Anda di halaman 1dari 14

ANALISIS MUTU OBAT HERBAL

“OBAT HERBAL TERSTANDAR”


(HELMIG’S CURCUMIN)

NAMA : VELLA LESTI LESTARI


NO.BP : 1601142
KELAS : VII.C
D O S E N : M E I L I N D A M U S T I K A , M . FA R M , A P T

SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI


PADANG
2019
1. SEJARAH OBAT HERBAL DI INDONESIA

 Sejarah tanaman obat atau herbal di Indonesia berdasarkan fakta sejarah adalah
obat asli Indonesia. Catatan sejarah menunjukkan bahwa di wilayah nusantara dari
abad ke 5 sampai dengan abab ke 19, tanaman obat merupakan sarana paling utama
bagi masyarakat tradisional kita untuk pengobatan penyakit dan pemeliharan
kesehatan.
 Masuknya pengobatan modern di Indonesia, dengan didirikannya sekolah dokter
Jawa di Jakarta pada tahun 1904, menyebabkan secara bertahap dan sistematis
penggunaan tanaman obat sebagai obat telah ditinggalkan. Penggunaan tanaman
obat dianggap kuno, berbahaya dan terbelakang, akibatnya masyarakat pada
umumnya tidak mengenal tanaman obat dan penggunaannya sebagai obat.
2. PENGERTIAN OBAT TRADISIONAL

Obat tradisional adalah obat yang tidak menimbulkan banyak efek samping,
karena kandungan kimianya masih bisa dicerna oleh tubuh untuk dikonsumsi.
Selain sangat bermanfaat obat tradisional lebih mudah terjangkau masyarakat
dan ketersediaannya tidak terbatas (Septiatin, 2008).

Sedangkan menurut Anonima (2010) Obat tradisional adalah obat-obatan


yang diolah secara tradisional, turun-temurun, berdasarkan resep nenek
moyang, adat-istiadat, kepercayaan, atau kebiasaan setempat, baik bersifat
magic maupun pengetahuan tradisional.
3. PENGGOLONGAN OBAT TRADISIONAL

FITOFA
JAMU
RMAKA

OBAT
HERBAL
TERSTAND
AR
OBAT HERBAL TERSTANDAR

Obat herbal terstandar merupakan sediaan obat bahan alam yang


telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji
praklinik dan bahan bakunya telah di standarisasi. OHT memiliki
grade setingkat di bawah fitofarmaka.

OHT belum mengalami uji klinis, namun bahan bakunya telah


distandarisasi untuk menjaga konsistensi kualitas produknya. Uji
praklinik dengan hewan uji, meliputi uji khasiat dan uji manfaat, dan
bahan bakunya telah distandarisasi.
KRITERIA OBAT HERBAL TERSTANDAR

Kriteria Obat Herbal Terstandar antara lain:


-Aman
-Klaim khasiat dibuktikan secara ilmiah atau pra-linik
-Bahan baku yang digunakan telah mengalami standarisasi
-Memenuhi persyaratan mutu.
CONTOH OBAT HERBAL TERSTANDAR

 Komposisi :
 Tiap sachet mengandung :
 Ekstrak Temulawak 25 mg
 Khasiat & Kegunaan :
 Membantu memelihara kesehatan fungsi hati.
 Membantu meredakan panas yang disertai
sakit tenggorokan
 Cara Pemakaian :
 Masukkan serbuk ke dalam gelas,
tambahkan air 200 mL, lebih nikmat
dengan air es. Biarkan atau aduk hingga
larut.
 Merk : PT HELIGS PRIMA  Dosis :
SEJAHTERA  Dianjurkan 3 Sachet Sehari, Boleh Lebih
Jika Diperlukan.
Berat : 5 gram/sachet
Bentuk : powder  Penyimpanan :
Isi : 10 sachet  Di tempat sejuk dan kering terhindar dari
cahaya matahari langsung.
POM TR 082477121
SIMPLISIA YANG TERDAPAT DALAM
SEDIAAN HELMIG’S CURCUMIN

CURCUMAE RHIZOMA

 Nama lain : Temu lawak / koneng gede


 Nama tanaman asal : Curcuma xanthorrhiza (roxb)
 Nama daerah :(Sumatra) : Temu lawak
(Melayu) : Jawa : Koneng gede
(Sunda) : Temulawak
(Jawa) : Temo labak ( Madura )
 Keluarga : Zingiberaceae
 Zat berkhasiat : Minyak atsiri mengandung
felandren, zat bewarna kukumin,
Dan kadar minyak tidak kurang dari 8,2
% (b/v)
 Kegunaan : Kolagoga, antispasmodika
 Pemerian : Bau khas aromatic, rasa tajam dan pahit
 Bagian yg digunakan : Rhizoma
 Waktu panen : dilakukan pada umur 9 bulan atau lebih
STRUKTUR KIMIA ZAT BERKHASIAT
TEMULAWAK

FELANDREN

KURKUMIN
SYARAT MUTU RIMPANG UNTUK BAHAN BAKU OBAT

NO PARAMETER PERSYARATAN

1. KESEGARAN SEGAR

2. RIMPANG BERTUNAS TIDAK ADA

3. KENAMPAKAN IRISAN MELINTANG CERAH

4. BENTUK RIMPANG UTUH

5. SERANGGA HIDUP DAN HAMA LAIN BEBAS


RIMPANG DIPANEN
MUDA, DAUN BELUM
LURUH

RIMPANG DIPANEN
TUA, DAUN LURUH
RIMPANG YANG LUKA DI RIMPANG TEMULAWAK
BAGIAN KULIT YANG UTUH

RIMPANG TEMULAWAK
BERKUALITAS:
BERNAS,KULIT MENGKILAT,
WARNA IRISAN MELINTANG
CERAH
PERSYARATAN MUTU SEDIAAN MENURUT
PerKBPOM nomor 12 tahun 2014

PERSYARATAN MUTU
 ORGANOLEPTIK
Pengamatan dilakukan terhadap bentuk, rasa, bau dan warna.

 KADAR AIR
Sediaan padat obat dalam mempunyai kadar air ≤ 10%, kecuali
untuk Efervesen ≤ 5%.
PERSYARATAN MUTU SEDIAAN MENURUT
PerKBPOM nomor 12 tahun 2014

PERSYARATAN MUTU

 KESERAGAMAN BOBOT
Serbuk Instan dan serbuk Efervesen Dari 20 kemasan primer tidak lebih dari 2
kemasan yang masingmasing bobot isinya menyimpang dari bobot isi rata-rata lebih
besar dari harga yang ditetapkan dalam kolom A dan tidak satu kemasanpun yang
bobot isinya menyimpang dari bobot isi ratarata lebih besar dari harga yang
ditetapkan dalam kolom B, yang tertera pada daftar berikut:

BOBOT RATA-RATA ISI PENYIMPANGAN


SERBUK TERHADAP BOBOT
ISIS RATA-RATA
A B
5 Gram sampai dengan 10 8% 10%
gram