Anda di halaman 1dari 13

ANTIBODI

Kelompok 2
ISNA RAHYUNI (1601011089)
JEF NICO SIHOMBING (1601011091)
NOPIYANTI BR GINTING (1601011048)
NOVELLA BR PERANGIN-ANGIN(1601011150)
PENGERTIAN ANTIBODI

• Antibodi (immunoglobulin, Ig) adalah suatu ptotein globulin


yang di produksi oleh B-limfosit (sel plasma), atau zat yang
di hasilkan oleh tubuh, setelah dimasuki suatu antigen atau
antibody dapat berupa antibakteri, antivirus, atau antitoxin
dan bergantung pada antigen yang masuk.
• Antibodi terdiri dari 4 rantai polipeptida, yaitu 1 pasang rantai
panjang (rantai berat) masing-masing terdiri dari 400 asam
amino dan 1 pasang rantai pendek (rantai ringan) masing-
masing terdiri dari 200 asam amino. Keempat polipeptida ini
disatukan oleh ikatan disulfida (-S-S-).
Sifat – sifat Antibodi
Antibodi ini mempunyai sifat-sifat yang menjadi
cirinya, diantaranya :
• Diproduksi pada Reticuloendrothelial System
disingkat dengan RES seperti Sumsum
tulang, kelenjar limfe, hati serta lain-lain yang
sesuai pada tempat pembentukan sel darah
putih.
• Memiliki sifat tidak tahan kepada sinar
matahari (thermolabil
• Dapat larut didalam darah (sel plasma)
• Tersusun atas suatu zat yang menempel
pada gammaglobulin
Cara Kerja Antibodi
• Presipirin
Antibodi yang mempunyai sifat presipirin akan bekerja dengan
melakukan pengendapan zat-zat asing seperti misalnya bakteri,
virus, dan lain-lain.
• Lisin
Antibodi yang memiliki sifat lisin akan bekerja dengan melakukan
penghancuran zat-zat asing yang masuk.
• Opsonin
Sifat opsopnin ini terdapat pada antibodi memiliki makna bahwa
antibodi tersebut dapat merangsang serangan leukosif atas
antigen yang masuk.
• Aglutinin
Aglutinin ini merupakan sifat antibodi yang bekerja dengan
meluruhkan antigen, aglutinogen, serta juga zat-zat asing lain.
Fungsi Antibodi

Antibodi memiliki kemampuan dalam


mengenali serta juga menempel atau
melekat kepada antigen yang dikenali
dapat menyebabkan penyakit pada
tubuh. Dalam mengenali serta juga
melekat dengan antigen, zat antibodi
tersebut selalu berperilaku ialah sebagai
penanda, setelah itu kemudian akan
mengirimkan sinyal pada sel darah putih
yang lain untuk melakukan penyerangan
dan membunuh zat asing yang masuk.
Struktur Dasar Antibodi
Untuk strukturnya antibodi ini memiliki struktur
dasar yakni molekul protein yang memiliki bentuk
seperti huruf Y dan memiliki dua (2) rantai
polipeptida berat serta juga dua (2) rantai
polipeptida ringan.
Masing-masing dari antibodi memiliki rantai atas
yang fungsinya untuk dapat mengikat daripada
antigen.
Dengan rantai tersebut, antibodi dapat
mengikatkan diri sendiri ke tubuh antigen.
Sedangkan untuk rantai bawah antibodi fungsinya
ialah untuk menentukan bagaimana antibodi
tersebut dapat berhubungan dengan antigen.
Rantai ini menjadikan antibodi yang dapat
mengatur serta juga memberi rangsangan respon
imun yang tepat.
Penggolongan immunoglobulin

1. Imunoglobulin G (Ig)
Imunoglobulin G ini dapat hidup pada darah sampai
beberapa hari bahkan juga beberapa tahun
lamanya. beredar di dalam darah kelenjar getah
bening dan juga usus. IgG ini mempunyai efek
yang tinggi didalam pertahanan tubuh atas bakteri
serta juga virus
2. Imunoglobulin A (IgA)
Imunoglobulin A ini memiliki kecenderungan yang
tinggi untuk dapat memilih lokasi penempatan di
area tubuh yang lembab seperti misalnya air
mata, ASI, air liur, darah, kantong udara, lendir,
getah lambung serta juga sekresi usus. Hal
tersebut disebabkan sifatnya yang sama seperti
bakteri yang suka terhadap daerah lembab.

3. Imunoglobulin M (IgM)
Antibodi IgM adalah antibodi yang ertama kali
tiba di lokasi infeksi, menetap dipembuluh darah
dan tidak masuk ke jaringan. IgM berumur
pendek dan berfungsi untuk mengaktivitasi
komplemen dan memperbanyak fagositosis
.4. Imunoglobulin D (IgD)
Antibodi ini terdapat dalam darah, kelenjar getah bening,
serta juga permukaan sel B. Antibodi IgD ini tidak bisa
untuk bertindak sendiri, namun menempel pada
permukaan sel T, menjadikan dapat membantuk sel T
menangkap antigen.

5. Imunoglobulin E (IgE)
Imunoglobulin E pada orang yang sedang terkena atau
terjangkit suatu reaksi alergi, di dalam darahnya itu akan
meningkat produksi IgE. Antibodi tersebut dapat
mengakibatkan reaksi alergi didalam menjalankan
tugasnya.
Fungsi molekul imunoglobulin

Molekul imunoglobulin mempunyai


beberapa fungsi yaitu :
1. Meningkatkan antigen secara spesifik
2. Memulai reaksi fiksasi komplemen serta
pelepasan histamin dari sel mati
3. Membantu imunitas melawan beberapa
agen infeksi yang disebarkan melalui darah
seperti bacteria, virus, parasit, dan beberapa
jamur
4. Memberi aktifitas antibody dalam karena
gamaglobulin mengandung sebagian besar
antibody jaringan serum
5. Mengikat dan menghancurkan antigen,
Kelebihan dan Kekurangan Produksi Di
Imunoglobulin
Tingkat normal Imunoglobulin 565-1765 mg / dL (5,65-
17,65 g / L).
• Tingkat Ig yang tinggi atau lebih menunjukkan adanya
infeksi kronis dengan penyakit seperti hepatitis,
penyakit saraf kronis dari sistem saraf pusat

• Angka lebih rendah atau kekuranagn dari tingkat


antibodi Ig normal dapat mengakibatkan penyakit
leukemia atau sindrom nefrotik, dan kanker darah
TERIMAKASIH

Anda mungkin juga menyukai