Anda di halaman 1dari 13

EMULSATOR

AGITATOR

Agitasi atau pengadukan adalah perlakuan dengan gerakan


terinduksi terhadap suatu bahan di dalam bejana, gerakan tersebut biasanya
mempunyai pola tertentu.
• Perputaran daun pengaduk
• Sirkulasi dengan pompa
• Menggelembungkan udara/gas dalam cairan
AGITATOR

Agitator adalah sebuah bagian dari tangki yang berfungsi sebagai


pengaduk. Prinsip kerja dari agitator ini sarna seperti mixer pada umumnya yaitu
mengaduk cairan produk dalam tangki dengan blade agitator sebagai pendorong
produk yang akan diaduk. Untuk menunjang agar pembuatan agitator sesuai
dengan prinsip kerjanya, maka dibutuhkan beberapa mesin pendukung untuk
membuat bagian-bagian dari agitator tersebut, salah satunya adalah alat pemuntir
blade agitator. Alat ini berfungsi untuk memuntirkan plate yang telah dipotong
dengan bentukan tertentu sebesar 45° untuk dijadikan blade agitator. Alat
pemuntir blade agitator terbuat dari rangkaian mekanisme-mekanisme
penggerak dan pencekam yang akan memuntirkan plat. Mekanisme ini terdiri
dari motor, elemen transmisi sabuk dan puli, pencekam dan stopper
AGITATOR

Jenis-jenis Pengaduk
Secara umum, terdapat empat jenis pengaduk yang biasa digunakan,
yaitu pengaduk baling– baling (propeller), pengaduk turbin (turbine),
pengaduk dayung (paddle), dan pengaduk helical ribbo
HOMOGENIZER

Pada prinsipnya cairan yang akan diemulsikan dipaksa melewati suatu


lubang sempit diantara lubang tetap dan suatu batang yang dapat digerak-
gerakkan. Luas lubang dapat diperkecil dengan menekan batang kedalam lubang
dengan bantuan sekrup pengatur. Batang tersebut terbuat dari baja yang sangat
kuat agar dapat menahan gesekan dari laju bahan yang sangat tinggi. Emulsifikasi
terjadi pada saat bahan melewati lubang dan ketika bahan bergesekan dengan
dengan dinding yang melewati batang. Disamping itu pegas yang terletak diatas
batang dapat menghasilkan getaran mekanis yang berfrekuensi tinggi, sehingga
dapat membuat cairan terdipersi
Fungsi : untuk mencapur, menghomogenkansuatu larutan atau obyek agar
seragam
COLLOID MILL
Prinsip dasar yang digunakan dalam Colloid Mill dikenal sebagai rotor stator yang
ditempatkan dalam wadah silinder. Rotor dan stator ditempatkan sedekat mungkin untuk
membuat celah sempit dimana material dikecilkan untuk bisa melewati celah tersebut. Pertama
massa suspensi ditempatkan dalam hopper yang menuntun massa turun melewati celaha antara
rotor dan stator. Rotor dan stator permukaannya terdapat gigi logam yang akan
memotong/menggilas material menjadi lebih lembut.
Rotor berputar dengan kecepatan antara 3000 dan 20000 RPM. Setelah material digilas
oleh rotor dan stator, material yang sudah lembut kemudian dikeluarkan melalui pipa. Bila
material yang akan dikecilkan ukurannya belum lembut maka dapat disirkulasi ulang sampai
didapatkan ukuran material yang sesuai.
Fungsi : untuk membuat larutan koloid atau untuk mengecilkan ukuran partikel dari bahan
obat
ULTRASONIFIER

Mekanisme kerja bahwa dispersi dipaksa melalui lubang pada tekanan


rendah dan dibiarkan bertabrakan dengan sebuah pisau kisaran tekanannya
adalah 150-350 psi. Tekanan ini menyebabkan blade bergetar dengan cepat
untuk menghasilkan catatan ultrasonik
Fungsi : untuk mengukur viskositas dari rendah sampai ke sedang
METODE PEMBUATAN EMULSI
METODE GOM BASAH

Metode ini cocok untuk emulsi yang dibuat dengan mucilago atau
gom yang tidak larut sebagai emulgator. Metode ini penting digunakan meski
lebih lembab dan tidak sebaik metode kontinental. Penting juga digunakan
jika emulgator yang tersedia hanya dalam bentuk air atau harus dilarutkan
lebih dahulu sebelum digunakan.
METODE GOM BASAH

Caranya :
Gom dibuat dengan jumlah kecil lalu sejumlah kecil minyak di
tambahkan dengan pengadukan teratur. Setelah emulsi sangat visko,
ditambahkan lagi dengan pengadukan teratur sampai semua minyak
tercampur. Setelah semua minyak ditambahkan, campuran dicukupkan
volumenya dengan air.
Kesimpulan :
Gom didispersikan ke dalam air kemudian ditambahkan minyak dan
dicampur hingga merata
METODE GOM KERING
Metode ini cocok untuk emulsi yang dibuat dari emulgator gom kering.
Caranya :
Gom kering (dengan jumlah setara dari 1 – 4 dari jumlah minyak), dideskripsikan
sekaligus dengan pengadukan teratur sampai semua minyak tercampur dengan volume
air ½ X jumlah minyak. Ditambahkan sekaligus dengan pengadukan teratur.
Perbandingan 4 bagian dari minyak, 2 bagian air dan 1 bagian emulgator. Kemudian
pengadukan dilanjutkan dengan kecepatan tinggi menggunakan gerakan spiral sampai
terbentuk emulsi utama yang kembali, suara khas akan terdengan saat emulsi utama yang
stabil telah jadi.
Kesimpulan : Gom didispersikan terlebih dahulu dalam minyak kemudian
ditambahkan air dan dicampur hingga merata
METODE BOTOL

Metode ini digunakan khusus untuk emulsi yang mengandung minyak


menguap dan minyak encer lainnya untuk mencegah zat tersebut terpercik.
Caranya :
Minyak dimasukkan dulu dalam botol besar lalu segera ditambahkan
gom kering dan dikocok dengan cepat. Penting untuk menambahkan air
dengan segera setelah gom terdispersi. Emulsi utama akan dibentuk melalui
pengocokan.
METODE BEKER
Metode ini digunakan jika emulsi yang dibuat terdiri dari dua jenis emulgator
(ada yang larut air dan ada yang larut minyak.
Caranya :
Masing-masing emulgator dimasukkan dalam beker terpisah diatas water
batch dan dipanaskan sampai suhunya 70oC. setelah itu kedua emulgator mencapai
suhu yang sama maka fase internal dimasukkan dalam fase eksternal dengan
pengadukan dan terus diaduk sampai minyaknya hampir dingin, kalau tidak, maka
lapisan minyak akan naik kepermukaan campuran dan memadat membentuk cake,
maka sedapat mungkin terdispersi secara seragam sampai sediaan jadi.