Anda di halaman 1dari 14

ANALISIS KASUS

Teknik Loby dan Negosiasi


OUR TEAM

Witri Nazula

Visca

Yulia Tasya
Contoh Kasus

 PT. Indofood dengan kenaikan gaji


karyawan
 Apple Vs News Corp
 Serikat Pekerja dalam Proses Alih
Kelola Blok Mahakam
PT. Indofood dengan
kenaikan gaji karyawan
MASALAH

PT. Indofood (Mie Instan), memiliki konflik antara serikat buruh


dengan para manajer perusahaan. Para butuh menjalankan aksi
mogok kerja dan demonstrasi untuk menuntuk para manajer
perusahaan untuk meningkatkan gaji karyawan, karena mereka
menganggap upah gaji mnimun mereka rendah. AKsi mogok dan
demonstrasi tersebut terdengar oleh General Manager PT.
Indofood. Karyawan perusahaan tersebutg menuntut kenaikan gaji
dari 2jt rupiah perbulan, meminta kenaikan gaji tersebut sebesar
3jt perbulan. Sedangkan untuk produksi di perusahaan sedang
mengalami penuruan karena pendapatan yang tidak stabil.
PENYELESAIAN

General Manager bernegosiasi dengan karyawan dan tetap


menaikkan gaji buruh tersebut. Pihak perusahaan memutuskan untuk
mengambil jalan tengahnya yaitu gaji dinaikkan sebesar 2,8jt.
Meskipun gaji tersebut tidak sesuai dengan apa yg diharapkan oleh
para buruh, mereka tetap menerima kenaikkan gaji tersebut. Kedua
belah pihak baik pihak karyawan dan para manajer sudah sepakat.
Dengan kenaikan gaji manajer HRD menghimbau kepada karyawan
agar karyawan tetap bekerja dengan baik serta bisa membangun
kembali perusahaan yang sekarang tidak stabil pendapatannya
STRATEGI

Strategi yang digunakan adala strategi negosisasi salami. Pengertian


strategi ini adalah membagi poin per poin dalam menawarkan suatu
penawaran dan tidak memaksakan langsung ke langkah besar. Maksud
disini adalah, bagaimana para manajer menuruti kenaikkan gaji para buruh
walaupun tidak langsung menuju 3jt perbulan. Lalu mereka juga tidak
langsung mengambil langkah besar seperti PHK buruh karena produksi
perusahaan sedang mengalami penuruan karena pendapatan yang tidak
stabil tersebut. Dan terlebih lagi pihak buruh dan para manajer PT. Indofood
juga sama sama menang, atau win-win solution. Para buruh mendapatkan
kenaikkan gaji serta PT. Indofood dapat mempertahankan para
karyawannya.
MASALAH & PENYELESAIAN

STRATEGI

Apple
Vs News Corp
MASALAH & PENYELESAIAN
 Kasus ini terjadi pada Januari, 2010, 5 hari sebelum apple mengumumkan produk barunya yaitu iPad.
 Harper Collin, publisher besar asal Amerika ingin apple menerima termin pembayaran seperti halnya yang mereka
tawarkan pada amazon yaitu sekitar $12-$13 untuk setiap rilis e-book baru. Tetapi Apple hanya bersedia membayar $9.
 Steve Jobs, dalam e-mailnya, kemudian mengatakan bahwa Harper Collin membutuhkan Apple disbanding Apple
membutuhkan mereka. Jobs juga menggarisbawahi bahwa Apple sudah memiliki publisher-publisher lain di daftar antrian.
 Jobs tidak terlibat negosiasi apapun melawan Rupert Murdoch (Pemilik Harper Collins). Dalam e-mailnya dia hanya
menjelaskan ulang termin Apple dan membiarkan Murdoch menegosiasikannya dengan dirinya sendiri. pada e-mail
berikutnya, Murdoch memaksakan termin tambahan, berharap Jobs akan memberikannya.
 Jobs kemudian menggunakan angka-angka untuk melawan Murdoch di e-mail balasannya. Jobs mengatakan
bagaimana Apple menjual lebih banyak iPad daripada perusahaan lain dan Apple memiliki 120 juta pelanggan dengan
kartu kredit yang terintegrasi pada system mereka.
 Jobs kemudian membeberkan bahwa Murdoch hanya memiliki 3 pilihan : 1. Menerima termin Apple dengan menfaat
yang sangat menggoda bagi Harper Collins, 2. Mendistribusikannya melalui Amazon saja (dengan ancaman bahwa
amazon mungkin akan menyiasati Murdoch), 3. Atau menarik e-book dari kedua store. Padahal kenyataannya Murdoch
mungkin memiliki banyak opsi lain. Akan tetapi, daftar sederhana ini membangkitkan rasa takut.
 Di hari selasa, sehari sebelum IPad diumumkan, Harper Collins menerima termin Apple. E-Book mereka dimasukkan
kedalam iBookStore dan diumumkan pada 27 Januari bersama dengan penjualan tablet baru yang telah berhasil dijual
sebanyak 100 miliar.
STRATEGI
Strategi negosiasi ynag digunakan yaitu "Silence".
Dimana Steve Jobs sengaja membuat keyakinan ke
pihak lawan bahwa "Harper lebih membutuhkan
Apple, daripada Apple membutuhkan mereka".

Teknik Silence yg digunakan oleh Steve Jobs in


membuat orang lain merasa tidak nyaman, ketika
seseorang merasa tidak nyaman, mereka mulai
bernegosiasi dengan diri mereka sendiri Dan
bersedia until dikompromi. Seperti yang dilakukan
Harper, pada akhirnya Harper menerima termin dari
Apple.
MASALAH
Blok Mahakam merupakan lapangan migas yang secara teknis
sulit dikelola lantaran terdiri dari dua jenis lapangan yaitu di
darat (onshore) dan di laut (offshore). Pengelolaan Blok Mahakam
yang semula dilakukan oleh PT Total Indonesia dan Inpex
kemudian diambil alih oleh Pertamina menimbulkan berbagai
reaksi, terutama yang bersifat meragukan kemampuan Pertamina
dalam pengelolaan Blok Mahakam ini. Sehingga berpotensi untuk
mempengaruhi kebijakan yang hendak diputuskan menjelang
pengalih kelolaan Blok Migas tersebut, inilah yang disebut sebagai
krisis dari perusahaan. Manajemen krisis yang umumnya dilakukan
oleh public relation (PR), namun di Pertamina yang berperan
adalah serikat pekerja (Federasi Serikat Pekerja Pertamina
Bersatu) dalam menyelesaikan manajemen krisis perusahaan
melalui strategi lobi dan negosiasi pada kasus alih kelola Blok
Mahakam.
PENYELESAIAN
Strategi negosiasi yang dilakukan FSPPB adalah win-lose sebagai pihak yang menang,
sedangkan Kementerian ESDM dan Direksi Pertamina sebagai pihak yang kalah. Adapun
teknik-teknik yang digunakan antara lain adalah membuat tenggat waktu (deadline) dengan
intimidasi. Hal ini ditunjukkan dengan menggalang ribuan orang dari berbagai elemen
masyarakat termasuk diantaranya pengamat energi, ulama, LSM, anggota DPR, aliansi BEM
seluruh Indonesia, dan awak media untuk ikut serta dalam demonstrasi bertahap pada tahun
2014 dan tahun 2015 yang bertujuan untuk mendesak para stakeholder pemangku kebijakan
Blok Mahakam (Kementerian ESDM dan Direksi Pertamina) agar menyerahkan alih kelola Blok
Mahakam kepada Pertamina. Teknik good guy bad guy dengan menggunakan strategi tukar
peran tertentu, terutama saat berhadapan dengan direksi perusahaan. Tukar peran ini terdiri
dari sniper (penembak), wiseman (orang yang bijaksana), dan pengamat. Sniper yang
dimaksud disini adalah tokoh jahat yang berfungsi untuk menekan pihak lawan sehingga
pandangan-pandangannya selalu ditentang oleh pihak lawannya. Adapun wiseman sebagai
tokoh baik yang akan menjadi pihak yang dihormati oleh pihak lawannya karena kebaikannya
sehingga pendapat-pendapat yang dikemukakannya untuk menetralisir pendapat tokoh jahat
dan pada akhirnya dapat diterima oleh lawan berundingnya.
STRATEGI

Dalam penyelesaian kasus yang dilakukan oleh


pihak FSPBB teknik yang paling dominan dan
efektif serta kami rasa sangat tepat dilakukan
adalah teknik good guy bad guy karena
menghasilkan dampak paling signifikan
berupa diterimanya tawaran negosiasi oleh
pihak lawan.