Anda di halaman 1dari 29

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN

KEPERAWATAN KEGAWATDARURATAN
ACUTE RESPIRATORY DISTRESS
SYNDROME (ARDS)

KELOMPOK 3
ANGGOTA KELOMPOK:

• PUTU RISMA ARIA PRADNYADEWI (P07120216055)


• I GUSTI BAGUS KOMANG ALIT WARDANA (P07120216056)
• NI PUTU SRI WIADNYANI (P07120216057)
• NI PUTU NITA AYU SANDRA (P07120216058)
• NI KETUT RATRI PURWANI (P07120216060)
• KADEK FAJAR WIDYASTIKA (P07120216061)
• NI WAYAN SURATMINI (P07120216062)
PENGERTIAN

• SINDROM GANGGUAN PERNAPASAN AKUT (ACUTE


RESPIRATORY DISTRESS SYNDROME-ARDS) MERUPAKAN
MANIFESTASI CEDERA AKUT PARU-PARU, BIASANYA
AKIBAT SEPSIS, TRAUMA, DAN INFEKSI PARU BERAT
(UDOBI ET AL, 2003).
• . SECARA KLINIS, HAL INI DITANDAI DENGAN DYSPNEA,
HIPOKSEMIA, FUNGSI PARU-PARU YANG MENURUN,
DAN INFILTRAT DIFUS BILATERAL PADA RADIOGRAFI
DADA
ETIOLOGI
MENURUT HUDAK & GALLO (1997), GANGGUAN YANG
DAPAT MENCETUSKAN TERJADINYA ARDS

SISTEMIK EFUSI
PULMONAL PENYAKIT PLEURA,
NON
AKUT HEMOTOR
PULMONAL TRAUMA PARU
AKS DAN
DEPRESI SISTEM PNEUMOT
SARAF PUSAT HORAKS
Cont.
SISTEMIK
• SYOK KARENA BEBERAPA PENYEBAB
• SEPSIS GRAM NEGATIVE
• HIPOTERMIA, HIPERTERMIA
• TAKAR LAJAK OBAT (NARKOTIK, SALISILAT, TRISIKLIK,
PARAQUAT,METADONE, BLEOMISIN)
• GANGGUAN HEMATOLOGY (DIC, TRANSFUSI MASSIF,
BYPASS KARDIOPULMONAL)
• EKLAMPSIA
• LUKA BAKAR
CONT.

PULMONAL

• PNEUMONIA (VIRAL, BAKTERI, JAMUR, PENUMOSISTIK KARINII)


• TRAUMA (EMBOLI LEMAK, KONTUSIO PARU)
• ASPIRASI ( CAIRAN GASTER, TENGGELAM, CAIRAN
HIDROKARBON )

• PNEUMOSITIS
CONT.
DEPRESI SISTEM
NON-PULMONAL SARAF PUSAT
• CEDERA KEPALA KELAINANNEUROLOGIS PRIMER
AKAN MEMPENGARUHI FUNGSI
• PENINGKATAN TIK PERNAPASAN. IMPULS YANG
• PASCAKARDIOVERSI TIMBUL DALAM PUSAT
PERNAPASAN MENJALAR
• PANKREATITIS MELALUI SARAF YANG
• UREMIA MEMBENTANG DARI BATANG
OTAK TERUS KE SARAF SPINAL KE
RESEPTOR PADA OTOT-OTOT
PERNAPASAN
CONT.
EFUSI PLEURA, HEMOTORAKS
TRAUMA
DAN PNEUMOTHORAKS
 KECELAKAAN YANG
MERUPAKAN KONDISI YANG MENGAKIBATKAN CIDERA KEPALA,
MENGGANGGU VENTILASI MELALUI
KETIDAKSADARAN DAN
PENGHAMBATAN EKSPANSI PARU. PERDARAHAN DARI HIDUNG DAN
KONDISI INI BIASANYA MULUT DAPAT MNEGARAH PADA
DIAKIBATKAN PENYAKTI PARU OBSTRUKSI JALAN NAFAS ATAS DAN
YANG MENDASARI, PENYAKIT DEPRESI PERNAPASAN.
PLEURA ATAU TRAUMA DAN  HEMOTHORAKS, PNEMOTHORAKS,
CEDERA DAN DAPAT FLAIL CHEST ,DAN FRAKTUR TULANG
MENYEBABKAN GAGAL NAFAS. IGA DAPAT TERJADI DAN MUNGKIN
MEYEBABKAN GAGAL NAFAS.
CONT.
PENYAKIT AKUT PARU
Cedera paru-paru langsung Cedera paru-paru tidak langsung

 Pneumonia  Sepsis
 Aspirasi gaster  Trauma berat
 Trauma inhalasi  Pankreatitis Akut
 Tenggelam  Bypass kardiopulmonal
 Kontusi paru  Tranfusi massif
 Emboli lemak  Overdosis obat
 Reperfusi edema paru pasca
transplantasi paru-paru atau
embolectomy paru
PATOFISIOLOGI
SECARA LEBIH TERPERINCI PATOFISIOLOGI
ARDS BERJALAN MELALUI 3 FASE

FASE
FASE FASE FIBROTIK
EKSUDATIF PROLIFERATIF (FIBROSIS
ALVEOLITIS)
Slide 13
CONT.
FASE EKSUDATIF

FASE EKSUDATIF MERUPAKAN PADA FASE INI TERJADI


FASE PERTAMA YANG TIMBUL KERUSAKAN DARI SEL
PADA PASIEN ARDS, MUNCUL ENDOTHELIAL KAPILER
LEBIH KURANG 12 HINGGA 36 ALVEOLAR DAN PNEUMOSIT
JAM, ATAU HINGGA 7 HARI TIPE I, MENGAKIBATKAN
SEJAK PAPARAN PERTAMA PENURUNAN KEMAMPUAN
PASIEN DENGAN FACTOR SAWAR ALVEOLAR UNTUK
RISIKO. MENAHAN CAIRAN DAN
MAKROMOLEKUL

BACK
FASE PROLIFERATIF

PARU-PARU YANG TETAP BERAT


• TERJADI PADA HARI KE-7 DAN SOLID, DAN SECARA
HINGGA KE-21 DARI MIKROSKOPIK INTEGRITAS
AWAL GEJALA ARSITEKTUR PARU-PARU MENJADI
• FASE PROLIFERATIF LEBIH KAKU, KAPILER JARINGAN
DITANDAI DENGAN RUSAK DAN ADA PROGRESIFITAS
ORGANISASI EKSUDAT PENURUNAN PROFIL KAPILER DI
DAN FIBROSIS. JARINGA

BACK
FASE FIBROTIK
(FIBROSIS ALVEOLITIS)

• FASE TERAKHIR DARI PERKEMBANGAN ARDS


• HANYA AKAN DIALAMI OLEH SEBAGIAN KECIL DARI
PASIEN, YAKNI PADA MINGGU KE-3 ATAU KE-4
PENYAKIT
• PADA FASE INI, EDEMA ALVEOLAR DAN EKSUDAT
INFLAMASI YANG TERLIHAT PADA FASE AWAL PENYAKIT
AKAN MENGALAMI PERUBAHAN MENUJU FIBROSIS
DUKTAL DAN INTERSTISIAL YANG INTENSIF
BACK
P
A
T
H
W
A
Y
MANIFESTASI KLINIK
• PENINGKATAN JUMLAH PERNAPASAN
• KLIEN MENGELUH SULIT BERNAPAS, RETRAKSI DAN SIANOSIS
• PADA AUSKULTASI MUNGKIN TERDAPAT SUARA NAPAS TAMBAHAN
• PENURUNAN KESADARAN MENTAL
• TAKIKARDI, TAKIPNEA
• DISPNEA DENGAN KESULITAN BERNAFAS
• TERDAPAT RETRAKSI INTERKOSTA
• SIANOSIS
• HIPOKSEMIA
• AUSKULTASI PARU : RONKHI BASAH, KREKELS, STRIDOR, WHEEZING
• AUSKULTASI JANTUNG : BJ NORMAL TANPA MURMUR ATAU GALLOP
PEMERIKSAAN PENUNJANG

PEMERIKSAAN PEMERIKSAAN
HASIL ANALISA RONTGENT
GAS DARAH DADA

TES FUNGSI PARU


PENATALAKSANAAN MEDIS
• TERAPI OKSIGEN
• VENTILASI MEKANIK
• POSITIF END EXPIRATORY BREATHING (PEEB)
• MEMASTIKAN VOLUME CAIRAN YANG ADEKUAT
• TERAPI FARMAKOLOGI
• PEMELIHARAAN JALAN NAPAS
• PENCEGAHAN INFEKSI
• DUKUNGAN NUTRISI
KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN
DARURAT ARDS
PENGKAJIAN PRIMER

AIRWAY BREATHING
 SESAK NAFAS
• ADA ATAU TIDAK
 RR >20 X/MNT
PENUMPUKAN SECRET
 MENGGUNAKAN
• REFLEK BATUK MENURUN OTOT BANTU
• REFLEK MENELAN PERNAFASAN
MENURUN  RETRAKSI DINDING
DADA ASIMITRIS
• WHEEZING  IRAMA NAFAS TIDAK
• EDEMA TERATUR,
TRACHEAL/FARINGEAL  PERNAFASAN CEPAT
DAN DANGKAL
PENGKAJIAN PRIMER

CIRCULATION DISABILITY
NADI CEPAT KESADARAN GCS
TEKANAN DARAH PUPIL
MENINGKAT ATAU MUAL / MUNTAH
HIPOTENSI GELISAH
DISTRITMIA NYERI DADA
PENGKAJIAN SEKUNDER

• S (SIGN AND SYMPTOM)


• I (ALLERGIES)
• M (MEDICATIONS)
• P (PREVIOUS MEDICAL/SURGICAL HISTORY)
• L (LAST MEAL (TIME))
• E (EVENTS /ENVIRONMENT SURROUNDING THE INJURY; IE.
EXACTLY WHAT HAPPENED)
DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF BERHUBUNGAN


DENGAN OBSTRUKSI JALAN NAPAS.
2. GANGGUAN PERTUKARAN GAS BERHUBUNGAN DENGAN
DYSPNEA.
3. DEFISIT NUTRISI BERHUBUNGAN DENGAN FAKTOR
PSIKOLOGIS (MIS STRESS, KEENGGANAN UNTUK MAKAN)
4. INTOLERANSI AKTIVITAS BERHUBUNGAN DENGAN
KETIDAKSEIMBANGAN ANTARA SUPLAI DAN KEBUTUHAN
OKSIGEN DITANDAI DENGAN DISPNEA SETELAH
BERAKTIVITAS.
RENCANA
KEPERAW
ATAN
RENCANA
KEPERAW
ATAN
RENCANA
KEPERAW
ATAN
RENCANA
KEPERAW
ATAN
IMPLEMENTASI KEPERAWATAN

PADA PELAKSANAANNYA TERDIRI DARI BEBERAPA


KEGIATAN VALIDASI, RENCANA KEPERAWATAN,
MENDOKUMENTASIKAN RENCANA KEPERAWATAN,
MEMBERIKAN ASUHAN KEPERAWATAN DAN
PENGUMPULAN DATA.
EVALUASI KEPERAWATAN

EVALUASI MERUPAKAN TAHAP AKHIR DARI ASUHAN


KEPERAWATAN YANG DIGUNAKAN SEBAGAI ALAT UNTUK
MENILAI KEBERHASILAN DARI ASUHAN KEPERAWATAN
DAN PROSES INI BERLANGSUNG TERUS MENERUS DAN
DIARAHKAN PADA PENCAPAIAN TUJUAN YANG
DIINGINKAN.
SEKIAN DAN TERIMAKASIH