Anda di halaman 1dari 28

Jl. Raya Minggiran No. 38 Ds. Bangsongan Kec. Kayen Kidul Kab.

Kediri
 Sabun mandi adalah surfaktan yang digunakan dengan air
untuk membersihkan, merawat dan melindungi kulit. Sabun
sendiri tidak pernah secara aktual ditemukan, namun berasal
dari pengembangan campuran antara senyawa alkali dan
lemak/minyak. Sabun mandi biasanya berbentuk padatan
tercetak yang disebut sabun batangan dan juga sabun dalam
bentuk cair yaitu sabun cair.
Sabun transparan yang merupakan hasil dari reaksi saponifikasi
yang terjadi akibat pencampuran minyak VCO dengan larutan
basa. Sabun disini merupakan komoditi hasil olahan minyak
VCO yang populer yang berfungsi sebagai zat yang mampu
membersihkan dan mengangkat benda asing.

Reaksi yang terjadi pada saat pembuatan sabun dari


minyak VCO ini disebut saponifikasi. Saponifikasi dilakukan
dengan mereaksikan minyak VCO dengan alkali (biasanya
menggunakan NaOH atau KOH) sehinggamenghasilkan
gliserol dan garam alkali Na (sabun) juga air. Saponifikasi juga
dapat dilakukan dengan mereaksikan asam lemak dengan
alkali sehingga menghasilkan sabun dan air.
Reaksi saponifikasi tidak lain adalah hidrolisis basa suatu ester
dengan alkali (NaOH, KOH), Saponifikasi pada dasarnya adalah
proses pembuatan sabun yang berlangsung dengan
mereaksikan asam lemak khususnya trigliserida dengan
alkali yang menghasilkan gliserol dan garam karboksilat (sejenis
sabun). Sabun merupakan garam (natrium) yang mempunyai
rangkaian karbon yang panjang.
Saponifikasi (saponification) adalah reaksi yang terjadi ketika
minyak / lemak dicampur dengan larutan alkali (NaOH atau
KOH). reaksinya adalah :

C3H5(OOCR)3 + 3 NaOH -> C3H5(OH)3 + 3 NaOOCR

 Reaksi pembuatansabun atau saponifikasi menghasilkan sabun


sebagai produk utama dan gliserin sebagai produk samping.
Istilah saponifikasi dalam literatur berarti ―soap making. Akar
kata ―sapo‖ dalam bahasa Latin yang artinya soap / sabun.
Jl. Raya Minggiran No. 38 Ds. Bangsongan Kec. Kayen Kidul Kab. Kediri
Jl. Raya Minggiran No. 38 Ds. Bangsongan Kec. Kayen Kidul Kab. Kediri
VCO (Virgin Coconut Oil)
adalah salah satu bahan pembersih surfaktan yang dapat
mengangkat kotoran dan noda minyak. merupakan molekul
yang memiliki gugus polar yang suka air (hidrofilik) dan gugus
non polar yang suka minyak (lipofilik) sekaligus, sehingga
dapat mempersatukan campuran yang terdiri dari minyak dan
air.
Surfaktan adalah bahan aktif permukaan, yang bekerja
menurunkan tegangan permukaan cairan, sifat aktif ini
diperoleh dari sifat ganda molekulnya. Bagian polar
molekulnya dapat bermuatan positif, negatif ataupun netral,
bagian polar mempunyai gugus hidroksil semetara bagian non
polar biasanya merupakan rantai alkil yang panjang.
Diethanolamine
digunakan sebagai DEA coco amide, sebagai pengemulsi dan
pembuat busa.

DEA cocoamide adalah agen pembersih dikenal sebagai


surfaktan, yang berarti mengurangi lemak dan menghilangkan
kotoran. Cocamide DEA digunakan untuk meningkatkan
kualitas foaming (busa yang terbentuk) serta menstabilkan
busa.
Glycerin
merupakan humektan sehingga dapat berfungsi sebagai
pelembab dalam kulit.

Glycerin pada sabun mandi bertindak sebagai humektan.


Glycerin hadir dalam semua lipid alami, atau lemak.
Humektan menyerap air dari sumber lain. Glycerin menarik
air dari kedua lingkungan dan lapisan kulit yang lebih rendah,
yang membantu untuk meningkatkan jumlah air di lapisan
permukaan kulit Anda. Bahan tersebut dapat membantu
mencegah kekeringan.
Stearic acid (Asam Stearat)
berfungsi untuk membuat sabun natural dan sabun
transparan, dimana asam stearat ditambahkan sebagai aditif
untuk mengeraskan sabun, memberi warna putih mutiara,
serta mudah dibilas dari kulit, dan menstabilkan busa.
Citric Acid
adalah asam organik yang digunakan dalam produk yang
secara tidak langsung berfungsi sebagai pengawet dengan
mengkhelatkan (Chelating agent) logam. Citric acid
ditambahkan untuk mengatur keasaman/kebasaan suatu
produk, dan dapat beperan untuk memindahkan sel – sel kulit
yang mati yang bisa menyumbat pori – pori dan dapat
menimbulkan jerawat. Zat ini digunakan sebagai zat
pembersih alami yang ramah lingkungan dan
sebagai antioksidan.
Jl. Raya Minggiran No. 38 Ds. Bangsongan Kec. Kayen Kidul Kab. Kediri
Aquademin(H2O).
Air adalah senyawa polar, minyak senyawa nonpolar, pada
prinsipnya senyawa polar-nonpolar tidak bisa bercampur,
sabun mempunyai 2 sisi, bagian kepala merupakan gugus
yang polar (karboksilat) dan bagian ekor yg panjang
merupakan rantai alkana yang nonpolar, jadi sabun ini
bertindak sbg makelar air dan minyak, sabun akan
mengelilingi minyak ditengahnya, ekor non polar ke minyak.
Sodium Hidroksida (NaOH).
Sabun terbuat dari sodium hidroksida dimana sangat Caustik,
sampai selesainya reaksi dengan minyak kemudian menjadi
sabun dikenal dengan nama reaksi saponifikasi. Sodium harus
terurai sempurna dalam proses saponifikasi minyak, oleh
karena itu tidak akan ada bahan kaustik yang tertinggal dalam
sabun. Agar produk sabun sempurna maka sabun harus
dicuring dan rebatching sebelum penambahan emollien,
moisturizer dan minyak essensial. “ Fully Curing” berarti
sodium hidroksida benar benar terurai sempurna selama
proses saponifikasi dan tidak bereaksi dengan emollien,
moisturizer dan minyak essensial. “ Rebatching” berarti sabun
base diparut, dilelehkan kemudian ditambah bahan lainnya,
selanjutnya dimasukkan dalam cetakkan. Dengan cara begitu
akan menghasilkan produk sabun yang lebih baik dari pada
proses yang tidak menggunakan rebatching.
BHT ( dibutil hydroxytoluen ).
Sabun tersusun dari asam lemak, minyak, senyawa itu
mengandung ikatan tidak jenuh, bahwa bahan yang tidak
jenuh akan mudah teroksidasi. Reaksi tersebut ditandai
dengan keluarnya bau tengik pada sabun atau sabun menjadi
irritan ke kulit. Untuk menjaga kualitas dari reaksi oksidasi
diperlukan bahan anti oksidan.
Sukrose
Bersifat humectant di kenal membantu pembusaan sabun,
semakin putih warna gula maka akan semakin jernih warna
sabun transparan yang di hasilkan , namun apabila terlalu
banyak gula sabun akan menjadi lengket , pada permukaan
sabun akan keluar gelembung kecil – kecil.Gula yang baik
untuk sabun trasnparan adalah gula yang apabila di larutkan
akan berwarna jernih seperti glyserin karena warna gula
mempengaruhi warna sabun transparan akhir.
Ethanol
Adalah bahan yang digunakan untuk melarutkan sabun, agar
sabun menjadi bening atau transparan. Untuk terjadi
transparansi sabun harus benar larut. Alkohol dengan level
yang tinggi dan kandungan air yang rendah menghasilkan
produk sabun yang lebih jernih.
EDTA (Ethylenediaminetetraacetic acid)
Adalah Agen Sequestering, Apabila logam tercampur dalam
bahan sabun atau kosmetik langsung atau tidak langsung akan
merendahkan kualitasnya. Ion logam dapat merubah bau,
warna dan meningkatkan oksidasi bahan mentah yang berasal
dari minyak. Selanjutnya dapat menghambat aksi farmasi
( pengobatan ) dan menyebabkan hilangnya penampilan,
fungsi dan essensinya. Pada sabun transparan akan
menyebabkan hilangnya transparansinya. Senyawa yang dapat
membuat pasif ion logam tersebut adalah agen sequesteran.
Pewarna.
Karena kulit merupakan organ tubuh dan menyerap apapun
yang diletakkan dipermukaannya, yang akan masuk ke
dalam kulit. Maka dipertimbangkan sabun dibuat
menggunakan pewarna khusus kosmetik yang telah diuji
toksisitasnya sehingga produk aman. Hal itu dapat tidak
sejalan dengan proses perawatan kulit.
Pewangi.
Kebanyakan orang mengira fragran itu berarti pewangi. Pada
aroma terapi, kosmetik dan industri pembuatan sabun,
fragran berarti pewangi sintetik didesain secara kimia.
Dengan kata lain, baunya dirancang di laboratorium bukan
dari alam asli. Fragran lebih murah dan menyengat, bau lebih
lama dari minyak essensial. Yang mana kebanyakan orang
sangat alergi terhadap fragran sintetik, hal tersebut
merupakan alasan mengapa masyarakat pemakai lebih suka
meminta sabun tanpa pewangi tubuh. Sabun dengan pewangi
dari alam asli digunakan untuk merawat wajah.
Sodium Chloride (NaCl)
Garam dapur atau natrium klorida merupakan zat utama yang
dapat digunakan untuk mengentalkan sabun yang akan dibuat
serta digunakan untuk memisahkan produk sabun dan
gliserin. Gliserin tidak mengalami pengendapan karena
kelarutannya yang tinggi, sedangkan sabun akan mengendap.
NaCl harus bebas dari besi, kalsium, dan magnesium agar
diperoleh sabun yang berkualitas.
Manfaat
Menjaga dan mempertahankan kesehatan kulit.
Mencegah kulit dari kusam, layu dan keriput.
Menjaga kelembaban, kekenyalan dan kehalusan kulit,
menstabilkan pH kulit serta membantu regenerasi sel kulit.
Mencegah timbulnya jerawat.
Dapat membunuh bakteri dan jamur.
Aman digunakan oleh semua umur : untuk bayi, remaja,
dewasa atau bagi usia lanjut.
Dapat digunakan setiap hari sebagai sabun wajah, sabun
mandi yang aman untuk kulit.
Manfaat
Memutihkan dan menghaluskan wajah
Mengurangi minyak yang berlebihan
Menyempitkan pori - pori di wajah
Menggangkat sel2 mati dan Menumbuhkan sel muda/ baru
Menunda penuaan dini/ wajah cepat tua tanpa iritasi,
merah - merah maupun penglupasan
Saat pemakaian wajah terasa sejuk, nyaman & terlindungi
dari sinar matahari/ UV
Wajah jadi Cantik, putih, mulus, kencang, awet muda dan
menghilangkan kantong mata dan keriput di wajah.
Membersihkan sisa-sisa kosmetik
Mencegah Timbul nya Jerawat
Membantu mengeringkan Jerawat yang meradang
CONTOH PERTANYAN :

BERUPA APAKAH KOTORAN YANG MENEMPEL PADA


KULIT….??
Kotoran yang menempel pada KULIT manusia umumnya
berupa lemak.
BAGAIMANA PRINSIP UTAMA PENGANGKATAN KOTORAN
OLEH PADA KULIT.?
Gaya tarik antara molekul kotoran, sabun, dan air
―LIKE DISOLVE LIKE
Air yang merupakan senyawa polar menginduksi awan
elektron sabun sehingga dapat membantu larutnya asam
lemak yang juga merupakan senyawa non polar.
Sabun terbentuk dari minyak dan lemak, berarti bersifat non
polar, sedangkan air merupakan senyawa polar, KOK BISA??
Dalam reaksi saponifikasi terbentuk gliserol. Gliserol
punya 3 gugus –OH yang mudah larut dalam air.
BAGAIMANA REAKSI PENGANGKATAN KOTORAN DENGAN
MENGGUNAKAN ?
Cara kerja sabun adalah dengan cara mengikat minyak di
dalam air, sehinggaminyak dan kotoran yang melekat karena
sabun dapat dibilas dengan mudah.