Anda di halaman 1dari 23

Pemeriksaan Status Mental

Hervita Diatri
Departemen Psikiatri FKUI/RSCM
Pemeriksaan status mental
Pemeriksaan klinis:
hasil observasi pemeriksa
dan
kesan saat wawancara.
Garis besar pemeriksaan status mental
1.Gambaran umum
2.Mood dan afek
3.Pembicaraan
4. Gangguan persepsi
5. Pikiran
6. Sensorium dan kognitif
7. Pengendalian impuls
8. Pertimbangan dan tilikan
9. RTA
1. Gambaran umum
A. Penampilan:
gambaran ttg penampilan dan kesan fisik secara
keseluruhan. Bagaimana postur, ketenangan, pakaian dll
B. Perilaku dan aktivitas Psikomotor:
aspek kuantitatif maupun kualitatif dari perilaku motorik
• Echopraxia : meniru gerakan
• Katatonia : kekacauan psikomotor pada skizofrenia tipe
katatonik ( eq : catatonic excitement, stupor, catalepsy,
flexibilitas cerea )
• Stereotipi : gerakan berulang dgn pola yang sama
• Manerisme: Ingrained, habitual involuntary movement
• Mutisme : membisu
• Akatisia : perasaan subyektif akan ketegangan
otot-otot yang mengakibatkan penderita menjadi
bergerak-gerak gelisah, biasanya karena efek
samping obat antipsikotik.
• Kompulsi : gerakan berulang yg bersifat impulsif
• Tardive diskinesia, tiks, distonia akut dll

C. Sikap terhadap pemeriksa:


kooperatif, bersahabat, bermusuhan , curiga dll
pertimbangkan apakah sikap tersebut merupakan
reaksi terhadap situasi yang stressful, atau gejala
penyakit, atau karena masalah kepribadian.
2. Suasana Perasaan (mood & afek )
• Mood adalah: suasana perasaan atau
emosi yang bersifat pervasif dan bertahan lama,
mewarnai persepsi seseorang terhadap kehidupan.
Deskripsi mood:
Euthym : normal
Hypothym : murung-putus asa-depresif
Hyperthym : elasi-ekspansif-euforik-manik
Empty : kosong-hambar
Irritable : mudah tersinggung
Alexithymia : sulit mengungkapkan perasaan
2. Suasana Perasaan (mood & afek )
• Afek : respons emosional ps yg tampak.
Ekspresi emosi sesaat, dapat diamati dari ekspresi
wajah, gerak tubuh, irama suara.
• Deskripsi Afek :
serasi / tidak serasi
luas  terbatas  tumpul  datar
labil/tegang/cemas
3.Pembicaraan
• Kemampuan seseorang mengutarakan buah
pikiran ataupun perasaannya:
– Spontanitas
– Kelancaran
– Irama
– Produktivitas
– Hambatan berbicara
4.PERSEPSI
• Persepsi = Proses pemindahan stimulus fisik
menjadi informasi psikologik
• Deskripsi gangguan persepsi :
– Halusinasi : Penginderaan/persepsi sensoris
tanpa adanya stimulus eksternal
– Ilusi : Salah persepsi/salah interpretasi
terhadap stimulus eksternal yg nyata
– Derealisasi : persepsi subyektif bahwa
lingkungan berubah aneh/tidak nyata
– Depersonalisasi : persepsi subyektif bahwa
orang-orang disekitarnya berubah asing/aneh
– Fugue : menjadi identitas baru disertai
amnesia terhadap identitas lamanya
5.PIKIRAN
• Gangguan Bentuk Pikir :
Ketidak mampuan mengorganisasikan proses pikir
membentuk ide bertujuan.

Jenis-2 Gangguan Bentuk / Arus Pikir :


1. Inkoherensi : gagasan satu dengan lain tidak
berhubungan, tidak logis, secara keseluruhan
tidak dapat dimengerti.
2. Asosiasi longgar: bentuk lebih ringan dari
inkoherensi, jumlah ide tidak banyak
3. Asosiasi bunyi : gagasan satu dengan yang lain
dirangkaikan oleh kesamaan bunyi
4.Neologisme : membentuk logika baru yang
hanya dimengerti oleh pasien
5. Sirkumstansial : penyampaian gagasan secara
berbelit dan cenderung terpaku pada detail
6. Tangensial: ketidakmampuan untuk
mempertahankan gagasan bertujuan
7. Flight of Ideas: gagasan yang bertubi-tubi
melompat dari satu topik ke topik lain, jumlah
ide banyak, mampu menjelaskan topik lompat
yang satu dan yang lainnya, penjelasan dapat
dimengerti
8. Verbigerasi: pengulangan kata tanpa tujuan
9. Preserverasi: pengulangan gagasan secara
persisten/tidak responsif terhadap stimulus
baru
• Gangguan isi pikir :
Di sini yang terganggu adalah buah pikirannya /
keyakinannya, dan bukan cara penyampaiannya.
Bisa berupa waham, obsesi/ruminasi, fobi,
preokupasi, ide bunuh diri dll

• Waham :
Keyakinan yang salah, tidak dapat dikoreksi,
tiidak sesuai dengan realitas dan budaya yang
berlaku di lingkungan
• Deskripsi Waham :
–Waham aneh/bizarre
–Waham sistematik
–Waham Nihilistik
–Waham Somatik
• Waham Paranoid ;
- Waham besar
- Waham cemburu
- Waham kejar
• Waham kendali
- Thought withdrawal
- Thought insertion
- Thought broadcasting
• Waham Erotis / Erotomania
6.KESADARAN & FUNGSI KOGNITIF
Kesadaran / Consciousness ;
= Keadaan siaga = State of awareness – 3P
Gangguan Kesadaran ;
- Kesadaran menurun ( Somnolence  Coma )
- Kesadaran berkabut
- Delirium
- Twilight State, Dream like state
- Sundowning syndrome
- Confusion
FUNGSI KOGNITIF
• Orientasi (orang, tempat, waktu )
• Atensi (distractibility, hypervigilance )
• Memori (amnesia, paramnesia, hypermnesia)
• Intelejensi
• Berbahasa & Berhitung ( afasia, akalkulia )
• Gnosis ( agnosis, astereognosis )
• Fungsi Eksekutif
Fungsi kognitif dapat di evaluasi dengan alat : Mini Mental State
Evaluation
GANGGUAN MEMORI
• Amnesia : Ketidakmampuan mengingat
sebagian atau seluruhnya pengalaman
masa lalu. ( dibedakan : Anterograd &
Retrograd)
• Paramnesia : memori palsu (contoh :
konfabulasi, de javu, jamais vu )
• Hypermnesia : exagerated memory
• Screen memory : menutupi memori yang
menyakitkan dengan memori lain yang
lebih dapat ditoleransi.
8.Judgment = Daya Nilai Sosial
• Adalah kemampuan sesorang untuk
berperilaku sesuai dengan kaidah sosial yang
berlaku di dalamkehidupan sosial budayanya
• Pada gangguan jiwa berat atau kepribadian
antisosial maka daya nilai sosialnya sering
terganggu
7.Pengendalian impuls
Pengendalian impuls seksual, agresif dan
impuls lainnya
8.TILIKAN ( INSIGHT )
• Dalam arti luas tilikan sering disebut sebagai
wawasan diri, yaitu pemahaman seseorang
terhadap kondisi dan situasi dirinya dalam
konteks realitas sekitarnya
• Dalam arti sempit adalah pemahaman pasien
terhadap penyakitnya
• Tilikan terganggu ; hilangnya kemampuan
untuk memahami kenyataan obyektif akan
kondisi dan situasi dirinya
DERAJAT GANGGUAN TILIKAN

1. Penyangkalan total terhadap penyakitnya


2. Ambivalensi terhadap penyakitnya
3. Menyalahkan faktor lain sebagai penyebab
penyakitnya
4. Menyadari dirinya sakit dan butuh bantuan namun
tidak memahami penyebab sakitnya
5. Menyadari penyakitnya dan faktor faktor yang
berhubungan dengan penyakitnya namun tidak
menerapkan dalam perilaku praktisnya
6. Tilikan yang sehat, yakni sadar sepenuhnya tentang
situasi dirinya disertai motifasi untuk mencapai
perbaikan
9.Reality Testing Ability (RTA)
• Adalah kemampuan seseorang untuk menilai
realitas. Kemampuan ini akan menentukan
persepsi, respons emosi dan perilaku dalam
berelasi dengan realitas kehidupan.
• Kekacauan perilaku, waham dan halusinasi
adalah salah satu contoh penggambaran
gangguan berat dalam kemampuan menilai
realitas (RTA)
Terima kasih

Anda mungkin juga menyukai