Anda di halaman 1dari 15

Modul 6

Audit kepuasan kerja, audit ketaatan, audit budaya perusahaan, dan


pelaporan hasil audit SDM
Audit Kepuasan Kerja

 dapat didefinisikan sebagai sikap umum seseorang terhadap pekerjaannya


yang berupa perbedaan antara penghargaan yang diterima dengan
penghargaan yang seharusnya diterima menurut perhitungannya sendiri (
Muchlas, 2005).
 Howell dan Dipboye (1986) memandang kepuasan sebagai hasil keseluruhan
dari derajat rasa suka atau tidak sukanya tenaga kerja terhadap berbagai
aspek dari pekerjaannya. Dengan kata lain kepuasan kerja mencerminkan
sikap tenaga kerja terhadap pekerjaannya. ( Munandar, 2001).
Faktor Penentu Kepuasaan

 Faktor Instrinsik
1. Prestasi dan pengakuan
2. Tanggung Jawab
3. Kemajuan dan kemungkinan berkembang
4. Keragaman ketrampilan
5. Makna Pekerjaan (Work Itself)
6. Otonomi
 Faktor Ekstrinsik
1. Gaji, penghasilan yang dirasakan adil
2. Hubungan antar karyawan
3. Rekan sejawat yang menunjang
4. Kondisi kerja yang menunjang
Cara Pengungkapan Ketidakpuasan

1. Keluar dari organisasi


2. Menyampaikan suara
3. Kesetian menunggu perbaikan kondisi
4. Pengabaian
AUDIT KETAATAN
 Audit ketaatan asas (compliance audit) merupakan suatu pemeriksaan yang
menekankan pada penyimpangan dari asas-asas yang berlaku.
 Audit kesehatan asas merupakan suatu pemeriksaan yang menekankan pada ketepatan
dan relevansi asa terkait dengan peran strategik, teknikal, dan peran keuangan
pengelolaan SDM.
 Audit inovasi merupakan suatu pemeriksaan yang menekankan pada upaya
mencari terobosan baru.
Audit Ketaatan Internal

 Audit ketaatan internal merupakan pemeriksaan apaka praktek kebijakan,


sistem, prosedur MSDM yang diterapkan perusahaan sudah sesuai dengan
peraturan-peraturan, code of conduct, starndard yang berlaku terkait dengan
pengelolaan SDM.
 Cakupan audit ketaatan internal
 Kebijakan, sistem dan prosedur SDM : Perencanaan SDM, Rekrutmen, Seleksi,
Pelatihan dan Pengembangan, Manajemen Karier, Penilaian Kinerja dan Balas Jasa.
 Kontrak kerja pegawai
 Uraian dan persyaratan jabatan
 Proses induksi
 Rencana suksesi
 Penempatan pegawai
 Pengunduran diri pegawai
Audit ketaatan eksternal

 Pemeriksaan praktek pengelolaan SDM di perusahaan apakah sudah sesuai


dengan peraturan dan perundang – udangan yang diberlakukan pemerintah
 Pemeriksaan praktek pengelolaan tanggung jawab sosial perusahaan apakah
sudah sesuai dengan peraturan dan perundang – undangan yang diberlakukan
pemerintah
Audit budaya perusahaan

 Budaya perusahaan mencerminkan nilai- nilai yang dianut bersama dan


menjadi pedoman bagi pimpinan maupun pegawai dalam berperilaku
 Nilai nilai yang terkandung dalam budaya perusahaan, merupakan nilai-nilai
yang diterapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi perusahaan.
Nilai- nilai dalam mewujudkan visi dan
misi perusahaan
 Pelayanan yang memuaskan
 Integritas
 Kerja sama
 Exellence
 komitmen
Membangun budaya perusahaan

 Faktor yang mempengaruhi keberhasilan perusahaan :


1. Kompetensi pemimpin
2. Kompetensi pegawai
3. Penerapan dan pemanfaatan budaya berbasis kompetensi secara maksimal.
KB 3. Penyusunan Laporan Audit SDM dan
Rekomendasi Hasil Audit SDM

 Penyusun laporan audit SDM mencakup:


1. Tahap Pra Laporan
1. Tahap diskusi
2. Tahap klarifikasi
2. Tahap Penyusunan Laporan Audit SDM
 Penysunan laporan audit SDM sebaiknya memperhatikan minimal empat hal
yaitu:
1. Makna Laporan Audit
2. Bentuk atau format harus sesuai dengan rencana
3. Sistematika laporan audit harus cermat, lengkap dan urutan penyajian mengikuti
suatu pola tertentu.
4. Penyusunan laporan audit harus ringkas dan padat dengan gaya positif yang bisa
menarik pembaca atau laporan/pihak auditee.
1. Apa yang akan terjadi jika ada penyimpagan budaya perusahaan , dan
bagaimana cara mengaatasinya ? (uswatun hasanah)
2. Bagaimana membentuk sdm yang handal? Agung dwi cahyo