Anda di halaman 1dari 58

ts@utps-k3

PENGAWASAN DAN PEMBINAAN K3

TENAGA PERALATAN,
MESIN DAN
KERJA INSTALASI

ORGANISASI
PERUSAHAAN

MANAJEMEN

BANGUNAN &
SARANA BAHAN
KESEJAHTE- ENERGI
RAAN

ts@utps-k3/2001
FAKTOR-FAKTOR ANCAMAN
RISIKO KECELAKAAN KERJA

TENAGA
KERJA
PAK Kec. Kerja
KESEHATAN KESELAMATAN
APD APM
PROSES

BAHAN ALAT
POLUSI
LINGKUNGAN
NAB
ts@utps-k3/2005
Biaya dari Kecelakaan Kerja berkaitan dengan :

• Kehilangan waktu kerja


• Kerugian-kerugian pada mesin
• Pealatan dan asset lainnya
• Kerugian-kerugian pada material dan
inventaris lainnya
• Pembayaran jangka pendek
• Premi asuransi dan pembayarannya
• Kehilangan pendapatan, dll

Biaya kecelakaan kerja = 1 – 4 % dari GNP


ts@utps-k3
TATA CARA PELAPORAN &
PEMERIKSAAN KECELAKAAN
Dasar Hukum :
1. Pasal 11 UU No. 1 Tahun 1970
2. UU No. 3 Tahun 1992 ttg Jamsostek
3. Standar Nasional Indonesia 1716-1989-E
4. American National Standar Institute (ANSI)
Z.16.1 atau Z.16.4
5. Permen No. 03/Men/1998 ttg Tata Cara
Pelaporan dan Pemeriksaan Kecelakaan
6. SK Dirjen Binawas No. Kep 84/BW/1998 ttg
Cara Pengisian Formulir Laporan & Analisis
Statistik Kecelakaan ts@utps-k3
1. Pengurus/pengusaha wajib melaporkan tiap kecelakaan yg
terjadi di tempat kerja yg dipimpinnya baik yg telah
mengikutsertakan pekerjanya kedlm program jamsostek maupun
yg belum
2. Kecelakaan adalah suatu kejadian yg tdk dikehendaki dan tdk
diduga semula yg dpt menimbulkan korban manusia atau harta
benda
3. Kecelakaan terdiri dari :
• Kecelakaan kerja
• Penyakit akibat kerja
• Kebakaran atau peledakan atau bahaya pembuangan
limbah
• Kejadian berbahaya lainnya
4. Melaporkan secara tertulis kepada Kantor Depnaker setempat
dlm waktu tdk lebih dari 2 x 24 jam sejak terjadi kec dgn
menggunakan formulir bentuk 3 KK2 A

ts@utps-k3
Tata Cara Pelaporan dan Pemeriksaan
Kecelakaan
(Permenaker No. PER-03/MEN/1998)
Pasal 2
1. Pengurus/pengusaha wajib melaporkan tiap
kecelakaan yg terjadi dalam tempat kerja yg
dipimpinnya.
2. - Kecelakaan Kerja.
- Kebakaran atau peledakan atau
bahaya pembuangan limbah.
- Kejadian berbahaya lainnya.
Kecelakaa
Pasal 3
n Pengurus/pengusaha yg
sudah/belum mengikut
sertakan pekerjaannya dlm
program Jamsostek (UU 3/92).
Laporan meliputi
I. DATA UMUM
A. Identitas Perusahaan
B. Informasi Kecelakaan
C. Keterangan lain

II. DATA KORBAN


1. Jumlah korban
2. Nama
3. Akibat kecelakaan
4. Keterangan cidera
Laporan meliputi
III. FAKTA YANG DIBUAT
1. Kondisi yang berbahaya
2. Tindakan yang berbahaya

IV. URAIAN TERJADINYA KECELAKAAN


V. SUMBER KECELAKAAN
VI. TYPE KECELAKAAN
VII.PENYEBAB KECELAKAAN
VIII.SYARAT-SYARAT YG DIBERIKAN
IX. TINDAKAN LEBIH LANJUT
X. HAL-HAL LAIN YG PERLU DILAPORKAN
Pasal 4
1. Di laporkan secara tertulis ke Kakandepnaker/
Kakadisnaker dlm waktu  2 x 24 jam sejak
kejadian dgn formulir bentuk 3 KK2 A.
2. Dpt dilaporkan secara lisan sblm
dilaporkan scr tertulis

Kecelakaan
Pasal 5
1. Pengurus/pengusaha yg telah mengikut sertakan pekerjaannya dlm
program Jamsostek pelaporannya sesuai Permenaker No. PER-
05/MEN/1993.
2. Pengurus/pengusaha yg belum mengikut sertakan pekerjaannya
dlm program Jamsostek pelaporannya sesuai Permenaker No. PER-
04/MEN/1993.
PEMERIKSAAN KECELAKAAN

Kecelakaan
Lapor

Laporan Kec Kerja

Kakandepnaker/ - Susun analisis Lap


Riksa & Kaji Kakadisnaker Kab/kota Kec. tiap akhir bulan
Peg.Pengawas sesuai lamp VI
Formulir lap Riksa & Kaji - Sampaikan selambat-
- Lamp II utk Kec Ker Kakanwil 2nya tgl 5 bln
- Lamp III utk PAK berikutnya
depnaker/
- Lamp IV utk Peledakan,
Kebakaran dan bhy Kadisnaker Prop
- Susun analisis Lap
pembuangan limbah Kec. Tiap-tiap bulan
- Lamp V utk bhy lain MENTERI atau sesuai lamp VII
- Dirjen Binawas Susun Pejabat yg - Sampaikan segera
analisis Lap FR & SR ditunjuk
tk Nasional
Lampiran 1 : PERATURAN MENTERI
NOMOR : 03/MEN/1998
TANGGAL : 26 Pebruari 1998
LAPORAN KECELAKAAN
FORMULIR BENTUK 3
KK2 A
Wajib dilaporkan dlm 2 x BENTUK Nomor KLUI :
24 jam setelah terjadinya KK2 A No. Kecelakaan :
kecelakaan Diterima tanggal :
(Diisi oleh Petugas Kantor Depnaker)
Nomor Agenda Jamsostek :
1. Nama Perusahaan NPP
Alamat dan No. Telp Kode Pos No. Telp.
Jenis Usaha
No. Tenaga Kerja L P
No. Pendaftaran
(Bentuk KKI)
No. Akta Pengawasan
2. Nama Tenaga Kerja No. KPA
Alamat dan No. Telp Kode Pos No. Telp.
Tmp dan tgl lahir L: P:
Jenis Pekerjaan/Jab
Unit/Bag Perusahaan
3. a. Tempat Kecelakaan
b. Tanggal Kecelakaan Jam :
4. Uraian Kejadian Kec. F*)
1. Bagaimana terjadinya G*)
kecelakaan
2. Jenis Pekerjaan dan waktu
kecelakaan
3. Saksi yg melihat Kec
4. a. Sebutkan : mesin, pesawat, H*)
instalasi, alat proses, cara
kerja, bahan atau lingkung-
an yg menyebabkan
kecelakaan
b. Sebutkan : bahan, proses, E*)
lingkungan cara kerja, atau
sifat pekerjaan yg
menyebabkan PAK
5. Akibat Kecelakaan
a. Akibat yg diderita korban Meninggal Dunia Sakit Luka-luka
b. Sebutkan bagian tubuh yg sakit

c. Sebutkan jenis PAK


- Jabatan / Pekerjaan
- Lama bekerja
d. Keadaan penderita setelah
pemeriksaan pertama
1 Berobat jalan Sambil bekerja Tidak bekerja
2 Dirawat di : Alamat: Rumah sakit Puskesmas Poliklinik

6. Nama dan alamat dokter/ tenaga


medik yg memberikan
pertolongan pertama (dlm hal
penyakit yg timbul karena
hubungan kerja, nama dokter yg
pertama kali mendiagnosa)
7. Kejadian di tempat kerja yg
membahayakan K3 (misal:
kebakaran, peledakan, rubuhnya
bagian konstruksi bangunan, dll)
8. Perkiraan kerugian :
a. waktu (dlm hari – orang)
b. material
9. Upah Tenaga Kerja
a. Upah (upah pokok dan Rp.
tunjangan)
b. Penerimaan lain-lain Rp.
c. Jumlah a + b Rp.
10. Kecelakaan dicatat dlm Buku
Kecelakaan pada No. Unit
11. Kecelakaan lain-lain yg perlu

*) Jika perlu dapat ditambah Dibuat dengan


sesungguhnya

Nama dan tanda tangan Jabatan Tanggal


pimpinan perusahaan

 Warna Putih, Merah dan Merah Jambu ke


Kandep Tenaga Kerja Setempat
 Warna kuning untuk arsip perusahaan
 Warna Hijau dan Biru untuk Badan
Penyelenggara / PT. Jamsostek (Persero)
Lampiran II : PERATURAN MENTERI
NOMOR : 03/MEN/1998
TANGGAL : 26 Pebruari 1998
LAPORAN PEMERIKSAAN DAN PENGKAJIAN KECELAKAAN KERJA
KANDEP TENAGA KERJA : ……………… NO. : ………
KANWIL DEPNAKER : …………….. KLUI : ………

I. DATA UMUM :
A. Identitas Perusahaan
1. Nama Perusahaan : PT. Tanpa Usaha
2. Alamat Perusahaan : Jl. Kecil No. 1 Jkt (12510)
3. Nama Pengurus : Pulan
4. Alamat Pengurus : Jl. Lingkar No. 2 C. Lain-lain
Jkt (12510) 1. P2K3/Ahli K3 : Ada/Tidak*
2. KKB/PP : Ada/Tidak*
B. Informasi Kecelakaan 3. Program Jamsostek : Ada/Tidak*
1. Tmp, Tgl, Jam Kec : Jl. Kecil No. 1 Jkt (12510) 4. Unit Kerja SPSI : Ada/Tidak*
2. Sumber Laporan : Kanti (Satpam Prsh), telpon 5. Jml TK : 2000 org
3. Tgl Diterima Laporan : 10 Maret 2003 6. Asuransi lainnya : Jiwasraya
4. Tgl Pemeriksaan : 13 Maret 2003
5. Atasan Langsung Korban : Antik
6. Saksi-saksi : Kun, Mar, Won
Lampiran II : PER MEN NO. 03/MEN/1998
II. DATA KORBAN
Kode A
1. Jumlah : ………… org A

Laki-laki : ………… org A1


Perempuan : ………… org A2

2. Nama : a . ……………… Umur : ……… thn


b . ……………… Umur : ……… thn
c.*

3. Akibat Kec : Mati : ……… org A4


Luka Berat : ……… org A5
luka Ringan: ……… org A6

Tnp Korban: ……… jam org yg hilang


Jml Kerugian: Rp. ……………

4. Bagian Tubuh Yang Cidera


a. …………………………………………………
b. …………………………………………………
Lampiran II : PER MEN NO. 03/MEN/1998
III. FAKTA YANG DI DAPAT
1. Kondisi Yang Berbahaya 2. Tindakan Yang Berbahaya
a. ……………… a. ………………
b. ……………… b. ………………
c. ……………… c. ………………
d. dst d. dst

IV. URAIAN TERJADINYA KECELAKAAN


……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
…………………………………………… *(Bila perlu dibuat lampiran tersendiri)

V. SUMBER KECELAKAAN Kode B

VI. TYPE KECELAKAAN Kode C

VII. PENYEBAB KECELAKAAN


1. Kondisi Yang Berbahaya Kode D

2. Tindakan Yang Berbahaya Kode E


Lampiran II : PER MEN NO. 03/MEN/1998

VIII. SYARAT YANG DIBERIKAN


……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
…………………………………………… (Bila perlu dibuat lampiran tersendiri)

IX. TINDAKAN LEBIH LANJUT


……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
…………………………………………… (Bila perlu dibuat lampiran tersendiri)

X. HAL-HAL LAIN YANG PERLU DILAPORKAN


Jumlah jam kerja/hari : …………………………………… jam
Jumlah jam orang yang hilang : …………………………………… jam orang

Mengetahui : ……tmp……, …tgl… …bln… …th…


Kepala Kantor Pegawai Pengawas
Departemen Tenaga Kerja

(_________________) (_________________)
Data korban
A1 = Jml Korban Laki-laki
A2 = Jml Korban Perempuan
A3 = Umur

A3.1 = krg 10 th
A3.2 = 11 s/d 20 th
A3.3 = 21 s/d 30 th
A3.4 = 31 s/d 40 th
A3.5 = 41 s/d 50 th
A3.6 = diatas 50 th

Akibat Kecelakaan
A4 = Jml Korban Mati
A5 = Jml korban yg luka berat
A6 = jml korban yg luka ringan
Bagian Tubuh Yang Cidera

A7 = Kepala
A8 = Mata
A9 = Telinga
A10 = Badan
A11 = Lengan
A12 = Tangan
A13 = Jari Tangan
A14 = Paha
A15 = Kaki
A16 = Jari Kaki
A17 = Organ Tubuh Bagian Dalam
1. Kondisi yang berbahaya

D1 = Pengaman yang tidak sempurna


D2 = Peralatan/bhn yang tidak sempurna
D3 = Kecacatan ketidak sempurnaan/kondisi atau
keadaan yang tidak semestinya
D4 = Pengaturan, prosedur yang tidak aman
D5 = Penerangan yang tidak sempurna
D6 = Ventilasi tidak sempurna
D7 = Iklim kerja yang tidak aman
D8 = Tekanan udara yg tdk aman tinggi/rendah
D9 = Getaran yang berbahaya
D10 = Bising (suara melebihi NAB)
D11 = Pakaian, perlengkapan yang tidak aman
D12 = Lain-lain (bergerak/berputar terlalu cepat)
2. Tindakan yang berbahaya

E1 = Melakukan pekerjaan tanpa wewenang lupa mengamankan


memberi tanda/peringatan
E2 = Bekerja dengan cepat
E3 = Membuat alat pengaman tidak berfungsi (melepaskan,
mengubah)
E4 = Memakai peralatan yg tidak aman
E5 = Memuat, membongkar, menempatkan, mencampur,
menggabungkan dsb dgn tidak aman
E6 = Mengambil posisi/sikap tubuh yg tdk aman
E7 = Bekerja pd proyek yg berputar/berbahaya (membersihkan,
mengatur, memberi pelumas)
E8 = Mengalihkan perhatian, menggangu,sembrono, dan
mengagetkan.
E9 = Melalaikan penggunaan alat pelindung diri yang ditentukan
E10 = Lain-lain
SUMBER BAHAYA

B1 = Mesin B10 = Peralatan Listrik


B2 = Penggerak Mula & Pompa B11 = Bahan Kimia
B3 = Lift B12 = Debu Berbahaya
B4 = Pesawat Angkat B13 = Radiasi Bahan Radio Aktif
B5 = Conveyor B14 = Faktor Lingkungan
B6 = Pesawat Angkut B15 = Bhn Mudah Terbakar & Benda Panas
B7 = Alat Transmisi Mekanik B16 = Binatang
B8 = Perkakas Kerja Tangan B17 = Permukaan Kondisi Kerja
B9 = Pesawat Uap & Bejana B18 = Lain-lain
Lampiran III : PERATURAN MENTERI
NOMOR : 03/MEN/1998
TANGGAL : 26 Pebruari 1998
LAPORAN PEMERIKSAAN DAN PENGKAJIAN PENYAKIT AKIBAT KERJA
KANDEP TENAGA KERJA : ……………… NO. : ………
KANWIL DEPNAKER : …………….. KLUI : ………

I. DATA UMUM :
A. Identitas Perusahaan
1. Nama Perusahaan : PT. Tanpa Usaha
2. Alamat Perusahaan : Jl. Kecil No. 1 Jkt (12510)
3. Nama Pengurus : Pulan
4. Alamat Pengurus : Jl. Lingkar No. 2 C. Lain-lain
Jkt (12510) 1. P2K3/Ahli K3 : Ada/Tidak*
2. KKB/PP : Ada/Tidak*
B. Informasi PAK 3. Program Jamsostek : Ada/Tidak*
1. Tmp, Tgl, Jam Kec : Jl. Kecil No. 1 Jkt (12510) 4. Unit Kerja SPSI : Ada/Tidak*
2. Sumber Laporan : Kanti (Satpam Prsh), telpon 5. Jml TK : 2000 org
3. Tgl Diterima Laporan : 10 Maret 2003 6. Asuransi lainnya : Jiwasraya
4. Tgl Pemeriksaan : 13 Maret 2003
5. Atasan Langsung Korban : Antik
6. Saksi-saksi : Kun, Mar, Won
Lampiran III : PER MEN NO. 03/MEN/1998
II. DATA KORBAN

A. Identitas
Kode A
1. Nama : ……………………
2. Nip : ……………………
3. Jenis Kelamin : ……………………
4. Jabatan : ……………………
5. Unit/Bagian Kerja : ……………………
6. Lama Bekerja : ……………………
B. Riwayat Pekerjaan
……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
…………………………………………… (Bila perlu dibuat lampiran tersendiri)
C. Riwayat Penyakit
……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
…………………………………………… (Bila perlu dibuat lampiran tersendiri)

D. Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Bekerja


a. Dilakukan / tdk dilakukan *)
b. Kelalaian yang ditemukan
E. Pemeriksaan Kesehatan Berkala
a. Dilakukan / tdk dilakukan *)
b. Kelalaian yang ditemukan
Lampiran III : PER MEN NO. 03/MEN/1998

F. Pemeriksaan Kesehatan Sekarang


Kelalaian Yang Ditemukan
1. Keluhan Penderita : ……………………
2. Mental : ……………………
3. Fisik : ……………………
4. Laboratorium : ……………………
5. ECG : ……………………
6. Rontgen : ……………………
7. Patologi Anatomi : ……………………

G. Pemeriksaan Tambahan/Biologi Monitoring


(Pengukuran kadar bhn kimia penyebab sakit di dlm tubuh TK misalnya kadar dlm
urin, darah, dsb, dan hasil tes/pemeriksaan fungsi organ tubuh tertentu akibat
pengaruh bhn kimia tsb misalnya tes fungsi paru-paru, dsb)

III. FAKTA YANG DIDAPAT


Hasil riksa LK dan cara kerja
1. Faktor LK yg dpt mempengaruhi thdp sakit penderita :
 Faktor Fisik : ………………………..
 Faktor Kimia : ………………………..
 Faktor Biologi : ………………………..
 Faktor Psikososial : ………………………..
Lampiran III : PER MEN NO. 03/MEN/1998

2. Faktor cara kerja yg dpt mempengaruhi thdp sakit penderita :


 Peralatan Kerja : ………………………..
 Proses Produksi : ………………………..
 Ergonomi : ………………………..
3. Upaya Pengendalian
 Alat Pelindung Diri : ………………………..
 Ventilasi : ………………………..
 Dll : ………………………..

IV. KESIMPULAN
Penderita / TK tsb diatas menderita PAK :
Diagnosis :

V. CACAT AKIBAT KERJA


PAK tsb diatas menimbulkan/tdk menimbulkan :
a. Cacat fisik/mental *) :
b. Kehilangan kemampuan kerja :
VI. TINDAKAN LEBIH LANJUT

Mengetahui : ……tmp……, …tgl… …bln… …th…


Kepala Kantor Pegawai Pengawas
Departemen Tenaga Kerja

(_________________) (_________________)
Pengertian
1. Kecelakaan kerja ialah suatu kejadian yg tidak dikehendaki
dan tdk diduga semula yg menimpa tenaga kerja dan orang
lain ditempat kerja
2. Penyakit akibat kerja ialah penyakit yg diidap oleh tenaga
kerja dan orang lain yg disebabkan oleh pekerjaan atau
lingkungan kerja
3. Kejadian berbahaya lain (near misses) ialah suatu kejadian yg
potensial yg dpt menyebabkan kecelakaan kerja
4. Analisa Kecelakaan Kerja ialah hasil pengkajian terhadap
suatu kecelakaan dan atau gabungan kecelakaan yg
dilakukan utk menemukan sebab utama kecelakaan sehingga
dpt diberikan syarat –syarat perbaikan agar kejadian
kecelakaan yg sejenis tdk terulang kembali, sekaligus dpt
ditetapkan subyek hukum yg bertanggung jawab terhadap
kecelakaan tsb

ts@utps-k3
Pemeriksaan Kecelakaan
 Kantor Depnaker akan memerintahkan Peg. Pengawas utk
melakukan pemeriksaan & pengkajian kec sesuai per-uu-an
ketenagakerjaan
 Menggunakan formulir lap pemeriksaan & pengkajian yi
lamp II utk Kec Kerja, lamp III utk PAK, lamp IV utk
peledakan, kebakaran & bahaya pemb limbah serta lamp V
utk bahaya lainnya
 Kepala Kandepnaker pada setiap bulannya menyusun analisis
lap kecelakaan dgn menggunakan formulir sesuai lamp VI
dan meneruskan ke kantor wilayah
 Tujuan pengkajian serta analisis statistik kec adalah utk
mengetahui angka FR & SR guna penetapan kebijakan lbh
lanjut
 Kantor wilayah akan membuat analisis dgn menggunakan
lamp VII dan mengirimkan ke pusat
 Pusat akan menyusun analisis lap FR & SR kec tkt nasional
ts@utps-k3
Memuat tentang kejadian kec dikaitkan dgn sektor
industri yaitu :
• Jumlah Kec
• Jumlah Korban ( Laki-laki atau Perempuan)
• Umur korban
 kurang dr 10 thn
 antara 11 s/d 20 thn
 antara 21 s/d 30 thn
-
 antara 31 s/d 40 thn
 antara 41 s/d 50 thn Reward Discipline
 lebih dari 51 thn

• Akibat (Mngl, Luka Berat atau Luka Ringan)


• Keterangan Cidera/bagian tubuh yg cidera
* Kepala * Mata
* Telinga * Badan
* Lengan * Tangan
* Jari tangan * Paha
* Kaki * Jari kaki
* Organ tubuh bagian dalam
• Sumber Kecelakaan / Cidera (18) yaitu benda /
- keadaan yg berhubungan langsung sbg penyebab
kecelakaan
• Type/Corak Kecelakaan (10) yaitu cara kontak dr
korban dgn sumber cidera atau proses gerakan
• Kondisi yang berbahaya (12)
• Tindakan yang berbahaya (10)
• Jumlah jam orang yg hilang pada kec
• Jumlah kerugian material
• Tingkat Keparahan (Severity Rate-SR)
• Tingkat Kekerapan (Frequency Rate-FR)

-
Tingkat Kekerapan Cidera :
Jumlah kecelakaan yang tercatat x 1.000.000

Jumlah jam kerja

Tingkat Keparahan Cidera :

Jumlah hari kerja yang hilang x 1.000.000

Jumlah jam kerja


Tingkat Kekerapan Kerusakan
Properti:

Jumlah kasus yang terjadi x 1.000.000

Jumlah jam kerja

Tingkat Keparahan Kerusakan


Properti:
Nilai kerugian x 1.000.000

Jumlah jam kerja


Konversi Hari Kerja Hilang karena Cacat Anatomis atau Cacat
Fungsi dan Kematian Akibat Kecelakaan Kerja

A. Untuk Kerugian Dari Anggota Badan Karena Cacat Tetap atau Menurut
Ilmu Bedah
1. Tangan dan Jari-jari
Amputasi seluruh Jari-jari (hari)
atau sebagian dari
tulang Ibu Jari Telunjuk Tengah Manis Kelingking
Ruas ujung 300 100 75 60 50
Ruas tengah - 200 150 120 100
Ruas pangkal 600 400 300 240 200
Telapak (antara jari-
jari dan pergelangan) 900 600 500 450 -

Tangan sampai pergelangan 3000


2. Kaki dan Jari-jari
Jari-jari lainnya
Amputasi seluruh atau sebagian dari tulang Ibu Jari (hari)
(hari)
Ruas ujung 150 35
Ruas tengah - 75
Ruas pangkal 300 150

Telapak (antara jari-jari dan pergelangan) 600 350

Kaki sampai pergelangan 3000

3. Lengan

Tiap bagian dari pergelangan sampai siku 3600 hari


Tiap bagian dari atas siku sampai sambungan bahu 4500 hari
4. Tungkai
Tiap bagian di atas mata kaki sampai lutut 3000 hari
Tiap bagian di atas lutut sampai pangkal paha 4500 hari
B. Kehilangan Fungsi
Satu mata 1800 hari

Kedua mata dalam satu kasus kecelakaan 6000 hari

Satu telinga 600 hari


Kedua telinga dalam satu kasus kecelakaan 3000 hari

C. Lumpuh Total dan Mati


Lumpuh total yang menetap 6000 hari
Mati 6000 hari

Catatan : Untuk setiap luka ringan dengan tidak ada amputasi tulang kerugian
hari kerja adalah sebesar jumlah hari sesungguhnya selama si korban
tidak mampu bekerja.
INVESTIGASI

• INVESTIGASI MERUPAKAN BAGIAN YANG PENTING


DARI PENCEGAHAN KECELAKAAN
• IDENTIFIKASI DARI SUATU KASUS KECELAKAAN
DAPAT MEMBANTU PENCEGAHAN TERHADAP
KECELAKAAN YANG SEJENIS
• INVESTIGASI DAPAT JUGA MENIMBULKAN HASIL
YANG TIDAK SESUAI JIKA HASILNYA TIDAK
DISEBAR LUASKAN DAN DIDISKUSIKAN DENGAN
PENGAWAS LINI ATAU PIMPINAN UNIT
Penyelidikan Kecelakaan
Dilaksanakan dengan memenuhi kriteria sebagai berikut :

Siapa yang mendapat luka / kecelakaan


Kapan kecelakaan terjadi
Dimana kecelakaan terjadi
(on the job atau off the job)
Apa yang terjadi & apa faktor-faktor
pendukungnya
Kenapa kecelakaan itu terjadi (kronologis)

Hasilnya
Tindakan perbaikan
Langkah Penanggulangan
Kecelakaan Kerja
(Menurut ILO)
 PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
• Ketentuan & syarat K3 mengikuti perkemb ilmu
pengetahuan, tehnik & teknologi
• Penerapan ketentuan & syarat K3 sejak tahap
rekayasa
• Penyel pengawasan & pemantauan pelak K3
 STANDARISASI
• Standar K3 maju akan menentukan tkt
kemajuan pelak K3
 INSPEKSI / PEMERIKSAAN
• Suatu kegiatan pembuktian sejauh mana kondisi
tempat kerja masih memenuhi ketentuan &
persyaratan K3
Langkah Penanggulangan
Kecelakaan Kerja
(Menurut ILO)
 RISET TEKNIS, MEDIS, PSIKOLOGIS &
STATISTIK
• Riset/penelitian untuk menunjang tkt
kemajuan bid K3 sesuai perkemb ilmu
pengetahuan, tehnik & teknologi
 PENDIDIKAN & LATIHAN
• Peningkatan kesadaran, kualitas
pengetahuan & ketrampilan K3 bagi TK
 PERSUASI
• Cara penyuluhan & pendekatan di bid K3,
bukan melalui penerapan & pemaksaan
melalui sanksi-sanksi
Langkah Penanggulangan
Kecelakaan Kerja
(Menurut ILO)
 ASURANSI
• Insentif finansial utk meningkatkan
pencegahan kec dgn pembayaran premi yg
lebih rendah terhdp peusahaan yang
memenuhi syarat K3
 PENERAPAN K3 DI TEMPAT KERJA
• Langkah-langkah pengaplikasikan di tempat
kerja dlm upaya memenuhi syarat-syarat K3
di tempat kerja
KOMPENSASI KECELAKAAN
Dasar Hukum :
1. UU No. 3 Tahun 1992 ttg Jamsostek
2. PP No. 14 Tahun 1993 ttg Penyel. Program
Jamsostek
3. Permen No. 01/Men/1981
4. Permen No. 04/Men/1993
5. Permen No 05/Men/1993
6. Permen No. 01/Men/1998
7. Permen No. 03/Men/1998
8. Permen No 150/Men/1999
TUJUAN UU NO. 3 TAHUN 1992

1. MEMBERIKAN KETENANGAN KERJA


2. MENJAMIN KESEJAHTERAAN TENAGA KERJA
DAN KELUARGANYA
3. MEMPUNYAI DAMPAK POSITIF TERHADAP
USAHA PENINGKATAN DISIPLIN DAN
PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA
KOMPENSASI KECELAKAAN

Besarnya Jaminan Kecelakaan Kerja


• STMB 4 bln 100 % x upah sebulan, 4 bln kedua 75 % x
upah sebulan dan bulan seterusnya 50 % x upah sebulan
• Cacad sebagian utk selama-lamanya dibayarkan sekaligus dgn
besarnya % sesuai tabel x 70 bln upah
• Cacad total utk selama-lamanya dibayarkan sekaligus dgn
besarnya 70 % x 70 bln upah
• Cacd kekurangan fungsi dibayarkan sekaligus dgn besarnya
santunan % berkurangnya fungsi x % sesuai tabel x 70 bln
upah
• Santunan kematian dibayarkan sekaligus sebesar 60 % x 70
bln upah, sekurang-kurangnya sebesar Jaminan Kematian
(Rp. 5 jt) + biaya pemakaman sebesar Rp. 1.000.000,-
KOMPENSASI KECELAKAAN

Pengobatan dan Perawatan sesuai dgn biaya yg


dikeluarkan :
• Dokter
• Obat
• Operasi
• Rontgen, Laboratorium
• Perawatan Puskesmas, RSU Klas I
• Gigi
• Mata
• Jasa tabib/sinshe/tradisional yg telah mendpt ijin resmi dr
instansi yg berwenang
Persentase Santunan Cacat Tetap Sebagian dan Cacat Lain-lainnya

%x
Macam Cacad Tetap Sebagian
Upah
1. Lengan kanan dr sendi bahu ke bwh 40
2. Lengan kiri dr sendi bahu ke bwh 35
3. Lengan kanan dr atau dr atas siku ke bwh 35
4. Lengan kiri dr atau dr atas siku ke bwh 30
5. Tangan kanan dr atau dr atas pergelangan ke bwh 32
6. Tangan kiri dr atau dr atas pergelangan ke bwh 28
7. Kedua belah kaki dr pangkal paha ke bwh 70
8. Sebelah kaki dr pangkal paha ke bwh 35
9. Kedua belah kaki dr mata kaki ke bwh 50
10.Sebelah kaki dr mata kaki ke bwh 25
11.Kedua belah mata 70
12.Sebelah mata atau diplopia pd penglihatan dekat 35
Macam Cacad Tetap Sebagian % x Upah
13. Pendengaran pd kedua belah telinga 40
14. Pendengaran pd sebelah telinga 20
15. Ibu jari tangan kanan 15
16. Ibu jari tangan kiri 12
17. Telunjuk tangan kanan 9
18. Telunjuk tangan kiri 7
19. Salah satu jari lain tangan kanan 4
20. Salah satu jari lain tangan kiri 3
21. Ruas pertama telunjuk kanan 4,5
22. Ruas pertama telunjuk kiri 3,5
23. Ruas pertama jari lain tangan kanan 2
24. Ruas pertama jari lain tangan kiri 1,5
25. Salah satu ibu jari kaki 5
26. Salah satu jari telunjuk kaki 3
%x
Macam Cacad Tetap Sebagian
Upah
27. Salah satu jari kaki lain 2
28. Terkelupasnya kulit kepala 10-30
29. Impotensi 30
30. Kaki memendek sebelah : Kurang dr 5 cm 10
5 – 7,5 cm 20
7,5 atau lebih 30
31. Penurunan daya dengar kedua belah telinga stp 10 Db. 6
32. Penurunan daya dengar sebelah telinga stp 10 Db. 3
33. Kehilangan daun telinga sebelah 5
34. Kehilangan kedua belah daun telinga 10
35. Cacad hilangnya cuping hidup 30
36. Perforasi sekat rongga hidung 15
37. Kehilangan daya penciuman 10
%x
Macam Cacad Tetap Sebagian
Upah
38. Hilangnya kemampuan kerja phisik
50% – 70% 40
25% – 50% 20
10% – 25% 5
39. Hilangnya kemampuan kerja mental tetap 70
40. Kehilangan sebgn fungsi penglihatan stp kehilangan
efisiensi tajam penglihatan 10% 7
41. Apabila efisiensi penglihatan kanan dan kiri berbeda,
maka efisiensi penglihatan binokuler dgn rumus
kehilangan eff penglihatan (3 x % eff penglihatan
terbaik) + % eff penglht terburuk. Setiap kehilangan
eff tajam penglihatan 10% 7
42. Kehilangan penglihatan warna 10
43. Setiap kehilangan lapangan pandang 10% 7
PERMEN TK.02/MEN/80 TENTANG
PEMERIKSAAN KESEHATAN TENAGA KERJA
DALAM PENYELENGGARAAN KETENAGA KERJAAN

PEMERIKSAAN AWAL (SEBELUM KERJA):


 KONDISI KESEHATAN PRIMA
 TAK ADA PENYAKIT MENULAR
 FIT
 K3 YBS DAN TK LAIN
PEMERIKSAAN BERKALA ( 1 TAHUN SEKALI ):
 DETEKSI DINI PEROBAHAN – DIKENDALIKAN
 TINDAK LANJUT
PEMERIKSAAN KHUSUS
KEWAJIBAN PENGURUS:
 PEKERJAAN/T.K TERTENTU – DUGAAN
 PERAWATAN > 2 MINGGU
 RENTAN
 PERMEN TK RI NO. PER 02/MEN/80 (lanjutan)
PEMERIKSAAN KESEHATAN TENAGA KERJA DLM.
PENYELENGGARAAN KESELAMATAN KERJA
PENGURUS MEMBUAT RENCANA DAN PELAPORAN
LAPORAN < 2 BULAN
UNIT DI DLM/DILUAR PERSH

 PERMEN NAKER RI NO.PER.01/MEN/76


WAJIB LATIHAN HIPERKES BAGI DOKTER
PERUSAHAAN
PERMEN TK RI NO. PER. 01/MEN/81
KEWAJIBAN MELAPOR P.A.K
HASIL PEMERIKSAAN KES
2 x 24 JAM
KEPRES 22/93 – 31 MACAM
(PENY.YANG TIMBUL KARENA HUB. KERJA
PENY.AKIBAT KERJA)
KEPMEN TK. KEP : 333/MEN/1989
DIAGNOSIS DAN PELAPORAN PENYAKIT
AKIBAT KERJA
PERMEN MENAKERTANS NO 03/MEN/1982 TTG

PELAYANAN KESEHATAN KERJA


 USAHA-USAHA PREVENTIF / KURATIF
 OLEH DOKTER (MEN I/70)
 KEWAJIBAN PENGURUS
 PENYELENGGARAAN (SENDIRI-KOLEKTIF)
 PENYELENGGARAAN :
 Σ TENAGA KERJA
 RESIKO BAHAYA

SYARAT
a. > 500 TK : KLINIK, FULL TIME
b. 200 – 500 : KLINIK, SEKALI / 2 HARI
BAHAYA TINGGI : - a.
c. 100 – 200 : KLINIK, SEKALI / 3 HARI
BAHAYA, TINGGI : - b.
d. < 100 TK : - KOLEKTIF
- SENDIRI
KEP.PRES 22/1993
 PENYAKIT AKIBAT KERJA

 PENGERTIAN :
 AKIBAT PEKERJAAN
 SELAMA KERJA
 KAITAN DNG ISTIRAHAT/WAKTU KERJA
 BIASANYA KRONIS
 TAK MENULAR/MENULAR

 KEP.PRES 22/1993
 31 KELOMPOK PENYAKIT AKIBAT KERJA
 PP 14/1993 TTG JAMSOSTEK
TERDIRI DARI:
• PROGRAM JAMINAN KECELAKAAN KERJA
• PROGRAM JAMINAN KEMATIAN
• PROGRAM JAMINAN HARI TUA
• PROGRAM JAMINAN PEMELIHARAAN KESEHATAN

 KEPMEN TK NO KEP 187/1999 TTG


PENGENDALIAN BAHAN KIMIA BERBAHAYA DI TEMPAT
KERJA (bahan dasar,1/2 jadi, hasil utama )
• PENYEDIAAN DAN PENYAMPAIAN MSDS & LABEL
• PENETAPAN POTENSI BAHAYA
• KEWAJIBAN PENGURUS DAN PENGUSAHA
• PENUNJUKAN PETUGAS K3 KIMIA DAN AHLI K3 KIMIA
PMPerburuhan 7 tahun 1964
Sanitasi dan penerangan

 MENGHINDARKAN POTENSI BAHAYA


KECELAKAAN KERJA DAN PAK
 KEBERSIHAN DAN KETERTIBAN
 PENERANGAN MEMENUHI STANDAR
 FAKTOR KIMIA
 FAKTOR FISIKA

•Penerapan SMK3
•Audit SMK3