Anda di halaman 1dari 33

ANALGESIK

PENDAHULUAN
• Nyeri adalah sensasi yang memungkinkan kita
mengetahui terjadinya kerusakan pada jaringan
tubuh kita
• Nyeri merupakan salah satu mekanisme
pertahanan tubuh, jadi meskipun nyeri bersifat
tidak menyenangkan dan menyusahkan, perlu
diingat bahwa nyeri adalah indikator
perlindungan tubuh
PENDAHULUAN
Klasifikasi nyeri berdasar sumbernya:
- Nyeri superficial : nyeri yang mengenai kulit/
jaringan subkutan. Biasanya bersifat burning
(seperti terbakar)
ex: terkena ujung pisau atau gunting
- Nyeri somatik : nyeri yang muncul dari ligament,
pemb. Darah, tendon dan syaraf, nyeri menyebar &
lbh lama drpd cutaneus
ex: sprain sendi
- Nyeri viseral (pada organ dalam), stimulasi
reseptor nyeri dlm rongga abdomen, cranium dan
thorak. Biasanya terjadi karena spasme otot,
iskemia, regangan jaringan
PENDAHULUAN
Nyeri akut Nyeri kronik
• Lamanya dalam • Lamanyna sampai
hitungan menit hitungan bulan, > 6bln
• Ditandai peningkatan • Fungsi fisiologi bersifat
BP, nadi, dan respirasi normal
• Respon pasien:Fokus • Tidak ada keluhan nyeri
pada nyeri, menyetakan • Tidak ada aktifitas fisik
nyeri menangis dan sebagai respon
mengerang terhadap nyeri
• Tingkah laku
menggosok bagian yang
nyeri
Analgesik
Analgesik  Obat anti nyeri
- Untuk nyeri ringan – sedang pada otot rangka dan
sendi  digunakan analgesik non narkotik
- Untuk nyeri sedang – berat pada otot polos dan
tulang  digunakan analgesik narkotik
- Analgesik berdasar klasifikasi:
• Untuk nyeri akut  asetaminofen, NSAID
• Untuk nyeri kronik  non narkotik
• Untuk nyeri superficial  ringan (non narkotik), nyeri
sedang (kombinasi non narkotik dan narkotik)
• Untuk nyeri somatik  non narkotik
• Untuk nyeri viseral  narkotik
Analgesik Non narkotik
• Analgesik ini tidak bersifat adiktif tetapi kurang
kuat dibandingkan analgetik narkotik
• Obat ini dipakai untuk terapi nyeri dan penurun
panas, efektif untuk nyeri tumpul pada sakit
kepala, dismenore, nyeri pada inflamasi, abrasi
minor, nyeri otot, dan arthritis ringan sampai
sedang
• Yang temasuk analgesik non narkotik adalah
– Salisilat (Aspirin)
– Parasetamol
– NSAID (obat antiinflamasi non steroid)
ASPIRIN
• Aspirin adalah suatu salisilat, obat analgesik non
narkotik tertua yang masih dipakai
• Aspirin menurunkan nyeri dengan cara menghambat
jalur siklooksigenase, sehingga prostaglandin tidak
terbentuk
• Efek aspirin  analgetik, antipiretik, antikoagulan,
tetapi tidak cocok untuk anak < 12 th yang
mengalami demam
• Dosis orang dewasa : 300 – 1000 mg, q.i.d
Untuk nyeri ringan : 300 – 600 mg
Untuk anak, digunakan pengganti, yaitu
asetaminofen
ASPIRIN
• ES :
– iritasi lambung, sehingga lebih baik diberikan
bersama dengan makanan, atau pada waktu
makan, atau dengan segelas cairan
– Perdarahan dapat lebih banyak timbul jika
aspirin digunakan pada 2 hari pertama
dismenorhoe
– Untuk penderita asma, perlu perhatian karena
dapat menyebabkan asma tidak sembuh
ASETAMINOFEN
• Merupakan derivat para-aminofenol
• Mempunyai efek analgetik dan antipiretik, dan efektif
untuk pegal dan nyeri otot, dan demam akibat infeksi
virus, tetapi tidak berefek antiinflamasi
• Efek analgetik asetaminofen dikarenakan
asetaminofen menghambat kerja enzym di otak dan
medula spinalis yang berperan pada sensor nyeri
• Asetaminofen sedikit mempengaruhi jalur
siklooksigenase  sehingga ES pada lambung
minimal
• Asetaminofen tidak menyebakan agregasi trombosit
• Dapat dibeli tanpa resep dokter
ASETAMINOFEN
• Akan cepat diabsorpsi oleh tubuh, dengan efek
puncak 30 menit hingga 2 jam setelah ingesti
• Waktu paruh 2 jam
• Dieliminasi melalu ginjal
• Dosis PO : 325-650, q.i.d

• Jika terjadi overdosis asetaminofen, akan


menyebabkan kerusakan hati dan membutuhkan
penanganan segera.
• Untuk overdosis asetaminofen, ditangani dengan
pemberian n-asetilsistein i.v, diberikan sebelum
maks 48 jam setelah keracunan
Analgesik Narkotik
- Digunakan pada nyeri sedang dan berat
- Digunakan hanya dengan resep dokter
- Analgesik narkotik langsung bekerja di
reseptor opioid di pusat nyeri di SSP (otak
dan medula spinalis) atau di perifer pada
saluran cerna
 juga dapat mendepresi pernafasan dan
batuk melalui medula oblongata di batang
otak
Analgesik Narkotik
Morfin akan menempati reseptor opioid secara langsung
Digunakan sebgai analgetik kuat, dengan mengubah persepsi
otak terhadap nyeri
Morfin akan mendepresi pernafasan, refleks batuk,
menurunkan motilitas usus
Digunakan untuk terapi diare, batuk, edema pernafasan akut
Digunakan secar oral , IM, IV, SC
Meperidin digunakan untuk nyeri akut
Tidak digunakan untuk diare atau batuk
Biasa dikonsumsi IM
Metadon, efek sama dengan morfin tapi tanpa menginduksi
euforia
Sedikit menyebabkan kecanduan
Analgesik Narkotik
Fentanil,efek 100 x dari morfin

Kodein lebih kecil efek analgesiknya dibandingkan morfin


Mempunyai efek antitusive baik
Biasa dikombinasi dengan asetaminofen/parasetamol
Oksikodon digunakan untuk nyeri sedang – parah
Kombinasi Agonis dan
Antagonis Analgesik Narkotik
- Dikembangkan untuk mengurangi penyalahgunaan
narkotik
- Contoh : pentazosin, btorfanol tartrat, buprenolin, dan
nalbufin hidroklorida
- Pentazosin dan butorfanol  berefek adiksi, tetapi aman
dipakai sewamtu proses kelahiran
Antagonis Narkotik
- Adalah antidot untuk analgesik narkotik
- Antagonis narkotik mempunyai daya ikat yang lebih kuat
pada reseptor opiat daripada narkotik

Nalokson, digunakan untuk


mengembalikan koma atau depresi
pernafasan karena overdosis opioid

Nalterkson, mempunyai efek lebih baik


dari nalokson
Bersifat hepatotoksik
ANTIINFLAMASI
PENDAHULUAN
• Mekanisme respon
selular tubuh
terhadap kerusakan
jaringan
• Respon inflamasi
adalah reaksi lokal
yang melibatkan
pelepasan substansi,
salah satunya
histamin (dari sel
mast), prostagandin
• Tanda utama respon
inflamasi adalah
kemerahan, nyeri,
bengkak, panas dan
hilangnya fungsi.
Antiinflamasi
Antiinflamasi adalah obat untuk menurunkan radang, terbagi
atas dua kelompok besar:
- Obat anti infamasi non steroid
- Obat anti inflamasi steroid
Obat anti inflamasi non steroid
• Bekerja dengan menghambat jalur
siklooksigenase (COX1 atau COX 2)
sehingga tidak terbentuk
prostaglandin
• ES :
– Tukak lambung
– Fungsi ginjal
Obat anti inflamasi non steroid
Aspirin akan mengasetilasi siklooksigenase secara
ireversibel. Aspirin lalu akan didegradasi oleh esterase
menjadi salisilat. Salisisat yang akan berefek antiinflamasi,
analgesik, dan antipiretik.

Turunan asam propionat


Ibuprofen, ketoprofen, naproxen berefek antiinflamasi,
analgesik, dan antipiretik. Bekerja dengan menghambat
jalur siklooksigenase
digunakan untuk pengobatan rematoid artritis,
osteoartritis.
ES di saluran cerna lebih rendah dibanding aspirin.
Obat anti inflamasi non steroid
Turunan oxicam
Piroksikam dan meloksikam menghambat jalur
siklooksigenase.
Digunakan unutk mengobari rematoid artritis, osteoartritis.
Hanya dipakai 1 x sehari, berES di saluran cerna .
Turunan fenamat
Asam mefenamat dan meklofenamat hanya bersifat
antiinflamasi.
ES : diare
Obat anti inflamasi non steroid
Diklofenak
Bekerja dengan menghambat jalur siklooksigenase
digunakan untuk pengobatan rematoid artritis, osteoartritis
jangka panjang
ES di saluran cerna
Ketorolac
Dapat diberikan secara IM jg, pada saat setelah operasi
Obat anti inflamasi non steroid
OAINS selektif pada inbihisi COX 2
Bekerja dengan menghambat jalur siklooksigenase COX2

Celecoxib
Digunakan untuk terapi ostoastritis dan rematoid artritis
ES : nyeri lambung, diare, dispepsia
KI : ppasien hioersensitiv sulfonamida
Obat anti inflamasi steroid
Korteks adrenal mengeluarkan dua hormon:
1. minerlaokortikoid
2. glukokortikoid
Glukokortikoid sering digunakan untuk menekan inflamasi,
alergi dan respon imun.
Glukokortikoid dalam tubuh adalah kortisol.
Sedangkan glukokortikoid sintetik adalah prednisolon,
prednison, metilprednisolon, metrilprednisolon,
betametason, deksametason, dantriamsinolon.
Umumnya digunakan secara oral.
Obat anti inflamasi steroid
ES :
• Hipertensi sekunder
• Osteoporosis
• Tukak lambung
• dosis tinggi dapat menyebakan wajah menjadi bulat
(moon face), karena lemak terdistribusi secara ekstrim di
wajah.
• Diabetes tipe 2
• Obesitas
• Edema
Artritis
• Artritis adalah inflamasi pada sendi.
• Macam artritis adalah
- Rematoid artritis
- Osteoartritis
- Gout artritis
Obat anti rematoid
• Artritis rematoid kondisi yang umum terjadi, terutama
pada wanita dengan rasio 3 : 1
• Pengobatan dengan OAINS dan glukokortikoid
 digunakan untuk mengurangi pembengkakan dan
nyeri sendi
 Karena efek tidak segera, dibutuhkan sampai 6 bulan,
pasien perlu diberitahu untuk melanjutkan
pengobatan
• Selain OAINS dan glukokortikoid, dapat digunakan juga
sulfasalazin, penisilamin, klorokuin, metotreksat dan
leflunomid
Obat anti rematoid
Sulfasalazin, merupakan prodrug dimana dalam tubuh akan
diurai menjadi asam aminosalisilat 5 dan sulfapiridin.
Bekerja sebagai imunosupresan, sehingga respon inflamasi
akan lambat
ES : gangguan cerna, pening, leukopenia, fotosensitivitas,.
Perhatian untuk pasien gagal ginjal.
Penisilamin, obat turunan penisilin yang tidak bersifat
antibiotik tetapi mempunyai efek imunosupresan,
Bekerja dengan mengurangi jumlah limfosit T dan makrofag.
ES : anoreksia, mual, muntah, ruam
Tidak dapat diberikan bersamaan dengan logam tertentu,
karena bersifat pengkhelat, seperti susu, antasida
Penggunaan sebaiknya digunakan bersama vitamin B6
(piridoksin)
Obat anti rematoid
Metotreksat, bekerja pada DNA tetapi mekanisme pasti
sebagai antiinflamasi tidak diketahui.
Obat pilihan utama pada terapi rematoid.
ES : mual, diare, kelatihan.

Karena obat mempengaruhi kemampuan tubuh melawan


infeksi, sebagai perawat perhatikan tanda dan gejala sakit
tenggoroka, sesak nafas, dan sering buang air kecil.
Obat anti rematoid
Klorokuin, obat anti malaria yang juga digunakan untuk anti
rematoid.
ES : mual, diare, ruam.
ES klorokuin yang lebih serius adalah oftalmologik.
Penggunaan dalam waktu lama akan mengganggu
penglihatan pada malam hari.
Obat Gout
Gout adalah sakit sendi yang dikarenakan kadar asam urat
tinggi yang menyebabkan kristal asam urat mengendap di
sendi
Obat yang digunakan bertujuan untuk
1. Mengurangi nyeri
2. Mengurangi kadar asam urat dalam tubuh.
Untukmengurangi kadar asam urat, dilakukan dengan
cara:
- Menghambat produksi asam urat
- Mempercepat pengeluaran asam urat dari tubuh
(=urikosurik)
Obat Gout
Obat yang digunakan Kolkisin, Alupurinol, Probenesid dan
Sulfinpirazon

Kolkisin
Sebagai antiinflamasi dan urikosuric
Bekerja dengan menghambat pembentukan tubulin pada
saat sintesis pembelahan sel. Juga menghambat sintesis dan
pelepasan leukotrien.
Digunakan secara oral
ES : mual muntah, diare, anemia aplastik, alopesia
Alupurinol
Bekerja menghambat pembentukan asam urat dengan cara
menghambat kerja xantin oksidase
Obat Gout
Probenesid dan Sulfinpirazon
Bekerja sebagai urikosuric, dengan menghambat pertukaran
anion-urat di proksimal tubular, sehingga resorpsi asam urat
berkurang.