Anda di halaman 1dari 12

TERAPI KOMPLEMENTER

BACAAN MUROTAL AL QURAN


DISUSUN OLEH :
Mustafidah E520183561
Sa’adah E520183565
Sri Nasikatun E520183568
Susilo Budi Utomo E520183569
Tutuk Wizariyah E520183642
Yusuf Effendi E520183575
DEFINISI murottal
• Pelestarian al-Qur’an dengan cara merekam
dalam pita suara dengan memperhatikan
hukum-hukum bacaan, menjaga keluarnya
huruf-huruf serta memperhatikan waqaf-
waqaf (tanda berhenti)
• Pengumpulan baca’an ayat-ayat al-Qur’an yang
bertujuan untuk melestarikan al-Qur’an
dengan cara merekam baca’an al-Qur’an.
Sudah diketahui bahwa terdapat hukum-
hukum bacaan (tajwid) yang harus
diperhatikan dalam pembacaan al-Qur’an
MANFAAT MUSIK MUROTTAL
a. Mendapatkan ketenangan jiwa.
Al-Qur’an ini adalah bukti-bukti yang nyata dari
Tuhanmu, petunjuk dan rahmat bagi orang-
orang yang beriman. “dan apabila dibacakan
al-Qur’an, Maka dengarkanlah baik-baik, dan
perhatikanlah dengan tenang agar kamu
mendapat rahmat”.
b.Lantunan al-Qur’an dari suara manusia
merupakan instrumen penyembuhan
Dengan tempo yang lambat serta harmonis
lantunan al-Qur’an dapat menurunkan hormon-
hormon stress, mengaktifkan hormon endorfin
alami, meningkatkan perasaan rileks, dan
mengalihkan perhatian dari rasa takut, cemas
dan tegang, memperbaiki sistem kimia tubuh
sehingga menurunkan tekanan darah serta
memperlambat pernafasan, detak jantung,
denyut nadi, dan aktifitas gelombang otak.
c.Kesadaran seseorang terhadap Tuhan akan
meningkat
Kesadaran ini akan menyebabkan totalitas kepasrahan
kepada Allah SWT, dalam keadaan ini otak pada
gelombang alpha, merupakan gelombang otak pada
frekuensi 7-14 Hz. ini merupakan keadaan energi otak
yang optimal dan dapat menyingkirkan stress dan
menurunkan kecemasan.
CARA KERJA MUSIK MUROTTAL
• Murottal bekerja pada otak dimana ketika didorong oleh
rangsangan dari terapi murottal maka otak akan memproduksi
zat kimia yang disebut zat neuropeoptide.
• Molekul ini akan menyangkut ke dalam reseptor-reseptor dan
memberikan umpan balik berupa kenikmatan dan kenyamanan.
• Fungsi pendengaran manusia yang merupakan penerimaan
rangsang auditori atau suara. Rangsangan auditori yang berupa
suara diterima oleh telingga sehingga membuatnya bergetar.
Getaran ini akan diteruskan ke tulang-tulang pendengaran yang
bertautan antara satu dengan yang lain. Rangsang fisik tadi
diubah oleh adanya perbedaan ion kalium dan ion natrium
menjadi aliran listrik yang melalui saraf nervus VIII (vestibule
cokhlearis) menuju ke otak, tepatnya di area pendengaran.
• Setelah mengalami perubahan potensial aksi yang dihasilkan
oleh saraf auditorius, perambatan potensial aksi ke korteks
auditorius (yang bertanggung jawab untuk menganalisa suara
yang kompleks, ingatan jangka pendek, perbandingan nada,
menghambat respon motorik yang tidak diinginkan,
pendengaran yang serius, dan sebagainya) diterima oleh lobus
temporal otak untuk mempresepikan suara.

• Talamus sebagai pemancar impuls akan meneruskan rangsang


ke amigdala (tempat penyimpanan memori emosi) yang
merupakan bagian penting dari system limbik3 (yang
mempengaruhi emosi dan perilaku).
• Secara umum mereka merasakan adanya penurunan
depresi, kesedihan, dan ketenangan jiwa
• Mendengarkan ayat-ayat al-Qur’an yang dibacakan
dengan tartil dan benar akan mendatangkan ketenangan
jiwa.
• Murottal merupakan intensitas 50 desibel yang
membawa pengaruh positif bagi pendengarnya
PENYAKIT YANG BISA DI SEMBUHKAN
DENGAN MUSIK MUROTTAL
• Pada 1960, ilmuwan Swiss Hans Jenny menemukan bahwa suara
mempengaruhi berbagai material dan memperbarui partikular-
partikularnya, dan bahwa setiap sel tubuh memiliki suaranya sendiri
dan akan terpengaruh oleh pembaruan suara serta material di
dalamnya.
• Pada 1974, para peneliti Fabien Maman dan Sternheimer
mengumumkan penemuan yang sangat mengejutkan. Mereka
menemukan bahwa setiap bagian dari tubuh memiliki sistem getaran
sendiri, sesuai dengan hukum fisika.
• Fabien dan Grimal, peneliti lainnya, menemukan bahwa suara
mempengaruhi sel-sel terutama sel-sel kanker, dan bahwa suara-suara
tertentu memiliki pengaruh yag kuat; hal yang ajaib yang ditemukan
oleh kedua peneliti tersebut adalah suara yang memiliki efek yang
paling kuat terhadap sel-sel tubuh adalah suara manusia itu sendiri.
(Kaheel, 2010).
• Ayat suci al-Qur’an menciptakan sekelompok
frekuensi yang mencapai telinga kemudian
bergerak ke sel-sel otak dan mempengaruhinya
melalui medan-medan elektromagnetik frekuensi ini
yang dihasilkan dalam sel-sel ini.
• Sel-sel itu akan merespon medan-medan tersebut
dan memodifikasi getaran-getarannya, perubahan
pada getaran ini adalah apa yang manusia rasakan
dan pahami setelah mengalami dan mengulang.
• Ini adalah sistem alami yang Allah ciptakan pada sel-
sel otak, ini adalah sistem keseimbangan alami.
(Hadi.2008).
Setiap ayat al-Qur’an memiliki kekuatan penyembuh
yang luar biasa (atas izin Allah) untuk penyakit-
penyakit tertentu, diantara surat yang biasanya
dilantunkan untuk meruqyah dan menenangkan jiwa
adalah:
• Al-Fatihah, al-Baqarah, (ayat Kursi ayat ke-255
di surat al-Baqarah,
• dua ayat terakhir surat al-Baqarah 285-286), dan
• Tiga surat terakhir dalam al-Qur’an (al-Ikhlas, al-
Falaq, an-Nas)
MATUR NUWUN
WALLAHU A’LAM BISHAWAB