Anda di halaman 1dari 25

KEHAMILAN EKTOPIK

TERGANGGU
LAPORAN
KASUS Disusun Oleh : dr. Maulidiana Indah Permatasari

INTERNSIP RS BHAYANGKARA BRIMOB


DEPOK
September 2018 - 2019
IDENTITASPASIEN

Nama Pasien : Ny. Y


Umur : 35 th
Agama : Islam
Alamat : Kelapa Dua, Depok
Pekerjaan : : Karyawan Swasta
No RM : 03118327
SUBJEKTIF

KELUHAN UTAMA :
pasien mengeluh sakit perut kanan bawah

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG :


Pasien mengeluh sakit perut sejak tiga hari yang lalu, sakit
dirasakan di bagian kanan dan menjalar ke bagian bawah, sakit
dirasakan terus menerus dan semakin lama semakin hebat, sampai
mengganggu aktivitas. Pasien mengaku keluar darah sedikit-
sedikit yang bergumpal melalui vagina sejak dua minggu yang
lalu, selain itu pasien juga merasa lemas, pusing dan mata
berkunang-kunang. Pasien mengaku mentrusasi terlambat.
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU
Pasien menyangkal pernah mengalami sakit yang sama
seperti ini sebelumnya
RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA
Pasien menyangkal anggota keluarga ada yang pernah
mengalami sakit yang sama
RIWAYAT PENGOBATAN
Pasien menyangkal sudah mengkosumsi obat sejak
mengalami sakit ini
RIWAYAT ALERGI
Pasien menyangkal memiliki alergi terhadap makanan, debu,
cuaca, dan lain-lain
RIWAYAT PSIKOSOSIAL
Pasien mengaku memiliki pola makan dan pola istirahat yang
teratur, namun pola olah raga tidak teratur.Pasien juga
menyangkal mengkonsumsi rokok, obat, atau alkohol
RIWAYAT PERKAWINAN
Kawin ke 1, Masih kawin / tidak, Lama kawin 2 bulan

RIWAYAT MENSTRUASI
Pertama 13 tahun, Teratur / tidak, Lama 5-7 hari, Siklus 28

SUBJEKTIF
hari, Hari pertama haid terakhir 11 Mei 2015, Taksiran
persalinan 18 Feb 2016

RIWAYAT OPERASI

Pasien menyangkal pernah mengalami operasi sebelumnya

RIWAYAT PERSALINAN
Anak
Tempat Penolong Tahun Aterm Jenis
Sex Berat Keadaan
Hamil ini - - - - - - -
OBJEKTIF

Keadaan umum: Sakit sedang


Kesadaran : Composmentis
Tekanandarah : 90/60 mmHg
Suhu : 36,2oC
Pernapasan : 24kali/menit
Nadi : 100kali/menit
Tinggi badan : 163cm
Berat badan : 67kg

Rambut : Bersih / kotor


Mata : Konjungtiva anemis / tidak, Sklera ikterik / tidak
Mulut : Mukosa bibir kering / lembab
Gigi : Caries/ tidak
OBJEKTIF

Leher : Kelenjar tiroid membesar / tidak, KGBmembesar / tidak


Dada : Jantung normal/kelainan, Paru-parunormal/kelainan
Payudara : Simetris / tidak, Putting susu menonjol / kedalam,
Colostrum ada / tidak
Abdomen : Membesar sesuai kehamilan / tidak, Striae ada /
tidak, Linea nigra ada / tidak, TFU(-) cm
Vagina : Pengeluaran pervaginam ada / tidak, (√) Darah, (-)
Lendir, (-) Fluor albus, Banyak / sedikit, Penyakit
kelamin ada / tidak, Varices ada / tidak
Ekstremitas : Odema ada / tidak, Simetris / tidak
OBJEKTIF

HemoglobinHematocrit :7,2g/dl
LeukositTrombositBleeding :20,7%
time ClothingtimePlanotest :12,6103/µL
Ultrasonography :22810s/µL
:2’30’
:3’30’
:Positif
:Tampakmassahiperechoickpadaadneksa
ASSESMENT

G1P010 SUSPEK KEHAMILAN


EKTOPIK TERGANGGU
(USG:Tampak massa hiperechoick pada adneksa)
PLANNING

• Cek laboratorium darah rutin


• InfusRL,t ranfusidarah
• Kuldosintesis
• Ultrasonography
• Rencana laparatomi a.i KET
• Observasi keadaanumum
• Observasi tanda-tanda vital
• Observasi perdarahan
CATATANPERKEMBANGAN
Tanggal CatatanPerkembangan Tatalaksana
S : Nyerilukajahit IVFD: RL:20tpm
O : Ku:Sakitsedang
Ceftriaxone 1g vial 2x1
Kes:Somnolen
TD : 90/70mmHg Omeprazole40mgvial 1x1 Ondansentrone
R : 18x/mnt 4mgamp3x1As. Tranexamat500mg2x1
N : 80x/mnt Ketoprofensupp3x1,Dulcolaxsupp1x1
S : 37,0ᵒC
TranfusidarahtidakdilakukankarenaHbpost

Mata :Anemis(+),ikterik(-) >8


Leher :Pem.KGB(-),pem.Tiroid(-) Thorax
19Juni2015 ObservasiKU,TD,N,R,S
:Cor : BJ I,IIregular
Pulmo:vesikuler
Abdomen: BU(-),Lukaoperasitertutupverban Genitalia:
Darah(+),lendir(-), fluoralbus(-) Ekstrimitas:Hangat(+),CRT
<2dtk(+),edema(-) Otonom : Flatus(-), BAK(+),BAB(-)
A :Postlaparotomidekstraa/iKET
CATATANPERKEMBANGAN
Tanggal CatatanPerkembangan Tatalaksana
S : Nyerilukajahit IVFD: RL: 8tpm
O : Ku:SakitsedangKes:
AffKateter
Composmentis
TD : 110/70mmHg Terapilanjut
R : 20x/mnt ObservasiKU,TD,N,R,S
N : 84x/mnt
S : 36,5ᵒC

Mata :Anemis(+),ikterik(-)
20Juni2015 Leher :Pem.KGB(-),pem.Tiroid(-)
Thorax :Cor : BJ I,IIregular
Pulmo:vesikuler
Abdomen: BU(+),Lukaoperasitertutupverban Genitalia:
Darah(+),lendir(-), fluoralbus(-) Ekstrimitas:Hangat(+),CRT
<2dtk(+),edema(-) Otonom: Flatus(+),BAK(+),BAB(-)
A :Postlaparotomidekstraa/iKET
CATATANPERKEMBANGAN
Tanggal CatatanPerkembangan Tatalaksana
S:Nyerilukajahit Aff Infus
O:Ku:Sakitringan
Cefixime200g2x1Metronidazole
Kes:Composmentis
TD:110/80mmHg 500mg3x1Meloxicam15mg1x1Observasi
R:18x/mnt KU,T,N,R,S
N:80x/mnt
S:36,5ᵒC

Mata:Anemis(-),ikterik(-)
Leher :Pem.KGB(-),pem.Tiroid(-) Thorax
21Juni2015
:Cor : BJ I,IIregular
Pulmo:vesikuler
Abdomen: BU(+),Lukaoperasitertutupverban
Genitalia: Darah (-), lendir (-), fluor albus (-) Ekstrimitas:
Hangat(+),CRT<2dtk(+),edema(-) Otonom:Flatus(+),BAK(+),
BAB(-)
A:Postlaparotomidekstraa/iKET
CATATANPERKEMBANGAN
Tanggal CatatanPerkembangan Tatalaksana
S : Nyerilukajahit Gantiverban
O : Ku:Sakitringan
Pasienrawatjalan
Kes:Composmentis
TD : 120/80mmHg KontrolJumat,26Juni2015
R : 20x/mnt
N : 80x/mnt
S : 36,2ᵒC

Mata :Anemis(-),ikterik(-)
Leher :Pem.KGB(-),pem.Tiroid(-) Thorax
22Juni2015
:Cor : BJ I,IIregular
Pulmo:vesikuler
Abdomen: BU(+),LukaoperasitertutupverbanGenitalia:
Darah(-), lendir(-), fluoralbus(-) Ekstrimitas:Hangat(+),CRT
<2dtk(+),edema(-) Otonom: Flatus(+),BAK(+),BAB(+)
A : Postlaparotomidekstraa/iKET
TINJAUAN
PUSTAKA
DEFINISI
Implantasi ovumyang dibuahi (blastokista) di tempat lain selain di lapisan endometrium
ronggauterus.Lebihdari95%kehamilanektopikterjadiditubafalopii.

EPIDEMIOLOGI
Lebihdari1dalamsetiap100kehamilandiAmerikaSerikatadalahkehamilanektopikKehamilan
ektopikmasihmenjadipenyebabutamakematianibuhamildiAmerikaSerikatdanmerupakan
penyebab terseringmortalitasibupada trimesterpertama.Akantetapi,angka kefatalankasus
(casefatalityrate)menurunsecarabermaknaantara tahun1970dan1989.Penurunandrastic
kematianakibatkehamilan ektopikinimungkindisebabkanolehmembaiknyadiagnosisdan
penatalaksanaan.
FAKTOR RISIKO
 infeksi tubaakibat penyakit menular seksual

kontrasepsiyang tidakdapatmencegahkehamilanekstrauterus

kegagalansterilisasi tuba

 Induksiaborsi yang diikui oleh infeksi

 Pembedahantuba; salpingotomidan tubuloplasti


PATOGENESIS

FA K T OR MEKANI
Aglutinasi lipatan-lipatan
Smukosa yang bercabang-cabang seperti
pohon disertai penyempitanlumenatau pembentukankantong- kantongbuntuakibat
salpingitis. Berkurangnya silia akibat infeksi. Perlekatan perituba yang terjadi
setelah infeksi pascaabortus atau masa nifas, apendisitis, atau
endometriosis.

FAKTOR FUNGSIONAL
Perubahanmotilitastubadapatterjadiakibatperubahankadar esrogendanprogesterone
serum penggunaan kontrasepsi oral yang hanya berisi progestin, pada
penggunaan AKDRdengan dan tanpa progesterone, setelah penggunaan
estrogen dosis tinggi pascaovulasi untuk mecegah kehamilan. defek fase
luteal.
GEJALAKLINIK
Nyeri
nyeri panggul dan perut, pusing atau berkunang-kunang
Haidabnormal
Amenorea, bercak perdarahan per vagina, cokelat, in/t
Nyeritekanabdomendanpanggul
nyeri hebat pada pemeriksaan abdomen dan vagina
Perubahanuterus
uterus tumbuh sel. 3 bulan pertama, kram spt abspontan
Tekanandarahdannadi
hipertensi & bradikardi, kemudian hipotensi & takikardi
Suhu
suhu rendah, atau dapat meningkat hingga 38oC
Massapanggul
massa di panggul terletak di posterior atau lateral uterus
PEMERIKSAANPENUNJANG

Kuldosentesis
untuk mengidentifikasi hemoperitoneum. Serviks ditarik ke arah simfisis
dengan sebuah tenakulum, dan dimasukkan sebuah jarum panjang
ukuran 16 atau 18 melalui forniks posterior ke dalam cul-de-sac. Jika darah
yangdisedotmembeku,makadarahtersebutmungkin berasal daripembuluhdarahyang
tertusukdanbukandariperdarahanpadakehamilanektopik.

PemeriksaanLaboraturium
1. Hemoglobin(↓), hematocrit,danleukosit(↑)
2. Urine:latexagglutinationinhibition50-60%(+)dari500hingga800mIU/mLpadaslideatau80-85%(+)dari
150hingga250mIU/mLpadatabung,enzyme- linkedimmunosorbentassay90%(+)dari10sampai50
mIU/ML
3. B-hCGSerumRadioimmunoassay:100%(+)pada5sampai19mIU.mL
4. Progesteroneserum:97,5%(+)jikakurangdari5mg/mL
PENCITRAANULTRASOUND
1.Sonografiabdomen
• tidak ada kehamilan di uterus secarasonografi
• tetapi uji kehamilan positif
• ada cairan di cul-de-sac
• massa di adnexa

2.Sonografivagina
• uterus yang kosong
• tetapi uji kehamilan positif
• Kantong gestasi 1-3 mm

3. UltrasoundDopplerwarnadanberpulsa
identifikasi atas letak warna vascular intra-atau ekstrauterus dalam bentuk
khas yang disebut pola ring-of-fire, Jika pola ini terlihat di luar rongga uterus
maka ditegakkan diagnosis kehamilan ektopik.

4. KombinasiB-hCGserumplussonografi
• kadar B-hCG serum 1500mIU/mL
• pada sonografi vagina uterus kosong
PENATALAKSANAAN
Immunoglobulin anti-D
Jika D negatif, tetapi belum tersensitasi antigen D maka perlu diberi
immunoglobulin anti-D.

Metotreksat
Pada keadaan-keadaan klinis tertentu, dianjurkan penanganan terapi
medis dengan metotreksat, kecuali perdarahan intraabdomenaktif

Pemilihan pasien
• gestasi berusia kurang dari 6 minggu
• massa tuba bergaris tengah tidak lebih dari 3,5 cm
• janin telah meninggal
• kadar B-hCG kurang dari 15.000mIU/mL
Kontraindikasi
• Menyusui
• Imunodefisiensi
• Alkoholisme
• penyakit hati atau ginjal
• penyakit paru aktif dan tukak peptic
# hemodinamika stabil, hemogram normal, fungsi hati dan ginjal normal.
PEMBEDAHAN
Kuratase
jika kadar progesterone serum <5 ng/mL atau B-hCG meningkat secaraabnormal

Salpingostomi
panjangnya <2 cm dan terletak di sepertiga distal tuba falopii. Dibuat sebuah
sayatan lurus dengan panjang 10 -15 mm di tepi antimesentrik di atas kehamilan
ektopik. sayatan dibiarkan tidak dijahit untuk sembuh secarasekunder.

Salpingotomi
sayatan ditutup dengan jahitan Vicyrl 7-0 atau yangsetara

Salpingektomi
reseksi tuba dapat dilakukan melalui laparoskop operatif dilakukan sebagai upaya
memperkecil kemungkinan kekambuhan kehamilan di kantong tuba

Resekesisegmental / anastomosis
Reseksi massa dan anastomosis tuba dilakukan untuk kehamilan ismus yang
belum rupture. Pendekatan ini digunakan untuk menghindari pembentukan
jaringan parut dan penyempitan yang ditimbulkan oleh salpingostomi.
PROGNOSIS

Risiko kematian akibat kehamilan ekstrauteri lebih


besar daripada angkapelahiran pervaginam atau
induksi aborsi. Selain itu prognosis keberhasilan
kehamilan berikutnya juga menurun. Kehamilan
ektopik bertanggungjawab terhadap 10 persendari
semuakematian yang disebabkan oleh kehamilan.
DAFTARPUSTAKA
Cunningham, F. Gary; Lenovo, Kenneth J.; Bloom, Steven L.; Hauth,

John C.; Gilstrap III, Larry C.; Wenstrom Katherine D. Williams


Obstetrics. Edisi 22. New York: McGraw Hill Company. 2005.

Mochtar, Rustam. Kelainan Letak Kehamilan (Kehamilan Ektopik).


Sinopsis Obstetri Edisi Ke-2. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
pp.226-237

Prawirohardjo, Sarwono. Ilmu Kandungan Edisi Ke-2. Jakarta: Yayasan


Bina Pustaka. 1997

Prawirodiharjo, Sarwono. Ilmu Kebidanan Edisi Ke-4. Jakarta: Yayasan


Bina Pustaka. 2010.