Anda di halaman 1dari 38

Pendahuluan

BAB I
Pendahuluan
Gonore merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh
bakteri diplokokus gram negatif Neisseria gonorhoeae yang menginfeksi
lapisan uretra bagian dalam, leher rahim, rektum, tenggorokan, dan
konjungtiva.
3

Penyakit Gonore tersebar


di seluruh dunia. Di Afrika,
prevalensi rata-rata gonore
pada wanita hamil adalah
10%.
4

Insiden gonore di Amerika


Serikat meningkat secara
dramatis pada tahun
1960 dan awal 1970
mencapai lebih dari 1 juta
kasus dilaporkan setiap
tahun.
5
Di Indonesia, Berdasarkan penelitian
di RSU. Soetomo Surabaya, dari
jumlah penderita baru GO dalam
kurun waktu 1 Januari 2002–31
Desember 2006, yaitu sebanyak 321
orang penderita,

jumlah penderita
terbanyak tahun 2004
sebesar 69 penderita, dan
yang paling sedikit tahun
2002 yaitu 60 penderita.
Tinjauan
Pustaka
BAB I
Definisi
Gonore (GO) didefinisikan sebagai infeksi bakteri yang disebabkan oleh
kuman Neisseria gonorrhoea, suatu diplokokus gram negatif
Gonore adalah penyakit kelamin yang pada permulaannya keluar
cairan putih kental berupa nanah dari OUE (orifisium uretra eksternum)
sesudah melakukan hubungan kelamin.
Etiologi
Neisseria gonorrhoea (= Gonococcus) diplococcus gram negatif
Bentuk biji kopi, tersusun dua-dua: tunggal dan bergerombol
Pewarnaan Gram: kuman merah dengan latar belakang biru
Oxidase-positive, catalase-positive,
Fermentasi glukosa, namun tidak laktosa, sukrosa, maltosa
Tumbuh baik pada media selektif Thayer-Martin, pada 36oC, pada
lingkungan CO2 3-5%
Penyebab penyakit gonore adalah Gonokokus yang ditemukan oleh
Neisser
Gonokokus termasuk golongan bakteri diplokok berbentuk seperti biji
kopi yang bersifat tahan terhadap asam dan mempunyai ukuran lebar
0,8μ dan mempunyai panjang 1,6μ.
Dalam sediaan langsung yang diwarnai dengan pewarnaan gram, kuman
tersebut bersifat gram negatif, tampak diluar dan didalam leukosit,
kuman ini tidak tahan lama di udara bebas, cepat mati dalam keadaan
kering, tidak tahan terhadap suhu diatas 39oC, dan kuman ini tidak
tahan terhadap zat desinfektan
Etiologi
Sifat:
• Tidak tahan lama di udara bebas
• Cepat mati dalam keadaan kering
• Tidak tahan zat desinfektans
• Tidak tahan suhu > 39˚C
Sel sasaran: epitel kolumnar atau lapis gepeng yang belum berkembang
Sediaan langsung dengan pewarnaan Gram di luar dan di dalam leukosit
polimorfonuklear
Patogenesis
Bactery Pili Mucosa
melekat
akut
Reaksi inflamasi mukosa/ submukosa Eksudasi PMN
>>
Pernanahan
Chronic inflammation  MN (Monosit >>)

Complication
Transmisi
Penularan terjadi melalui hubungan seksual genitogenital, orogenital,
dan anogenital
Gejala klinis
Masa tunas
• Pria: 2 – 5 hari (dpt 24 jam –14 hari)
•Wanita: sulit ditentukan asimtomatis
• Gambaran klinis dan komplikasi ~ susunan anatomi dan faal genital
MANIFESTASI KLINIS
PADA PRIA
URETRITIS
• Plg sering: uretritis anterior akuta
Keluhan:
• gatal dan panas di distal uretra sekitar orifisium
•Disuria, polakisuria
•Duh tubuh dari ujung uretra
• Nyeri waktu ereksi
Pemeriksaan:
•Oue eritematosa, edematosa, ektropion
•Duh tubuh mukopurulen /purulen
• Kgb inguinal >> unilateral / bilateral
MANIFESTASI KLINIS
PADA PRIA
KOMPLIKASI LOKAL:
• Epididimitis
• Prostatitis akut / kronik
• Orkitis
• Infeksi kel. Tyson dan kelenjar Cowper
Uretritis
Konjungtivitis GO pada
bayi baru lahir
MANIFESTASI KLINIS
PADA WANITA
Umumnya asimtomtik, hanya 50% - 80% simtomatik
• Ditemukan pada saat skrining (antenatal atau pada akseptor KB), atau
karena rujukan pasangan seksualnya
• Mulanya yang terkena adalah serviks uteri, kemudian dapat menjalar
ke bawah (uretra, kelenjar Bartholin, rektum) ataupun ke atas (salpings)
MANIFESTASI KLINIS
PADA WANITA
SERVISITIS
Dapat asimtomatik (50%), kadangkadang ada rasa nyeri di punggung bawah
Pemeriksaan:
• Serviks tampak merah, edema dengan erosi
• Sekret mukopurulen / purulen
• Serviks mudah berdarah
URETRITIS
-Gejala utama disuria, kadang kadang poliuria
-Oue merah, edematosa
-Sekret mukopurulen
Servisitis
MANIFESTASI KLINIS
PADA WANITA
BARTHOLINITIS
-Labium mayor yang terkena membengkak, merah dan nyeri tekan.
-Kel. Bartholini membengkak, sangat nyeri bila penderita berjalan
-Bila saluran tersumbattimbul absespecah melalui mukosa atau kulit
-Tidak diobatirekuren atau menjadi kista
Bartholinitis abses
MANIFESTASI KLINIS
PADA WANITA
PROKTITIS
-Umumnya akibat hubungan seksual anogenital
-Pada wanita dapat akibat kontaminasi dari servikovagina  30-50% wanita dengan
servisitis gonore akan mengalami proktitis
-Sebagai infeksi primer pada 5% wanita dan 40% pria homoseksual
-Biasanya asimtomatik
-Keluhan:
• Wanita lebih ringan dari pria
• Rasa seperti terbakar di daerah anus
• Tenesmus, perdarahan dari rektum, duh tubuh, nyeri saat defekasi
-Pemeriksaan: mukosa eritematosa, edematosa, tertutup pus mukopurulen
FARINGITIS
-Dari kontak orogenitalfaringitis & tonsilitis
-Transmisi:
• Lebih efisien via felatio dp cunilingus
• Penularan dari farings ke pasangan kurang efisien
frekuensi
• 10-20% wanita heteroseks,
• 3-7% pria heteroseks
• 10-25% pria homoseksual
-Sering asimtomatik
-Bila ada keluhansukar dibedakan dari infeksi akibat kuman lain
-Pemeriksaan: eksudat mukopurulen ringan atau sedang
Faringitis GO
Gonore diseminata
Kira-kira 1% kasus gonore akan berlanjut menjadi gonore diseminata
didapat pada penderita dengan gonore asimptomatik
Gejala yang timbul dapat berupa : arthritis (terutama monoartritis),
miokarditis, endokarditis, perikarditis, meningitis dan dermatitis
Gonore diseminata
Diagnosis
Dasar:
-Anamnesis
-Pemeriksaan klinis
-Pemeriksaan penunjang:
1. Sediaan langsung
2. Kultur
3. Tes definitif
4. Tes beta-laktamase
5. Tes Thomson
Diagnosis
SEDIAAN LANGSUNG
-Bahan: sediaan apus duh tubuh
•Pria: fossa navikularis, rektum
• Wanita: serviks, uretra, kel. Bartholin, rektum
-Dengan pewarnaan Gramdiplokokus (-)Gram intraselular dan ekstraselular
-Sensitivitas dan spesifisitas:
• Pria uretritis simtomatik: sens 90-95%, spes 95-100%
• Pria uretritis asimt.: sens 50-70%, spes 95-100%
• Inf. serviks: sens 50-70%, spes 95-100%
Cepat dan murah
Diagnosis
Kultur
Media:
• Transport: media Stuart, media Transgrow
• Media pertumbuhan: Mc Leod’s chocolate agar, media Thayer Martin,
media modified T-M agar
Diagnosis
Tes definitif
Tes oksidasi:
•Reagen oksidase ditambahkan pada koloni tersangka
•(+) bila terjadi perubahan warna dari bening menjadi merah muda
sampai merah lembayung
Tes Fermentasi:

Species Macam Gula


Glukosa Maltosa Sukrosa Lactosa
Neisseria

N. catarrhalis - - - -
N. gonorrhoea + - - -
N. meningitidis + + - -
N. pharyngis sicca + + + -
N. lactamica + + + +
Tes Thomson: Tes 2 gelas bed side
Gelas I II
Normal Jernih Jernih
Uretritis Anterior Keruh Jernih

Uretritis Posterior Keruh Keruh

Syarat :
- Volume Urine 80-100 ml urin
- Urin pagi
- tidak boleh menahan kencing dari gelas I ke gelas II.
Penatalaksanaan
Penatalaksanaan