Anda di halaman 1dari 30

LAPORAN KASUS

DEMAM BERDARAH DENGUE

DISUSUN OLEH
dr. Maulidiana Indah Permatasari

INTERNSIP RS BHAYANGKARA
BRIMOB DEPOK
September 2018 - 2019
Identifikasi
• Nama :D
• Umur : 9 tahun
• Jenis Kelamin : Laki-laki
• Alamat : kelapa dua , depok
• MRS tanggal : 27 Februari 2019 pkl 17.00
wib
• MedRec : 03113839
ANAMNESIS
• Keluhan Utama : Demam terus menerus sejak 5 hari sebelum
masuk rumah sakit, semakin hari suhu semakin meninggi

• Keluhan Tambahan : Menggigil, lesu, nafsu makan menurun,


nyeri kepala, mimisan, muntah

• Riwayat Perjalanan Penyakit


• 6 hari SMRS: demam, demam terus menerus, semakin hari suhu
semakin meninggi, mengigil (+), kejang (-), lesu (+), nafsu makan
menurun (+), nyeri kepala (+), nyeri sendi (-), nyeri ulu hati (-),
batuk (-), pilek (-), sulit menelan (-), nyeri telinga (-).
• 1 hari SMRS: muntah, frekuensi 1x, isi apa yang dimakan, mual (-
).
• 3 jam SMRS: mimisan.
• BAB dan BAK biasa.
Riwayat Penyakit Dahulu
• Riwayat pernah menderita penyakit dengan keluhan yang
sama disangkal.
• Riwayat bepergian ke luar kota atau ke daerah endemis
malaria disangkal.

Riwayat Penyakit dalam Keluarga


• Riwayat adanya tetangga sekitar rumah yang menderita DBD
(+)

Riwayat Kelahiran
• Lahir dari ibu G1P1A0, cukup bulan, spontan langsung
menangis, ditolong bidan, BBL = 3000 gram, PB = 50 cm.
Riwayat ibu demam tidak ada, riwayat PEB tidak ada,
riwayat KPSW tidak ada.
Riwayat Makanan
• Kesan : Kualitas dan kuantitas gizi cukup baik

Riwayat Perkembangan
• Kesan : Perkembangan motorik masih normal

Riwayat Imunisasi
• Kesan : status imunisasi dasar penderita lengkap

Riwayat Sosial Ekonomi


• Penderita adalah anak pertama dari Tn.S yang bekerja
sebagai pedagang dan Ny.D sebagai ibu rumah tangga.
Secara ekonomi, keluarga penderita tergolong kurang
mampu.
PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan Umum
• Keadaan Umum : tampak sakit sedang
• Kesadaran : kompos mentis
• Nadi : 126 x/menit, isi & tegangan cukup
• Tekanan Darah : 90/60 mmHg
• Pernapasan : 32 x/menit
• Suhu badan : 38,6 oC
• Berat badan : 29 kg
• Tinggi badan : 128 cm
• Status Gizi : Gizi baik
Pemeriksaan Khusus
• Kepala
Hidung : epistaksis (+)
Gigi dan mulut : gusi berdarah (+)
• Leher: dalam batas normal
• Thoraks : dalam batas normal
• Abdomen : dalam batas normal
• Ekstremitas : akral dingin (+), edema tidak ada, ptekiae
spontan tidak ada, CRT < 3 detik, Rumple leed (+)

• Status neurologikus : dalam batas normal

PEMERIKSAAN PENUNJANG
• Hb : 15,2 g/dl
• Ht : 46 %
• Trombosi : 16.000/ul
• Leukosit : 2.600/ul
• Hitung Jenis : 0/1/2/58/32/7
RESUME
Pada kasus ini, seorang laki- laki, berusia 9 tahun,
beralamat di Jl. Tembok Baru Lr. Sinar Harapan 10 Ulu,
berkebangsaan Indonesia, beragama Islam, dirawat di
Bangsal Anak RSUD BARI pada tanggal 25 Juli 2012 pukul
11.00 dengan keluhan utama demam terus menerus sejak
5 hari sebelum masuk rumah sakit, semakin hari suhu
semakin meninggi disertai keluhan tambahan berupa
menggigil, lesu, nafsu makan menurun, nyeri kepala,
mimisan, muntah. Sejak 6 hari sebelum masuk rumah
sakit, penderita mengalami demam, demam terus
menerus, semakin hari suhu semakin meninggi, mengigil,
lesu, nafsu makan menurun, dan nyeri kepala.
Sejak 1 hari sebelum masuk rumah sakit, penderita mengalami
muntah, frekuensi 1x, isi apa yang dimakan. Sejak 3 jam
sebelum masuk rumah sakit, penderita mengalami mimisan.
Kemudian penderita dibawa ke IRD RSUD BARI Palembang,
dilakukan pemeriksaan darah rutin, lalu dianjurkan untuk
dirawat.
Pada pemeriksaan umum didapatkan keadaan umum tampak
sakit sedang, kesadaran compos mentis, nadi 126x/menit,
pernapasan 30x/menit, suhu badan 38,6oC , dan tekanan darah
90/60 mmHg. Sedangkan pada pemeriksaan khusus pada kepala
terdapat tanda perdarahan spontan, yaitu mimisan dan gusi
berdarah serta pada kulit terdapat rumple leed (+).
Pemeriksaan penunjang didapatkan Hb 15,2 g/dl, Ht 46%,
leukosit 2.600/ul, dan trombosit 16.000/ul, hitung jenis
0/1/2/58/32/7.
DIAGNOSIS BANDING
• Demam Berdarah Dengue grade II
• Infeksi Salurah Kemih (ISK)

DIAGNOSIS KERJA
Demam Berdarah Dengue grade II

PENATALAKSANAAN
• Tirah baring dan perbanyak minum
• IVFD RL 6 cc/kgBB/ jam = 144 cc jam = 36 gtt/menit makro
• Paracetamol 3 x 250 mg
• Ranitidin 2 x 1 cc
• Cek Hb, Ht, Trombosit tiap 12 jam
• Cek urin rutin
• Observasi tanda vital, perdarahan, diuresis, cairan/ balance cairan

PROGNOSIS
• Quo ad vitam dan fungsional : dubia ad bonam
(Tanggal 26 Juli 2012)
• Keluhan : demam (-), menggigil (-), mimisan (-), gusi berdarah (-),
nyeri epigastrium (+), BAB cair (+) 3x
• Vital Sign
Kesadaran : kompos mentis
TD : 100/70 mm/hg
Nadi : 88 x/mnt, isi dan tegangan cukup
Pernapasan : 36 x/mnt
Suhu : 36,5 oC
CRT : < 3 detik
• Diagnosis kerja : DBD grade II + diare akut tanpa dehidrasi
• Darah Rutin
Hb : 12,9 g/dl
Ht : 38 %
• Trombosit : 24.000/mm3
Penatalaksanaan
• Tirah baring dan perbanyak minum
• IVFD RL 4 cc/kgBB/ jam = 116 cc jam = 25 gtt/menit
makro
• Paracetamol 3 x 250 mg
• Ranitidin 2 x 1 cc
• Cek Hb, Ht, Trombosit tiap 24 jam
• Observasi tanda vital, perdarahan, diuresis, cairan/
balance cairan
• Zinc 1 x 1 tab = 1 x 20 mg
(Tanggal 27 Juli 2012)
• Keluhan : demam (-), menggigil (-), mimisan (-), gusi berdarah (-),
BAB cair (+) 2x, nyeri epigastrium (+), muntah (+) 1x, isi apa yang
dimakan.
• Vital Sign
Kesadaran : kompos mentis
TD : 110/80 mm/hg
Nadi : 84 x/menit, isi dan tegangan cukup
Pernapasan : 26 x/menit
Suhu : 36,3oC
CRT : < 3 detik
• Diagnosis kerja : DBD grade II + diare akut tanpa dehidrasi
• Darah Rutin
Ht : 39 %
Trombosit : 17.000/mm3
(Tanggal 28 Juli 2012)
• Keluhan : demam (-), menggigil (-), mimisan (-), gusi
berdarah (-), BAB cair (+) x, nyeri epigastrium (+),
muntah (+) 6x, isi air brwarna kekuningan.
• Vital Sign
Kesadaran : kompos mentis
TD : 110/80 mm/hg
Nadi : 78 x/menit, isi dan tegangan cukup
Pernapasan : 30 x/menit
Suhu : 35,3 oC
CRT : < 3 detik
• Diagnosis kerja : DBD grade II + diare akut tanpa
dehidrasi
• Darah Rutin
Ht : 39 %
Trombosit : 17.000/mm
(Tanggal 29 Juli 2012)
• Keluhan : demam (-), menggigil (-), mimisan (-), gusi berdarah (-
), BAB cair (+) 1x, nyeri epigastrium(+), muntah (-)
• Vital Sign
Kesadaran : kompos mentis
TD : 110/70 mm/hg
Nadi : 92 x/menit, isi dan tegangan cukup
Pernapasan : 32 x/menit
Suhu : 36,4 oC
CRT : < 3 detik

• Diagnosis kerja : DBD grade II + diare akut tanpa dehidrasi


• Darah Rutin
Ht : 37 %
Trombosit : 101.000/mm3
(Tanggal 30 Juli 2012)
• Keluhan : demam (-), menggigil (-), mimisan (-), gusi berdarah (-), BAB cair (-), nyeri
epigastrium (-), muntah (-)
• Vital Sign
Kesadaran : kompos mentis
TD : 110/80 mm/hg
Nadi : 88 x/menit, isi dan tegangan cukup
Pernapasan : 28 x/menit
Suhu : 36,5oC
CRT : < 3 detik
• Diagnosis kerja : DBD grade II dengan perbaikan
• Darah Rutin
Ht : 37 %
• Trombosit : 226.000/mm3
• Penatalaksanaan
Pasien diperbolehkan pulang
DIAGNOSA AKHIR
• Demam Berdarah Dengue grade II + Diare
akut tanpa dehidrasi
• Karena ditemukan peningkatan ∆Ht >20%
TINJAUAN PUSTAKA
Definisi
• Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit
demam akut yang disebabkan oleh virus dengue
serta memenuhi kriteria WHO untuk DBD.6
DBD adalah salah satu manifestasi simptomatik
dari infeksi virus dengue.
Patofisiologi
• Dua teori yang banyak dianut : hipotesis infeksi
sekunder (secondary heterologous infection
theory) dan hipotesis immune enhancement.
Bentuk klinis
Berdasarkan kepastian diagnosis
• Tersangka Demam Dengue (TDD)
• Tersangka Demam Berdarah Dengue (TDBD)
• Demam dengue
• Demam berdarah dengue

Berdasarkan kriteria WHO 1997, diagnosis DBD


• Demam atau riwayat demam akut, 2-7 hari
• Terdapat minimal 1 manifestasi perdarahan berikut: uji bendung positif; petekie,
ekimosis, atau purpura; perdarahan mukosa; hematemesis dan melena.
• Trombositopenia
• Terdapat minimal 1 tanda kebocoran plasma

Terdapat 4 derajat spektrum klinis DBD (WHO, 1997)


• Derajat 1, Derajat 2, Derajat 3, Derajat 4
Pemeriksaan penunjang
• kadar hemoglobin, kadar hematokrit, jumlah
trombosit, dan hapusan darah tepi
• Pada DBD yang disertai manifestasi perdarahan
atau kecurigaan terjadinya gangguan koagulasi,
dapat dilakukan pemeriksaan hemostasis (PT,
APTT, Fibrinogen, D-Dimer, atau FDP).
• Untuk membuktikan etiologi DBD, dapat
dilakukan uji diagnostik melalui pemeriksaan
isolasi virus, pemeriksaan serologi yaitu dengan
mendeteksi IgM dan IgG-anti dengue, atau
biologi molekular
• pemeriksaan antigen spesifik virus Dengue,
yaitu antigen nonstructural protein 1 (NS1).
• Pemeriksaan radiologis
Terapi
• bersifat suportif dan simtomatis
• ditujukan untuk mengganti kehilangan cairan akibat
kebocoran plasma dan memberikan terapi substitusi
komponen darah bilamana diperlukan.
• Terapi nonfarmakologis tirah baring dan pemberian makanan
dengan kandungan gizi yang cukup, lunak dan tidak
mengandung zat atau bumbu yang mengiritasi saluran cerna.
• Sebagai terapi simptomatis, antipiretik berupa parasetamol,
obat simptomatis untuk mengatasi keluhan dispepsia.
Pemberian aspirin ataupun obat antiinflamasi nonsteroid
sebaiknya dihindari karena berisiko terjadinya perdarahan
pada saluran cerna bagaian atas (lambung/duodenum). 13
• Ada dua hal penting yang perlu diperhatikan dalam terapi
cairan khususnya: pertama adalah jenis cairan dan kedua
adalah jumlah serta kecepatan cairan yang akan diberikan.
Indikasi Rawat
• Penderita TDBD derajat I dengan panas 3 hari atau lebih dianjurkan
untuk dirawat
• TDBD derajat I disertai: hiperpireksia atau tidak mau makan atau
muntah-muntah atau kejang-kejang atau Ht cenderung meningkat,
trombosit cenderung turun, atau trombosit < 100.000/mm3
• Seluruh derajat II, III, IV

• Indikasi pulang
• Keadaan umum baik dan masa kritis berlalu (> 7 hari sejak panas).
• Tidak demam selama 48 jam tanpa antipiretik
• Nafsu makan membaik
• Secara klinis tampak perbaikan
• Hematokrit stabil
• Tiga hari setelah syok teratasi
• Jumlah trombosit >50.000/uL dengan kecenderungan meningkat
Komplikasi
• Perdarahan gastrointestinal masif, ensepalopati,
edema paru, DIC, dan efusi pleura.19

Prognosis
• Angka kematian kasus di Indonesia secara
keseluruhan <3%. Angka kematian DSS di RS 5-10%.
Kematian meningkat bila disertai komplikasi. DBD
akan berlanjut menjadi syok atau penderita dengan
komplikasi sulit diramalkan.19
ANALISA KASUS
• Dari anamnesis didapatkan penderita datang dengan keluhan
utama demam terus menerus, semakin hari suhu semakin
meninggi disertai keluhan tambahan berupa menggigil, lesu,
nafsu makan menurun, nyeri kepala, muntah. sejak 5 hari
sbelum masuk rumah sakit, Ada riwayat mimisan sejak 3 hari
sebelum masuk rumah sakit, tidak nyeri menelan, tidak nyeri
saat BAK dan tidak nyeri telinga.
• Dari keluhan tersebut menyingkirkan, malaria,
tonsilopharingitis, infeksi saluran kemih dan otitis media akut
sebagai penyebab demam pada penderita ini.
• Pada demam typhoid biasanya demam bersifat remitten dan
terdapat keluhan gastrointestinal lain seperti periode diare
yang diselingi oleh konstipasi dan nyeri perut.
• Demam pada malaria sesuai dengan tipe plasmodium
penyebab malaria. Plasmodium vivax/ovale menyebabkan
demam timbul selang satu hari. Demam pada malaria yang
disebabkan oleh Plasmodium malariae timbul selang dua
hari.
• Pada demam berdarah dengue (DBD), demam tinggi timbul
secara mendadak dan terjadi terus menerus selama 2-7 hari
yang diselingi fase turunnya demam (fase kritis) pada hari ke
4-6 demam dan pada penderita ditemukan manifestasi
perdarahan yaitu ptekiae yang muncul pada hari ke-5, pada
penderita yaitu mimisan, gusi berdarah, dan ptekiae pada
lengan kiri, keluhan lain sebagai gejala prodormal infeksi
virus dengue seperti nyeri kepala dapat menguatkan kriteria
untuk mendiagnosis DBD.
• Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda-tanda vital
menunjukkan keadaan sakit sedang dimana kesadaran
kompos mentis, nadi 126x/menit, pernafasan 32x/menit,
tekanan darah 90/60 mmHg, suhu 38,60C dan ada tanda
perdarahan spontan seperti mimisan dan gusi berdarah serta
rumple leed (+) pada lengan kiri. Berdasarkan hasil temuan
tersebut, pasien didiagnosis tersangka DBD derajat II.
• Kemudian dilakukan pemeriksaan laboratorium, didapatkan
hemoglobin 15,2 g/dl, hematokrit 46 %, trombosit menurun
(16.000 mm3). Jika dilakukan perhitungan terhadap
hematokrit tanggal 25 Juli yaitu 46% dan hematokrit tanggal
30 Juli yaitu 37%, didapatkan ∆Ht >20%. Salah satu kriteria
WHO untuk menegakkan diagnosis DBD menjadi terpenuhi.
Kemudian keluhan BAB cair 3x pada hari kedua dirawat dan
tidak ada tanda- tanda dehidrasi, itu menunjukkan diagnosa
diare akut tanpa dehidrasi.
• Tatalaksana awal yang diberikan saat penderita datang
pertama kali di IRD adalah penderita dikirim ke
bangsal untuk dirawat inap dengan anjuran untuk tirah
baring dengan IVFD RL 36 gtt/menit, paracetamol 3x
250 mg, ranitidin 2x1 cc, cek Hb, Ht, dan trombosit
setiap 12 jam, diobservasi tanda vital sampai keadaan
stabil.