Anda di halaman 1dari 29

KOMPONEN

PESAWAT RONTGEN
KONVENSIONAL
KELOMPOK 2
 Sauda Karepesina ( 171141064 )
 Khurotus Shofiyah ( 181161062 )
 Riza Ambiya Mahendra ( 181161041 )
 Erino Ilham Yusuf ( 181161021 )
 Agung Auristra Baskara ( 181161010 )

PESAWAT SINAR-X KONVENSIONAL
 Pesawat Sinar-X konvensional
adalah salah satu jenis pesawat
Sinar-X yang digunakan untuk
radiografi.Arti konvensional di
sini, menunjukkan jenis pesawat
dari pergerakannya, dimana
pesawat konvensional
pergerakannya terbatas pada
stasionernya dan bedanya
dengan pesawat mobile tidak
dapat berpindah dari suatu
ruangan keruangan lain
PESAWAT SINAR-X KONVENSIONAL

 Pesawat rontgen merupakan instrument medis yang


bekerjanya mengunakan radiasi sinar X, baik untuk keperluan
fluoroskopi maupun radiografie. Dimana cikal bakal dari
pesawat rontgen ini karena ditemukannya sinar X oleh
Willhem Conrad Rontgen, kemudian Rontgen melakukan
percobaan dengan menggunakan tabung yang terbuat dari
Glass Envelope yang didalamnya terdapat gas Argon atau
Xenon, ketika ada beda potensial diantara anoda dan katoda
maka gas – gas tersebut akan terionisasi dan elektron-
elektron akan membebaskan diri dari ikatan atomnya.
PESAWAT SINAR-X KONVENSIONAL

 Jika tabrakan elektron tersebut tepat diinti atom maka


disebut peristiwa Breamstrahlung dan apabila menabraknya
dielektron dikulit K, disebut K Karakteristik . Akibat tabrakan
ini akan terbentuk hole-hole karena elektron-elektron yang
ditabrak tersebut terpental
 hole hole tersebut akan menghasilkan perpindahan elektron
dengan panjang gelombang berbeda – beda, yang kemudian
menghasilkan sinar X. Bermodal dari penemuan Rontgen
maka kemudian Collige menyempurnakan penemuan
tersebut dengan memodifikasi tabung yang digunakan
 Tabung yang digunakan adalah tabung vakum yang
didalamnya hanya terdapat 2 elektroda yaitu anoda dan
katoda. Tabung jenis ini kemudian disebut Hot Chatoda Tube
dan merupakan tabung yang dipergunakan untuk pesawat
Rontgen konvensional yang sekarang.
PRINSIP KERJA KATODA TUBE

 Tabung yang digunakan adalah tabung vakum yang


didalamnya hanya terdapat 2 elektroda yaitu anoda dan
katoda. Katoda / filamen tabung rontgen dihubungkan ke
transformator filamen.
 Transformator filamen ini akan memberi supply sehingga
mengakibatkan terjadinya pemanasan pada filamen tabung
rontgen, sehingga terjadi Thermionic Emission, dimana
elektron-elektron akan membebaskan diri dari ikatan
atomnya, sehingga akan banyak terjadi elektron bebas dan
terbentuklah awan elektron.
PRINSIP KERJA KATODA TUBE

 Anoda dan katoda di hubungkan dengan transformator


tegangan tinggi 10 KV – 150 KV. Primer HTT diberi tegangan
AC ( bolak-balik ) maka akan terjadi garis-garis gaya magnet (
GGM ) yang akan berubah – ubah bergantung dari besarnya
arus yang mengalir.
 Akibat dari perubahan garis-garis gaya magnet ini akan
menyebabkan timbulnya gaya gerak listrik ( GGL ) pada
kumparan sekunder, yang besarnya tergantung dari setiap
perubahan fluks pada setiap perubahan waktu ( E = - d Φ / dt
). Dari proses ini didapatkanlah tegangan tinggi yang akan
disuplay ke elektroda tabung rontgen.
KOMPONEN PENYUSUN DAN PRINSIP
KERJA
 Instrumen Pesawat Rontgen memiliki beberapa komponen
penyusun, yang tiap – tiap komponen penyusun pesawat
rontgen tersebut memiliki fungsi masing masing
 sehingga dapat berkorelasi dan menghasilkan fungsi untuk
suatu tujuan yaitu pesawat rontgen. Terdapat blok diagram
dari komponen penyusun pesawat rontgen konvesional
 yaitu sebagai berikut: Untuk dalam blok diagram tersebut
dibagi menjadi beberapa bagian penyusun, diantaranya yaitu
rangkaian Power Supply, Rangkaian Timer, Rangkaian HTT,
Rangkaian X Ray Tube (Tabung sinar X), dan rangkaian
pemanas filamen.
KOMPONEN PENYUSUN DAN PRINSIP
KERJA
BLOK RANGKAIAN POWER SUPLY

 Ragkaian power suply ini ber fungsi untuk mendistribusikan tegangan


pada seluruh rangkaian pesawat rontgen sesuai yang dibutuhkan oleh
masing-masing rangkaian. Rangkaian power supply ini terdiri dari :
 Saklar Saklar / Switch ini ber fungsi untuk menghubungkan supply
listik PLN dengan pesawat roentgen
 Fuse / Sekring Sekring pada bagian rangkaian power supply ini yaitu
untuk pelindung atau pengaman, apabila ada arus / tegangan yang
lebih dari kuota yang masuk , maka sekring ter sebut ber fungsu sebagai
jembatan pengaman, dia akan putus apabila ada arus / tegangan yang
besar diluar kuota masuk dalam komponen ini.
 Voltage Convensator Voltage Convensator ber fungsi untuk
mengkompensasi nilai tegangan yang diperlukan pesawat rontgen jika
terjadi penurunan atu kenaikan pada supply PLN Apabila tegangan naik
kita harus menambah jumlah lilitan primer dengan memutar selector
voltage compensator, dan jika tegangan turun kita harus
mengurangi jumlah lilitan primer dengan cara memutar selector
voltage compensator sehingga diperoleh perbandingan transformasi
antara tegangan dan jumlah lilitan primer
BLOK RANGKAIAN POWER SUPLY

 Dengan tegangan dan jumlah


lilitan sekunder adalah tetap
dengan demikian diperoleh
nilai tegangan pada setiap
lilitan akan tetap.
Perbandingan transformasinya
dapat dituliskan sebagai
berikut E1 : N 1 = E2 : N2
 Dimana
 E1 = Tegangan di primer
 N1 = Jumlah lilitan di primer
 E2 = Tegangan di sekunder
 N2 = Jumlah lilitan di
sekunder
BLOK RANGKAIAN POWER SUPLY

 Auto trafo merupakan alat untuk memindahkan daya listrik


dari satu rangkaian ke rangkaian lain dengan cara menaikkan
atau menurunkan tegangan keseluruh pesawat rontgen.
Autotrafo juga merupakan transformator yang kumparan
primer dan kumparan sekundernya menjadi satu dalam satu
core.
 Line Resistance ( R Mate) Setiap pesawat rontgen akan
mempunyai hambatan atau R yang diberikan oleh pabrik,
contohnya pada pesawat Rontgen Shimadzu R=0,04 -
0,08Ω, resistance ini disebut R internal ( R pesawat ).
Sehinnga R line adalah tahanan atur yang berfungsi untuk
mencocokkan tahanan pengkabelan dengan tahanan yang
dibutuhkan pesawat rontgen.
BLOK RANGKAIAN POWER SUPLY

 Voltage Indicator,Voltage Indicator sebagai alat untuk


mengetahui apakah tegangan PLN mengalami kenaikan atau
penurunan.
 KVP Selector Mayor,KVP selector mayor berfungsi untuk
memilih tegangan tinggi / memilih besarnya beda potensial
antara anoda dan katoda, yang besar selisih tiap terminal x
10 KV.
 KVP Selector Minor,KVP selector minor untuk memilih
tegangan tinggi / memilih besarnya beda potensial antara
anoda dan katoda, yang besar selisih tiap terminalnya 1 KV.
 Voltage Regulator,Voltage regulator berfungsi untuk memilih
tegangan PLN 110/220/380 Vac tergangtung dengan pesawat
yang digunakan dan dinegara mana.
BLOK RANGKAIAN PEMANAS FILAMEN

 Fungsi dari pemanas filament


yaitu untuk memberikan catu
daya dan mengatur besar
arus pemanas filament agar
terjadinya termionic emission
bisa di kendalikan
sehingga jumlah electron-
electron bebas yang
dihasilkan pada filament
tabung rontgen bisa dikontrol
yang terdiri dari rangkaian
stabilisator tegangan, Space
Charge Compensator, arus
controller, Stand by
Resistance, filament limiter,
trafo filament, dan filament
tabung Rontgen
BLOK RANGKAIAN PEMANAS FILAMEN

Rangkaian Stabilisator Tegangan.


 Fungsi dari Stabilisator tegangan
ini untuk menstabilkan tegangan
pada rangkaian pemanas filament
sehingga pengaruh fluktuasi
tegangan PLN tidak
mengakibatkan kerusakan yang
signifikan pada filament tabung
rontgen. Rangkaian ini terdiri lagi
kumparan primer yang kita sebut
N1 , kemudian kumparan sekunder
yang terdiri dari N2 dan N3. N2 di
paralel dengan C diseri dengan
N3. Masukkan / input disebut Ek1
dan keluaran / output disebut
Ek2.
BLOK RANGKAIAN PEMANAS FILAMEN

 Space charge compensator


berfungsi untuk
mengkompensasikan nilai arus
tabung agar sesuai dengan
yang dipilih meskipun terjadi
perubahan tegangan
tinggi pada tabung roentgen.
Rangkaian ini berupa variable
resistor (VR) yang terdiri dari
tap-tap, yang tiap tap-tapnya
mempunyai nilai R yang
berbeda-beda
BLOK RANGKAIAN PEMANAS FILAMEN

 Kontrol Arus (mA Control)


Berfungsi untuk mengatur arus
pemanas filament yang
kemudian akan digunakan
sebagai penentu besarnya arus
tabung yang digunakan. Alat ini
disambung seri dengan trafo
filament. Untuk memilih arus
tabung kita sebenarnya memilih
nilai R nya untuk menentukan
voltage drop pada VR
BLOK RANGKAIAN PEMANAS FILAMEN

 Rangkaian ini berfungsi untuk memberikan pemanasan awal


pada filamen tabung rontgen agar terjadi pre heating sebelum
expose berlangsung sehingga filament tabung roentgen lebih
awet. Alat ini terdiri dari R yang dengan konektor yang
digerakkan oleh delay relay. Adapun prinsip kerja
rangkaiannya yaitu pada saat main swith ON
BLOK RANGKAIAN PEMANAS FILAMEN

 Filamen limiter merupakan alat yang berfungsi untuk


membatasi mengalirnya arus filament, bertujuan agar tegangan
pemanas filamen di atas sesuai dengan kemampuan kapasitas
filamen tabung rontgen sehingga pemberian tegangan tersebut
memberi pemanasan yang normal. Pengunaan filament limiter
ini akan lebih terasa terutama pada tabung rontgen yang
mengunakan double focus, yaitu focus besar dan focus kecil
yang masing-masing dilengkapi filament limiter sendiri. Untuk
yang large focus nilai tahanan limiternya kecil, sedangkan untuk
yang small focus nilai tahanan limiternya besar yang diatur
sekali pada waktu perakitan.

 Trafo filament berfungsi untuk step down filament, biasanya


tegangan yang digunakan adalah tegangan 110 volt menjadi 12
v/18 v tergantung spesifikasi tabung.
BLOK RANGKAIAN PEMANAS FILAMEN

 Filamen tabung rontgen ini berfungsi sebagai sumber elektron


dan juga sebagai katoda. Terdiri dari bahan Tungsten yang
mempunyai titik lebur yang tinggi 3600 oC dengan nomor atom
74. Filamen ini berfungsi sebagai sumber elektron dan juga
sebagai katoda. Katoda atau filamentnya itu sendiri terbagi
menjadi dua, yaitu :
 Katoda Direct Merupakan katoda langsung yaitu filament yang
sekaligus berfungsi sebagai katoda.
 Katoda Indirect Katoda Indirect disebut juga katoda tak langsung
yaitu filament hanya berfungsi sebagai sumber elaktron
sedangkan katodanya dipisah (didepan filament), katodanya bisa
terhubung dengan transformator filament atau dengan sumber
lain. Pada katoda juga dipasang Focussing Cup yaitu alat yang
menyerupai mangkok untuk mengfokuskan jalannya electron dari
anoda ke katoda
BLOK RANGKAIAN TEGANGAN TINGGI
 Pada rangkaian ini
terdapat trafo
tegangan tinggi yang
berfungsi untuk
memberikan beda
potensial antara
anoda dan katoda
dimana anoda harus
selalu
mendapat polaritas
positif dan katoda
harus selalu
mendapat polaritas
negatif agar elektron-
elektron bebas yang
ada disekitar katoda
dapat ditarik ke
anoda.
BLOK RANGKAIAN TABUNG RONTGEN

 Rangkaian tabung
rontgen merupakan
sebuah tabung diode
yaitu tabung vakum
yang terdiri dari dua
elektrode, yaitu
anode dan katode.
Tabung ini juga
tempat
berlangsungnya
proses terbentuknya
sinar x.
BLOK RANGKAIAN TIMER

 Timer berfungsi untuk menentukan lamanya proses


 Timer Mekanik
PRINSIP KERJA TIMER MEKANIK

 1 .Menetukan lamanya penyinaran dengan menarik valve p kearah searah


jarum jam, dalam waktu yang ber samaan jarum penahan PA lepas hingga
gigi gergaji W akan ikut berputar kekanan (searah jarum jam) kontaktor C
dari normally open menjadi close.
 2. Apabila waktu telah ditetapkan, misalnya sampai 0,3 detik jarum PA
mengunci roda gigi W.
 3.Ketika SWE ditekan, maka akan ada arus yang mengalir dari power
supply menuju kontaktor C ke PB SWE kemabli ke relay S, kembali ke
power supply.
 4. Setelah itu relay akan sesuai dan menarik kontak SW3 hingga rangkaian
power supply dan rangkaian tegangan tinggi terhubung dan menyebabkan
expose (penyinaran ) dimulai.
 5. Sementara PB ditekan, maka akan menekan jarum valve PA sehingga
terlepas dari penguncian, gigi gergaji mulai berputar kea rah kiri
(berlawanan jarum jam). Setelah waktu 0,3 detik tadi, valve sampai pada
posisi nol. Maka valve akan menyentuh kontaktor C hingga membuka
kembali. Dengan membukanya kontaktor C, relay S energized, kontaktor
SW3 membuka kembali , sehingga akan memutuskan hubungan antara
rangakian Power Supply dengan rangakaian transformator tegangan tinggi
hingga proses expose terhenti.
TIMER ELEKTRONIK
PRINSIP KERJA TIMER ELEKTRONIK

 Cara kerja dari timer elektronik ini yaitu:


 1 . Kita menentukan lamanya penyinaran waktu yang ada, T= R.C
 2. SWE ditekan ke posisi on, sehingga terjadi pengisian kondensator
dengan arah arus dari terminal(+)→SWR→kondensator C→terminal 1 .
sementara itu, kontak SWS (bawah) akan close ( karena digank dengan
SWE), sehingga relay SA akan energized, kontaktor SW3A menutup,
sehingga rangkaian power supply dan rangkaian HTT akan terhubung
dan expose akan berlangsung.
 3. Berlangsungnya expose berbarengan dengan pengisian kondensator,
sehingga saat muatan kondensator penuh (time konstan 63%, karena
merupakan fungsi linier setiap perubahan waktu), yang merupakan
tegangan “critical gride”, maka pada posisi 63% itu maka relay SB
akan bekerja. Dengan berubahnya thyratron , maka arus mengalir ke
relay SB sehingga relay SB akan bekerja, dengan bekerjanya relay SB
maka kontaktor SW3 membuka. Membukannya SW3 menyebabkan
terputusnya power supply dengan HTT
TIMER AUTOMATIC

 Cara kerja dari timer otomatis ini yaitu:

 1 . Menetukan lamanya waktu penyinaran = R.C. Ketika PB


SWE ditekan maka akan ada arus yang mengalir dari power
supply menuju terminal 7,5,6,8 SW3 lalu menuju kumparan
primer HTT dan kembali ke supply. Kemudian akan timbul
arus yang mengalir pada sekunder trafo tegangann tinggi
dengan arah arus : Rectifier menuju kapasitor. Sehingga
kapasitor akan terisi penuh sebesar 0,63 C.
 2. Setelah kapasitor terisi penuh, maka Thirytron akan
mendapat tegangan sehingga akan mengaktifkan relay S1 .
 3.Dengan aktifnya Relay S1 , maka kontaktor SW3 akan
terbuka. Sehingga tidak ada arus yang mengalir pada primer
trafo tegangan tinggi, maka prose penyinaran telah selesai.
TERIMAKASIH
TERIMAKASIH