Anda di halaman 1dari 70

CONCEPTUAL FRAMEWORK

FASB – PSAK - SAP


Muhammad Iqbal
FE-Akuntansi Unas
Tax Brevet Universitas Indonesia

Muhammad Iqbal 1
Akuntansi keuangan
 Proses menghasilkan dan menyajikan
laporan keuangan suatu perusahaan
untuk digunakan baik oleh pihak internal
maupun eksternal
 Fokus akuntansi keuangan adalah
penggunaan oleh pihak eksternal

By Muhammad Iqbal 2
Faktor yang mempengaruhi
 Sosial – struktur sosial akan mempengaruhi
kebutuhan informasi
 Ekonomi – struktur ekonomi akan
mempengaruhi bagaimana sumber daya akan
dilaporkan
 Hukum – peraturan akan mempengaruhi bentuk
pelaporan
 Politik – akuntansi dipengaruhi kebijakan negara
 Agama – akuntansi dipengaruhi oleh nilai dasar
yagn dianut oleh individu dan masyarakat.

By Erwin Indriyanto 3
Tantangan Akuntansi Keuangan
 Pengukuran non kuantitatif 
Sustainability Reporting dengan Three
bottom line Reporting :
 Profit - ekonomi
 Planet - environmental
 People - social
 Informasi mengenai masa datang
 Aktiva – perangkat lunak
 Tepat waktu

By Erwin Indriyanto 4
Standar akuntansi
 Untuk menghindari bias, salah intepretasi,
ketidaktepatan dan ambiguitas dalam
pembuatan laporan keuangan
 Memudahkan dalam membandingkan
laporan keuangan

By Erwin Indriyanto 5
Penyusun Standar Akuntansi
 Amerika – FASB : Financial Accounting Standard Board
menghasilkan SFAC dan SFAS.
 IASC : International Accounting Standard Committee
menghasilkan International Standard  IASB
(International Accounting Standard Board) menghasilkan
IFRS (International Financial Reporting Standard)
 Indonesia : Dewan Standar Akuntansi Keuangan
menghasilkan PSAK
 Bapepam : laporan keuangan untuk perusahaan yang
listing di Bursa
 Pajak : laporan keuangan fiskal

By Erwin Indriyanto 6
Pengembangan Standar
 Perkembangan bisnis dan teknologi sehingga
memunculkan transaksi baru yang belum diatur
dalam standar
 Perkembangan standar akuntansi internasional
IAS maupun standar akuntansi negara lain
 Hasil riset yang menemukan perlunya
perubahan standar yang telah ada maupun
pembuatan standar baru.

By Erwin Indriyanto 7
Langkah Penyusunan Standar
 Penentuan topik
 Penyusunan exposure draft oleh tim riset / task
force (dapat berasal dari praktisi): hasil riset
literatur dan praktek lapangan.
 Persetujuan exposure draft oleh anggota DSAK.
 Public hearing exposure draft – masukan dari
berbagai kalangan.
 Revisi exposure draft – limited hearing
 Pengesahan

By Erwin Indriyanto 8
Standar Akuntansi Keuangan
 Kerangka dasar penyusunan dan
penyajian laporan keuangan
 Standar umum : Arus kas, laporan interim,
laporan segmen, persediaan, konsolidasi,
penggabungan usaha, investasi, kuasi
reorganisasi, dll
 Standar khusus industri : perbankan,
asuransi, kehutanan, pertambangan,
telekomunikasi, dll

By Erwin Indriyanto 9
Conceptual framework - FASB
 Suatu sistem terpadu yang berisi :
 tujuan
 dasar
 Sifat fungsi dan keterbatasan akuntansi
keuangan dan laporan keuangan
 Berisi konsep-konsep yang menjadi dasar
pembuatan dan penyajian laporan
keuangan untuk pihak luar

By Erwin Indriyanto 10
Conceptual framework
 ISI
 Tingkat pertama : tujuan (SFAC 1)
 Tingkat kedua : konsep dasar (karakteristik
kualitatif dan elemen laporan keuangan) –
SFAC 2 dan 6
 Tingkat ketiga : konsep pengakuan dan
pengukuran SFAC 5

By Erwin Indriyanto 11
Conceptual framework
 Statement 1  Objectives of Financial
Reporting (Business)
 Statement 2  Qualitative Characteristics

 Statement 6  Elements of Financial


Statements (replaces 3)
 Statement 4  Objectives of Financial
Reporting (Non-business)
 Statement 5  Recognition and Measurement
Criteria
 Statement 7  Using Cash Flows
By Erwin Indriyanto 12
Conceptual framework

By Erwin Indriyanto 13
Conceptual framework

By Erwin Indriyanto 14
Conceptual framework
 Kebutuhan
 menjadi acuan pembuatan standar akuntansi
keuangan agar standar tersebut dapat lebih
berguna, koheren dan konsisten sepanjang
waktu
 Membantu akuntan untuk dengan cepat
mengatasi masalah dengan mengacu pada
conceptual framework

By Erwin Indriyanto 15
Tujuan
 Memberikan informasi yang
 Berguna untuk keputusan investasi dan kredit
 Dapat membantu investor dan kreditor untuk
menilai prospek arus kas di masa mendatang
 Menggambarkan sumber daya ekonomis,
klaim atas sumber daya tersebut dan
perubahannya

By Erwin Indriyanto 16
Karakteristik kualitatif
 Karakteristik primer
 Relevan : informasi yang diberikan dapat
memberikan perbedaan hasil keputusan
 Predictivevalue
 Feedback value
 timelines

 Andal : dapat diandalkan oleh pemakai


 Verifiable
 Representative faithfulness
 neutrallity

17
Karakteristik kualitatif
 Karakteristik sekunder
 Dapat dibandingkan : disajikan dengan cara
yang sama untuk perusahaan yang berbeda
 Konsisten : penerapan cara penyajian yang
sama dari satu periode ke periode berikutnya

18
Unsur laporan keuangan
 Aktiva
 Liabilitas
 Ekuitas
 Investasi pemilik
 Pembagian kepada pemilik
 Laba komprehensive
 Pendapatan
 Beban
 Gain
 Loss

19
Pengakuan dan Pengukuran
 Asumsi dasar
 Entitas ekonomi / entity
 Kelangsungan usaha / going concern
 Satuan mata uang yang stabil / monetary unit
 Periodisasi / periodicity
 Prinsip dasar
 Biaya historis / historical cost
 Pengakuan pendapatan / revenue recognition : diterima dan direalisasi
 Sebelum produksi selesai
 Saat produksi selesai
 Saat penjualan
 Ketika uang kas diterima
 Pengaitan beban dan pendapatan / matching cost again revenue
 Pengungkapan / full disclosure
 Kendala
 Keseimbangan atas biaya dan manfaat
 Materialitas
 Konservatif
 Praktek industri

20
KERANGKA DASAR
PENYUSUNAN & PENYAJIAN
LAPORAN KEUANGAN
PSAK – IAS 1

By Erwin Indriyanto 21
Kerangka Dasar Penyusunan dan
Penyajian Laporan Keuangan
 Konsep dasar yang mendasari penyusunan dan
penyajian laporan keuangan bagi para pemakai ekternal
 Tujuan menjadi acuan bagi:
 Penyusun standar akuntansi keuangan dalam
pelaksanaan tugasnya
 Penyusun laporan keuangan untuk menanggulangi
masalah akuntansi yang belum diatur dalam standar
akuntansi keuangan
 Auditor dalam memberikan pendapat mengenai
apakah laporan keuangan disusun sesuai dengan
prinsip akuntansi yang berlaku umum
 Para pemakai laporan keuangan dalam menafsirkan
informasi yang disajikan dalam laporan keuangan

By Erwin Indriyanto 22
ISI
 Tujuan laporan keuangan
 Asumsi Dasar
 Karakteristik kualitatif yang menentukan
manfaat informasi dalam laporan
keuangan
 Unsur Laporan Keuangan
 Pangakuan Unsur Laporan Keuangan
 Pengukuran Unsur Laporan Keuangan
 Konsep modal serta pemeliharaan modal

By Erwin Indriyanto 23
Ruang Lingkup
 Kerangka dasar mengatur laporan
keuangan untuk tujuan umum (general
purposes)
 Disajikan sekurang-kurangnya setahun
sekali
 Disusun berdasarkan kebutuhan pemakai
 Untuk tujuan khusus  perpajakan,
prospektus diluar kerangka dasar ini

By Erwin Indriyanto 24
Laporan keuangan
 Bagian dari proses pelaporan keuangan
 Laporan Posisi Keuangan
 Laporan laba rugi Komprehensif
 laporan Arus Kas
 Laporan Perubahan Ekuitas
 Catatan atas Laporan Keuangan (laporan lain serta
materi penjelasan yang merupakan bagian integral
dari laporan keuangan)
 Kerangka ini berlaku untuk semua jenis
perusahaan komersial

25
Pemakai dan kebutuhan informasi
 Pemakai :
 Investor  menilai perusahaan dan kemampuan perusahaan
membayar deviden
 Karyawan  kemampuan memberikan balas jasa, manfaa
pensiun dan kesempatan kerja
 Pemberi jaminan  kemampuan membayar utang
 Pemasok dan kreditor lain  apakah utang dapat dibayar saat
jatuh tempo
 Pelanggan  kelangsungan hidup perusahaan
 Pemerintah  alokasi sumber daya
 Masyarakat  trend dan perkembangan kemakmuran
perusahaan
 Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan
bersifat umum
 Manajemen memikul tanggung jawab utama dalam
penyusunan dan penyajian laporan keuangan
26
Tujuan Laporan Keuangan
 Memberikan infomasi yang menyangkut posisi
keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan
suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar
pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi
 Memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai.
 Menyediakan pengaruh keuangan dari kejadian di masa
lalu dan tidak diwajibkan menyediakan informasi non
keuangan.
 Laporan keuangan menunjukkan apa yang telah
dilakukan manajemen (stewardship), dan pertanggung
jawaban sumber daya yang dipercayakan kepadanya.

27
Posisi keuangan
 Posisi keuangan dipengaruhi oleh :
 Sumber daya yang dikendalikan
 Struktur keuangan
 Likuiditas dan solvabilitas
 Kemampuan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan.
 Informasi keuangan berguna untuk memprediksi
kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan
setara kas di masa yang akan datang dan bagaimana
penghasilan bersih dan arus kas akan didistribusikan
kepada mereka yang memiliki hak.
 Likuiditas dan solvabilitas berguna untuk memprediksi
kemmapuan perusahaan dalam memenuhi komitmen
keuangannya pada saat jaruh tempo.

28
Kinerja Perusahaan
 Profitabilitas diperlukan untuk menilai perubahan
potensial sumber daya ekonomi yang mungkin
dikendalikan di masa depan.
 Bermanfaat untuk memprediksi kapasitas
perusahaan dalam menghasilkan arus kas dari
sumber daya yang ada.
 Perumusan pertimbangan tentang efektivitas
perusahaan dalam memanfaatkan tambahan
sumber daya

29
Laporan Arus Kas
 Bermanfaat untuk menilai aktivitas investasi,
pendanaan darn operasi selama peridoe
pelaporan.
 Untuk menilai kemampuan perusahaan
menghasilkan kas serta kebutuhan perusahaan
untuk memanfaatkan arus kas tersebut.
 Posisi keuangan dapat didefinisikan sebagi
sumber daya keuangan, modal kerja, aktiva
likuid atau kas.

30
Catatan dan skedul tambahan
 Informasi tambahan yang relevan dengan
kebutuhan pemakai.
 Pengungkapan tentang resiko dan
ketidakpastian yang mempengaruhi
perusahaan dan setiap sumber daya dan
kewajiban.
 Informasi segmen dan geografi serta
pengaruhnya terhadap perusahaan.

31
Asumsi
 Akrual. Pengaruh transaksi diakui pada
saat kejadian bukan pada saat kas atau
setara kas diterima

 Kelangsungan usaha. Perusahaan


diasumsikan tidak bermaksud atau
berkeinginan melikuidasi atau mengurangi
secara material skala usaha.

32
Karakteristik kualitatif
 Dapat dipahami
 Relevan
 Materialitas
 Keandalan
 Penyajian yang jujur
 Substansi mengungguli bentuk
 Netralitas
 Pertimbangan yang sehat

33
Karakteristik kualitatif
 Kelengkapan
 Dapat dibandingkan
 Kendala informasi yang relevan dan andal
 Tepat waktu
 Keseimbangan antara biaya dan manfaat
 Keseimbangan diantara krakateriksik kualitatif
 Penyajian wajar

34
Unsur laporan keuangan
 Aktiva adalah sumber daya yang dikuasai perusahaan
sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana
manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan
diperoleh perusahaan
 Probable future economic benefits that enables it to provide
future cash inflow
 The able to receive the benefit and restrict other entities access
to that benefit
 The event has occurred
 Measured reliably : free from material error and bias

35
Unsur laporan keuangan
 Kewajiban merupakan hutang perusahaan masa kini dari
peristiwa lalu, penyelesaiannya mengakibatkan arus
keluar dari suatu sumber daya perusahaan yang
mengandung manfaat ekonomi
 Entity settle a present obligation by the probable future transfer
of an asset on demand
 The obligation can not be avoided
 The event that obligates the entity has occurred.
 Can be measured reliably
 May arise from price and interest rate change, imposed
by government

36
Unsur laporan keuangan
 Ekuitas adalah hak residual atas aktiva
perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban
 Dalam keadaan khusus sulit membedakan
antara utang dan ekuitas contoh  saham
preferen, obligasi konversi
 Pemegang saham saham minoritas dalam
laporan keuangan konsolidasi ?

37
Konsep umum
 Aktiva dan utang dicatat saat perolehan sebesar fair
value. Aktiva dan utang muncul dari arm’s length
transaction.
 Pengukuran berikutnya dengan menggunankan
historical cost, beberapa aktiva perubahan nilai
diperkenankan
 Semua aktiva merupakan subyek impairment. Asset
diturunkan nilainya jika nilai carrying value lebih besar
dari nilai fair value.
 Aktiva yang akan dijual dinilai nilai terendah antara
carrying value atau fair value dikurangi biaya penjulan.
 Historical cost tidak mencerminkan nilai yang tepat dan
sulit dibandingkan walaupun lebih reliable
38
Pengaruh transaksi
Semua transaksi yang mempengaruhi perusahaan dalam satu
periode

Perubahan aktiva dan


Perubahan aktiva dan utang yang Transfer
utang yang terkait
tidak terkait dengan modal pemilik
dengan modal

Pertukaran Pertukaran Perolehan Pembayaran


aktiva utang aktiva utang Expen Investa Divest
Revenue Gains Losses
dengan dengan dengan dengan ses si asi
aktiva utang utang aktiva

Transfer ekuitas yang


tidak mempengaruhi
aktiva dan utang 39
Klasifikasi Aktiva
 Current Asset :
 Direalisasikan atau dikonsumsi dalam siklus normal perusahaan
 Untuk diperdagangkan
 Direalisasikan dalam jangka waktu 12 bulan
 Kas dan setara kas tidak dibatasi penggunaannya
 Komponen
 Inventories
 Receivables
 Prepaid expenses
 Trading investment
 Kas atau setara kas

40
AKTIVA
 Aktiva adalah sumber daya yang dikuasai
perusahaan sebagai akibat dari peristiwa
masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi
di masa depan diharapkan akan diperoleh
perusahaan
 Ciri aktiva :
 Memiliki manfaat di masa yang akan datang
 Memiliki hak untuk memanfaatkan
 Terjadi dari transaksi masa lalu

41
Aktiva
 Aktiva Lancar
 Kas
 Surat berharga
 Piutang
 Persediaan
 Investasi
 Aktiva Tetap
 Aktiva tidak Berwujud
 Aktiva Lain-lain

42
Standar Akuntansi Aktiva
 PSAK 1 Penyajian Laporan Keuangan
 PSAK 13 Akuntansi untuk Investasi
 PSAK 14 Persediaan
 PSAK 15 Akuntansi untuk Investasi dalam
Perusahaan Asosiasi
 PSAK 16 Aktiva Tetap dan Aktiva Lain-lain
 PSAK 17 Akuntansi Penyusutan
 PSAK 19 Aktiva Tak Berwujud
 PSAK 48 Penurunan Nilai Aktiva
 PSAK 50 Akuntansi Investasi Efek Tertentu
43
Pengakuan unsur laporan
keuangan
 Ada kemungkinan bahwa manfaat yang
berkaitan dengan pos tersebut akan
mengalir dari atau ke dalam perusahaan
 Pos tersebut mempunyai nilai atau biaya
yang dapat diukur dengan andal

44
Konsep pemeliharaan modal
 Pemeliharaan modal keuangan : laba
diperoleh kalau jumlah financial dari aktiva
bersih pada suatu akhir periode melebihi
jumlah financial dari aktiva bersih pada
awal periode
 Pemeliharaan modal fisik : laba diperoleh
kalau kapasitas poduktif fisik atau
kemampuan usaha pada akhir periode
melebihi kapasitas produktif fisik pada
awal periode
45
PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN

KERANGKA KONSEPTUAL
AKUNTANSI PEMERINTAHAN

46
TUJUAN
Sebagai acuan bagi :
 Penyusun standar
 Penyusun laporan keuangan
 Pemeriksa
 Para pengguna laporan

47
POSISI KERANGKA
KONSEPTUAL
 Kerangka Konseptual bukan standar
akuntansi
 Kerangka konseptual berfungsi sebagai
acuan jika terdapat masalah akuntansi yg
belum dinyatakan dalam SAP
 Jika terjadi pertentangan antara kerangka
konseptual dan standar akuntansi, maka
ketentuan standar akuntansi diunggulkan
relatif terhadap kerangka konseptual
48
LINGKUNGAN AKUNTANSI
PEMERINTAHAN
Lingkungan operasional organisasi pemerintah
berpengaruh terhadap karakteristik tujuan akuntansi dan
pelaporan keuangannya
a. Ciri utama struktur pemerintahan dan pelayanan
 Bentuk umum pemerintahan dan pemisahan kekuasaaan
 Sistem pemerintahan otonomi dan transfer pendapatan antar
pemerintahan
 adanya pengaruh proses poltik
 Hub. Antara pembayar pajak dgn pelayanan pem.
b. Ciri keuangan pemerintah
 Anggaran sbg pernyatan publik, target fiskal dan sebagai alat
pengendalian
 Investasi aset tidak langsung menghasilkan pendapatan
 Kemungkinan Penggunaan akuntansi dana

49
PENGGUNA LAPORAN
KEUANGAN
 Masyarakat;
 Para wakil rakyat, lembaga pengawas,
dan lembaga pemeriksa;
 Pihak yang memberi atau berperan dalam
proses donasi, investasi, dan pinjaman,
dan
 Pemerintah.

50
ENTITAS PELAPORAN

Entitas Pelaporan adalah unit pemerintahan yang terdiri


dari satu atau lebih entitas akuntansi yang menurut
ketentuan peraturan perundang-undangan wajib
menyampaikan laporan pertanggungjawaban berupa
laporan keuangan, yang terdiri dari:
 Pemerintah pusat;
 Pemerintah daerah;
 Satuan organisasi di lingkungan pemerintah pusat/daerah atau
organisasi lainnya, jika menurut peraturan perundang-
undangan satuan organisasi dimaksud wajib menyajikan
laporan keuangan

51
PERANAN PELAPORAN KEUANGAN
PEMERINTAH
 Akuntabilitas
 mempertanggungjawabkan pengelolaan dan pelaksanaan
kebijakan sumber daya dalam mencapai tujuan
 Manajemen
 memudahkan fungsi perencanaan, pengelolaan dan
pengendalian atas aset, kewajiban dan ekuitas dana pemerintah
 Transparansi
 memberikan informasi keuangan yang terbuka, jujur,
menyeluruh kepada stakeholders
 Keseimbangan Antargenerasi
 memberikan informasi mengenai kecukupan penerimaan
pemerintah untuk membiayai seluruh pengeluaran, dan apakah
generasi y.a.d ikut menanggung beban pengeluaran tersebut

52
TUJUAN PELAPORAN KEUANGAN
PEMERINTAH
Menyajikan informasi yang bermanfaat bagi
para pengguna dalam menilai akuntabilitas
dan membuat keputusan ekonomi, sosial
maupun politik.

53
KOMPONEN LAPORAN KEUANGAN

LAPORAN KEUANGAN POKOK


1. Laporan Realisasi Anggaran
2. Neraca
3. Laporan Arus Kas
4. Catatan atas Laporan Keuangan

54
ASUMSI DASAR

 Asumsi kemandirian entitas


 Asumsi kesinambungan entitas
 Asumsi keterukuran dalam satuan uang
(monetary measurement)

55
KARAKTERISTIK KUALITATIF LAPORAN
KEUANGAN

 Relevan;
 Andal;
 Dapat dibandingkan; dan
 Dapat dipahami

56
PRINSIP AKUNTANSI DAN
PELAPORAN KEUANGAN
 Basis akuntansi;
 Prinsip nilai historis;
 Prinsip realisasi;
 Prinsip substansi mengungguli bentuk
formal;
 Prinsip periodisitas;
 Prinsip konsistensi;
 Prinsip pengungkapan lengkap; dan
 Prinsip penyajian wajar.
57
BASIS AKUNTANSI

 BASIS KAS: untuk pengakuan pendapatan, belanja, dan


pembiayaan;
 BASIS AKRUAL: untuk pengakuan aset, kewajiban, dan
ekuitas;
 Entitas diperkenankan menggunakan basis akrual sepenuhnya,
namun tetap menyajikan Laporan Realisasi Anggaran
berdasarkan basis kas.

“Cash towards Accrual”

58
PRINSIP NILAI HISTORIS
(HISTORICAL COST)
 Aset dicatat sebesar pengeluaran kas dan
setara kas yang dibayar atau sebesar nilai wajar
dari imbalan untuk memperoleh aset tersebut
pada saat perolehan.
 Kewajiban dicatat sebesar jumlah kas dan
setara kas yang diharapkan akan dibayarkan
untuk memenuhi kewajiban di masa yang akan
datang.
 Nilai perolehan lebih dapat diandalkan
daripada penilaian yang lain karena lebih
obyektif dan dapat diverifikasi.

59
PRINSIP REALISASI
 Pendapatan yang tersedia yang telah
diotorisasikan melalui anggaran
pemerintah selama suatu tahun fiskal
akan digunakan untuk membiayai belanja
yang terjadi dalam periode tersebut.

 Prinsip penandingan pendapatan-belanja


tidak mendapat penekanan seperti dalam
akuntansi komersial.

60
SUBSTANCE OVER FORM

Peristiwa harus dicatat dan disajikan


sesuai dengan substansi dan realitas
ekonomi, bukan hanya mengikuti
aspek formalitas.

61
PERIODISITAS

Kegiatan akuntansi dan pelaporan


keuangan entitas pemerintah perlu
dibagi menjadi periode-periode
pelaporan sehingga kinerja entitas
dapat diukur dan posisi sumber daya
yang dimilikinya dapat ditentukan

62
KONSISTENSI
 Perlakuan akuntansi yang sama harus ditetapkan
pada kejadian yang serupa dari periode ke
periode oleh suatu entitas (prinsip konsistensi
internal).

 Metode akuntansi yang dipakai dapat diubah


dengan syarat metode yang baru diterapkan
menunjukkan hasil yang lebih baik dari metode
yang lama.

 Pengaruh atas perubahan penerapan metode


harus diungkapkan dalam laporan keuangan.

63
PENGUNGKAPAN LENGKAP (FULL
DISCLOSURE)
 Laporan keuangan harus menyajikan
secara lengkap informasi yang dibutuhkan
oleh pengguna.

 Informasi tersebut dapat ditempatkan


pada lembar muka laporan keuangan atau
catatan atas laporan keuangan.

64
PENYAJIAN WAJAR (FAIR
PRESENTATION)
Dalam penyajian dengan wajar posisi
keuangan, kinerja, dan perubahan posisi
keuangan suatu entitas, diperlukan
pertimbangan sehat yang mengandung unsur-
unsur kehati-hatian pada saat melakukan
prakiraan dalam kondisi ketidakpastian
sehingga aset atau pendapatan tidak
dinyatakan terlalu tinggi dan kewajiban tidak
dinyatakan terlalu rendah
65
KENDALA INFORMASI YANG
RELEVAN
 MATERIALITAS
 PERTIMBANGAN BIAYA DAN MANFAAT
 KESEIMBANGAN ANTAR
KARKETRISTIK KUALITATIF

66
PENGAKUAN

 Aset diakui pada saat potensi ekonomi masa


depan diperoleh dan mempunyai nilai yang
dapat diukur dengan andal;
 Kewajiban diakui pada saat dana pinjaman
diterima atau pada saat kewajiban timbul;
 Pendapatan diakui pada saat kas diterima di
Rekening Kas Umum Negara/Daerah atau
entitas pelaporan;
 Belanja diakui pada saat terjadinya
pengeluaran dari Rekening Kas Umum
Negara/Daerah atau entitas pelaporan.

67
Diskusi -1
 Andi sebagai akuntan di PT. Intan menerima
informasi bahwa perusahaan sedang
menghadapi tuntutan hukum akibat kasus
pencemaran. Saat Andi membuat laporan
keuangan untuk periode yang berakhir
31/12/2003, proses pengadilan belum selesai.
Berdasarkan hasil diskusi dengan tim hukum
perusahaan, kemungkinan besar perusahaan
akan kalah dalam pengadilan dan harus
membayar denda sebesar 10 milyar sesuai
permintaan dari penuntutnya.

68
Diskusi -2
 PT. Kelana menjual produk TV dengan
garansi 1 tahun setelah produk tersebut
dijual. Garansi yang diberikan berupa
perbaikan dan penggantian beberapa
komponen tertentu.
 Bagaimana hal ini disajikan dalam laporan
keuangan, prinsip apa yang mendasarinya

69
Diskusi - 3
 Menurut Anda apakah seorang penyusun
laporan keuangan harus mengerti dan
memahami standar akuntansi keuangan ?
 Menurut Anda mengapa standar akuntansi
keuangan harus ada ?

70