Anda di halaman 1dari 20

SISTEM ENDOKRIN INTRA UTERIN

Kelenjar –kelenjar endokrin pada intra uterin


belum bisa berfungsia secara maksimal karena
pembentukan belum sempurna dan masih
mendapatkan bantuan dari plasenta dan kelenjar
endokrin ibunya.

Pembentukan kelenjar-kelenjar endokrin dimulai


dari trimester I. Kelenjar-kelenjar endokrin pada
ekstra uterin sudah bisa berfungsi secara maksimal
karena pembentukannya juga sudah muali sempurna
jadi neonatus sudah tidak mendapatkan bantuan dari
plasenta dan kelenjar endokrin ibunya.
Kelenjar-Kelenjar Endokrin
PLASENTA SEBAGAI ORGAN ENDOKRIN

Perubahan-perubahan endokrin yang


menyertai kehamilan manusia.Di samping
peningkatan pembentukan hormon steroid seks
dan mineralkortikoid ini, juga ada peningkatan
menyolok kadar rennin, angiotensinogen dan
angiotensin II plasma, bersamaan dengan
produksi harian 1 g laktogen plasenta manusia
(hPL) dan jumlah gonadotropin koroinik manusia
(hCG) dalam jumlah banyak.
Hormon-Hormon Protein Plasenta

1. Gonadotropin korionik
2. Adrenokortikotropin dan tirotropin korionik
3. Hormon-hormon hypothalamic like-releasing dari
plasenta
4. Inhibin
1. HIPOFISIS ANTERIOR
Akhirnya, hipofisis anterior janin berdiferensiasi
menjadi lima tipe sel, yang mensekresi enam hormon
protein:

1. Laktotrop memproduksi prolaktin (PRL)


2. Somatotrop, memproduksi hormon pertumbuhan
(GH)
3. Kortikotrop, memproduksi kortikotropin (ACTH)
4. Tirotrop, memproduksi thyroid-stimulating
horomone (TSH)
5. Gonadotrop, memproduksi luteinizing hormone (LH)
dan follicle-stimulating hormone (FSH).
Hipofisis janin menghasilkan dan melepaskan
endorfin-β dengan cara yang berbeda dari kadar
plasma ibunya. Lagipula, kadar endorfin-β dan
lipotrofin-β darah tali pusat ditemukan menurun
sesuai dengan menurunnya pH janin, tetapi
berkorelasi dengan cara yang positif dengan PCO2
janin.
2. NEUROHIPOFISIS
Neurohipofisis janin berkembang dengan baik pada kehamilan 10
sampai 12 minggu dan sudah dapat ditemukan oksitosin dan arginin
vasopresin (AVP). Di samping itu, hormon vasotosin (AVT) terdapat di
hipofisis janin dan kelenjar pineal. AVT hanya terdapat pada kehidupan
janin manusia. Pada binatang-binatang dewasa, infus AVT meningkatkan
tidur dan merangsang pelepasan prolaktin.

Ada kemungkinan oksitosin dan AVP berfungsi pada janin untuk


menghemat air tetapi aksi-kasi ini sebagian besar pada tingkat paru dan
plasenta dibandingkan pada tingkat ginjal. Pembentukan PGE2 di dalam
ginjal janin dapat melemahkan kerja AVP di organ ini.
3. HIPOFISIS INTERMEDIA JANIN

Ada lobus intermedie hipofisis yang berkembang


baik pada janin manusia. Sel-sel dalam struktur ini
mulai menghilang sebelum cukup bulan dan tidak ada
lagi pada hipofisis dewasa. Produk sekresi utaria dari
sel-sel lobus intermedia adalah hormon stimulasi α-
melanosit (α-MSH) dan β-endorfin. Kadar α-MSH janin
menurun secara progesif sesuai dengan umur
kehamilan.
4. TIROID
Tetapi sampai tengah-tengah kehamilan, sekresi
thyroid-stimulating hormone dan hormon tiroid masih
rendah. Ada peningkatan yang lumayan besar setelah
waktu ini.

Mungkin sangat sedikit tirotropin melintasi


plasenta dari ibu ke janin sementara stimulator-
stimulator. Tiroid berjangka panjang LATS dan LATS-
protektor demikian juga, bila terdapat dalam
konsentrasi tinggi pada ibunya. Juga, antibody-
antibaodi IgG ibu terhadap thyroid-stimulating hormon
(TSH) juga dapat melintasi plasenta sehingga
mengakibatkan kadar TSH tinggi palsu pada
neonatus.
Fase-fase pematangan tiroid pada janin dan neonatus
manusia
v Embriogenesis sumbu hipofisis-tiroid 2 sampai 12
minggu
v Pematangan hypothalamus 10 sampai 35 minggu
v Perkembangan pengendalian neuroendorin 20 minggu
sampai 4 minggu setelah lahir
v Pematangan system monodeyodinasi perifer 30
monggu sampai 4 minggu setelah lahir
5. KELENJAR PARATIROID

Ada bukti yang baik bahwa paratiroid menguraikan


parathormon pada akhir trimester pertama dan
kelenjar tersebut tampaknya memberi respon in utero
terhadap stimulasi pengaturan. Neonatus dari ibu-ibu
dengan hiperparatiroidisme, misalnya dapat
menderita tetani hipokalsemik.
6. KELENJAR ADRENAL
Adrenal janin manusia disbanding dengan ukuran
badan totalnya jauh lebih besar daripada
perbandingan ukuran tersebut pada orang dewasa,
seluruh pembesaran tersebut merupakan bagian
dalamnya atau yang disebut zone janin korteks
adrenal. Zone janin yang normalnya mengalami
hipertrofi tersebut, mengalami involusio dengan cepat
setelah lahir. Zone janin tersebut tidak ada dalam
kejadian yang jarang, dimana hipofisis janin secara
kongenital tidak ada.
B. SISTEM ENDOKRIN EKSTRA UTERIN
Sistem endokrin pada neonatus ekstra uterin jelas
berbeda daripada ketika berada dalam kandungan. Ketika
janin berada dalam kandungan maka masih mendapatkan
segala kebutuhannya dari ibu melalui plasenta meskipun
dalam perkembangan di dalam kandungan mulai terbentuk
organ-organ bagi aktivitas hidup.
Namun, organ-organ tersebut, misalnya system
endokrin masih belum sempurna sempurna untuk dapat
hidup mandiri. Setelah janin lahir barulah system endokrin
dapat bekerja sehingga bayi dapat hidup diluar rahim
ibunya kerena hilangnya ketergantungan dari plasenta dan
ibu.

Setelah lahir ada beberapa kelenjar yangmengalami daptasi


agar mampu bekerja misalnya :
KELENJAR TIROID
Segera setelah lahir, kelenjar tiroid mngalami
perubahan-perubahan besar funsi dan metabolisnya.
Pendinginan atmosfer membangkitkan peningkatan
mendadak dan jelas sekresi tirotropsin, yang
selanjutnya menyebabkan peningkatan progresif
kadar tiroksin serum maksimal 24-26 minggu setelah
lahir. Ada peningkatan kadar tryiyodotironin serum
yang terjadi hampir bersamaan.
KELENJAR TIMUS
Pada bayi baru lahir ukurannya masih sangat kecil dan
beratnya kira-kira 10 gram atau sedikit ukurannya
ertambah dan pada masa remaja beratnya meningkat
30-40 gram kemudian mengerut lagi.
DAFTAR PUSTAKA
Syaifuddin. 2006. Anatomi Fisiologi Untuk Mahasiswa
Keperawatan. Ed.
Pengajar, Ilmu Kesehatan Anak Universitas Indonesia.
1985. Ilmu Kesehatan Anak
http://missheni.blogspot.com/2011/01/perubahan-
fisiologi-neonatus.html