Anda di halaman 1dari 23

KLASIFIKASI

KERETA API
Oleh :
KELOMPOK 3
ANGGOTA KELOMPOK

Eric Irawan 1610811210018


Alvin Najmi 1610811210006
Muhammad Azmie 1610811210040
Muhammad Faizal 1610811210042
Muhammad Rifaldi 1610811210050
Ryend Pratama Syah 1710811110051
JENIS-JENIS KERETA API
 DARI SEGI PROPULSI (TENAGA
PENGGERAK)
1. Kereta Api Uap
Kereta Api Uap

Kereta api ini digerakkan dengan menggunakan uap air yang


dihasilkan dari ketel uap yang dipanaskan dengan menggunakan
kayu bakar, batu bara, dan minyak bumi.

Istilah kereta api di Indonesia muncul karena adanya kereta api


uap yang menggunakan api ini. Kereta api uap sudah tidak
banyak digunakan lagi karena asap pembakarannya
menghasilkan polusi udara.
2. Kereta Api Diesel
Kereta Listrik
Kereta ini digerakkan menggunakan tenaga listrik yang disalurkan
dari kabel transmisi yang biasanya ada di atas jalur kereta.
Kereta ini mayoritas melayani para penumpang komuter.

Biasanya desain dalamnya terdiri dari tempat duduk berhadapan


dan di bagian tengahnya dapat digunakan untuk penumpang
berdiri. Di Indonesia, kereta rel listrik digunakan di kawasan
Jabotabek.
3. Kereta Daya Magnet
Kereta Daya Magnet

Kereta jenis ini dikenal juga dengan nama maglev, singkatan


dari magnetic levitation.

Kereta jenis ini bergerak dengan menggunakan medan magnet,


dimana badan kereta diangkat dan didorong menggunakan
medan magnet pada jalurnya sehingga tidak bersentuhan
dengan rel. Kereta ini dapat berjalan dengan kecepatan sangat
tinggi.
JENIS-JENIS KERETA API
 BERDASARKAN JALUR KERETA
1. Kereta Api Konvensional
Kereta Api Konvensional

Kereta api rel konvensional adalah kereta api yang paling umum
dijumpai. Menggunakan rel yang terdiri dari dua batang besi
yang diletakan di bantalan.
Di daerah tertentu yang memiliki tingkat ketinggian curam,
biasanya digunakan rel bergerigi yang diletakkan di tengah-
tengah rel tersebut serta menggunakan lokomotif khusus yang
memiliki roda gigi.
2. Kereta Api Monorel
Kereta Api Monorel

Kereta api monorel (kereta api rel tunggal) adalah kereta api yang
jalurnya tidak seperti jalur kereta yang biasa dijumpai. Rel kereta
ini hanya terdiri dari satu batang besi. Letak kereta api didesain
menggantung pada rel atau di atas rel. Karena efisien, biasanya
digunakan sebagai alat transportasi kota khususnya di kota-kota
metropolitan dunia dan dirancang mirip seperti jalan layang.
JENIS-JENIS KERETA API
 BERDASARKAN POSISI/LETAK
1. Kereta Api Permukaan (Surface)
Kereta Api Permukaan (Surface)
Kereta api permukaan adalah kereta api yang berjalan
di atas tanah dan paling sering dijumpai. Biaya
pembangunan untuk kereta permukaan adalah yang
termurah dibandingkan yang di bawah tanah atau yang
layang. Umumnya lintasan permukaan ini di Indonesia
dibangun sebelum Perang Dunia II.
2. Kereta Api Layang (elevated)
Kereta Api Layang (elevated)

Kereta api layang berjalan di atas permukaan tanah


dengan bantuan tiang-tiang, hal ini untuk menghindari
persilangan sebidang, agar tidak memerlukan pintu
perlintasan kereta api. Biaya yang dikeluarkan sekitar 3
(tiga) kali dari kereta permukaan dengan jarak yang
sama.
3. Kereta Api Bawah Tanah
Kereta Api Bawah Tanah
Kereta api bawah tanah adalah kereta api yang berjalan di
bawah permukaan tanah (subway). Kereta jenis ini
dibangun dengan membangun terowongan-terowongan di
bawah tanah sebagai jalurnya. Umumnya digunakan pada
kota-kota besar (metropolitan) seperti New
York, Tokyo, Paris, Seoul dan Moskow.

Biaya yang dikeluarkan sangat mahal karena untuk


menembus 20 meter di bawah permukaan perlu biaya 7 kali
lipat daripada kereta permukaan.
Daftar Pustaka

• http://buchory131211.blogspot.com/2012/02/kereta
-apioleh-bukhori-fakultas-bahasa.html

• https://bobo.grid.id/read/08677905/jenis-kereta-
api-berdasarkan-tenaga-penggeraknya?page=all
Terima kasih