Anda di halaman 1dari 15

Penyuluhan sebagai pilar akselerasi

pembangunan pertanian di Indonesia pada


masa mendatang

Kelompok 10 : - SANTIA MARHAMAH(1810252054)


- KHAIRIATI (1810252055)
- ULFATUN NI’MAH (1810252056)
- FEBI JUNIA PUTRI (1810253008)
LATAR BELAKANG
Sampai saat ini pedesaan masih mendominasi terutama di negara berkembang
walaupun sudah ada pembangunan, industrialisasi, dan urbanisasi. Di pedesaan ini
lah berkembang kemiskinan absolut, sehingga sebagian dunia di dominir oleh
kemiskinan.
Jadi, focus pembangunan bukanlah di perkotaan yang
menyulut akselerasi urbanisasi, tetapi pembangunan harus
berbasis perdesaan.
Penduduk pedesaan menggantungkan hidupnya pada
pertanian. Oleh karena itu pembangunan yang
dilaksanakan harus dimotori oleh pembangunan
pertanian, yaitu pembangunan yang bertujuan untuk
mengubah taraf hidup petani agar keluar dari kemiskinan
absolut.
Swanson et al (1997) menyatakan bahwa kebutuhan
informasi pertanian dan jasa konsultasi dalam masa
mendatang akan lebih intensif dibutuhkan oleh petani,
karena di sebagian besar dunia, pertanian menghadapi
tantangan sejalan dengan cepat meningkatkan populasi
dengan beberapa cadangan lahan yang berpotensi
ditanami. Petani harus menjadi lebih efisien dan efektif
dalam usaha taninya.
Pembangunan pertanian sebelum krisis
1. Sebelum tinggal landas pada repelita VI , mulai repelita I
sampai akhir repelita V pertanian dijadikan sector
pembangunan yang paling penting dan menjadi sector utama.
Perhatian pembangunan tercurah pada pembangunan berbasis
beras.
2. Dalam repelita III dan IV dikenal dgn adanya trimatra
pembangunan pertanian, yaitu :
- usaha tani terpadu
- komoditi terpadu
- wilayah terpadu
4 usaha pokok peningkatan produksi pangan :

Ekstensifika
Intensifikasi Rehabilitasi Diversifikasi
si
Dalam repelita V, struktur ekonomi diharapkan sudah dapat
seimbang yaitu tercapai pertanian yang Tangguh mendukung
industry yang maju.

Dalam repelita VI, tahap tinggal landas dimana pertanian


menjadi sector kedua setelah pembangunan industry. Di tahap
ini juga dilakukan pengembangan agribisnis dan agroindustry.
Namun repelita VI belum selesai dilaksanakan pada 1 Juli 1997
terjadi krisis ekonomi, lalu krisis multideminsional, dan
mundurnya presiden Soeharto.
Pembangunan pertanian pasca krisis dan kntribusinya

Setelah krisii ekonomi, pembangunan pertanian dijadikan


motor penggerak utama pembangunan ekonomi
Indonesia. Hal ini karena pertanian lah yang dapat tumbuh
positif dalam suasana krisis. Maka dilaksanakanlah
pembangunan system agribisnis yang :

Berdaya saing Berkerakyatan Berkelanjutan Terdesentalisasi


1. Berdaya saing

Meningkatkan Pemanfaatan
Berorient pangan pasar inovasi
asi pasar khususnya di teknologi dan
pasar kreativitas
internasional SDM
Bukan
mengandalkan Mengandalkan
kelimpahan SDA produktivitas
dan tenaga kerja melalui modal
tak terdidik
2.Berkerakyatan Dicirikan dengan :
• Mendayagunakan sumberdaya yang dikuasai rakyat banyak
• Menjadikan organisasi ekonomi banyak sbg pelaku utama agribisnis
• Sehingga nilai tambah yg tercipta dinikmati oleh rakyat.

3. Berkelanjutan Dicirikan dengan :


• Kemampuan merespon perubahan pasar dg cepat dan efisien
• Berorientasi kepentingan jangka Panjang
• Inovasi teknologi yang terus menerus
• Teknologi ramah lingkungan dan pelestarian SDA & SDM

4. Desentralisasi Dicirikan dengan :


• Pendayagunaan keragaman sumberdaya local
• Berkembangnya kreativitas pelaku ekonomi local
• Memampukan pemerintah daerah sbg pengelola agribisnis
Perlunya pengembangan SDM petani
Untuk mendukung pembangunan pertanian kini dan masa dating maka petani harus
memiliki karakteristik :

Teknologi

Transparan Madani

Masyarakat
1.Masyarakat teknologi, SDM petani cara pikirnya
harus berubah sejalan dengan perkembangan
teknologi. Kemajuan yang dicapai dalam teknologi
akan berpengaruh kpd cara piker yang berubah. Ex :
piker cepat dan kritis dgn adanya teknologi mi instan,
fast food, dll.
2. Masyarakat transparan, SDM petani harus berusaha
mengetahui segala sesuatu yang terjadi di
lingkungannya, berinteraksi dg masyarakat lain, dan
adanya modal dan prestasi yg mendukung petani
transparan.
3. Masyarakat madani, SDM petani menyadari bahwa
setiap masyarakat memiliki kesempatan yang sama,
saling menghargai, mengakui hak dan kewajiban,
prestasi, dan tanggung jawab.
Penyuluhan sebagai pilar akselesrasi
Mutu SDM petaninspt diatas hanya dapat diwujudkan melalui proses Pendidikan yang
berintikan pemberdayaan yaitu “penyuluhan pertanian”.
Tanpa mutu SDM petani spt diatas akan sulit dicapai akselerasi pembangunan
pertanian di masa kini dan masa akan datang.
Tugas utama penyuluh pertanian adalah membantu petani dalam mengambil
keputusan. Tugas penyuluh lain dlam bentuk :
- Membantu petani menganalisis situasi
- Menyadarkan terhadap timbulnya masalah
- Meningkatkan pengetahuan dan wawasan
- Membantu memilih keputusan yang tepat
- Menggalang dana dan swadaya
- Melakukan monitoring dan evaluasi
Prinsip penyuluh pertanian
Yaitu :
Otonomi Egaliter

Partisipasi Kesukarelaan

Demokrasi Keswadayaan

Keterbukaan Akuntabilitas

Desentralisasi Kebersamaan
Kesimpulan dan saran
Kesimpulan
Saran
1. Penyuluh harus mampu 1. Harus adanya komunikasi yang
mengubah citranya sbg suatu baik antara penyuluh dengan
proses pemberdayaan petani.
mengubah petani. 2. Keterbukaan pikiran oleh
2. Menerapkan 10 prinsip petani dan penyuluh.
penyuluh untuk mencapai 3. Pembanguna yang terfokus
pembangunan di masa kini dan pada pedesaan.
mendatang.
Sekian dan terima kasih