Anda di halaman 1dari 24

ANIK WIDIJANTI

LABORATORIUM PATOLOGI KLINIK RSSA / FKUB MALANG


16 AGUSTUS 2008
PENDAHULUAN
A.I.T : autoimmune thyroiditis
GD, Tiroiditis Hasimoto, hipotiroid otoimun atropik,
PPTD, Orbitopathy

KEHAMILAN : inflamasi, penekanan sistem


immun, rebound pd periode puerperium

P.P.T.D
post partum tiroid dysfunction
DISFUNGSI TIROID POST PARTUM (PPTD)

 A.I.T pd th I pos partum, sementara / menetap

 Fase tirotoksikosis, diikuti hipotiroid, menjadi eutiroid,

tapi 21-61 % hipotiroid permanen

 Kelainan TSH + / antibodi tiroid (TPO, Tg, TSH-R)

 Prevalensi PPTD 1.1 – 21.1 % (variasi luas)

 Anti TPO pos faktor resiko PPTD 5.7 X anti TPO neg

 Anti TPO pos resiko PPTD 30 – 52 % (30-60%)


TIROID OTOIMUN (AIT)

Anti Tg Anti TPO


AntiTSH-R
Sitoplasma 105 kd, mikrosomal
 hipertiroid
folikular Ensim tiroid peroksidase
 hipotiroid
Aktivasi Hub anti TPO & PPTD (+)
Berperan : GD
komplemen (-) Aktivasi komplemen (+)

Ab bispesifik :Ab TPO lb sering & lb tinggi dp anti Tg,


Anti TPO sendirian jarang terjadi
Peranan anti TPO & anti Tg pd GD masih didiskusikan

Deteksi rutin Ab tiroid : dibenarkan anti TPO saja


Ab bispesifik Prevalensi anti TPO
PPTD : 16 % PPTD : 16 %

Populasi N : 1,4 % GD : 34,6 %


Tiroiditis Hasimoto : 40.5 %

Anti TPO & AIT


Relevansi klinik belum jelas
Berkorelasi dg penyakit klinik aktif
Hubungan kuat dg resiko terjadi PPTD
Anti TPO & KelainanTiroid
 Anti TPO sitotoksik terhadap tiroid 
Berikatan sel folikular tiroid → aktivasi C → ADCC
(Antibody dependent cell cytotoxicity)
Mekanisme lain kerusakan tiroid : CDC
(complement-dependent cell cytotoxicity)
 T Hasimoto : memperberat destruksi imun yg ada

Penelitian Longitudinal :

Anti TPO dapat dipakai marker PPTD


P.P.T.D & subklas anti TPO
Peran sub klas Ig G 1,2,3 anti TPO belum
ada kesepakatan

Janson : Ig G-1 anti TPO  jadi hipotiroid

Hall : Ig G-2,3 anti TPO   pd disfungsi bifasik

Ig G-3 anti TPO relatif  pd onset tirokosikosis


Briones U : aktifitas Ig G-1,2 anti TPO  dg Ig G-3 

Vetman : distribusi subklas Ig G PPTD & Kontrol sama


Anti TPO untuk meramalkan PPTD
Sensitifitas & spesifitas bervariasi
Dipengaruhi kapan deteksi anti TPO dilakukan

PPTD tak terjadi jika anti TPO negatif


Lakukan uji saring anti TPO di awal kehamilan
Anti Tg Tiroglobulin (Tg)
Defisiensi jodium Prekursor H tiroid
Deteksi AIT (Goiter +)
Monitor Tx jodium
Disintesa di tiroid
Disekresi ke koloid
IHA > 1 : 1000
Bentuk simpanan H tiroid
T Hasimoto : 80 %
GD : 60 % Reseptor apikal Tg utk lalu
Ca Tiroid : 30 % lintas Tg intraselular
IHA < 1 : 1000 Indikator dini PPTD
Normal : 3-18 % Meningkat pd GD
Anemia Pernisiosa
Syogren Syndrome
Target anti Tg
PENGUKURAN Tg SERUM
Tak dapat membedakan PPTD & GD
Dipengaruhi adanya anti Tg serum, ok anti Tg
akan mengikat anti Tg antibodi dalam kit
immunoassay untuk pengukuran Tg, maka
pengukuran Tg harus disertai pengukuran anti
Tg
Amirika utara & Jepang
PPTD Tirotoksik : anti TSH-R (+)
Jepang : fase hipotiroid anti TSH-R 
Amirika utara PPTD diawali GD

U.K
Netherland
Tak pernah dilaporkan
Anti TSH-R 0.3 %
Anti TSH-R

Eropa Barat : bila Anti TSH-R positif pd pos partum


GD de novo atau GD relaps


Bukan post partum destructive thyroiditis
Penderita Anti TSH-R (+)

Berperan pd fase tirotoksik & hipotiroidisme pos partum


Stimulasi aktivasi TSH-R pd siklik AMP/phosphatidylinosi tol
4,5-biphosphate signal cascade wkt Dx GD pos partum
Penderita rentan : berkembang respon immunologik yg akan
memicu munculnya spesies anti TSH-R yg mana dapat
cenderung jadi tiroiditis bertahap tersamar/GD pos partum
Fase multipel tirotoksikosis & hipotiroidisme : eksistensi
perubahan spektrum berbagai anti TSH-R.
Etiologi A.I.T.

KEHAMILAN → PUERPERIUM

Genetic AIT Lingkungan

Kehamilan
puerperium

Post partum thyroid


dysfunction ( PPTD)
Faktor lingkungan dll
Jodium, Stres
Selenium Alergi
Gender, Variasi musim
Parietas Trauma
Penggunaan oral Merokok,
kontrasepsi Toksin kimia
Masa reproduksi Radiasi, obat-2 an
Fetal michochimersm Infeksi bakteri &
Celiac dissease virus
Systemic sclerosis Vitiligo
DIAGNOSIS POST PARTUM TIROIDITIS

Kecurigaan klinik Wanita tahun I pos partum


keluhan fisik & psikis non spesifik (depresi dll)

Uji FAAL TIROID : TSH Abnormal



Pengukuran T4 dari serum sama

PPTD : kelainan TSH atau kombinasi dg Ab tiroid pos partum


PPTD ; 2 stadium, diawali hipertiroid diikuti
hipotiroid, akhirnya eutiroid

Stadium 1:Hipertiroid Stadium 2: Hipotiroid


Sementara : terjadi 3-4 Terjadi 4-6 bln pp
bln pp, berakhir 2-8 mgg Sering gejala (-)
TSH Abornal rendah Cadangan tiroid rendah
Sering gejala (-), waktu →abortus / kelainan janin

singkat (sementara) Akhirnya eutiroid, tapi 21-


61 % permanen →
Destruksi sel tirosit →
predisposisi penyakit CV
hormon keluar
TIROTOKSIKOSIS POST PARTUM
DD Penyakit Grave’s & Tiroiditis post partum

Gx klinik & goiter tak dapat membedakan GD & PPTD


Tg serum : indikator dini PPTD tapi pd GD juga naik

Pengukuran Tg serum tak membedakan GD & PPTD
KONSEKUENSI AIT

Pada anak Pada ibu


Bayi kretin Gx hiper / hipotiroid

Gangguan motorik & Abortus spontan


kognitif Hipotiroid permanen :
Kelainan neurologik faktor resiko CV
PEMERIKSAAN ANTI TPO
 RIA : dimodifikasi dg kertas filter, cut off 100 U/ml
 Electrochemiluminescence ImmunoAssay (ECLIA) : dg
alat otomatis, rentang pemeriksaan 5 – 600 IU/ml, CV
1.8 – 8.7 %, 95 persentil orang normal 34 IU/ml
 Immunofluorescence : dg mikroskop fluoresen
 Enzyme-linked Immunosorbent Assay (ELISA) : nilai
normal < 19.4 kIU/ml, CV 4.9 – 7.6 %
 Axzym microparticle enzyme Immuno Assay :
sensitifitas 1 kIU/L, CV < 10 %.
ANTI TPO (ECLIA), ELECSYS
PRINSIP TES : KOMPETITIF

Reaksi diaspirasi ke Cell di mana mikropartikel


secara magnetic captured ke permukaan
elektrode. Mikropartikel yang tak terikat dibuang
dg Pro-cell . Aplikasi voltase ke elektrode akan
menginduksi emisi chemiluminescent yg diukur dg
photomultiplier.
Hasil dihitung dg kurve kalibrasi
ANTI TPO (ECLIA), ELECSYS
PRINSIP TES : KOMPETITIF

20 µL sampel diinkubasi dg anti TPO-Ab labeled


ruthenium complex.
Tambah biotinilated TPO & streptavidin-coated
microparticles. Anti TPO-Ab pd sampel berkompetisi dg
anti TPO-Ab dalam serum terhadap TPO-Ag berbiotin.
Biotinilated TPO & Anti TPO-Ab labeled rutheniun
streptavidin-
coated
microparticles Anti TPO-Ab dalam serum
KESIMPULAN
Anti TPO KEHAMILAN
Deteksi rutin Ab tiroid Inflamasi (+)
Sitotoksik terhadap tiroid Penekanan sistem
(+) resiko PPTD 30-60 % imun → puerperium

(-) tak terjadi PPTD rebound



Marker meramalkan PPTD
AIT → PPTD
PPTD
Prevalensi 1.1-211 %
Perlu uji saring
Resiko janin & ibu (+)
anti TPO di awal
Hipotiroid permanen →
kehamilan
resiko C.V