Anda di halaman 1dari 14

IDENTIFIKASI MAKROZOOBENTHOS SEBAGAI

BIOINDIKATOR TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI


METRO BAGIAN HILIR KOTA MALANG

AUFA ZATIN NIRWANA


TESA ALIF
PENDAHULUAN
• Kualitas air sungai dapat diidentifikasi atau dianalisis menggunakan
bioindikator. Bioindikator merupakan kelompok atau komunitas
organisme yang saling berhubungan, yang mana keberadaannya atau
perilakunya sangat erat berhubungan dengan kondisi lingkungan
tertentu sehingga dapat digunakan sebagai satu petunjuk atau uji
kuantitatif (Tjokrokusumo, 2006).
• Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 121 Tahun 2015 mengenai
Pengusahaan Sumber Daya Air menjelaskan bahwa air adalah semua
air yang terdapat pada, di atas atau di bawah permukaan tanah,
termasuk air laut yang berada di darat. Kualitas air yang baik akan
menentukan penggunaan yang lebih luas, karena kualitas air
merupakan mutu air yang telah memenuhi standar untuk suatu
tujuan yang telah ditentukan
Rumusan Masalah
• Bagaimana keragaman jenis makrozoobenthos di sungai
Metro Kecamatan Sukun, Kelurahan Pisang Candi, Kota
Malang?
• Bagaimana hubungan keragaman makrzoobenthos dengan
kualitas perairan sungai Metro di Kecamatan Sukun,
Kelurahan Pisang Candi, Kota Malang
Tujuan
• Untuk mengetahui keragaman jenis makrozoobenthos di
sungai Metro Kecamatan Sukun, Kelurahan Pisang Candi,
Kota Malang
• Untuk mengetahui hubungan keragaman makrozoobenthos
dengan kualitas air sungai Metro di Kecamatan Sukun,
Kelurahan Pisang Candi, Kota Malang.
Manfaat
• Bagi Peneliti
• Menambah pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan analisis
kualitas air berdasarkan bioindikator makrozoobenthos.
• Bagi Masyarakat
• Dapat memberikan informasi mengenai analisis kualitas air sungai
akibat limbah yang merugikan alam dan manusia.
METODE
• Praktikum lapangan dilakukan
dengan mengamati dan
mengidentifikasi hewan yang
terdapat pada sungai Metro
Kecamatan Sukun, Kelurahan
Pisang Candi, Kota Malang.
Identifikasi makrozoobenthos
dilakukan di gedung 05 109
pada hari Kamis, 12
September 2019.
Sampel
• Sampel yang digunakan pada praktikum ini adalah makrozoobentos
yang terdapat pada sungai Metro Kecamatan Sukun, Kelurahan Pisang
Candi, Kota Malang pada lima titik yang berbeda dan melibatkan
pengulangan pengukuran parameter kualitas air sebanyak 6 kali.
• ALAT DAN BAHAN : Mikroskop stereo, Cawan petri, Pinset, Kuas,
Nampan plastik, Jaring ikan, Chart indicator biologis
• PROSEDUR: Satu tetes sampel air yang terdapat makrozoobentos lalu
diamati dibawah mikroskop. Kemudian diidentifikasi jenis
makrozoobentos pada sampel tersebut, kemudian ditentukan nama
hewan yang ditemukan berdasarkan chart indicator biologis. Lalu,
setelah ditemukan nama hewan tersebut, maka diberi nilai (score)
dari hewan yang ditemukan berdasarkan tabel skoring hewan amatan
dan disimpulkan kondisi kualitas perairan yang diuji
Analisis Data
• Pengamatan hewan makrozoobentos yang ditemukan dan
dibandingkan dengan skor yang terdapat pada chart indicator biologis
dan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 115 Tahun 2003
Tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air lalu ditentukan kategori
kualitas air berdasarkan skor tersebut. Analisis menggunakan Uji
Korelasi
HASIL DAN ANALISIS
No Taksa Stasiun Stasiun Stasiun Stasiun Stasiun Jumlah Skor
1 2 3 4 5
1 Kepiting sungai 5 4 4 3 1 17 3
(Gecarcinucidae)
2. Anggang-anggang 15 15 12 5 1 48 5
(Gerridae)

3. Cacing bersegmen 0 0 0 0 1 1 1
(Polychaeta)

RATA-RATA 3
Skor Kualitas air Rata
Para Baku Hasil Pengukuran
0 Luar biasa kotor Satua -
met Mut
1-2,9 Sangat kotor n St 6 Rata
er u St 1 St 2 St 3 St 4 St 5
3-4,9 Kotor
DO Mg/l >5 1.97 4.20
5-5,9 Sedang 5.85 5.19 4.90 4.13 3.15
6-7,9 Agak bersih-
bersih pH ±7 7.62 7.58 7.52 8.08 8.16 8.21 7.86
8-10 Sangat bersih
PEMBAHASAN
• Keragaman Jenis Makrozoobenthos
Berdasarkan literatur berupa tabel skorsing di laboratorium
ekologi, skor jenis makrozoobentos yang ditemukan menunjukkan
bahwa Sungai Metro di Kecamatan Sukun ini termasuk sungai yang
tergolong kotor.
Distribusi dari makrozoobentos yang ditemukan cukup bervariasi
dari keenam stasiun penelitian. Makrozoobentos yang dapat ditemukan
pada keenam stasiun yaitu: Gecarcinucidae, Gerridae, Polychaeta
Hubungan Keragaman Makrozoobenthos Dengan
Kualitas Perairan
• Perda Provinsi Jatim No. 2 Tahun 2008 yaitu sebesar 3 mg/l, kondisi
kualitas air Sungai Metro di Kecamatan Sukun bila di lihat pada
parameter DO dari hasil pengamatan kadar oksigen terlarut sebesar
4.20 mg/L, maka kandungan oksigen terlarut masih dalam batas baku
mutu air
PENUTUP
• Kesimpulan
• 1. Berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa hewan yang
ada di Sungai. Metro, Kecamatan Sukun, Kelurahan Pisang Candi, Kota
Malang tidak terlalu beragam karena hanya dijumpai tiga jenis hewan
yaitu kepiting sungai, anggang-anggang dan cacing bersegmen.
• 2. Pada Sungai Metro di Kecamatan Sukun, Kelurahan Pisang Candi,
Kota Malang diketahui rerata skor tingkat kebersihan airnya yaitu 3
yang termasuk kotor. Hubungan kualitas air sungai dengan rendahnya
keragaman makrozoobenthos pada sungai ini menandakan adanya
campur tangan kegiatan masyarakat yang dapat mencemari perairan.
• Saran
• Sebelum melakasanakan kegiatan praktikum harus
sudah memahami tentang kegiatan praktikum yang akan
dilakukan serta membuat metode yang akan digunakan
unuk pengambilan sampel dan pengambilan data.
• Sebelum praktikum lapangan, kita harus bisa
menentukan alat apa yang akan digunakan dan melihat
kondisi pada hari tersebut.
• Tidak hanya 6 stasiun yang digunakan untuk sampel
pengamatan, agar data yang diperoleh lebih akurat lagi.
LAMPIRAN