Anda di halaman 1dari 10

GEOGRAFI POLITIK

INDONESIA DAN ASEAN

OLEH KELOMPOK 11

ARIFIN
ARDELIA A. ARMA
INTAN SAFRIMANILA
Geopolitik dapat diartikan sebagai politik atau kebijakan
dan strategi nasional yang didorong oleh aspirasi nasional
suatu negara, yang apabila dilaksanakan dan berhasil akan
berdampak langsung atau tidak langsung kepada sistem
politik suatu Negara. Geopolitik setiap negara
membutuhkan suatu perlindungan dari sistem pertahanan
negara, oleh karena itu sistem pertahanan negara,
demokrasi, politik, ekonomi dan hukum hanya dapat
benar-benar terlindungi apabila didasarkan pada kekuatan
negara itu sendiri.
Pembangunan geopolitik Indonesia sudah Kondisi geografis
dimulai oleh para pendiri bangsa melalui suatu negara atau
ikrar sumpah pemuda, satu nusa yang wilayah menjadi
berarti keutuhan ruang nusantara, satu sangat penting dan
bangsa yang merupakan landasan menjadi pertimbangan
kebangsaan Indonesia, satu bahasa yang pokok berbagai
merupakan faktor pemersatu seluruh ruang kebijakan, termasuk
nusantara beserta isinya. Rasa kebangsaan juga dalam
merupakan perekat persatuan dan kesatuan, merumuskan kebijakan
baik dalam makna spirit maupun moral, keamanan nasional
sehingga membantu meniadakan adanya (national security) atau
perbedaan fisik yang disebabkan adanya keamanan manusia
perbedaan letak geografi. (human security).
Apabila ditinjau lebih dalam bahwa Implikasi dari pembangunan
geopolitik Indonesia masih terjadi berbagai kekurangan antara lain
sebagai berikut:
1. Kurangnya rasa kesadaran bangsa Indonesia terhadap negaranya
sebagai negara kepulauan yang berciri nusantara.
2. Belum tumbuh dan berkembangnya pemahaman dan rasa bangga
terhadap realita “Indonesia sebagai Negara Kepulauan”.
3. Banyak proyek pembangunan infrastruktur dan industri yang tidak
memperhatikan tata ruang dan daya dukung lingkungan.
4. Banyaknya sejumlah kasus bencana alam yang disebabkan oleh
faktor lingkungan dan human error.
5. Banyaknya pengangguran yang disebabkan pertumbuhan ekonomi
yang tidak merata.
Dalam studi politik, geografi Menyadari hal dalam dekade
diyakini sebagai determinan utama 1960-an, negara-negara kunci
yang mempengaruhi identitas, Asia Tenggara merespons
perilaku, dan interaksi suatu negara kondisi tersebut dengan
(David Newman, 2001). Geografi membentuk sebuah wadah kerja
memiliki signifikansi penting sama regional yang mampu
bukan saja karena dipersepsikan mempercepat pertumbuhan
secara politis, tapi juga memiliki ekonomi, mendorong
fungsionalitas dalam hal penetapan perdamaian, serta menciptakan
strategi politik dan pertahanan stabilitas kawasan. Melalui
(Geopolitik dan Geostrategi)), simpul ASEAN, diharapkan
kebijakan ekonomi (Geo- mereka mampu meningkatkan
Ekonomi), serta corak diplomasi semangat kebersamaan agar
yang dimainkan oleh suatu negara mampu memitigasi segala
(Geodiplomasi). ancaman, utamanya dari
eksternal kawasan.
Sentralnya peran Indonesia Peran sentral pertama
dalam ASEAN didasari
Indonesia dalam 50 tahun
oleh persepsi bahwasanya
ASEAN adalah status
Asia Tenggara merupakan
ruang hidup tempat sebagai founding father
Indonesia berada. ASEAN.

Indonesia juga sangat Indonesia turut memberikan kontribusi


mendorong pentingnya dalam bentuk internalisasi nilai-nilai
mengimplementasikan luhur budaya bangsa di ranah kawasan.
prinsip kesetaraan dalam Gotong royong sebagai karakter bangsa
komunikasi antarnegara. dan saripati Pancasila sangat kental
mewarnai pola-pola hubungan
antarnegara Asia Tenggara.
Perkembangan lingkungan strategis sangat berpengaruh
baik terhadap geopolitik di Indonesia antara lain seperti :

a. Lingkungan b. Lingkungan Regional.


global. 1. Adanya peran dan dominasi AS di kawasan
Globalisasi dan Asia Pasifik, utamanya di Asia Tenggara
kemajuan teknologi dalam dimensi politik, ekonomi dan
informasi telah militer, telah memberi makna betapa
menjadikan wilayah besarnya pengaruh AS dalam menerapkan
kedaulatan suatu kebijakannya sesuai dengan agenda
negara menjadi globalnya.
lebih abstrak, 2. Isu kejahatan lintas negara dan kerjasama
sehingga mudah keamanan regional.
ditembus oleh para 3. Keamanan perbatasan dan potensi konflik
pelaku atau aktor teritorial.
internasional.
c. Lingkungan Nasional.
1. Proses politik dan demokratisasi.
2. Isu separatisme.
3. Terorisme dan gerakan kelompok
radikal.
4. Aksi kekerasan dan konflik komunal.
5. Isu keamanan teritorial, perbatasan
dan pulau terluar.
Asia Tenggara tak akan pernah kedap dari pengaruh
kekuatan eksternal serta perubahan global. Beberapa
capaian yang diraih selama 50 tahun berdiri juga
dibayangi berbagai tantangan yang harus dihadapi di
masa yang akan datang.
Tantangan yang dihadapi bisa bersumber dari level
kawasan sendiri, juga intervensi dari pihak luar.
Kemajuan di bidang teknologi yang menghapus batas-
batas geografi secara fisik mengkonversi semua
tantangan tersebut menjadi ancaman yang harus
disikapi secara serius.