Anda di halaman 1dari 20

Kementerian Keuangan Republik Indonesia

Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan

Kebijakan Pelaksanaan Reviu atas dokumen


DAK Fisik oleh Inspektorat Daerah

Bali, 7 November 2019


OUTLINE

Definisi dan Tujuan DAK Fisik;


Sistem Pengelolaan DAK Fisik saat ini;
Kebijakan Reviu DAK Fisik oleh APIP Daerah;
Kebijakan terbaru Pengelolaan DAK Fisik (PMK
130/PMK.07/2019)
Definisi dan Tujuan DAK Fisik
DEFINISI:
 Dana Alokasi Khusus Fisik yang selanjutnya disebut DAK Fisik adalah dana
yang dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara kepada
Daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan
khusus fisik yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas
nasional.

TUJUAN:
 Membantu daerah dalam penyediaan layanan publik dasar yang merupakan
urusan daerah;
 Melaksanakan program prioritas nasional;
 Pemenuhan standar pelayanan minimal di seluruh wilayah Indonesia;
 Mengurangi ketimpangan layanan dasar publik antar daerah;
Sistem Pengelolaan DAK Fisik Saat ini
Pengalokasian
• DAK Fisik dialokasikan dengan berdasarkan usulan daerah yang disampaikan melalui
aplikasi (KRISNA) dan dinilai kelayakannya secara teknis dan pemenuhan kriteria kesiapan
kegiatan.
Penyaluran
• Penyaluran dilakukan secara bertahap berdasarkan kinerja penyerapan dana dan capaian
output (Output / Performance Based)
Pelaksanaan
• Pelaksanaan kegiatan di daerah harus sesuai dengan Rencana Kegiatan yang telah
disetujui oleh K/L teknis terkait (Closed and Targeted Menu)
Pelaporan
• Daerah harus menyampaikan laporan secara berkala dan menjadi syarat penyaluran dana
melalui sistem aplikasi (OMSPAN).
Monitoring dan Evaluasi
• Dokumen penyerapan dana dan capaian output direviu terlebih dahulu oleh APIP
sebelum disampaikan kepada pemerintah pusat sebagai syarat penyaluran.
Latar Belakang Kebijakan Reviu APIP
 Sering terjadi kesalahan data dalam dokumen penyerapan dana dan capaian output yang
menjadi syarat penyaluran;
 Perlunya peningkatan akuntabilitas dan transparansi pelaksanaan kegiatan yang dibiayai
DAK Fisik;
 Peningkatan kualitas pemantauan dan evaluasi atas penggunaan Transfer ke Daerah yang
penggunaannya;
 TIDAK ADA proses check and balances atas Laporan Realisasi Penyerapan Dana dan
Capaian Output DAK Fisik sebelum disampaikan kepada Pemerintah Pusat;

Untuk itu:
 Telah ditetapkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 50/PMK.07/2017 yang telah
diubah terakhir dengan PMK No. 130/PMK.07/2019 yang mengatur reviu APIP;
 Telah tertuang dalam Permendagri No 61 Tahun 2019 tentang Perencanaan Pengawasan
Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Tahun 2020.
Proses Penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa
melalui aplikasi OM-SPAN
Definisi, Tujuan dan Ruang Lingkup Reviu APIP

Reviu adalah penelaahan ulang bukti-bukti suatu kegiatan untuk memastikan bahwa
kegiatan tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan, standar, rencana, atau
norma yang telah ditetapkan.

Tujuan
Reviu RUANG LINGKUP REVIU
• membantu Pemda dalam menyajikan
Laporan realisasi penyerapan dana dan capaian output
laporan secara benar sesuai ketentuan
kegiatan DAK per jenis per bidang tahun anggaran
yang berlaku; sebelumnya dan daftar kontrak untuk syarat penyaluran
• memberikan keyakinan terbatas tahap I
mengenai keandalan dan keabsahan Laporan realisasi penyerapan dana dan capaian output
laporan realisasi penyerapan dana dan kegiatan DAK per jenis per bidang sampai dengan tahap I
capaian output DAK Fisik sesuai dengan untuk syarat penyaluran tahap II
ketentuan yang berlaku;
Laporan realisasi penyerapan dana dan capaian output
sehingga dapat meningkatkan kualitas kegiatan DAK per jenis per bidang sampai dengan tahap
pemantauan dan evaluasi II untuk syarat penyaluran tahap III
Sasaran dan Waktu Pelaksanaan

Sasaran Reviu
Sasaran reviu adalah Pemerintah Daerah penerima alokasi DAK Fisik yang mengajukan permintaan penyaluran DAK Fisik
kepada KPPN sebagai KPA Penyalur DAK Fisik.

Waktu Pelaksanaan
No KEGIATAN WAKTU PELAKSANAAN
1. Reviu atas laporan realisasi penyerapan Dimulai paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja sebelum tanggal
dana dan capaian output DAK Fisik TA terakhir penyerahan persyaratan penyaluran (21 Juli)
sebelumnya
2. Reviu atas laporan realisasi penyerapan Dimulai paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja sebelum tanggal
dana dan capaian output DAK Fisik Tahap I terakhir penyerahan persyaratan penyaluran (21 Oktober)
3. Reviu atas laporan realisasi penyerapan Dimulai paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja sebelum tanggal
dana dan capaian output DAK Fisik Tahap II terakhir penyerahan persyaratan penyaluran (15 Desember)
Tahapan Reviu

01 Perencanaan
02 Pelaksanaan • Pembentukan Tim Reviu (dengan
mempertimbangkan persyaratan kompetensi yang
• Menelaah kesesuaian data (dilaksanakan secara kolektif harus terpenuhi. Sekurang-kurangnya
dengan mencocokan dan meneliti kesesuaian terdiri dari 2 orang (Ketua dan Anggota)
data dalam Laporan Realisasi Penyerapan • Penyusunan Jadwal (mempertimbangkan batas
Dana dan Capaian Output per jenis per bidang
waktu terakhir penyerahan surat penyampaian hasil
dengan dokumen lainnya)
• Mengidentifikasi permasalahan (mengkaji hal- reviu kepada Kepala KPPN pada tiap tahap
hal yang berpotensi tidak sesuai dengan penyalurannya)
ketentuan yang berlaku dan mendeteksi • Pengumpulan Data dan Informasi
kemungkinan masalah dalam dokumen yang
direviu) 03 Penyusunan Catatan Hasil Reviu
• Melakukan klarifikasi (Klarifikasi digunakan Hasil reviu dituangkan dalam catatan hasil reviu yang
untuk memperoleh informasi kebenaran data memuat:
atas dokumen dan informasi tambahan pada • Objek reviu (jenis/bidang dan tahapan yang direviu)
saat reviu) • Rekapitulasi hasil reviu
• Melakukan rekapitulasi hasil reviu (dilakukan • Catatan untuk ditindaklanjuti
dengan menyusun Kertas Kerja Reviu) • Kesimpulan
• Memastikan perbaikan data laporan realisasi CHR disampaikan melalui Bendahara Umum Daerah yang
penyerapan dana dan capaian output dalam disampaikan pada aplikasi OM SPAN sebagai lampiran atas
aplikasi OMSPAN surat Inspektur Daerah tentang Penyampaian Hasil Reviu
Laporan Realisasi Penyerapan Dana dan Capaian Output
DAK Fisik.
Program Kerja Reviu
Laporan Penyerapan Dana dan Capaian Output
Membandingkan Jumlah realisasi SP2D
pada laporan
dengan Membandingkan SP2D
daftar SP2D per bidang/subbidang dengan
dasar penerbitan SP2D
Membandingkan SP2D
dengan Tanggal SP2D
Kontrak/SPK/Swakelola dengan
Jumlah SP2D periode tanggal salur tahap I s.d.
dengan penyusunan laporan realisasi
jumlah distribusi SP2D BUN per  jika mendahului, teliti perbedaannya
subbidang
 jika melebihi identifikasi penyebabnya Menghitung persentase (Jumlah
*Untuk Tahap I dan Tahap II SP2D/Jumlah Kumulatif Salur x 100%)

Apakah SP2D sudah valid, tepat jumlah, dan Apakah penyerapan dana telah mencapai
dasar pembayarannya sah ? ≥75% untuk Tahap II
Apakah penyerapan dana telah mencapai
Company Conference ≥90% untuk Tahap III
Program Kerja Reviu
Laporan Penyerapan Dana dan Capaian Output
Memastikan kontrak yang diinput sah
dan ditandatangani sebelum 21 Juli
Mencocokkan realisasi pembayaran
Menghitung capaian output dokumen kontrak dengan dokumen SP2D
kemajuan penyelesaian kegiatan
Apakah capaian output telah mencapai
≥70% ?
*Untuk Tahap II

Panduan telah dilengkapi dengan Format Kertas Kerja Reviu yang akan
memberikan kemudahan bagi APIP daerah dalam melakukan reviu.
HASIL REVIU
Hasil reviu disampaikan oleh APIP Daerah kepada KPPN setempat
dalam bentuk :
Hasil Reviu yang disampaikan dalam bentuk surat yang
ditandatangani Inspektur Daerah berisi pokok-pokok hasil reviu;

Catatan hasil reviu disampaikan sesuai format sebagaimana


lampiran panduan reviu ini yang akan menjadi lampiran surat
penyampaian hasil reviu yang ditandangani Inspektur Daerah,
memuat:
1. Objek reviu (jenis/bidang dan tahapan yang direviu)
2. Rekapitulasi hasil reviu
3. Catatan untuk ditindaklanjuti
4. Kesimpulan

Format Surat dan Catatan Hasil Reviu sebagaimana terlampir dalam Panduan Reviu.
Tujuan Penjaminan Kualitas

 Memastikan pelaksanaan reviu oleh Inspektorat telah


sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam panduan
reviu;

 Mengevaluasi efektivitas kegiatan reviu oleh Inspektorat


Daerah sebagai bahan pertimbangan dalam perbaikan
kebijakan reviu.
Kebijakan Umum
PMK 130/PMK.07/2019
Tentang Pengelolaan DAK Fisik
PENYALURAN
• Penyaluran DAK Fisik per jenis dengan ketentuan per bidang untuk bidang yang tidak memiliki subbidang dan per subbidang untuk
bidang yang memiliki subbidang
• Penyaluran dapat dilakukan secara bertahap, sekaligus, campuran (sebagian bertahap, sebagian sekaligus)
• Upaya Percepatan penyaluran bidang/subbidang DAK Fisik yg pembayarannya tidak dapat dilakukan secara bertahap, dimana
semula bulan Agustus menjadi bulan April
• Adanya Geotagging sebagai salah satu syarat penyaluran bidang/subbidang DAK Fisik

Penyaluran menurut PMK 130/PK.07/2019

1 Penyaluran per jenis per bidang/subbidang 3

PENYALURAN PENYALURAN
BERTAHAP CAMPURAN
2

PENYALURAN
SEKALIGUS
Bisnis Proses Penyaluran DAK Fisik
DOKUMEN AWAL
Ya
Pagu Alokasi DAK Fisik Penyaluran Sekaligus
Per jenis/bidang/subbidang
Penyaluran DAK Fisik
Sekaligus Seluruh Kegiatan
direkomendasikan untuk
Ya penyaluran sekaligus?
Pagu Alokasi per 2
jenis/bidang kurang 2
dari/ sama dengan 1M ? Tidak
Ya
3
Kegiatan
Tidak direkomendasikan oleh
K/L untuk penyaluran
sekaligus?
Penyaluran
Campuran
Sebagian Kegiatan
direkomendasikan
untuk penyaluran
Penyaluran DAK Fisik sekaligus
Bertahap 1
Tidak
Berdasarkan PMK 130/PMK.07/2019 TI T II T III Ket.
2 3 4 1 Penyaluran sebesar
Mekanisme Penyaluran
Besaran Penyaluran 25% 45%1

Syarat Penyaluran
45% apabila
kontrak sebesar >70%
nilai
BERTAHAP
nilai pagu
1. Perda APBD + SLIDE 17 2 Teruntuk nilai kontrak
sebesar >25% s.d 70% BATAS WAKTU PENYAMPAIAN
2. Laporan Realisasi dan Capaian Output dari nilai pagu,
PERSYARATAN:
+ penyaluran tahap II
TA/TW sebelumnya
akan disalurkan
3. Minimal Penyerapan 75% 75% 90% sebesar selisih nilai TAHAP I TAHAP III
kontrak dengan tahap I paling lambat paling lambat
4. Minimal Output 70%5 3 15 Desember
Teruntuk nilai kontrak 21 Juli
yang tidak melebihi
5. Rencana Kegiatan yang disetujui K/L6 +
25% nilai pagu, maka
tidak akan dilakukan
6. Kontrak Kegiatan +
penyaluran
4 Sebesar selisih antara
7. Laporan nilai rencana kebutuhan dana + TAHAP II
dana yang telah
paling lambat
8. Reviu Laporan Realisasi dan Output o/ diterima di RKUD
+ + + + dengan nilai rencana
21 Oktober
APIP
kebutuhan dana untuk
9. Foto dengan titik koordinat yang penyelesaian kegiatan
+ + + + 5 Nilai rencana
menunjukkan realisasi fisik kegiatan
kegiatan100% Konsekuensi persyaratan terlambat:
Waktu Penyaluran 6 RK akan terhubung  Tahapan DAK Fisik tidak disalurkan
antara KRISNA dengan Tujuan Penerapan:
- Paling Cepat Februari April September OMSPAN dan  Punishment bagi daerah yang tidak tertib
- Paling Lambat Juli Oktober Desember menggunakan digital
dan berkomitmen rendah dan salah satu
signature
- Penyampaian Dokumen Paling Lambat 21 Juli 21 Oktober 15 Desember pertimbangan kinerja dalam
pengalokasian di tahun berikutnya
 Mendorong agar tertib/disiplin anggaran
PENYALURAN DAK FISIK SEKALIGUS

Penyaluran DAK Fisik max. 7 hari kerja setelah Kepala KPPN


Pemda menerima dokumen persyaratan penyaluran dengan
menyampaikan Pagu alokasi DAK Fisik per lengkap dan benar :
laporan realisasi jenis per bidang sebesar s.d.
penyerapan dana a. Perda mengenai APBD T.A berjalan
dan capaian output
Rp 1M
b. Laporan realisasi penyerapan dana dan capaian output
kegiatan DAK Fisik (Paling Cepat April, Paling kegiatan DAK Fisik per jenis per bidang TA sebelumnya
kepada Kepala Lambat Juli) yang telah direviu oleh Inspektorat Daerah atau
KPPN Max. bulan lembaga pemerintah yang berwenang
November tahun c. Rencana kegiatan yg telah disetujui oleh K/L
berjalan d. Daftar kontrak kegiatan untuk seluruh kegiatan yang
Seluruh kegiatan pada
dilaksanakan dan bersifat final
bidang/ subbidang
Disampaikan max. 21 Juli Jika
DAK Fisik tidak dapat bertepatan
dibayarkan secara bertahap e. Sebagian/seluruh Berita Acara Serah Terima Barang hari libur,
sesuai rekomendasi dari K/L dan/atau Pekerjaan untuk kegiatan yg tidak dapat jatuh pada
hari kerja
yang telah disetujui oleh dibayarkan secara bertahap berikutnya
Kemenkeu c.q. DJPK Disampaikan paling cepat 1 April, max. 15 Des
(Paling Cepat April hingga
paling lambat Desember)

18
PENYALURAN DAK FISIK CAMPURAN

Pengertian Umum Dilakukan jika pada satu bidang/subbidang DAK Fisik terdapat sebagian kegiatan yg pembayarannya tidak
dapat dilakukan secara bertahap

K/L Memberikan rekomendasi untuk kegiatan yang penyalurannya tidak dapat dilakukan secara bertahap
kepada DJPK paling lambat bulan Januari

Kemenkeu DJPK - Menetapkan kegiatan yang pembayarannya tidak dapat dilakukan secara bertahap
- Menyampaikan ketetapan rekomendasi dari K/L kepada Kepala KPPN melalui Koordinator KPA
Penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa

Ketentuan Penyaluran dilakukan secara :


- Bertahap
 berdasarkan nilai pagu per jenis per bidang/subbidang dikurangi dengan nilai kegiatan yang tidak
dapat dibayarkan secara bertahap, dikali persentase penyaluran pada setiap tahap
- Sekaligus
 Disalurkan sebesar nilai kegiatan yang tercantum dalam BAST untuk sebagian dan/atau seluruh
kegiatan DAK Fisik

19
TERIMA KASIH