
 Daftar pokok permasalahan yang pada waktu tertentu diberi perhatian
serius oleh para pejabat pemerintah dan orang‐orang di luar pemerintahan
yang terkait erat dengan para pejabat tersebuT, Di luar semua pokok
permasalahan yang terpikirkan dan yang diperhatikan, faktanya para
pejabat menganggap beberapa permasalahan lebih penting daripada yang
lain. (Kingdon, 1984).
Why do issues get onto the policy
agenda?

 Penentuan agenda biasa dalam keadaan politik


pemerintah akan secara aktif mengamati perkembangannya dan pokok‐pokok
persoalan yang paling ‘penting’ akan menjadi subyek perhatian politik (misalnya, dalam
bidang kesehatan, pemerintah akan berfokus pada penyakit‐penyakit yang
menyebabkan angka kematian atau kecacatan tertinggi)
 Penentuan agenda dan perubahan kebijakan pada saat krisis
Krisis terjadi ketika para pembuat keputusan penting merasakan adanya krisis, adanya
keadaan yang nyata namun mengancam, dan adanya kemungkinan bahwa kegagalan
bertindak dapat menyebabkan timbulnya konsekuensi yang bahkan lebih merusak.
Agenda setting in politics-as-usual
circumstances

 Model Hall: keabsahan, kelayakan dan dukungan


Menyatakan bahwa sebuah pokok persoalan dan kemungkinan responnya akan masuk dalam
agenda pemerintah hanya ketika pokok persoalan beserta respons tersebut memiliki
keabsahan, kelayakan dan dukungan yang tinggi. Hall dan koleganya memberikan sebuah
model yg sederhana dan mudah diterapkan untuk menganalisis pokok‐pokok persoalan mana
yang mungkin akan diperhatikan oleh pemerintah (Hall et al., 1975).
 Model Kingdon: jendela politik dan tiga alur proses politik
Pendekatan John Kingdon (1984) berfokus pd peran para pembuat kebijakan di dalam dan di
luar pemerintahan dgn mengambil keuntungan dari kesempatan2 penentuan agenda – yg
disebut jendela kebijakan – untuk memasukkan hal2 tertentu ke dalam agenda formal
pemerintah. Model ini menunjukkan bahwa karakteristik sebuah pokok persoalan
berkombinasi dengan sifat‐sifat institusi dan situasi politik, dan bersama dengan perkembangan
solusi‐solusi politik dalam sebuah proses yang dapat menyebabkan terbuka atau tertutupnya
jendela kesempatan untuk memasukkan sebuah pokok persoalan ke dalam agenda
The Kingdon model: policy windows and three streams of policy process

Kingdon menggambarkan pemunculan kebijakan melalui tiga ‘alur’ atau proses yang
terpisah yaitu alur masalah, alur politik, dan alur kebijakan. Kebijakan hanya akan
dianggap serius oleh pemerintah ketika ketiga alur tersebut berjalan bersamaan
Alur masalah
mengacu pd persepsi yg menganggap masalah sbg urusan publik yg memerlukan tindakan
pemerintah dan dipengaruhi o/ usaha2 yg sebelumnya telah dilakukan o/ pemerintah u/
menanggapi masalah tsb. Para pejabat pemerintah mengetahui tentang masalah atau keadaan
sosio‐ekonomi lewat indikator, umpan‐balik dari program‐program yg sudah ada, kelompok2
penekan atau kejadian2 yg jelas dan tiba2 seperti krisis.

Alur kebijakan
terdiri dari analisis yang berkesinambungan terhadap masalah dan solusisolusi yang ditawarkan
bersama‐sama dengan perdebatan yang mengelilingi masalah tersebut dan kemungkinan
tanggapan terhadapnya. Dalam alur gagasan ini, sejumlah kemungkinan dikaji dan, sesekali
mungkin akan semakin dipersempit atau dikembangkan

Alur politik
berjalan secara cukup terpisah dari kedua alur yang lain dan terdiri dari kejadian‐kejadian seperti
perubahan suasana hati nasional, perubahan dalam pemerintahan dan kampanye‐kampanye
yang dilakukan oleh kelompok‐kelompok kepentingan tertentu.
Getting the issue of essential drugs onto the
policy agenda in Bangladesh

 Kebijakan obat‐obatan diterapkan baik di sektor swasta maupun sektor publik dan
menghasilkan rumusan nasional terbatas 150 jenis obat‐obatan yang diperlukan, ditambah 100
jenis obat‐obatan tambahan yang dipergunakan secara khusus yang dapat diproduksi dengan
biaya yang relatif rendah. Lebih dari 1.600 produk yang dianggap ‘tidak berguna, tidak efektif
atau berbahaya’ dilarang
 Kebijakan obat‐obatan yang diperlukan memiliki keabsahan karena pemerintahan Ershad
adalah pemerintahan baru sehingga kebijakan‐kebijakan baru dalam pemerintahannya
diharapkan sekaligus diperbolehkan (Penerapan Model Hall)
 Kelayakan teknis, penerimaan publik, dan kesesuaian dengan nilai‐nilai yang telah ada dinilai
menguntungkan seluruhnya, sehingga ketiga alur tersebut dapat berjalan bersamaan dan
mengakibatkan masuknya obat‐obatan yang diperlukan ke dalam agenda kebijakan
(Penerapan Model Kindon)
Agenda setting and policy change under crisis

Agenda kebijakan bisa berubah pada saat krisis


atau melalui ‘politik biasa’, namun dalam kedua
kasus tersebut, terdapat faktor-faktor tertentu
yang penting.

Krisis harus dianggap sbg krisis o/ elite politik yg


paling berpengaruh, mereka jg harus percaya bhw
kegagalan bertindak akan membuat situasi menjadi
lebih buruk, atau mengapa pd akhirnya pokok
persoalan tsb tdk ditindaklanjuti

(karena tidak adanya keabsahan, kelayakan


atau dukungan atau karena ketiga alur
kebijakan tidak bisa berjalan bersama dalam
kondisi yang memungkinkan untuk membuka
‘jendela kesempatan’),
Who sets the agenda?

 Pemerintah sebagai penentu agenda


Pemerintah, khususnya pemerintah negara‐negara besar dan makmur dapat sangat berpengaruh
dalam penentuan agenda kebijakan internasional. Contohnya, pemerintahan Presiden Bush di
Amerika Serikat secara aktif mempromosikan strategi ‘ABC’nya (‘abstinence (pengendalian diri), be
faithful (setia), dan condom use (penggunaan kondom)’) untuk mencegah HIV/AIDS
 Media massa sebagai penentu agenda
media massa telah memiliki pengaruh yang kuat terhadap agenda kebijakan pemerintah melalui
kemampuan mereka untuk memunculkan dan membentuk, bisa juga dikatakan menentukan.
Summary

 Banyak aktor yang terlibat dan proses penentuan agenda ini tidak serta merta didominasi oleh
pemerintah, agenda kebijakan bisa berubah pada saat krisis atau melalui ‘politik biasa’, namun
dalam kedua kasus tersebut, terdapat faktor-faktor tertentu yang penting
 Krisis harus dianggap sebagai krisis oleh elite politik yang paling berpengaruh, dan mereka juga
harus percaya bahwa kegagalan bertindak akan membuat situasi menjadi lebih buruk
 Dalam politik biasa, banyak reformasi yang berbeda‐beda saling bersaing untuk
memperebutkan perhatian para pembuat kebijakan dan yang mana yang dapat masuk dalam
agenda kebijakan akan tergantung pada sejumlah faktor yang berbeda, termasuk siapa yang
menang dan siapa yang kalah seiring perubahan tersebut
 Media bisa menjadi penting dalam mengarahkan perhatian pada pokok persoalan
tertentu dan dalam memaksa pemerintah untuk mengambil tindakan, namun hal ini lebih
sering terjadi dalam hubungannya dengan pokok‐pokok persoalan ‘politik tingkat rendah’