Anda di halaman 1dari 48

MANAJEMEN PROGRAM

TRIPLE ELIMINASI
PENULARAN HIV, SIFILIS & HEPATITIS B
dari IBU ke ANAK
disampaikan dalam
Tata Laksana Triple Eliminasi Kabupaten Kota
Provinsi Kepulauan Riau
dr. Trijoko Yudopuspito, MScPH
Subdit HIV AIDS & PIMS
Tanjung pinang, 15-17 Juli 2019
Dasar Kebijakan
• UU No. 25 th 2004 ttg Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
• UU No. 36 th 2009 ttg Kesehatan
• UU No. 24 th 2013 ttg Perubahan Administrasi Kependudukan
• UU No. 23 th 2014 ttg Pemerintahan Daerah
• UU No. 36 th 2014 ttg Tenaga Kesehatan
• PP No. 47 th 2016 ttg Fasilitas Pelayanan Kesehatan
• PP No. 2 th 2018 ttg Standar Pelayanan Minimal
• Perpres No. 39 th 2019 ttg Satu Data Indonesia
• Permendagri No. 100 th 2018 ttg Penerapan Standar Pelayanan Minimal
• Permenkes No. 21 th 2013 ttg Penanggulangan HIV dan AIDS
• Permenkes No. 46 th 2015 ttg Akreditasi Puskesmas, Klinik Pratama,
Tempat Praktik Mandiri Dokter dan Tempat Praktik Mandiri Dokter Gigi
• Kepmenkes No. HK.02.02/Menkes/514/2015 ttg Panduan Praktik Klinis
bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama
• Permenkes No. 52 th 2017 ttg Eliminasi Penularan HIV, Sifilis dan
Hepatitis B dari Ibu ke Anak
• Surat Edaran Dirjen P2P No. HK.02.02/I/1564/2018 ttg Penatalaksanaan
ODHA untuk Eliminasi HIV AIDS Tahun 2030
• Permenkes No. 4 th 2019 ttg Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan
Dasar Pada Standar Pelayanan Minimal
14/11/2019 3jk Bidang Kesehatan 2
TUJUAN 3E
a. Memutus penularan HIV, Sifilis, dan Hepatitis
B dari ibu ke anak;
b. Menurunkan angka kesakitan, kecacatan, dan
kematian akibat HIV, Sifilis, dan Hepatitis B
pada ibu dan anak; dan
c. Memberikan acuan bagi Pemerintah Pusat,
Pemerintah Daerah, tenaga kesehatan, dan
pemangku kepentingan lain dalam
penyelenggaraan Eliminasi Penularan.

14/11/2019 3jk 3
STRATEGI ELIMINASI
Peningkatan Akses
dan Kualitas Layanan
KIA sesuai standar

Peningkatan Peran
Peningkatan Peran Faskes dalam
Serta Masyarakat Penatalaksanaan
untuk eliminasi

peningkatan
Peningkatan
penyediaan sumber
Jejaring Kerja dan
daya di bidang
Kemitraan LP/LS
kesehatan
14/11/2019 3jk 4
KEBIJAKAN
“Integrasi program pencegahan, penemuan aktif dan pengendalian
penyakit menular langsung pada ibu hamil ”

• Fokus pada ISPA, TBC , HISP, HIV-PIMS & PTML:


(1) Suluh-KIE : HAM Kesehatan, akses, kualitas pribadi
(2) Skrining /Deteksi Dini bagi ibu hamil (fisik ISPA-Kusta, verbal TBC, darah
HISP, HIV-Sifilis, Frambusia)
(3) Pencegahan konsisten (masker TBC-ISPA, kondom Hep B/C-HIV-PIMS-
Frambusia, CTPS, PHBS, positive prevention)
(4) Imunisasi HBIg, BCG sebelum pulang, profilaksis HIV-Sifilis-Frambusia
(5) Temukan dan Obati (Sampai Sembuh TBC, Pertahankan HIV, Tuntas Sifilis-
Frambusia-Kusta)
(6) Estimasi, Contact tracing dan skrining sekitar kasus aktif.
(7) Identifikasi Comorbidity, Coinfection, Superinfection, MRA
(8) Revitalisasi Program, Profesionals
(9) Standar Pelayanan Minimal
• Fokus pada ibu hamil
(1) Semua ibu hamil mendapatkan pelayanan
(2) Pelayanan standar selama pra hamil, kehamilan, persalinan dan bayinya
(3) Kewaspadaan standar
14/11/2019 3jk 5
Roadmap Pengendalian HIV AIDS
2030
Getting to zero : 3-0

2022
Triple Elimination
Program in infant: HIV-
Hepatitis B & Syphilis
2027
TARGET 90-90-90 2018
FAST TRACK : 90-90-
2020
- 90% key Pop know HIV status 90
- 100% babies of PLHIV 2012
pregnant women are
CoC & SUFA
screened
2016
Guidelines for Screening
HIV, Syphilis, Pregnant
14/11/2019 women 3jk 6
INTEGRASI PROGRAM

MEMASTIKAN GENERASI SEHAT


BERKUALITAS DI MASA DEPAN
ELIMINASI
PENULARAN VERTIKAL
HIV 0,3% Sifilis 1,7% HBV 2,5%
• hanya diketahui dengan tes • hanya diketahui dengan • hanya diketahui dengan
 tracing pasangan tes  tracing pasangan tes  tracing pasangan
• Ibu hamil indikasi ARV • Ibu hamil HBV indikasi
• Ibu hamil Sifilis indikasi
• Temukan dini  pengawasan
pengobatan dini Terapi Benzatin Benzil
Penicilin / Benzatin • Pengobatan sesuai
• ARV patuh 6 bulan dan
diteruskan  VL HIV tidak Penicilin G 2,4jutaIU  indikasi oleh KGEH
terdeteksi (HPTN-052)  risiko penularan ke bayi • Persalinan sesuai indikasi
risiko penularan ke bayi rendah/nol obstetri
rendah/nol
• Penemuan dini  • Imunisasi aktif HB 0, 1, 2,
• Cara persalinan sesuai
indikasi obstetri pengobatan dini  3, 4 melindungi  67%
• SF Eksklusif (AFASS) atau
terhindar Jarisch • Tambahan Imunisasi pasif
ASI Eksklusif  nonmixed Herxheimer sydrome HBIg <12jam  98%
• ARV profilaksis pada bayi • Persalinan sesuai indikasi • ASI Eksklusif
(PASI zidovudin, ASI obstetri
zidovudin+nevirapin) • tes bayi pada usia 9-12
• Terapi Bayi 50.000 bulan
• EID pada usia bayi 6
IU/kgBB dosis tunggal IM
minggu dst • 1 dari 4 pengidap
• ASI Eksklusif Hepatitis B sejak lahir
• Pengawasan bayi dan ibu akan meninggal karena
(titer 3 bl, 6 bl, 9 bl, 12 kanker atau gagal hati
14/11/2019
bl) 3jk pada dekade 2-3 8
Ibu hamil
STANDAR DETEKSI DINI
Kunjungan Antenatal HIV, SIFILIS dan HEPATITIS B
Pelayanan ANC Pada PEREMPUAN/IBU HAMIL
• Anamnesa
• Pemeriksaan 10T:
• T1. Tinggi & berat badan
• T2. Tekanan darah Lesson learnt
• T3. sTatus Gizi (ukur li-la) inklusif IMMUNISASI
• T4. TFU
• T5. Tentukan DJJ Janin
• T6. sTatus Imunisasi (TT)
• T7. Tablet Fe (90 tablet) Tes HIV, Sifilis & Hep B bersama HIV –
• T8. Tes Lab (Gol.darah, Hb, dengan pemeriksaan Sifilis – Pertahankan
GDS, Sifilis, HIV, Hepatitis B, laboratorium rutin lainnya Hepatitis B –
Malaria, Proteinuri, sputum
BTA)
Positif Ulang tes Bumil + pasangan bila
• T9. Tata laksana kasus
• T10. Temu wicara dan HIV – Sifilis – Hepatitis B berisiko minimal 3 bln

konseling
• Tindak lanjut • Pengobatan (ART) • Pengobatan (BPG) • Pengawasan
• Kondom • Kondom • Kondom
• trace pasamgan • trace pasamgan • trace pasamgan
• IO lain • Comorbid lain • Comorbid lain

 Konseling kehamilan dan kelas Ibu Hamil, perencanaan kehamilan


 Eduka si & konseling persiapan persalinan, pemberian makanan,
pemeliharaan kesehatan, immunisasi, kepatuhan pengobatan
 Konseling pasangan, keluarga
 Life Skill Education, disclosure

14/11/2019 3jk 9
Eliminasi
100% input perempuan hamil 100% output bayi
bebas infeksi
IBU HAMIL
Input Process Output Outcome Impact
HIV 100 % PW 0,3% 100% ART VL undetek
Sifilis 100 % PW 1,7% 100% BPG Cured
HBV 100 % PW 2,5% 100% Mon Monitored

Input Process Output


Bayi dari
HIV 0,3% PW 100% ARV prof, EID, Cotrim <50/100.000
Ibu Terinfeksi
Sifilis 1,7 % PW 100% 50.000IU/kgBB IM <50/100.000
Deteksi klinis
HBV 2,5 % PW 100% HB0 + HBIg <50/100.000

14/11/2019 3jk 10
TATALAKSANA IBU HAMIL
DETEKSI DINI (PEMERIKSAAN LAB)  PENANGANAN DINI
HIV – SIFILIS – HBV

Deteksi
Tes HIV Tes Sifilis Tes Hep B
dini
R1 (+), R2 (+), R3 (+) TP Rapid Sifilis Rapid Hep B
Hasil + +
Segera Benzatin Benzil
+
Pengawasan kasus
Segera ARV
IBU KDT 1 tab/24jam
seumur hidup
Penicilin / Benzatin
Penisilin G 2,4 juta IU
boka-boki
hepatitis dirujuk,
lainnya puskesmas

ARV profilaksis Obati 50.000IU/kgBB IM, Vit K

BBL AFASS : ASI Eksklusif or


PASI Eksklusif – unmixed)
PCR EID usia 6 mgg
sblm pulang.
tanda2 : lesi kulit,
Snuffles, Trias
HB0 < 24jam
HBIg< 24jam
+ Cotrim profilaksis Hutchinson,
14/11/2019 3jk 11
HIV – AIDS 2018
Estimasi ODHA 2018 : 640.443 Total ODHA ditemukan : 327.282
Kondisi AIDS ditemukan : 114.065 Meninggal : 16.473
ODHA hidup : 310.809 ODHA hidup + ARV : 108.479
ODHA hidup nonARV : 202.330 ODHA belum ditemukan : 313.161
48,30046,659
41,250

32,71130,935
29,037
21,59121,03121,511

10,3629,793 11,238 12,214 10,488 10,190


7,195 6,048 7,437 8,329 8,754 9,215 10,146
5,395 4,872 5,359 6,712
3,716
859
s.d. 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018
2005
Jumlah Kasus HIV Jumlah Kasus AIDS

14/11/2019 3jk 12
2,780

506
6,623

2010

14/11/2019
4,362
3,299

1,040
10,668

2011
6,549

Penasun
2,461

1,514
10,825

2012
6,903
2,675

3,287
14,793

2013
8,499

Heteroseksual
1,794

3,858
12,511

3jk
2014

LSL
6,075
8,027
802

4,241
9,873
2015
4,677
Lain-lain
15,429
938

13,063
17,754
2016

5,479
12,790
832
10,779
11,630
2017

3,935
Tidak Diketahui

20,944
409
9,133
9,522
HIV menurut Faktor Risiko 2018

2018

3,816
23,779
13
AIDS menurut Pekerjaan 2018
Tidak diketahui 30,962
Tenaga non profesional (karyawan) 16,867
Ibu rumah tangga 16,405
Wiraswasta/usaha sendiri 14,899
Lain-lain 9,330
Petani/peternak/nelayan 5,670
Buruh kasar 5,154
Penjaja sex 3,453
Pegawai Negeri Sipil 2,871
Anak sekolah/mahasiswa 2,795
Supir 2,493
Anggota ABRI/POLRI 839
Tenaga profesional non medis 670
Seniman/artis/aktor/pengrajin 491
Narapidana 436
Pelaut 411
Tenaga profesional medis 236
Manajer/eksekutif 40
Pramugara/i/pilot 33
Turis 10
14/11/2019 3jk 14
Permenkes
Keppres
36/1994
P2 HIV AIDS Permenkes
21/2013
HIV-AIDS
15/2015
Lab HIVPermenkes
KPAN Permenkes 52/2017
87/2014 3E HIV-Sif-
Kepmenkes Perpres ARV HepB
1190/2004 75/2006 GF Aids Indonesia 2004-2020 Perpres
ARV Gratis Perubahan 124/2016
KPAN Perubahan
13.21 13.00 KPAN

11.34
Non CD4 :
- Bumil,
All
CD4 < 350
8.47

6.94
CD4 < 200
6.12
- Bayi/anak,
- TB,
- IMS,
HIV
5.23
-4.36
Hepatitis,
4.14
- Populasi Kunci
AIDS - Serodiscordant
2.67
- Epid Meluas
1.58
1.09 1.08 1.07 1.03

2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018

14/11/2019 3jk 15
ODHA & ART di INDONESIA 2018
56,986
tercatat di Fasyankes
43,999

33,240
30,957
ODHA HIDUP :
25,579
310.809
18,760
16,614
8,752 7,981 6,066
8,349 4,923 4,001
6,800 5,405 3,658 2,961 2,043 1,414
4,506 3,765 3,225 1,129 760 645 374
2,888 1,518 152
1,193 798 680 527 161

% treatment coverage ODHA On ART : 34,90%


80.75 78.29

54.57 52.89 50.39


37.65 39.47 44.58 45.51 43.12 46.83 40.39 43.71 42.36 49.12
39.12 29.87 37.06 40.80
34.26 32.95 35.65 36.25 32.72 37.68
29.23 30.41 31.94
26.66 26.47 27.55
20.62 19.71
11.18

14/11/2019 3jk 16
390
405
827

2010
3,480

14/11/2019
15,648
841
547

Sumber
242
683

2011
3,113
15,490
956
541
208
697

2012
2,964
15,133
1,968
759

≤4
316

: SIHA Kemenkes RI
1,058

2013
4,493
20,976

5-14
1,435
1,030
358

15-19
1,101

3jk
2014
4,894
23,512
1,816

20-24
795
338
1,119

25-49
Tahun 2010-2018

2015
4,871
21,810
2,002
menurut faktor Risiko

≥50
903
406
1,510
2016

7,154
Jumlah infeksi HIV yang dilaporkan

28,602
2,675
901
425
1,729
2017

8,252
33,448
3,545
988
459
1,434
2018

7,068
32,847
3,863
17
KASKADE HIV DAN PENGOBATAN ARV
DI INDONESIA S.D DESEMBER 2018
700,000
640,443
600,000 90%
81%
500,000 73%

400,000
327,282 319,954 Capaian
300,000 Target
224,471
200,000 57%
108,479
100,000 0,8%
21%
4,010 3,561
-
ESTIMASI HIV(+) MASUK MULAI ART ON ART TES VL VL
PERAWATAN TERSUPRESI

Sumber Data: Laporan TW 4 2018


Bagaimana Seharusnya menurut SE 1564/2018?
14/11/2019 3jk 18
EPIDEMIOLOGI
Lima Penyakit Infeksi Menular Seksual Terbanyak
di 13 Rumah Sakit Pendidikan Indonesia
Tahun 2015-2017

14/11/2019 3jk 19
EPIDEMIOLOGI

Stadium Sifilis
di 13 Rumah Sakit Pendidikan Indonesia
Tahun 2015-2017

14/11/2019 3jk 20
EPIDEMIOLOGI
Stadium Sifilis & Koinfeksi HIV
di 13 Rumah Sakit Pendidikan Indonesia
Tahun 2015-2017

Prevalensi Sifilis berdasarkan Kelompok


Berisiko, STBP 2007-2011-2015

WPST Pria Penas


WPSL Waria LSL WBP
L Risti un
2007*15.00%6.00% 6.20%26.67%4.33% 1.20%
2011 10.16%3.14% 4.35%25.25%9.29% 2.11% 4.75%
2015 6.49% 2.16% 2.69%17.39%15.71%1.46% 2.10%
14/11/2019 3jk 21
Level of syphilis screening in pregnant women

Lago E G Current Perspectives on Prevention of Mother-to-Child Transmission of Syphilis. Cureus 2016; 8(3): e525
14/11/2019 3jk 22
KLASIFIKASI SIFILIS (WHO)

14/11/2019 3jk 23
Interpretasi Tes Serologi Sifilis
RPR atau TPHA atau
INTERPRETASI
VDRL TP Rapid
Reaktif Non reaktif Tes skrining nontreponema positif palsu
Reaktif Reaktif  Sifilis yang belum diobati;
 Sifilis lanjut yang pernah diobati
 Frambusia
Non reaktif Reaktif  Sifilis sangat dini yang belum diobati;
 Sifilis dini yang pernah diobati
 Frambusia
Non reaktif Non reaktif  Bukan sifilis;
 Sifilis masa inkubasi;
 Sifilis sangat lanjut;
 Sifilis bersamaan dengan infeksi HIV dan
imunosupresi

14/11/2019 3jk 24
SIFILIS KONGENITAL
• Akibat infeksi transplasenta
• Manifestasi dari asimtomatik sampai fatal
• Manifestasi dini: abortus spontan, lahir mati,
ensefalitis, lesi kulit generalisata, rhinitis (snuffles
nose), disfungsi hepar, kegagalan multi organ
• Manifestasi lanjut: umumnya tidak tampak saat
lahir, termasuk osteitis tulang panjang, malformasi
gigi (trias Hutchinson) dan maksilofasial, keratitis, tuli
neurosensorik, gangguan neuropsikologis

14/11/2019 3jk 25
SIFILIS KONGENITAL
The outcome of
pregnancy depends on
• the stage of
maternal syphilis at
time of conception
(SEQUENCE A) or
• the stage of
gestation at the
time of infection
(SEQUENCE B).

Wicher V, Wicher K. Clinical Infectious Diseases 2001; 33:354–63


14/11/2019 3jk 26
SIFILIS KONGENITAL
Organ tubuh
janin yang
terkena sifilis:
Plasenta
Hepar
Paru-paru
Tr.
Gastrointestinal
Ginjal
Pankreas
Susunan syaraf
pusat
Sistem tulang

14/11/2019 3jk 27
Status gizi baik,
Terdapat pembesaran
Bayi, 6 bulan, anak pertama,
hepar dan limpa
dengan bercak merah
Kelenjar getah bening
bersisik sejak 3 bulan
aksila & inguinal
Saat lahir: tidak ada lenting,
membesar
cairan dari hidung atau mata

14/11/2019 3jk 28
Pemeriksaan
radiologi: penebalan
korteks dan periosteal
tulang panjang: sesuai
dengan sifilis
kongenital

14/11/2019 3jk 29
Kasus: TSS dan Tatalaksana

PASIEN AYAH IBU


VDRL 1:512 1:1 1:128
TPHA 1:5120 1:5120 1:5120
Aqueous Benzathine
- Alergi penisilin
penicillin penicillin 3 x 2.4
- Doksisiklin 2 x
Terapi procaine 50,000 juta IU dengan
100 mg/hari
IU/kg/hr selama interval 1
selama 1 bulan
10 hari minggu

14/11/2019 3jk 30
Kasus – 1 bulan pascaterapi

14/11/2019 3jk 31
Kasus – 1 bulan pascaterapi
VDRL 1:256
TPHA 1:
5120

14/11/2019 3jk 32
PREVALENSI HEPATITIS B KRONIK DI DUNIA

14/11/2019 3jk 33
Cara Penularan

Vertikal

Horizontal
14/11/2019 3jk 34
Secara Vertikal (95% )

Dari ibu pengidap


virus Hepatitis B
ke bayi yang
dikandung atau
dilahirkan

14/11/2019 3jk 35
SECARA HORIZONTAL PADA POPULASI BERISIKO (3-5%)

Pasien bedah
umum/tindakan gigi Petugas Kes Mahasiswa Kesehatan WPS

Napza Suntik Waria LSL/Gay WBP

Keluarga penderita
Hepatitis Penderita IMS ODHA Hemodialisis

14/11/2019 3jk 36
Perjalanan penyakit Hepatitis B

Infeksi Hepatitis B akut


3-5% dewasa yg 95% bayi yang
terinfeksi terinfeksi
Hepatitis B kronis

Hepatitis kronis
12-25% dalam 5 tahun
Cirrhosis
6-15% dalam 5 tahun 20-23% dalam 5 tahun
Kanker liver Gagal fungsi liver

Mortalitas Transplantasi liver Mortalitas 37

14/11/2019
3jk
KASUS BARU HEPATITIS B /TAHUN
• VERTIKAL  Setiap tahun
terdapat 5,3 juta bumil,
HBsAg reaktif pada bumil
rata – rata 3% maka setiap
tahun terdapat sebanyak
150.000 orang yang 95%
TULARI KAMI
potensial mengalami
Hepatitis kronis
• HORIZONTAL  5% dari
kelompok risti SAYANGI KAMI
GENERASI PENERUS BANGSA
14/11/2019 3jk 38
BEBAN BARU BAGI NEGARA AKIBAT HEPATITIS B /TAHUN

• Setiap tahun terdapat 5,3 juta bumil, HBsAg reaktif pada


bumil rata – rata 3% maka setiap tahun terdapat sebanyak
150.000 orang yang 95% potensial mengalami Hepatitis B
kronis
• Biaya pengobaan sirosis 1 M transplantasi hati 4-5 M.
• 30% bayi yang tertular pada 30 tahun kedepan akan
menjadi sirosis  biaya yg dibutuhkan 45.000 x 1 M = 45 T

14/11/2019 3jk 39
STANDAR PELAYANAN MINIMUN
(Permenkes 4 Tahun 2019)
SPM KESEHATAN DAERAH PROVINSI

SPM KESEHATAN DAERAH KABUPATEN /KOTA


PELAYANAN KESEHATAN DASAR

1. ibu hamil;
2. ibu bersalin;
Triple
3. bayi baru lahir; eliminasi
4. balita;
5. usia pendidikan dasar;
6. usia produktif;
7. usia lanjut;
8. penderita hipertensi;
9. penderita diabetes melitus; 1. IBU HAMIL,
10. orang dengan gangguan jiwa berat; 2. PASIEN TBC,
11. orang terduga tuberkulosis; dan 3. PASIEN IMS,
12. orang dengan risiko terinfeksi virus yang Promotif, 4. PEKERJA SEKS,
melemahkan daya tahan tubuh manusia Preventif 5. LSL,
(Human Immunodeficiency Virus) Skrining 6. TG/WARIA,
7. PENASUN
14/11/2019 3jk 8. WBP 40
PENANDA TERLAKSANANYA PROGRAM
3E –HIV, SIFILIS & HEPATITIS B
dari IBU ke ANAK
• Jumlah Bumil dites HIV = dites Sifilis = dites HBsAg
• Tercatat NIK ibu hamil yang dites tsb ( SPM HIV)
• Setiap hasil reaktif atau positif dilakukan TINDAK LANJUT :
– Bumil HIV dapat Terapi ARV
– Bumil Sifilis dapat terapi adekuat (BPG)
– Bumil Hep B dirujuk klinis ke SpPD
– Pasangan Bumil reaktif/positif dilakukan skrining juga
– Setiap bumil melahirkan (bersalin) di fasyankes
– Setiap bayi dari bumil positif mendapatkan Tindak Lanjut
– Setiap bayi dilakukan uji konfirmasi sesuai waktu
– Hasil bayi yang positif diterapi dan didukung
• Terlaporkan dalam LAKIP dan Profil Kesehatan
14/11/2019 3jk 41
INDIKATOR PROGRAM 3E
1. jumlah ibu hamil diperiksa;
2. jumlah ibu hamil terinfeksi;
3. jumlah ibu hamil terinfeksi mendapatkan tatalaksana;
4. jumlah bayi lahir dari ibu terinfeksi;
5. jumlah bayi lahir dari ibu terinfeksi yang
mendapatkan tatalaksana;
6. jumlah bayi lahir dari ibu terinfeksi yang diperiksa;
7. jumlah bayi terinfeksi; dan
8. jumlah bayi terinfeksi yang mendapatkan tatalaksana.

14/11/2019 3jk 42
CAT – POR
a. Hasil layanan Eliminasi Penularan pada ibu hamil di fasilitas pelayanan kesehatan dicatat pada Kartu Ibu
dan Buku Kohort Ibu.
b. Pencatatan dan pelaporan tingkat Puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya :
1. Bidan koordinator melakukan rekapitulasi data individual berdasarkan nomor KTP sesuai pelaporan
yang sudah ada dalam kohort atau kartu ibu hamil dari laporan bidan di poliklinik KIA Puskesmas,
puskesmas pembantu, dan Polindes/Poskesdes jaringan puskesmas serta jejaring FKTP lainnya di
wilayah kerja berkoordinasi dengan pengelola IMS/P2 Puskesmas.
2. Pengelola program IMS/P2 Puskesmas melakukan input data pelayanan ibu hamil yang berasal dari
formulir pencatatan pada Kartu Ibu dan Buku Kohort Ibu ke dalam format pelaporan yang sudah
tersedia/aplikasi Sistem Informasi HIV dan AIDS (SIHA) atau sistem/alat bantu sederhana lainnya.
c. Pencatatan dan pelaporan tingkat kabupaten/kota: Pengelola program HIV-IMS/Hepatitis dan KIA
mengompilasi dan memonitor data pelayanan antenatal Eliminasi Penularan yang telah diinput oleh
fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah kabupaten/kota ke dalam format pelaporan yang sudah
tersedia/aplikasi SIHA atau sistem/alat bantu sederhana lainnya.
d. Pencatatan dan pelaporan tingkat provinsi: Pengelola program HIV-IMS/Hepatitis dan KIA mengompilasi
dan memonitor data layanan Eliminasi Penularan yang telah diinput oleh fasilitas pelayanan kesehatan di
seluruh wilayah kabupaten/kota ke dalam format pelaporan yang sudah tersedia/aplikasi SIHA atau
sistem/alat bantu sederhana lainnya.
e. Pelaporan hasil pelayanan Eliminasi Penularan dilakukan setiap bulan, dengan ketentuan:
1. dari puskesmas ke kabupaten/kota paling lambat tanggal 5 untuk bulan sebelumnya.
2. dari kabupaten/kota ke provinsi paling lambat tanggal 10.
3. dari provinsi ke pusat paling lambat tanggal 15.
14/11/2019 3jk 43
Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Pemerintah & Swasta
a. Puskesmas/FKTP
1. Hasil pelayanan antenatal terpadu, termasuk layanan terkait dengan HIV dan Sifilis, dicatat
di Kartu Ibu, Kohort dan Buku KIA.
2. Formulir Registrasi Layanan KTHIV dan Formulir Registrasi Layanan IMS diisi oleh pemberi
layanan.
3. Formulir Registrasi Layanan Eliminasi Penularan hanya diisi bila ibu hamil positif HIV.
Pengelola IMS/petugas yang ditunjuk mengisi formulir dengan memindahkan data hasil
pelayanan dari Kartu Ibu. Data layanan bayi yang lahir dari ibu dengan HIV diisi oleh petugas
pemberi layanan di Puskesmas.
4. Pemantauan tumbuh kembang bayi/balita lahir dari ibu dengan HIV dicatat di Kohort
bayi/balita.
b. Rumah Sakit/FKRTL
1. Hasil pelayanan antenatal dicatat di kartu Rekam Medis dan Buku KIA.
2. Formulir Registrasi Layanan TIPK dan Formulir Registrasi IMS diisi oleh pemberi layanan.
3. Formulir Registrasi Eliminasi Penularan hanya diisi bila ibu hamil sudah positif HIV. Pengelola
program Eliminasi Penularan/petugas yang ditunjuk akan mengisi formulir ini dengan
memindahkan data hasil pelayanan dari kartu Rekam Medis Ibu. Data layanan bayi yang
lahir dari ibu dengan HIV di formulir ini diisi oleh petugas pemberi layanan.

14/11/2019 3jk 44
= SPM HIV sub Ibu Hamil

14/11/2019 3jk 45
CAPAIAN 3E  fokus ANAK

14/11/2019 3jk 46
Skema

14/11/2019 3jk 47
TERIMAKASIH

14/11/2019 3jk 48