Anda di halaman 1dari 81

NYAMUK DAN SERANGGA LAIN

SEBAGAI VEKTOR PENYAKIT


INFEKSI

Parasitologi FK Undip
LO
 Menjelaskan pengertian dan macam-macam
vektor serta memberikan contohnya
 Menyebutkan penyakit yang ditularkan melalui
vektor (memahami peran vektor dalam bidang
kesehatan)
 Menyebutkan jenis serangga yang berperan
menularkan parasit darah
 Menjelaskan mengenai lalat, nyamuk dan
serangga lain sebagai vektor parasit darah
(morfologi, siklus hidup, perilaku, tempat
perindukan, epidemiologi, cara pengendalian)
VEKTOR
Vektor

?
Arthropoda yang bertindak
menularkan parasit pada manusia

MEKANIK BIOLOGIK
Vektor

Pertumbuhan dan/ perkembangan


MEKANIK dalam tubuh vektor (-)
Co: lalat rumah sbg vektor cacing, bakteri

Pertumbuhan dan/ perkembangan


BIOLOGIK
dalam tubuh vektor (+)

Propagatif
Perkembangbiakan (+)
Co: X. Cheopis vektor pes
Pertumbuhan& Cyclicopropagatif
perkembangan (+) Co: Anopheles vektor malaria
Cyclicodevelopment
Pertumbuhan(+)
Co: culex vektor filariasis
Penularan

Transovarial

Inokulasi anterior

Inokulasi posterior

Crushing/gerusan
Vektor Protozoa

Lalat Plebotomus, Lalat Glossina, Lalat Stomoxys


Lalat Rumah (Musca domestica)

Famili reduvidae
Vektor Cacing

Lalat Cullicoides(lalat kecil), lalat Simulium,


lalat Chrysops, Lalat rumah ( Musca domestica)

Ordo Siphonaptera
Ordo Coeloptera

Kelas Crustacea,
Kelas Diplopoda
Vektor virus, bakteri, ricketsia

Lalat Plebothomus,
lalat Chrysops, Lalat rumah ( Musca domestica)

Ordo Siphonaptera
Ordo Hemiptera
Ordo Anopleura

Famili Ixododae
Famili Argasidae
Vektor parasit darah

Famili Reduvidae

Lalat

Nyamuk
Reduviidae

Serangga berwarna/
berbintik/bergaris

Caput panjang,
mata hitam/coklat,
probosis lurus,
Antena 4 sg dianterior mata
Dada seperti bentuk trapesium

1 sayap →metathorax
(hemielytra)

1 sayap →mesothorax
(membraneus) tertutup
hemielytra
Saat istirahat menutup
sebagian Besar perut

Perut oval, connexiva (garis2)


Telur →berkelompok, warna tgt spesies
Btk oval, operkulum di salah satu ujungnya

Nimfa selalu ditempat perindukan menunggu


waktu untuk menghisap darah

1 sayap →dicelah2 dinding


Triatoma rubrofasciata
Antena di tengah Vektor
Trypanosoma
Cruzi (penyakit
Rhodnius prolixus
Chagas)
Antena di ujung kepala
Inokulasi
Panstrongylus megistus posterior
Antena di dekat mata

Pemberantasan dg BHC/diedrin
LALAT
LALAT

Menularkan penyakit Menyebabkan penyakit


(sebagai vektor penyakit) (Myiasis)

Psycodidae Sebagian Muscidae

Simulidae Calliphoridae

Ceratopogonidae Oestridae

Tabanidae

Sebagian Muscidae
Famili Psycodidae
Lalat penghisap darah

Lalat kecil dg seluruh tubuh&sayap di tumbuhi rambut

Memiliki 4 sub famili,


Namun hanya Sub famili Phlebotominae
yang penting untuk Kedokteran

Phlebotominae = Sand fly/ lalat pasir

Genus Phlebotomus
Genus Phlebotomus

Tersebar di daerah tropis dan sub tropis


Jarak terbang hanya 100-200 meter
Metamorfose lengkap
Hanya betina yang menghisap darah!!!!
Jantan menghisap cairan tanaman
Lalat aktif pada malam hari
Genus Phlebotomus
MORFOLOGI DEWASA

P 2-3mm, warna kuning/ abu-abu


Mata hitam besar
Antena sepasang
Alat mulut tipe menggigit
Kaki panjang dan ramping
Sayap waktu istirahat tegak; vena sayap sejajar
Perut betina bulat; jantan tampak adanya alat
genital
Genus Phlebotomus
MORFOLOGI TELUR

Telur diletakkan satu-satu/berkelompok


Bertelur pada malam hari
Diletakkan dicelah, lubang tanah atau kandang
Setelah 1-2 minggu- larva
Genus Phlebotomus
MORFOLOGI LARVA

Bentuk seperti ulat, dan seluruh tubuh ditumbuhi


rambut kaku
Kepala terlihat gelap dg antena kecil
3 segmen dada; 9 segmen perut
7 segmen pertama perut- pseudopodi
Segmen 9&10- caudal bristle panjang
Memakan miroorganisme dari tinja manusia,
kotoran binatang/ sampah
Genus Phlebotomus
MORFOLOGI PUPA

Bentuk Khas!!!
kulit larva masih menempel di ujung perut
Kepala bentuk segitiga, antena panjang
7-14 hari -dewasa
Genus Phlebotomus
SIKLUS HIDUP
Genus Phlebotomus
PERANAN

Kalaazar Pl. longipalpis, Pl. perniciuous

Leishmaniasis tropica Pl. sergenti

Pl. longipalpis,
Leishmaniasis braziliensis Pl. intermedius

Sandfly fever/ Papatsii fever Pl. papatsii


virus

Oranye fever/ carrion fever Pl. arverruca


Bartonella formis
Famili Muscidae
Beberapa genus merupakan lalat penghisap darah

Termasuk lalat berukuran sedang

Umumnya ovipar, kec lalat tse-tse vivipar

Hanya 2 Genus yang penting untuk Kedokteran

Genus Glossina & Stomoxys


Genus Glossina

Metamorfose lengkap
Lalat jantan dan betina menghisap
darah
Lalat aktif pada siang hari
Lalat bersifat vivipar
Secara ekologi dibagi menjadi kelompok
sungai dan kelompok yang jauh dari
sungai (daerah berpohon)
Genus Glossina
MORFOLOGI LARVA

Sudah terbentuk di uterus dan mendapat


makanan dari induknya
Berwarna putih/pucat
Setelah 3x mengnelupas, larva ditaruh di tempat
rindang/lubang pohon
Posterior: alat berwarna hitam terdiri dari 2 lobus
berisi stigma (polypeneustic lobus)
Genus Glossina
MORFOLOGI DEWASA
Genus Glossina
PERANAN

Trypanosomiasis G. palpalis,
T. gambiense G. tachinoides

Trypanosomiasis G. morsitan
T. rhodensiense G. swynnertoni
NYAMUK
Nyamuk sebagai Vektor

YELLOW
DENGUE
FEVER

FILARIASIS MALARIA

JAPANESE
DERMATITIS ENCEPHALITIS
Klasifikasi

Insecta

Diptera

Culicidae

Culicini Anophelini

Aedes sp, Culex sp, Mansoni sp Anopheles sp


Stadium Perkembangan

TELUR

LARVA
Metamorfose
Sempurna
PUPA

DEWASA
TELUR
LARVA
LARVA
LARVA
PUPA
CULICINI (Aedes sp) ANOPHELINI (Anopheles sp)
Bentuk seperti koma
Corong nafas panjang dan Corong nafas pendek, lebar,bentuk
langsing segitiga
Accecories hair di Accecories hair di percabangkan di
percabangkan ketika masih luar sirip
didalam sirip
DEWASA
Culicini Anophelini
♂ ♂
-panjang palpus maksilaris > -palpus maksilaris segmen ke4
probosis membesar
-rambut antena plumose -panjang palpus maksilaris =
probosis
-rambut antena plumose
♀ ♀
-panjang palpus maxilaris < -panjang palpus maxilaris =
probosis antena
-rambut antena pilose -rambut antena pilose
Sayap tidak bercak hitam putih Sayap bercak hitam putih
Cara hinggap: Cara hinggap menungging
Kepala-thorax-perut garis lurus
DEWASA
DEWASA
 Culicini
DEWASA
 Anophelini
TRIBUS ANOPHELINI
 Genus Anopheles
 Peran dalam kesehatan:
 Sbg vektor (malaria & filaria)
 Menimbulkan kelainan (tusukan→ dermatitis, urtika)
 Jarak terbang ± 0,5-3 km (dipengaruhi oleh
kecepatan angin dan transportasi ~ 30 km)
 Sifat nyamuk:
 Betina menghisap darah pada malam hari (senja
hingga subuh)
Stadium Perkembangan

TELUR

4x pengelupasan
LARVA
2-5 mgg kulit

PUPA

DEWASA Umur di alam bebas


blm dketahui;
Di lab 3-5 mgg
Morfologi Anopheles
 Telur
 Ukuran ± 1 mm
 Bentuk seperti perahu
 Memiliki alat pengapung
 Terletak di permukaan air
Morfologi Anopheles
 Larva
 Antena, mata majemuk
& mata jentik @1pasang
 Terdapat sikat palmata
pada 6-7 segmen pertama perut
 3 segmen pertama perut
rambut tubuh seperti
daun palem
Morfologi Anopheles
 Pupa
 Corong nafas lebar,
pendek,
berbentuk seperti segitiga
 Accessories hair
dicabangkan di luar
sirip
Tempat Perindukan
Tempat Perindukan
 An.aconitus → di persawahan, sal. Irigasi (P. Jawa)

 An.farauti → sembarang tempat berair (kolam, rawa, kebun kangkung,

genangan air perahu/tapak binatang dll

 An.barbirostris → suka air statis : sawah & sal. Irigasi (Sulawesi & NTT)

 An.sundaicus → air payau (tempat terbuka & kena sinar matahari)

 An.balabacensis → air tidak mengalir & tidak kena sinar matahari (di

hutan)

 An.maculatus → mata air & sungai air jernih aliran lambat (di

pegunungan)

 An.minimus → suka air mengalir deras


Faktor Lingkungan Tempat
Perindukan
 Kimiawi
 Salinitas (kadar garam) dan pH (keasaman)
 Fisik
 Aliran air/ arus air; sinar matahari
 Biologik
 Bakau, ganggang, lumut, plankton,
 Ikan pemakan larva
Anopheles sebagai Vektor
An. sundaicus, An. aconitus,
Vektor Malaria An. farauti, An. Punctulatus,
An. balabacensis, An. barbirostris

Vektor Filariasis An. farauti, An. Punctulatus,


bancrofti An. barbirostris

Vektor Filariasis
An. barbirostris, An. venhuisi
malayi

Vektor Filariasis An. barbirostris


timori
Anopheles sbg Vektor Malaria
 Di Dunia: ± 300 spesies (60 → vektor malaria)
 Di Indonesia: 68 spesies (22 → vektor malaria)
 Penyebaran tergantung kondisi geografis, iklim,
dan tempat perindukan
 Aktivitas juga dipengaruhi kelembaban udara
dan suhu
 Vektor siklikopropagatif
 Hospes Definitif (siklus sporogoni)
Anopheles sbg Vektor Malaria
 Faktor nyamuk
 Faktor perilaku
 Faktor lainnya
 Faktor lingkungan fisik
 Faktor lingkungan biologik
 Faktor sosial budaya
Anopheles sbg Vektor Malaria
 Faktor perilaku nyamuk
 Tempat hinggap/ istirahat
 Eksofilik: >suka di luar rumah; semak2, dll
 Endofilik: >suka di dalam rumah; dinding, tempat gelap
 Tempat menggigit
 Eksofagik
 Endofagik
 Objek yang digigit
 Antrophofilik
 Zoofilik
Anopheles sbg Vektor Malaria
 Faktor nyamuk lainnya
 Umur nyamuk (longevity)
 Kerentanan nyamuk terhadapinfeksi gametosit
 Frekuensi menggigit manusia
 Siklus gonotrofik
 Waktu mematangkan telur (interval menggigit nyamuk)
Anopheles sbg Vektor Malaria
 Faktor Lingkungan Fisik
 Suhu udara: makin tinggi suhu → siklus
sporogonik semakin pendek → mempercepat
penularan
 Kelembaban udara: kelembaban tinggi
memperpanjang umur nyamuk → potensi sebagai
vektor semakin besar
 Angin: mempengaruhi jarak terbang; angin
kencang → kepadatan berkurang
Anopheles sbg Vektor Malaria
 Faktor Lingkungan Biologik
 Animal barrier (banyak ternak besar →mengurangi
gigitan pada manusia)
 Faktor Sosial Budaya
 Kebiasaan di luar rumah pada malam hari
 Penggunaan kelambu, kawat kasa, repellent
 Pandangan/ persepsi masyarakat mengenai
malaria
TRIBUS CULICINI
 Genus Culex, Aedes, Mansoni
 Peran dalam kesehatan:
 Sbg vektor (malaria & filaria)
 Menimbulkan kelainan (tusukan→ dermatitis, urtika)
 Jarak terbang pendek (dipengaruhi oleh
kecepatan angin dan transportasi)
 Sifat nyamuk:
 Betina menghisap darah pada malam hari (Culex
sp), siang hari (Aedes sp), Siang dan malam
(Mansoni sp)
Stadium Perkembangan

TELUR

LARVA
1-2 mgg

PUPA

DEWASA Umur di alam bebas


blm dketahui;
Di lab ± 2 mgg
Morfologi Culex
 Telur
 Bentuk seperti torpedo, lonjong
 Di ujung ada corolla
 Berkelompok seperti rakit
 Terletak di atas permukaan air
Morfologi Culex
 Larva
 Antena, mata majemuk
& mata jentik @1pasang
 Ujung abdomen berupa siphon
 Siphon panjang dan langsing
 Rambut siphon >1 kelompok
 3 segmen pertama perut
rambut tubuh seperti
rumput
Morfologi Culex
 Pupa
 Corong nafas panjang
dan langsing
 Accessories hair
dicabangkan waktu
masih di sirip
Culex sebagai Vektor

Vektor Filariasis C. fatigans; C. annuliriformis;


bancrofti C. bitaeni orhynchus

Vektor Japanese
C. triaeni orhynchus
B encephalitis

Vektor West
equine C. trasalis
Encephalitis
Morfologi Aedes
 Telur
 Bentuk seperti cerutu
 Soliter (satu-satu)
 Di air bersih, tenang, tidak mengalir
 Diletakkan di dinding container/ wadah air
Morfologi Aedes
 Larva
 Antena, mata majemuk
& mata jentik @1pasang
 Ujung abdomen berupa siphon
 Siphon pendek dan hitam
 Rambut siphon 1 kelompok
 3 segmen pertama perut
rambut tubuh seperti
rumput
Morfologi Aedes
 Pupa
 Corong nafas
relatif pendek
 Accessories hair
dicabangkan waktu
masih di sirip
Aedes sebagai Vektor

Vektor Filariasis
Ae. kochi
bancrofti

Vektor Demam Ae. aegypti, Ae. albopictus,


Berdarah Ae. acutellaris

Vektor Yellow fever Ae. simponi, Ae. aegypti


Stadium Perkembangan

TELUR 1-2 hari

LARVA 6 hari
1-2 mgg

PUPA 2-3 hari

DEWASA Siklus gonotropik


2-3 hari
Umur nyamuk ± 10hr
Tempat Perindukan
 Di dalam rumah atau dekat rumah dengan
wadah berisi air bersih (minum/mandi)
 Di desa maupun kota
 Pengendalian:
 Insektisida (malathion) – larvasida (temefos)
 Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) – 3M
 Repellent (mengusir nyamuk/ mencegah gigitan
nyamuk)
Aedes sebagai Vektor
 Aktif menggigit di siang hari (puncak pada jam
8-10 serta 15-17
 endofagik dan eksofagik
 Tempat istirahat: semak, tanaman, gorden,
pakaian tergantung
 Jarak terbang ± 4 m
 Dapat mengembangkan virus Dengue (3-10
hari)
Pemantauan Kepadatan Vektor
 Larva
 House Index: Persentase rumah yang positif larva
Ae. Aegypti (paling banyak digunakan0
 Container Index: Persentase kontainer yang positif
larva Ae. aegypti
 Breteau Index: Jumlah kontainer yang positif per
100 rumah
 BI dan HI → area prioritas pengendalian
vektor
 HI >5% & BI >20 → Dengue lokal
Indikator Resiko Transmisi Resiko Transmisi
Tinggi Rendah
House Index >10% <1%

Breteau Index >50 <5

Bite rate > 2 per man hour < 0.2 per man hour
 Ovitrap: digunakan ketika densitas aedes
rendah dan hasil survey larva kurang
memuaskan (BI <5)
 Bite rate/ Landing rate
Pemberantasan Nyamuk Dewasa
 Fogging (pengasapan)
 Insektisida (malathion)
 Cepat memutus rantai penularan
 Harus dilanjutkan dengan pemberantasan
larva dan penyuluhan ke masyarakat→agar
rantai penularan tidak berlanjut
 Perlu biaya besar
Pemberantasan Larva
 Larvasida (Temefos/ Abate)
 Dosis
 Efek residu hingga 2-3 bulan
 3M
 Menguras tempat penampungan air seminggu
sekali
 Menutup rapat tempat penampungan air
 Mengubur barang bekas agar tidak menjadi
wadah air hujan
Morfologi Mansoni
 Telur
 Salahsatu ujungnya runcing
 Berkelompok seperti kumparan
 Di bawah daun/ tanaman air
Morfologi Mansoni
 Larva
 Antena, mata majemuk
& mata jentik @1pasang
 Ujung abdomen berupa siphon
 Siphon seperti duri
 3 segmen pertama perut
rambut tubuh seperti
rumput
Morfologi Mansoni
 Pupa
 Corong nafas
panjang
 Accessories hair
dicabangkan waktu
masih di sirip
Mansoni sebagai Vektor

Vektor Filariasis M. uniformis, M. indiana, M. dives


malayi M. annulata
TERIMAKASIH