Anda di halaman 1dari 22

KEPERAWATAN KELOMPOK KHUSUS

By
Abd. Latif
TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)
• Pada akhir perkuliahan mata kuliah ini
mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan
konsep dasar keperawatan kelompok khusus.
TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)
• Mahasiswa mampu menjelaskan:
1. Pengertian dan prinsip dasar kelompok
2. Lingkup kegiatan keperawatan kelompok khusus
3. Macam kelompok khusus:
a. Berdasarkan tumbuh kembang (bumil, bulin,
bufas, bayi, balita, usia sekolah, lansia).
b. Kesehatan khusu (menular, tidak menular,
cacat).
c. Mempunyai resiko (PSK, pecandu narkoba,
pekerja).
DEFINISI
• Kelompok khusus adalah sekelompok
masyarakat atau individu yang karena keadaan
fisik, mental maupun sosialnya budaya dan
ekonominya perlu mendapatkan bantuan,
bimbingan dan pelkes dan asuhan kep. karena
ketidakmampuan dan ketidaktahuan mereka
dalam memelihara kesehatan dan
keperawatan terhadap dirinya sendiri.
Lanjutan definisi…
• Perawatan Kelompok Khusus
Adalah atau upaya dibidang kep.kesmas yang ditujukan
kepada kelompok-kelompok individu yang
memp.kesamaannya jenis kelamin, umur, permasalahan
kesehatan dan rawan terhadap masalah kesehatan
tersebut, yang dilaksanakan secara berorganisasi dengan
tujuan meningkatkan kemampuan kelompok dan derajat
kesehatannya, mengutamakan upaya promotif dan
preventif dengan tidak mengabaikan upaya kuratif dan
rehabilitatif, yang ditujukan kepada mereka yang tinggal
dipanti kepada kelompok-kelompok yang ada dimasyarakat,
diberikan oleh tenaga kesehatan dengan pendekatan
pencegahan masalah melalui proses keperawatan.
TUJUAN
• Tujuan umum
Untuk meningkatkan kemampuan dan derajat
kesehatan kelompok untuk dapat menolong
diri mereka sendiri (self care) dan tidak terlalu
tergantung kepada pihak lain.
Lanjutan…
• Tujuan khusus
1. Mengidentifikasi masalah kesehatan dan keperawatan kelompok
khusus sesuai dengan macam dan jenis tipe kelompok
2. Menyusun perencanaan askep/ kes. yang mereka hadapi berdasarkan
permasalahan yang terdapat pada kelompok
3. Penanggulangan masalah kesehatan dan keperawatan yang mereka
hadapi berdasarkan rencana yang telah mereka susun bersama
4. Meningkatkan kemampuan kelompok khusus dalam memelihara
kesehatan mereka sendiri - Mengurangi ketergantungan kelompok
khusus dari pihak lain dalam Pemeliharaan dan perawatan diri sendiri
5. Mengurangi ketergantungannya kelompok khusus dari pihak lain dalam
pemeliharaan dan keperawatan diri sendiri
6. Meningkatkan produktifitas kelompok khusus untuk lebih banyak
berbuat dalam rangka meningkatkan kemampuan diri sendiri untuk
dirinya sendiri
7. Memperluas jangkauan pel. kes dn keperawatan dalam menunjang
puskesmas dalam rangka pengembangan pel. Kesmas
SASARAN
• Institusi yang menyelenggarakan pel.kes
terdapat kelompok khusus dan pel.kelompok
khusus yang ada di masyarakat dan telah
diorganisir secara baik dan melalui posyandu
yang ditujukan untuk ibu hamil, bayi dan anak
balita / terhadap kelompok khusus dengan ciri
khas tt. ex : klp usila, klp penderita TBC dll.
PELAYANAN KELOMPOK KHUSUS
DI INSTITUSI
1. Panti wredha
2. Panti asuhan
3. Pusat rehabilitasi anak cacat
4. Penitipan balita
Sasaran pembinaan dan pelaksanaan:
1. Penghuni Panti
Merupakan prioritas pertama dalam
memberikan pelatihan dan askep klp khusus
di institusi, karena mereka yang rawan
terhadap masalah kesehatan
Lanjutan…
2. Petugas Panti
adalah orang yang setiap hari berhubungan
langsung dengan pel. penghuni panti dalam
mengatasi permasalahan setiap anggota
panti yang mendapat perawatan dan
pelatihan dipanti tersebut.
Lanjutan…
3. Linkungan Panti
Linkungan panti memerlukan perhatian
khusus dalam melaksanakan pel.kes dan
kep.di institusi oleh linkungan merupakan
salah satu mata rantai penyebaran penyakit.
PELAYANAN KELOMPOK KHUSUS
DI MASYARAKAT
• Kelompok khusus yang ada di masyarakat. diluar
institusi dapat diklasifikasikan berdasarkan
permasalahn dan kebutuhan yang mereka hadapi,
diantaranya:
1. Kelompok khusus dengan kebutuhan khusus yang
memerlukan pengawasan akibat pertumbuhan dan
perkembangannya :
a. Ibu hamil
b. Kelompok ibu bersalin
c. Kelompok ibu nifas
d. Kelompok bayi dan anak balita
e. Kelompok anak usia sekolah
Lanjutan…
2. Kelompok khusus dengan kes. khusus yang
memerlukan pengawasan dan bimbingan:
a. Penderita penyakit menular :
1) Kelompok penderita penyakit kusta
2) Kelompok penderita penyakit tbc
3) Kelompok penderita penyakit aids
4) Kelompok penderita penyakit
kelamin (GO,sipilis)
Lanjutan…
b. Penyakit tidak menular • kelompok penderita
penyakit DM:
1) kelompok penderita penyakit jantung
2) kelompok penderita penyakit stroke
c. Kelompok cacat yang memerlukan rehabilitasi :
1) kelompok cacat fisik
2) kelompok cacat mental
3) kelompok penyalahgunaan obat dan
narkotika
4) kelompok pekerja tertentu
RUANG LINGKUP KEGIATAN
• Mencakup upaya-upaya promotif, preventif, tidak
mengabaikan rehabilitatif, kuratif dan resosialitatif,
melalui kegiatan-kegiatan yang terorganisasi, sbb:
1. Pelatihan kesehatan dan keperawatan
2. Penyuluhan kesehatan
3. Bimbingan dan pemecahan masalah terhadap anggota
kelompok, kader kesehatan dan petugas panti
4. Penemuan kasus secara dini
5. Melakukan rujukan medik dan kesehatan
6. Melakukan koordinasi dan kerjasama dengan
masyarakat, kader, dll
7. Alih tekhnologi dalam bid.kes dan kep kepada petugas
panti, kader kesehatan.
PRINSIP DASAR
• Prinsip dasar dalam perawatan kelompok khusus adalah:
1. Meningkatkan kemampuan dan kemandirian dalam tingkat
kesehatan mereka sendiri.
2. Menekankan kemampuan dan kemandirian dalam
meningkatkan kesehatan mereka sendiri
3. Pendekatan yang menyeluruh menggunakan proses
keperawatan secara konsisten dan berkesinambungan
4. Melibatkan peran serta aktif petugas panti, kader kesehatan dan
kelompok sebagai subjek maupun objek pelayanan.
5. Dilakukan di institusi pel. yang menyelenggarakan pel.kes di
masyarakat terhadap kelompok khusus yang memp. masalah
yang sama.
6. Yang ditekankan kepada pembina prilaku penghuni panti,
petugas panti, linkungan panti bagi yang diinstitusi dan
masyarakat yang mempunyai masalah yang sama kearah prilaku
sehat.
TAHAP-TAHAP PERAWATAN KELOMPOK KHUSUS
1. Tahap Persiapan
a. Mengidentifikasi jumlah kelompok khusus yang ada
dimasyarakat dan jumlah panti / pusat-pusat rehabilitasi yang
ada disuatu wilayah binaan
b. Mengadakan pendekatan sebagai penjajakan awal pembinaan
kelompok khusus dan kelompok khusus yang ada dimasyarakat
c. Identifikasi masalah kelompok khusus di masyarakat dan
panti/ institusi, melalui pengumpulan data.
d. Menganalisa data kelompok khusus di masyarakat dan institusi
e. Merumuskan masalah dan prioritas masalah kesehatan dan
keperawatan kelompok khusus di masyarakat dan institusi
f. Mulai dari tahap mengidentifikasi masalah, analisa data,
perumusan masalah dan prioritas masalah kesehatan /
keperawatan kelompok khusus.
Lanjutan…
2. Tahap Perencanaan
Menyusun perencanaan penanggungan
masalah kes / kep. bersama petugas panti
(bagi institusi) dan kader kesehatan (yang
masyarakat) yang menyangkut:
a. jadwal kegiatan (tujuan, sasaran, jenis
pel, biaya, kriteria hasil)
b. jadwal kunjungan
c. tenaga pel. pengorganisasian kegiatan.
Lanjutan…
3. Tahap Pelaksanaan
Pelaksanaan didasarkan atas rencana kerja yang telah
disepakati bersama, yang di sesuaikan dengan keb.
yang ada, pelaksanaan kegiatan dapat berupa:
a. Pendidikan dan pelatihan kader dan petugas panti
b. Pelatihan kesehatan dan keperawatan
c. Penyuluhan kesehatan
d. Imunisasi
e. Penemuan kasus dini
f. Rujukan bila dianggap perlu
g. Pencatatan dan pelaporan kegiatan
Lanjutan…
4. Penilaian
Penilaian atas keberhasilan kegiatan
didasarkan atas kriteria yang telah disusun.
penilaian dapat dilakukan selama kegiatan
berlangsung dan setelah kegiatan
dilaksanakan secara keseluruhan.
TERIMA KASIH