Anda di halaman 1dari 13

Pengertian Saraf

Saraf adalah serat-serat yang menghubungkan organ-organ


tubuh dengan sistem saraf pusat (yakni otak dan sumsum tulang
belakang) dan antar bagian sistem saraf dengan lainnya. Saraf
membawa impuls dari dan ke otak atau pusat saraf. Neuron
kadang disebut sebagai sel-sel saraf, meski istilah ini sebenarnya
kurang tepat karena banyak sekali neuron yang tidak
membentuk saraf.
Komponen utama pengkajian persarafan

 1. Riwayat kesehatan klien secara komprehensif


 2. Pemeriksaan fisik yang berhubungan dengan status
persarafan
 3. Diagnostik test yang berhubungan dengan persarafan baik
bersifat spesifik maupun bersifat umum.
PENGKAJIAN SISTEM
PERSYARAFAN

1. RIWAYAT KESEHATAN
1.1. Data Biografi
1.2. Keluhan utama
1.3. Riwayat kesehatan masa lalu
1.4. Masalah kesehatan utama dan
hospitalisasi
1.5. Pengobatan
1.6. Riwayat keluarga
1.7. Riwayat psikososial dan pola hidup
PENGKAJIAN NEUROLOGIK BERDASARKAN 11 POLA FUNGSI

 1. HEALTH PERCEPTION – HEALTH MANAGEMENT


 2. NUTRITIONAL – METABOLIC
 3. ELIMINATION
 4. ACTIVITY – EXERCISE
 5. SLEEP-REST
 6. COGNITIVE-PERCEPTUAL
 7. SELF PERCEPTION-SELF CONCEPT
 8. ROLE-RELATIONSHIP
 9. SEXUALITY-REPRODUCTIVE
 10. COPING-STRESS
 11.VALUE-BELIEF
PHYSICAL ASSESMENT

 a. Abbreviated Neurological Assesment


 b. Asses LOC (auditory and/tactile stimulus)
 c. Obtain vital sign (BP, P, R)
 d. Check pupillary response to light
 e. Asses strength of hand grip and movement of extremities
 f. Determine ability to sense touch/pain in ekstremities
PENGKAJIAN FISIK DAN TEST DIAGNOSTIK

Pemeriksan fisik sehubungan dengan sistem persarafan untuk mendeteksi


gangguan fungsi persarafan. Dengan cara inspeksi, palpasi dan perkusi
menggunakan refleks hammer.
Pemeriksaan pada sistem persarafan secara menyeluruh meliputi : status
mental, komunikasi dan bahasa, pengkajian saraf kranial, respon motorik,
respon sensorik dan tanda-tanda vital
Secara umum dalam pemeriksaan fisik klien gangguan sistem persarafan,
dilakukan pemeriksaan :
 Status mental
 Orientasi
TINGKAT KESADARAN
 Alert : Composmentis / kesadaran penuh
Pasien berespon secara tepat terhadap stimulus minimal, tanpa stimuli individu terjaga dan
sadar terhadap diri dan lingkungan.
 Lethargic : Kesadaran
- Klien seperti tertidur jika tidak di stimuli, tampak seperti enggan bicara.
- Dengan sentuhan ringan, verbal, stimulus minimal, mungkin klien dapat berespon dengan
cepat.
- Dengan pertanyaan kompleks akan tampak bingung.
 Obtuned
Klien memerlukan rangsangan yang lebih besar agar dapat memberikan respon misalnya
rangsangan sakit, respon verbal dan kalimat membingungkan.
 Stuporus
- Klien dengan rangsang kuat tidak akan memberikan rangsang verbal.
- Pergerakan tidak berarti berhubungan dengan stimulus.
 Koma
Tidak dapat memberikan respon walaupun dengan stimulus maksimal, tanda vital mungkin
tidak stabil.
a. Test nervus I (Olfactory)
b. Test nervus II ( Optikus)
c. Test nervus III, IV, VI (Oculomotorius,
PEMERIKSAAN Trochlear dan Abducens)

SYARAF d. Test N IV,


e. Test N VI,
CRANIAL f. Test nervus V (Trigeminus)
g. Test nervus VII (Facialis)
h. Test nervus VIII (Acustikus)
i. Test nervus IX (Glossopharingeal)
dan nervus X (Vagus)
SISTEM SENSORIK

 Pemeriksaan sensorik adalah


pemeriksaan yang paling sulit diantara
pemeriksaan sistem persarafan yang
lain, karena sangat subyektif sekali.
Oleh sebab itu sebaiknya dilakukan
paling akhir dan perlu diulang pada
kesempatan yang lain (tetapi ada
yang menganjurkan dilakukan pada
permulaan pemeriksaan karena pasien
belum lelah dan masih bisa konsentrasi
dengan baik).
SISTEM MOTORIK

 Sistem motorik sangat kompleks, berasal dari daerah


motorik di corteks cerebri, impuls berjalan ke kapsula
interna, bersilangan di batang traktus pyramidal medulla
spinalis dan bersinaps dengan lower motor neuron.
 Pemeriksaan motorik dilakukan dengan cara observasi
dan pemeriksaan kekuatan.
PEMERIKSAAN KHUSUS SISTEM PERSYARAFAN
a

 Untuk mengetahui rangsangan selaput otak (misalnya


pada meningitis) dilakukan pemeriksaan :
a. Kaku kuduk
b. Tanda Brudzinski I
c. Tanda Brudzinski II
d. Tanda Kernig
e. Test Laseque
f. Mengkaji abnormal postur dengan mengobservasi