Anda di halaman 1dari 30

RUANG BERSIH

INDUSTRI FARMASI

PROGRAM STUDI S1 FARMASI


STIKes Rumah Sakit Anwar Medika
NAMA KELOMPOK

AHMAD
ALHAMZAH
NUR HIDAYATI
ERVIANI DINDA
16020201034
6
MAILATULLIA 4
ANISA SUCI R 2 KHARIRI
TRI DINA F
16020200078
16020201013 16020200050

3 5
1
OUTLINE

KELAS KEBERSIHAN

Klasifikasi ruang bersih PEMANTAUAN


dan udara bersih RUANG BERSIH 6
RUANG BERSIH Tujuan klasifikasi 4 DAN UDARA
Definisi 2 Rekomendasi system
tata udara ruang steril
BERSIH LAY OUT
Tujuan
REKUALIFIKASI PRODUKSI STERIL
KORIDOR
Kooridor bersih
3 5 ASEPTIS DAN
1 Koridor kotor NON ASEPTIS
Arah pintu
DEFINISI RUANG BERSIH

Ruang bersih atau clean room adalah Ruang atau area di bawah
pengawasan dan pengendalian lingkungan terhadap cemaran partikulat
dan mikroba pada tingkat yang telah ditetapkan. Konstruksi dan
penggunaan area ini dibuat sedemikian rupa untuk mengurangi masuknya,
tumbuhnya dan tertahannya cemaran dalam ruang atau area
TUJUAN RUANG BERSIH

Tujuan dari adanya ruang bersih adalah menjaga kualitas obat agar tidak
tercemar oleh bahan-bahan lain selama proses pembuatan. Pencemaran
dapat berasal dari bahan baku produk, alat-alat, udara ruangan ataupun
mikroba. Adanya pencemaran ini tentu akan beresiko menurunkan kualitas
obat.
KORIDOR

Dalam ruang bersih dikenal dua tipe yaitu Koridor Bersih (Clean Coridor)
dan Koridor Kotor (Dirty Coridor). Ketika mempertimbangkan jenis
pengaturan tekanan udara dalam ruang pembuatan obat tipe koridor
kotor dan bersih ini harus dipahami terlebih dahulu. Untuk sediaan kering
dan berdebu seperti tablet, kapsul keras, serbuk kering menggunakan tipe
koridor bersih dimana tekanan udara pada koridor lebih tinggi daripada
ruangan. Ruangan ini biasanya adalah ruang pelarutan, granulasi
kering/basah, ruang pengayakan, ruang pencampuran dan ruang cetak
tablet.
KORIDOR

KORIDOR BERSIH
Dengan pengaturan tekanan udara seperti ini pengotor akan terisolasi pada masing-masing ruangan.
Pengotor tidak sempat berpindah ke koridor otomatis tidak sempat pindah ke ruangan yang lain.
Bagaimana dengan mikroba? Untungnya sediaan kering serbuk atau tablet ini merupakan media yang
buruk untuk bakteri untuk berkembang-biak karena mengandung sedikit sekali kadar air.Ruang Proses
Pembuatan Tablet, serbuk kering atau kapsul masuk ke dalam kelas E, ruang kelas ini tidak diwajibkan
untuk melakukan pemantauan mikroba.
KORIDOR

KORIDOR KOTOR
Untuk sediaan liquid, semisolid, softcapsule menggunakan tipe Koridor Kotor dimana tekanan udara
pada ruang proses lebih tinggi daripada tekanan udara pada koridor. Ini menyebabkan pengotor akan
terdorong keluar ruangan dan masuk ke dalam koridor. Pengotor dari ruangan lain yang ada pada koridor
tidak bisa memasuki ruangan proses yang lain untuk mencemari karena tekanannya lebih tinggi.
Sediaan basah (liquid, semisolid) merupakan media yang baik untuk bakteri tumbuh, oleh karena itu
menggunakan koridor kotor agar pengotor termasuk mikroba selalu keluar dari ruangan. Bila misal
mikroba dijaga tetap pada ruangan seperti koridor bersih maka mikroba akan mempunyai kesempatan
yang tinggi untuk tumbuh kembang dan akhirnya mencemari produk.
ARAH PINTU

Arah pintu dalam ruangan bersih disesuaikan dengan arah aliran udaranya. Udara mengalir dari tekanan
tingi ke tekanan yang lebih rendah. Dengan cara ini maka otomatis pintu akan terdorong udara sehingga
selalu tertutup setelah dibuka. Cara ini mengurangi risiko pindahnya pengotor.
ARAH PINTU

Pintu yang digunakan merupakan pintu ayun pintu geser/sliding tidak diperbolehkan dalam CPOB 2012
halaman 140 :
“Untuk mengurangi akumulasi debu dan memudahkan pembersihan hendaklah tidak ada bagian yang
sukar dibersihkan dan lis yang menonjol, rak, lemari serta peralatan hendaklah dalam jumlahterbatas.
Pintu hendaklah didesain untuk menghindarkan bagian yang tersembunyi dan sukar dibersihkan; pintu
sorong hendaklah dihindarkan karena alasan tersebut.

Pintu geser berpotensi terdapat bagian yang sukar dibersihkan sehingga ada resiko kontaminasi. Klausul
CPOB tersebut juga selaras dengan Annex 1 Manufacture of Sterile Medicinal Products klausul 47:
Untuk mengurangi akumulasi debu dan memfasilitasi pembersihan, tidak boleh ada ceruk yang tidak
bersih dan minimal tepian, rak, lemari, dan peralatan yang diproyeksikan. Pintu harus dirancang untuk
menghindari ceruk yang tidak bersih itu pintu geser mungkin tidak diinginkan karena alasan ini.
KELAS KEBERSIHAN (CPOB 2018)

KELAS “C”
KELAS “A” KELAS “D”

1 3
KELAS “B”

2 4
KELAS KEBERSIHAN (CPOB 2018)

KELAS “A”

Zona untuk kegiatan yang berisiko tinggi, misal zona pengisian, wadah tutup
karet, ampul dan vial terbuka, penyambungan secara aseptis. Umumnya
kondisi ini dicapai dengan memasang unit aliran udara laminar (laminar air
flow) di tempat kerja. Sistem udara laminar hendaklah mengalirkan udara
dengan kecepatan merata berkisar 0,36 – 0,54 m/detik (nilai acuan) pada
posisi kerja dalam ruang bersih terbuka. Keadaan laminar yang selalu
terjaga hendaklah dibuktikan dan divalidasi. Aliran udara searah
berkecepatan lebih rendah dapat digunakan pada isolator tertutup dan
kotak bersarung tangan.
KELAS KEBERSIHAN (CPOB 2018)

KELAS “B”

Untuk pembuatan dan pengisian secara aseptis, Kelas ini adalah lingkungan
latar belakang untuk zona Kelas A.
KELAS KEBERSIHAN (CPOB 2018)

KELAS “C dan D”

Area bersih untuk melakukan tahap proses pembuatan yang mengandung


risiko lebih rendah.
KLASIFIKASI RUANG BERSIH DAN UDARA BERSIH

Ruang bersih dan sarana udara bersih diklasifikasikan sesuai dengan EN ISO 14644-1. Klasifikasi
hendaklah dibedakan dengan jelas dari pemantauan lingkungan pada saat operasional. Jumlah
maksimum partikulat udara yang diperbolehkan untuk tiap kelas kebersihan adalah sebagai berikut:
Ruang bersih dan sarana udara bersih diklasifikasikan sesuai dengan EN ISO 14644-1. Klasifikasi
hendaklah dibedakan dengan jelas dari pemantauan lingkungan pada saat operasional. Jumlah
maksimum partikulat udara yang diperbolehkan untuk tiap kelas kebersihan adalah sebagai berikut:
KLASIFIKASI RUANG BERSIH DAN UDARA BERSIH

MENURUT CPOB 2018 :


TUJUAN KLASIFIKASI RUANG BERSIH DAN UDARA BERSIH

Untuk tujuan klasifikasi zona Kelas A, perlu diambil sampel udara minimum 1 m3 per lokasi pengambilan
sampel. Untuk Kelas A klasifikasi partikulat udara adalah ISO 4.8 ditentukan oleh batas jumlah partikel
dengan ukuran > 5,0 µm.

Untuk Kelas B (nonoperasional) klasifikasi partikulat udara adalah ISO 5 untuk kedua ukuran partikel.

Untuk Kelas C, klasifikasi partikulat udara adalah ISO 7 untuk nonoperasional dan ISO 8 untuk
operasional.

Untuk Kelas D (nonoperasional), klasifikasi partikulat udara adalah ISO 8.

Untuk tujuan klasifikasi, metodologi EN/ISO 14644-1 menjelaskan jumlah lokasi minimal untuk
pengambilan sampel udara dan volume sampel berdasarkan batas ukuran partikel terbesar bagi kelas
kebersihan terkait serta metode untuk mengevaluasi data yang terkumpul.
TUJUAN KLASIFIKASI RUANG BERSIH DAN UDARA BERSIH

Untuk tujuan klasifikasi hendaklah dipakai alat penghitung partikel portabel dengan selang pendek untuk
pengambilan sampel, karena akan terjadi presipitasi yang tinggi dari partikel >5,0 µm apabila
menggunakan sistem pengambilan sampel dari jarak jauh yang menggunakan selang yang panjang. Pada
sistem aliran udara unidirectional hendaklah digunakan sample heads isokinetis.

Klasifikasi saat operasional dapat dilakukan selama kegiatan rutin, proses simulasi atau selama
pelaksanaan media fill karena diperlukan simulasi pada kasus terburuk untuk tujuan klasifikasi ini. EN ISO
14644-2 memberikan informasi tentang cara melakukan pengujian untuk membuktikan pencapaian secara
berkesinambungan klasifikasi kebersihan yang ditetapkan.
REKOMENDASI SISTEM TATA UDARA (HVAC)RUANG STERIL
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan KLASIFIKASI dan
PEMANTAUAN udara bersih di ruang steril, sebagai berikut :

01 Klasifikasi ruangan berbeda dengan pemantuan ruangan

Klasifikasi ruangan adalah bagian dari kualifikasi awal fasilitas dan biasanya juga dilakukan saat
02 rekualifikasi rutin
03 berbeda untuk tiap ruangan produksi dan mencantumkan peralatan yang dipasang dan beroperasi
Perlu mempunyai Protap yang mendefinisikan kondisi nonoperasional dan operasional yang mungkin

serta jumlah karyawan yang ada dalam tiap ruangan


04 Klasifikasi dilakukan : operasional dan non operasional
05 Pengambilan sampel udara minimal 1 m3 per lokasi untuk kelas A

Dipakai alat penghitung portable selang pendek


06
07 Klasifikasi operasional dapat dilakukan selama : Kegiatan rutin, Media fill dan Kondisi terburuk
RE-KUALIFIKASI

Sesuai dengan ISO 14644‐2, maka khusus untuk ruang produksi steril HARUS di-
kualifikasi ulang SETIAP 6 bulan sekali, dengan ketentuan sebagai berikut :
RE-KUALIFIKASI

Sedangkan menurut POPP – CPOB 2012, rekualifikasi ruangan diatur sebagai berikut :
1. Untuk rekualifikasi area kelas A, kegiatan berikut dianjurkan pada saat melakukan rekualifikasi
tiap 6 bulan :
 Kecepatan aliran udara
 Integritas filter
 Perbedaan tekanan (tidak berlaku untuk area ruang bersih yang tidak dapat tertutup rapat)

2. Frekuensi rekualifikasi untuk ruang kelas B:


 Kondisi nonoperasional tiap 6 bulan
 Kondisi operasional tiap 12 bulan

3. Untuk ruang kelas lain:


 Tiap tahun, dengan toleransi yang ditetapkan
PEMANTAUAN RUANG BERSIH DAN SARANA UDARA BERSIH

Untuk zona Kelas A, pemantauan partikel hendaklah dilakukan selama proses kritis berlangsung,
termasuk perakitan alat, kecuali bila dijustifikasi bahwa kontaminasi yang terjadi dalam proses
dapat merusak alat penghitung partikel atau menimbulkan bahaya, misal organisme hidup dan
bahan berbahaya radiologis. Pada kasus demikian, pemantauan selama kegiatan rutin penyiapan
alat hendaklah dilakukan sebelum terpapar ke risiko kontaminasi tersebut di atas. Pemantauan
selama kegiatan proses yang disimulasikan hendaklah juga dilakukan. Frekuensi pengambilan
sampel dan ukuran sampel dalam pemantauan zona Kelas A hendaklah ditetapkan sedemikian rupa
sehingga mudah diintervensi. Kejadian yang bersifat sementara dan kegagalan sistem apa pun dapat
terdeteksi dan memicu alarm bila batas waspada terlampaui. Jumlah rendah dari partikel yang
berukuran > 5,0 µm di lokasi di titik pengisian pada saat proses pengisian berlangsung tidak selalu
dapat tercapai. Hal ini dapat diterima karena ada sebaran partikel atau tetesan produk itu sendiri.

Sistem yang sama dianjurkan untuk Kelas B, walaupun frekuensi pengambilan sampel dapat
dikurangi. Kepentingan akan sistem pemantauan partikel hendaklah ditetapkan berdasarkan
efektivitas pemisahan Kelas A dan Kelas B yang berdampingan. Pemantauan Kelas B hendaklah
dilakukan pada frekuensi dan jumlah sampel yang memadai sehingga perubahan pola kontaminasi
dan kegagalan sistem dapat terdeteksi dan memicu alarm bila batas waspada terlampaui.
PEMANTAUAN RUANG BERSIH DAN SARANA UDARA BERSIH

Sistem pemantauan partikel udara dapat terdiri dari beberapa alat penghitung partikel yang
independen; suatu jaringan dari serangkaian titik pengambilan sampel yang dihubungkan dengan
manifold pada satu penghitung partikel; atau kombinasi dari kedua sistem tersebut. Sistem yang
dipilih hendaklah disesuaikan dengan ukuran partikel. Bila dipakai cara pengambilan sampel jarak
jauh, panjang pipa dan radius dari tiap tekukan dalam pipa hendaklah diperhitungkan terhadap
risiko kehilangan partikel di sepanjang pipa. Pemilihan sistem pemantauan hendaklah
mempertimbangkan risiko yang ditimbulkan oleh bahan yang dipakai pada proses pembuatan, misal
bahan yang terkait dengan mikroorganisme hidup atau radiofarmaka.

Jumlah sampel yang diambil untuk pemantauan secara otomatis biasanya tergantung dari
kecepatan pengambilan sampel udara dari sistem yang dipakai. Volume sampel tidak perlu sama
dengan jumlah sampel untuk tujuan klasifikasi dari ruang bersih dan sarana penghasil udara bersih.
PEMANTAUAN RUANG BERSIH DAN SARANA UDARA BERSIH

Pada zona Kelas A dan B, pemantauan jumlah partikel ukuran > 5,0 μm menjadi penting karena
merupakan sarana untuk deteksi dini kegagalan. Partikel ukuran > 5 μm kadang-kadang dapat
terdeteksi yang merupakan pembacaan semu, hal ini disebabkan oleh lonjakan elektris, stray light,
kejadian tidak terduga dan lain-lain. Namun, pembacaan partikel dalam jumlah rendah yang terjadi
secara berurutan ataupun terus-menerus merupakan indikasi kemungkinan terjadi kontaminasi dan
perlu diinvestigasi. Kejadian tersebut merupakan indikasi dini kegagalan pada sistem tata udara,
mesin pengisi atau merupakan indikasi dari kebiasaan yang kurang sesuai selama perakitan alat dan
kegiatan rutin.

Pemantauan area Kelas C dan D pada saat kegiatan rutin hendaklah dilakukan sesuai dengan prinsip
manajemen risiko mutu. Persyaratan batas waspada ataupun batas bertindak tergantung pada jenis
proses yang dilakukan, tetapi “waktu pemulihan” yang direkomendasikan hendaklah tercapai.

Parameter lain misal suhu dan kelembaban udara akan tergantung pada jenis produk dan proses
yang dilakukan. Parameter ini tidak boleh memengaruhi kelas kebersihan yang dipersyaratkan.
PEMANTAUAN RUANG BERSIH DAN SARANA UDARA BERSIH

Batas mikroba yang disarankan untuk pemantauan area bersih selama kegiatan berlangsung :

Batas waspada dan batas bertindak hendaklah ditetapkan sebagai hasil pemantauan jumlah partikulat dan mikroba.
Bila batas tersebut dilampaui, maka prosedur tetap hendaklah menguraikan tindakan korektif.
PEMANTAUAN RUANG BERSIH DAN SARANA UDARA BERSIH

Contoh kegiatan yang dapat dilakukan di berbagai kelas :


LAY OUT (TATA LETAK RUANGAN) PRODUKSI STERIL ASEPTIS & NON-
ASEPTIS
THANKS FOR WATCHING

ANY QUESTION?