Anda di halaman 1dari 14

TEKNIK & MANAJEMEN SIDANG

Presented by
LATIHAN DASAR KEPEMIMPIAN SIDANG
BEM – KM STT Tekstil Bandung
Kader FLMPI STTT Bandung
Kebutuhan akan payung hukum terhadap hasil keputusan bersama
sehingga memungkinkan orang-orang yang terlibat dalam hasil sidang
mentaati kesepakatan yang telah dihasilkan.

Perbedaan sidang dengan musyawaraha biasa ada 2 point


1.Sistem yang baku dan selalu ada bukti tertulis bukti tertulis
2.Konsekwensi hukum terhadap hasil persidangan

Analogi ......
Bagaimana jika pertanggungjawaban pengelolaan
keuangan STTT Bandung oleh Ketua STTT selama 5 tahun
di putuskan dalam suatu musyawarah?
Definisi Sidang Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia

Sidang adalah pertemuan formal suatu organisasi guna


membahas masalah tertentu dalam upaya untuk
menghasilkan keputusan yang dijadikan sebagai
kebijaksanaan organisasi tersebut. Keputusan dari
persidangan ini akan mengikat pada seluruh elemen dari
organisasi itu selama belum diadakan perubahan atas
keputusan tersebut. keputusan ini bersifat final sehingga
berlaku bagi yang ikut ataupun yang tidak ikut
persidangan yang berlangsung.
Bentuk Bentuk Sidang
1.Sidang Pleno
Sidang Pleno merupakan sidang rutin yang sering dilaksanakan oleh
oleh suatu organisasi dalam kerangka membahas dan mengambil keputusan
yang berkenaan dengan kegiatan-kegiatan Rutin suatu organisasi.
2.Sidang Istimewa
Sidang Istimewa merupakan persidangan yang dilakukan oleh suatu
organisasi dalam kerangka pengambilan keputusan yang bersifat mendesak dan
berada dalam keadaan genting.
Sifat dari Persidangan
1.Sidang Tertutup
persidangan yang dilakukan oleh suatu organisasi, dimana hasil
permbicaraan yang dilakukan tersebut bersifat tertutup dan hanya diketahui
oleh Pimpinan atau Anggota Organisasi tersebut dan pembicaraan tidak boleh
diumumkan, kecuali sidang memutuskan untuk diumumkan seluruhnya atau
sebagian
2.Sidang Terbuka
persidangan yang dilakukan secara terbuka dengan mengundang
pihak lain yang dipandang memiliki keterkaitan dengan materi pembicaraan
dalam sidang. Pada persidangan ini, hasilnya boleh diumumkan secara terbuka
dan dapat diketahui oleh pihak lain diluar organisasi tersebut.
1. Draft Tertulis

Kumpulan lembaran-lembaran tertulis (legal & formal) yang dibutuhkan dalam


suatu persidangan.

Mencakup
1. Tata Tertib Sidang
berisi aturan-aturan yang menjadi acuan jalannya persidangan. Tata tertib
memuat kriteria peserta, hak dan kewajiban peserta, sanksi-sanksi, dan
mekanisme lainnya.
2. Agenda Sidang
berisi susunan acara atau susunan pokok pembicaraan atau persoalan-
persoalan yang akan dibahas dalam suatu persidangan.
3. Anggaran Dasar & Anggaran Rumah Tangga
lembar konstitusional suatu organisasi/lembaga.
4. Lembar-lembar lain yang menunjang persidangan.
2. Peserta

a. Peserta Penuh
Hak peserta penuh :
• Hak Bicara, adalah untuk bertanya, mengeluarkan pendapat dan mengajukan
usulan kepada pimpinan baik secara lisan maupun tertulis
• Hak Suara, adalah hak untuk ikut ambil bagian dalam pengambilan keputusan
• Hak Memilih, adalah hak untuk menentukan pilihan dalam proses pemilihan
• Hak Dipilih, adalah hak untuk dipilih dalam proses pemilihan
Kewajiban peserta penuh :
•Mentaati tata tertib persidangan/permusyawaratan
•Menjaga ketenangan/harmonisasi persidangan

b. Peserta Peninjau
Hak Peninjau : hak bicara
Kewajiban Peninjau :
•Mentaati tata tertib persidangan/permusyawaratan
•Menjaga ketenangan/harmonisasi persidangan
3. Presidium Sidang
• Presidium Sidang dipilih dari dan oleh peserta Permusyawaratan melalui Sidang Pleno
yang dipandu oleh Panitia Pengarah sesuai tata tertib yang disepakati
• Presidium Sidang bertugas untuk memimpin dan mengatur jalannya persidangan seperti
aturan yang disepakati peserta
• Presidium Sidang berkuasa untuk memimpin dan menjalankan tata tertib persidangan

4. Panitia Pelaksana (OC) atau Pengarah (SC) Persidangan

Panitia yang bertugas sebagai fasilitator terhadap terselenggaranya persidangan dari awal
hingga akhir. Panitia inilah yang berperan secara teknis menyiapkan kebutuhan-kebutuhan
untuk suatu persidangan
5. Ketukan Palu

1X menandakan pengesahan satu putusan dan biasanya digunakan pula


untuk menerima dan menyerahkan pimpinan sidang.

2X untuk menskoring atau menunda sidang (pending) sementara karena


alasan tertentu yang disetujui oleh forum.  Skorsing/pending dilakukan
dengan mekanisme 2 X a menit.

3X untuk membuka atau menutup sidang

6. Interupsi

Merupakan bentuk selaan atau memotong pembicaraan dalam sidang karena adanya
masukan yang perlu diperhatikan untuk pelaksanaan sidang.

Interupsi hanya berlaku selama tidak menggangu persidangan. Apabila dalam


persidangan, Presidium Sidang tidak mampu menguasai dan mengendalikan jalannya
persidangan, maka Panitia Pengarah (SC) diberikan wewenang untuk mengambil alih
jalannya persidangan, atas permintaan Presidium Sidang dan atau Peserta Sidang.
JENIS INTERUPSI

1. Interupsi Point of Previllage


adalah jenis interupsi tingkatan tertinggi. Peserta yang meminta interupsi ini wajib
didahulukan oleh pimpinan sidang. Interupsi ini dimaksudkan apabila ada hak dari
seorang peserta yang dilecehkan oleh peserta lain, atau ada pembicaraan dari peserta lain
yang menyerangnya secara pribadi, diluar kontes pembahasan dalam persidangan.
Karena sifatnya yang personal, dibeberapa persidangan lain menyebutnya sebagai
interupsi personal.

2. Interupsi Point of Clarification


interupsi yang dimaksudkan untuk mengklarifikasi suatu persoalan yang sedang dibahas
dalam persidangan.

3. Interupsi Point of Information


interupsi yang dimaksudkan untuk memberikan informasi terkait persoalan yang sedang
dibahas dalam persidangan.

4. Interupsi Point of Order


interupsi yang dimaksudkan untuk memberikan usulan atau menawarkan saran,
permintaan, atau gagasan terkait persoalan yang sedang dibahas dalam persidangan.
7. Kuorum

Persyaratan minimal, secara kuantitatif, yang menjadi acuan bahwa sidang


tersebut sah dan dapat diselenggarakan

8. Pengambilan Keputusan

Tata cara pengambilan keputusan seperti berikut ini (berurutan) :


1. Musyawarah mufakat.
Disepakati bersama-sama.

2. Lobbying
ialah satu cara untuk menyelesaikan perbedaan pendapat agar terciptanya
mufakat. Hal menjadi pilihan bijak ketika timbul dua perbedaan pendapat, atau
permasalahan telah mengerucut.

3. Pengambilan suara (Voting)


langkah terakhir yang ditempuh apabila kedua langkah diatas tidak berhasil.
SIMULASI SIDANG

1.Panitia adalah Steering Comitte (SC)


2.Pemilihan Presidium Sidang
3.Penetapan Tata Tertib Persidangan dipimpin presidium dan disepakati
perpoin oleh peserta
4.Pembahasan masalah mengenai
“ Pencanangan Kampus STTT bebas rokok pada tahun 2011 ”
peserta sidang merupakan perwakilan mahasiswa dari setiap
angkatan sehingga keputusan sidang akan mengikat dan berlaku bagi
seluruh mahasiswa. (sifat sidang terbuka)
5.Segala bentuk keputusan dalam persidangan di disepakati bersama dan
hasilnya tertulis atas tanda tangan seluruh presidium

Anda mungkin juga menyukai