Anda di halaman 1dari 12

LATAR RUMUSAN TUJUAN MANFAAT

BELAKANG MASALAH PENELITIAN PENELITIAN

BAB I
PENDAHULUAN

BAB II
KAJIAN TEORI

8 Negara yang mempunyai beban


tuberculosis terbesar diantaranya :
1. India 27%
2. China 9%
Global tuberculosis report 2018
3. Indonesia 8%
Kasus tuberculosis sebesar 6,4
4. Philipina 6%
juta jiwa setara 64% dari
BAB III 5. Pakistan 5%
METODOLOGI insiden tuberculosis.
PENELITIAN 6. Nigeria 4%
7. Banglades 4%
8. Afrika selatan 3%
LATAR RUMUSAN TUJUAN MANFAAT
BELAKANG MASALAH PENELITIAN PENELITIAN

BAB I
PENDAHULUAN

BAB II
KAJIAN TEORI

BAB III
RANCANGAN
PENELITIAN
LATAR RUMUSAN TUJUAN MANFAAT
BELAKANG MASALAH PENELITIAN PENELITIAN

BAB I
PENDAHULUAN

BAB II
KAJIAN TEORI

Menurut data dan informasi profil kesehatan Indonesia


BAB III • Pada tahun 2017 ditemukan jumlah kasus tuberculosis
METODOLOGI
PENELITIAN sebesar 446.732 kasus
• Pada tahun 2018 ditemukan jumlah kasus tuberculosis
sebesar 566.623 kasus
LATAR RUMUSAN TUJUAN MANFAAT
BELAKANG MASALAH PENELITIAN PENELITIAN

BAB I
PENDAHULUAN

BAB II
KAJIAN TEORI

BAB III
METODOLOGI
PENELITIAN
LATAR RUMUSAN TUJUAN MANFAAT
BELAKANG MASALAH PENELITIAN PENELITIAN

BAB I
PENDAHULUAN

RUMUSAN MASALAH:
Bagaimana hasil pemeriksaan protein urin pada
pasien tuberculosis yang menerima terapi OAT

BAB II
KAJIAN TEORI

TUJUAN PENELITIAN :
Untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan
protein urin pada pasien tuberculosis yang
menerima terapi OAT
BAB III
METODOLOGI
PENELITIAN
LATAR RUMUSAN TUJUAN MANFAAT
BELAKANG MASALAH PENELITIAN PENELITIAN

BAB I
PENDAHULUAN

Manfaat Penelitian:
1. Bagi Masyarakat
Memberi pengetahuan dan informasi pada masyarakat
khusunya pasien tuberkulosis yang mendapat terapi OAT
mengenai bahaya terjadinya proteinuria yang ditimbulkan
akibat terapi OAT.
BAB II 2. Bagi Peneliti
KAJIAN TEORI
Sebagai media pembelajaran untuk mengaplikasikan ilmu
pengetahuan yang didapat dalam perkuliahan dan
menambah wawasan mengenai gambaran proteinuria pada
pasien tuberkulosis paru yang mendapat terapi OAT.
3. Bagi Institusi
Sebagai referensi dan informasi pada mata kuliah Kimia Klinik
dan Bakteriologi serta hasil penelitian ini dapat dijadikan
BAB III
METODOLOGI acuan untuk penelitian selanjutnya di institusi Universitas Bina
PENELITIAN
Mandiri Gorontalo.
KERANGKA KONSEP

BAB I
PENDAHULUAN

BAB II
KAJIAN TEORI

BAB III
METODOLOGI
PENELITIAN
Jenis dan Rancangan Kualitatif
BAB I Penelitian
PENDAHULUAN

Variabel Bebas (Independent)


Variabel penelitian Variabel Terikat (Dependent)

BAB II
KAJIAN TEORI Penelitian akan dilakasanakan
pada Puskesmas Kota Utara
Lokasi Penelitian
Kota Gorontalo.

Populasi seluruh pasien


tuberkulosis paru yang
BAB III mendapat terapi OAT
METODOLOGI
Populasi dan Sampel
PENELITIAN
Sampel pada penelitian ini
adalah pasien tuberkulosis paru
yang mendapat terapi OAT
Metode pemeriksaan yang
digunakan yaitu carik celup (dipstick)
BAB I
PENDAHULUAN Prinsip Protein akan merubah warna
indikator, umumnya
tetrabromphenol blue dan
Metode dan Prinsip 31,35,51,55-tetracholorophenol-
Pemeriksaan 3,4,5,6-tetrabromsulophthalein
menjadi berwarna kuning (negatif),
hijau-biru (positif). Intensitas warna
sebanding dengan kadar protein
BAB II dalam urin.
KAJIAN TEORI

• Negatif : < 6 mg/dL


• Positif 1 (+) : 30 – 100
mg/dL
Interpretasi Hasil • Positif 2 (++) : 100 – 200
BAB III mg/dL
METODOLOGI
PENELITIAN • Positif 3 (+++) : 200 – 400
mg/dL
• Positif 4 (++++) : > 400
mg/dL
BAB I
PENDAHULUAN

Data yang telah dianalisis


Analisis Data disajikan dalam bentuk tabel
BAB II dan kemudian
KAJIAN TEORI dijelaskan dalam bentuk narasi.

BAB III
METODOLOGI
PENELITIAN
BAB I
PENDAHULUAN

BAB II
SEKIAN
KAJIAN TEORI TERIMA KASIH

BAB III
METODOLOGI
PENELITIAN

PENUTUP