Anda di halaman 1dari 48

Akad Ijarah

Pengertian
Akad ijarah adalah akad pemindahan hak guna/
manfaat atas satu barang atau jasa dalam waktu
tertentu dengan pembayaran upah/ sewa
(ujrah) tanpa diikuti dengan pemindahan
kepemilikan atas barang tersebut.
Aset yg disewakan bisa berupa rumah, mobil,
peralatan dlsb. Sedangkan barang yg dapat
habis dikonsumsi bukan objek ijarah.
Manfaat dari suatu jasa yg berasal dari hasil karya
atau dari pekerjaan seseorang merupakan objek
ijarah.
Akad ijarah mewajibkan pemberi sewa untuk
menyediakan aset yg dapat digunakan atau
dapat diambil manfaatnya selama periode akad
dan memberikan hak kepada pemberi sewa
untuk menerima upah sewa (ijarah). Contoh;
menyewakan LCD, harus dlm keadaan baik,
berfungsi dengan baik. Jika kerusakan aset terjadi
karena kelalaian penyewa maka penyewa
berkewajiban memperbaikinya. Pemberi sewa
dapat meminta jaminan atas ijarah untuk
menghindari risiko kerugian (PSAK #107)
Penyewa atau pengguna jasa wajib membayar
sejumlah tertentu berupa sewa / upah sesuai
akad. Sesudah harga disepakati, sepanjang waktu
akad tdk boleh berubah. Misal; B menyewa
rumah dari A dengan harga sewa Rp 20 juta
untuk 2 tahun, maka selama 2 tahun harga tdk
boleh berubah, jika sesudah 2 tahun akad
diperpanjang baru harga boleh berubah untuk
akad yg baru. Pengalihan kontrak aset yg disewa
kepada pihak lain boleh dilakukan asalkan
pemilik aset mengijinkannya.
Pembayaran sewa dapat dilakukan dimuka,
ditangguhkan ataupun dicicil sesuai kesepakatan
kedua pihak. Jika disepakati pembayaran
ditangguhkan dan penyewa lalai membayar sewa
nya (bukan karena tdk mampu) maka dapat
dikenakan denda yg akan digunakan sebagai dana
kebajikan.
Jika atas akad ijarah dibayar uang muka dan penyewa
membatalkan akad maka uang muka menjadi hak
pemberi sewa, lebih disarankan agar hak pemberi
sewa adalah sebesar opportunity cost yg
ditimbulkannya, sehingga selisih antara uang muka
dengan opportunity cost dikembalikan kepada
penyewa.
Akad ijarah memiliki risiko berupa gagal bayar, aset
ijarah rusak atau penyewa menghentikan akad
sehingga pemberi sewa harus mencari penyewa
baru.
Akad ijarah hendaknya memuat aturan tentang:
1. Jangka waktu akad
2. Besarnya sewa/ upah
3. Cara pembayaran sewa/ upah
4. Peruntukan aset yg disewakan dan hal lainnya
yg dianggap penting
Begitu kontrak disetujui maka ia bersifat mengikat
dan apabila ada perubahan pada isi kontrak
harus disepakati oleh kedua belah pihak.
Perjanjian berlaku efektif ketika penyewa dapat
menggunakan aset yg disewa bukan saat kontrak
ditanda tangani dan pemberi sewa berhak
menerima sewa.
Jenis Akad Ijarah
Berdasarkan objek yg disewakan:

1. Manfaat atas aset yg tdk bergerak, seperti


rumah atau aset bergerak seperti mobil,
pakaian dsb
2. Manfaat atas jasa yg berasal dari hasil karya
atau dari pekerjaan seseorang
Berdasarkan exposure draft PSAK 107, ijarah dapat
dibagi menjadi tiga, namun ytg dikenal secara
luas ada dua yaitu:
Ijarah, yaitu akad pemindahan hak guna manfaat
atas aset atau jasa dalam waktu tertentu dengan
pembayaran upah atau sewa (ujrah) tanpa diikuti
dengan pemindahan kepemilikan atas aset ybs.
Ijarah Muntahiya bit tamlik (IMBT), yaitu ijarah
dengan wa’ad/ janji dari pemberi sewa berupa
perpindahan kepemilikan objek ijarah pada saat
tertentu (ED PSAK 107)
Perpindahan kepemilikan aset yg disewakan dari
pemilik kepada penyewa dlm ijarah muntahiya bit
tamlik (IMBT) dpt dilakukan jika seluruh pembayaran
sewa atas objek ijarah telah diserahkan kembali
kepada pemberi sewa.
Untuk perpindahan kepemilikan akan dibuat akad
baru, terpisah dari akad ijarah sebelumnya.
Perpindahan kepemilikan dpat dilakukan melalui:
1. Hibah
2. Penjualan, dimana harga harus disepakati oleh
kedua pihak sebelumnya, namun pelaksanaan
penjualan dpt dilakukan: !).sebelum akad berakhir
2).setelah akad berakhir 3).penjualan secara
bertahap sesuai janji/ wa’ad
Untuk perpindahan secara bertahap, harus
ditentukan bagian penyewa setiap kali ia melakukan
pembayaran dari harga total sampai ia memiliki aset
tersebut di akhir akad. Jika kontrak ijarah batal
karena alasan yg mendasar sebelum perpindahan
kepemilikan secara penuh, maka aset yg disewa
menjadi aset bersama secara proporsional.
3. Jual dan sewa kembali (sale and leaseback) /
transaksi jual dan ijarah. Jenis ijarah seperti ini
terjadi dimana seseorang menjual asetnya kepada
pihak lain dan menyewa kembali aset tsb. Hal ini
bisa terjadi karena pemilik membutuhkan uang
sementara masih memerlukan aset tsb.
Transaksi jual beli ijarah harus merupakan
transaksi yg terpisah dan tdk saling tergantung
(ta’allug) sehingga harga jual harus dilakukan
pada nilai wajar dan penjual akan mengakui
keuntungan / kerugian pada periode terjadinya
penjualan. Keuntungan dan kerugian yg timbul
dari transaksi jual tdk dapat diakui sebagai
pengurang/ penambah beban ijarah yg muncul
karena ia menjadi penyewa.
Dasar Syariah
Sumber hukum akad ijarah adalah:
1. Al-Qur’an, sebagaimana firman Allah SWT:
“Apakah mereka yg membagi-bagi rahmat
Tuhanmu? Kami telah menentukan antara
mereka penghidupan mereka dlm kehidupan
dunia dan kami telah meninggikan sebagian
mereka atas sebagian yg lain beberapa derajat,
agar sebagian mereka dapat mempergunakan
yg lain. Dan rahmat tuhanmu lebih baik dari
apa yg mereka kumpulkan (QS 43:32)
“Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh
orang lain, maka tidak dosa bagimu bila kamu
memberikan bayaran menurut yg patut.
Bertakwalah kamu kepada Allah dn ketahuilah
bahwa Allah Maha Melihat apa yg kamu
kerjakan.” (QS 2:233)
“Salah seorang dari kedua wanita itu berkata
‘wahai ayahku ambillah ia sebagai orang yg
bekerja (pada kita), sesungguhnya orang yg
paling baik untuk bekerja (pada kita) adalah
orang yg kuat lagi dapat dipercaya. (QS 28:26)
2. As-Sunnah
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah
SAW bersabda: “Berbekamlah kamu, kemudian
berikanlah olehmu upahnya kepada tukang
bekam itu.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah bersabda:
“Berikanlah upah pekerja sebelum keringatnya
kering” (HR Ibnu Majah)
“Barang siapa mempekerjakan pekerja,
beritahukanlah upahnya” (HR. ‘Abd ar-Razzaq
dari Abu Hurairah dan Abu Sa’id al-Khudri)
Dari Saad bin Abi Waqqash ra, bahwa Rasulullah
bersabda:”Dahulu kami menyewa tanah dengan
(jalan membayar dari) tanaman yg tumbuh, lalu
Rasulullah melarang kami cara itu dan
memerintahkan kami agar membayarnya dengan
uang emas atau perak” (HR Nasa’i)
Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi SAW Beliau bersabda,
“allah Ta’ala berfirman; Ada tiga golongan yg pada
hari kiamat (kelak) Aku akan menjadi musuh mereka;
(pertama) seorang laki-laki yg mengucapkan sumpah
karena Aku kemudian ia curang, (kedua) seorang laki-
laki yg menjual seorang merdeka lalu dimakan
harganya, dan (ketiga) seorang laki-laki yg
mempekerjakan seorang buruh lalu sang buruh
mengerjakan tugas dengan sempurna, namun ia tdk
memberinya upahnya”. (Hasan; Irwa-ul Ghalil
no;1489 dan Fathul Bari IV;417 no;2227)
Rukun dan Ketentuan Syari’ah Ijarah
Rukun ijarah ada tiga:
1. Pelaku, yg terdiri dari pemberi sewa/ pemberi
jasa/ lessor/ mu’jir dan penyewa/ pengguna
jasa/ lessee/ musta’jir
2. Objek akad ijarah berupa; manfaat aset/
ma’jur dan pembayaran sewa, atau manfaat
jasa dan pembayaran upah
3. Ijab kabul/ serah terima
Ketentuan syari’ah ijarah:
1. Pelaku harus cakap hukum dan baligh
2. Objek akad ijarah:
a. Manfaat aset/ jasa adalah sbb:
1) Harus bisa dinilai dan dpt dilaksanakan
dlm kontrak, mis sewa komputer, maka
komputer tsb hrs dpt dipakai/ tdk rusak
2) Harus yg bersifat dibolehkan secara
syari’ah (tdk diharamkan); maka ijarah
atas objek sewa yg melanggar perintah
Allah tdk syah. Mis; menyewakan rumah
untuk tempat main judi, untuk menjual
minuman keras dlsb.
3) Dapat dialihkan secara syari’ah, contoh manfaat
yg tidak dapat dialihkan secara syari’ah, tdk sah
akadnya, al:
a) Kewajiban shalat, puasa tidak dapat
dialihkan karena ia merupaka kewajiban
setiap individu (fardhu ‘ain)
b) Mempekerjakan seseorang untuk membaca
Al-Qur’an dan pahalanya (manfaatnya)
ditujukan untuk orang tertentu, karena
pahala/nilai kebaikan akan kembali pada yg
membacanya, sehingga tdk ada manfaat yg
dpt dialihkan
c) Barang yg dapat habis dikonsumsi tidak dapat
dijadikan objek ijarah karena mengambil
manfaat darinya sama saja dengan
memilikinya/ menguasainya. Misalnya
makanan, minuman, buah-buahan atau uang
ka, jika mengambil manfaat darinya berarti
menggunakannya.
4) Harus dikenali secara spesifik sedemikian rupa
untuk menghilangkan ketidaktahuan yg dpat
menimbulkan sengketa. Mis, kondisi fisik mobil
yg disewa
5) Jk waktu penggunaan manfaat ditentukan
dengan jelas, mis 2 tahun.
b. Sewa dan upah yaitu sesuatu yg dijanjikan dan
dibayar penyewa atau pengguna jasa kepada
pemberi sewa atau pemberi jasa sebagai
pembayaran atas manfaat aset atau jasa yg
digunakannya.
1) Harus jelas besarannya dan diketahui oleh
para pihak yg berakad. Mis, Berkah Toserba
merekrut karyawannya yg ditugaskan
sebagai pramuniaga dengan gaji yg
disepakati Rp 2 jt per bulan. Tidak boleh
disebutkan bahwa gajinya tergantung hsl
penjualan perusahaan karena ada ketdk
pastian didalamnya.
2) Boleh dibayarkan dalam bentuk jasa
(manfaat lain) dari jenis yg serupa dengan
objek akad
3) Bersifat fleksibel, dlm arti dapat berbeda
untuk ukuran waktu, tempat dan jarak serta
lainnya yg berbeda. Mis; sewa atas mobil yg
jenisnya sama mis inova 2006, di Jkt sewa
per hari Rp 500.000 sedangkan di Yogjakarta
Rp 400.000 atau menyewa toko untuk satu
tahun Rp 25 jt tapi kalau 2 tahun Rp 45 jt,
begitu disepakati maka harga sewa akan
mengikat dan tidak boleh berubah salama
masa akad.
c. Ketentuan syari’ah untuk Ijarah Muntahiya bit
Tamlik;
1) Pihak yg melakukan Ijarah Muntahiya bit
Tamlik harus melaksanakan akad ijarah terlebih
dahulu. Akad perpindahan kepemilikan baik
dengan jual beli maupun pemberian hanya
dapat dilakukan setelah berakhirnya akad ijarah
2) Janji pemindahan kepemilikan yg disepakati di
awal akad ijarah adalah wa’ad, yg hukumnya
tidak mengikat. Apabila janji itu ingin
dilaksanakan, maka harus ada akad
pemindahan kepemilikan yg dilakukan setelah
berakhirnya akad ijarah
3. Ijab kabul, yaitu pernyataan dan ekspresi saling
rela diantara pihak=pihak pelaku akad yg
dilakukan secara verbal, tertulis, melalui
korespondensi atau menggunakan cara-cara
komunikasi modern.
Berakhirnya Akad Ijarah
1. Periode akad sudah selesai sesuai perjanjian,
namun kontrak masih dapat berlaku walaupun
dalam perjanjian sudah selesai dengan
beberapa alasan, mis keterlambatan masa
panen jika menyewakan lahan untuk pertanian,
maka dimungkinkan berakhirnya akad setelah
panen selesai (Sayid Sabbiq, 2008)
2. Periode akad belum selesai tetapi pemberi sewa
dan penyewa sepakat menghentikan akad ijarah
3. Terjadi kerusakan aset
4. Penyewa tidak dapat membayar sewa
5. Salah satu pihak meninggal dunia dan ahli
waris tidak berkeinginan untuk meneruskan
akad karena memberatkannya. Kalau ahli waris
merasa tidak masalah maka akad tetap
berlangsung. Kecuali akadnya adalah upah
menyusui maka bila sang bayi atau yg
menyusui meninggal dunia maka akadnya
menjadi batal
Ada pendapat ijarah sama dengan leasing,
padahal pendapat ini tidak sepenuhnya benar,
Karim (2003)
Perbedaan Ijarah dengan Leasing
No Keterangan Ijarah Leasing
1 Objek Manfaat brg dan jasa Manfaat brg dan jasa
2 Cara pemb Tergantung/ tdk tergantung Tdk tergantung pada
pada kondisi nrg/jasa yg kondisi nrg/jasa yg disewa
disewa
3 Perpindahn a. Ijarah, tdk ada a. Lease operasi. Tdk ada
kpemlkmn perpindahan transfer kepemilikan
kepemilikan b. Lease dengan opsi
b. IMBT, janji untuk pembelian di akhir
menjual/ menghibah masa lease
kan diawal akad
4 Jenis leasing a. Lease jenis pn, tdk a. Lease jenis pn,
lainnya dibenarkan krn dibenarkan
akadnya gharar yi ant b. Sale and lease back
sewa dan beli dibenarkan
b. Sale and lease back
dibenarkan
Perlakuan Akuntansi untuk Pemberi Sewa (Mu’jir)
1. Biaya perolehan objek ijarah baik aset berwujud
maupun tdk berwujud, diakui saat objek ijarah
diperoleh, dimana aset tsb hrs memenuhi syarat
yb:
a. Kemungkinan besar perusahaan akan
memperoleh manfaat ekonomis di masa
depan dari aset tsb dan
b. Biaya perolehannya dapat diukur secara
andal dan dijurnalsbb:
Aset ijarah ………………….. Xx
Kas ……………………………… xx
2. Penyusutan, jika aset ijarah tersebut dpt
disusutkan/diamortisasi maka penyusutannya
diperlakukan sam untuk aset sejenis selama
umur ekonomisnya. Jika aset ijarah untuk akad
sejenis IMBT maka masa manfaat yg digunakan
unyuk menghitung penyusutan adl periode akad
IMBT. Dijurnal sbb:
Beban penyusutan …………………. Xx
Ak.penyusutan ………………………. Xx
3. Pendapatan sewa, diakui pada saat manfaat
atas aset telah diserahkan kepada penyewa
pada akhir periode pelaporan. Jika manfaat
telah diserahkan tapi perusahaan belum
menerima uang maka akan diakui sebagai
piutang pendapatan sewa dan diukur sebesar
nilai yg dapat direalisasi dan dijurnal sbb:
Kas/ piutang sewa …………………. Xx
Pendapatan sewa …………………. Xx
4. Biaya perbaikan objek ijarah, adalah tanggung
an pemilik, tetapi pengeluarannya dapat
dilakukan oleh pemilik secara langsung atau
dilakukan oleh penyewa atas persetujuan
pemilik.
a. Jika perbaikan rutin yg dilakukan oleh penyewa
dengan persetujuan pemilik maka diakui
sebagai beban pemilik padan saat terjadinya,
dijurnal sbb:
biaya perbaikan …………. Xx
Utang …………………………….. xx
b. Jika perbaikan tidak rutin atas objek ijarah yg
dilakukan oleh penyewa diakui pada saat
terjadinya, dijurnal sbb:
biaya perbaikan …………. Xx
Kas/ Utang …………………………….. Xx
c. Dalam ijarah muntahiyah bit tamlik melalui
penjualan secara bertahap, biaya perbaikan
objek ijarah yg dimaksud pada huruf (a) dan (b)
ditanggung pemilik ataupun penyewa
sebanding dengan bagian kepemilikan masing-
masing atas objek ijarah, dijurnal sbb:
biaya perbaikan …………. Xx
Kas/ Utang …………………………….. Xx
5. Perpindahan kepemilikan objek ijarah dalam
ijarah muntahiyah bit tamlik dapat dilakukan
dengan cara:
a. hibah, maka jumlah tercatat objek ijarah diakui
sbg beban, jurnal;
Beban ijarah ………………. Xx
Ak. Peny ……………….. Xx
Aset ijarah ……………. xx
b. Penjualan sebelum berakhirnya masa ijarah,
sebesar cicilan sewa atau jlh yg disepakati,
maka selisih antara harga jual dan jumlah
tercatat objek ijarah diakui sbg keuntungan /
kerugian, dengan jurnal;
Kas ……….………………. Xx
Ak. Peny ……………….. Xx
Kerugian ……………….. Xx (NT>HJ)
Keuntungan ………… xx (NT<HJ)
Aset ijarah ……………. xx
c. Penjualan setelah selesai masa ijarah, maka
selisih antara harga jual dan jumlah tercatat
objek ijarah diakui sbg keuntungan / kerugian,
dengan jurnal;
Kas ……….………………. Xx
Ak. Peny ……………….. Xx
Kerugian ……………….. Xx (NT>HJ)
Keuntungan ………… xx (NT<HJ)
Aset ijarah ……………. xx
d. Penjualan objek ijarah secara bertahap, maka:
1) Selisih antara harga jual dan jumlah tercatat
sebagian objek ijarah yg sudah terjual diakui
sbg keuntungan/ kerugian.
Jurnal;
Kas ……….………………. Xx
Ak. Peny ……………….. Xx
Kerugian ……………….. Xx (NT>HJ)
Keuntungan ………… xx (NT<HJ)
Aset ijarah ……………. xx
1) Bagian objek ijarah yg tidak dibeli penyewa
diakui sbg aset tdk lancar atau aset lancar
sesuai dengan tujuan penggunaan aset tsb.
Jurnal;
Aset lancar/ tdk lancar Xx
Ak. Peny ……………….. Xx
Aset ijarah ……………. Xx
Seluruh beban maupun keuntungan/ kerugian
yg timbul akibat penjualan ijarah tsb diakui sbg
beban/ keuntungan / kerugian periode
berjalan. Keuntungan/ kerugian tdk boleh
dianggap sbg pengurang/ penambah B ijarah
6. Penyajian, pendapatan ijarah disajikan secara
neto setelah dikurangi beban-beban yg terkait,
spt beban penyusutan, beban pemeliharaan
dan perbaikan dsb.
7. Pengungkapan, pemilik mengungkapkan dalam
laporan keuangan terkait transaksi ijarah dan
ijarah muntahiya bin tamlik, tetapi tdk terbatas
pada:
a. Penjelasan umum isi akad yg signifikan yg
meliputi, tapi tdk terbatas pada:
1) Keberadaan wa’ad pengalihan
kepemilikan (jika ada) dan mekanisme
yg digunakan.
2) Pembatasan pembatasan, mis ijarah
lanjut
3) Agunan yg digunakan (jika ada)
b. Nilai perolehan dan akumulasi penyusutan
untuk setiap kelompok aset ijarah dan
c. Keberadaan transaksi jual dan ijarah (jika
ada)
Akuntansi Untuk Penyewa
1. Beban sewa diakui selama masa akad pada saat
manfaat aset telah diterima dan dijurnalsbb;
Beban sewa …………………. Xx
Kas …………………………… xx
2. Biaya pemeliharaan objek ijarah yg disepakati dlm
akad menjadi tanggungan penyewa diakui sbg
beban pada saat terjadinya. Sedangkan dlm ijarah
muntahiya bin tamlik melalui penjualan objek
ijarah secara bertahap, biaya pemeliharaan yg
menjadi beban penyewa akan meningkat sejalan
dengan peningkatan kepemilikan objek ijarah;
Dijurnal sbb:
Beban pemeliharaan ijarah ……….. Xx
Kas …………………………………… xx
Jika beban ditanggung oleh pemberi sewa tapi
dibayarkan dulu oleh penyewa, dijurnal:
Piutang …………………………………….. Xx
Kas …………………………………… xx
3. Perpindahan kepemilikan dlm ijarah muntahiyah
bit tamlik dpt dilakukan dengan cara:
a. hibah, maka penyewa mengakui aset dan
keuntungan sebesar nilai wajar objek ijarah yg
diterima, dijurnal:
Aset non kas (eks ijarah) ……… xx
Keuntungan ……………………. Xx
b. Pembeli sebelum masa akad berakhir maka
penyewa mengakui aset sebesar pembayaran
sisa cicilan sewa atau jumlah yg disepakati,
dijurnal:
Aset non kas ………………………. Xx
Kas ………………………………. Xx
c. Pembelian setelah masa akad berakhir maka
penyewa mengakui aset sebesar pembayaran yg
disepakati, dijurnal:
Aset non kas (eks ijarah) ……… xx
Kas ………………….………………. Xx
d. Pembelian objek ijarah secara bertahap, maka
penyewa mengakui aset sebesar biaya perolehan
objek ijarah yg diterima, dijurnal:
Aset non kas (eks ijarah) ………….. Xx
Kas ………………………………………. Xx
Utang …………………………………….. xx
4. Jika suatu entitas/ penyewa menyewakan
kembali aset ijarah lebih lanjut pada pihak lain
atas aset yg sebelumnya disewa, maka ia harus
menerapkan perlakuan akuntansi untuk pemilik
dan akuntansi penyewa dalam PSAK ini
5. Pengungkapan, penyewa mengungkapkan
dalam laporan keuangan terkait transaksi ijarah
dan ijarah muntahiyah bit tamlik, tetapi tdk
terbatas pada;
a. Penjelasan umum isi akad yg signifikan yg
meliputi tapi tdk terbatas pada;
1) Jumlah pembayaran
2) Keberadaan wa’ad pemilik untuk pengalihan
kepemilikan dan mekanisme yg digunakan
(jika ada wa’ad pemilik untuk pengalihan
kepemilikan)
3) Pembatasan pembatasan, mis ijarah lanjut
4) Agunan yg digunakan (jika ada)
b. Keberadaan transaksi jual dan ijarah dan
keuntungan atau kerugian yg diakui (jika ada
transaksi jual dan ijarah)
Pertanyaan
1. Jelaskan pengertian akad ijarah
2. Jelaskan barang / jasa yg merupakan objek
ijarah
3. Apakah dalam akad ijarah besarnya harga sewa
dapat berubah, jelaskan
4. Jelaskan perbedaan ijarah dengan leasing
5. Jelaskan jenis-jenis akad ijarah
6. Jelaskan dasar hukum ijarah
7. Jelaskan rukun dan ketentuan syari’ah akad
ijarah
8. Kapan berakhirnya akad ijarah
9. Ijarah muntahiya bit tamlik bolehkah dilakukan
dalam satu akad untuk sewa belinya
LATIHAN
1. Pemberi sewa dan penyewa menandatangani
akad ijarah atas tanah seluas 500 m2 selama 3
tahun, disepakati bahwa pembayaran dilakukan
setiap bulan sebesar 2 juta. Buat jurnal
sehubungan dengan dengan transaksi diatas
dan penyajian setelah tahun pertama pada
pemberi sewa
2. Terkait dengan soal nomor 1, jika saat
penandatangan tersebut ada janji untuk membeli
di akhir akad, maka setelah tahun ke 3 disepakati
penyewa akan membeli tanah tersebut senilai 1 jt/
meter secara tunai. Biaya adm jual beli adalah 1%
dari harga jual. Buat jurnal untuk transaksi tsb
3. Terkait dengan soal nomor 1, jika saat
penandatangan tersebut ada janji untuk membeli
di akhir akad, maka setelah tahun ke 3 disepakati
penyewa akan membeli tanah tersebut senilai 1 jt/
meter untuk seluas 250 meter secara tunai. Biaya
adm jual beli adalah 1% dari harga jual. Buat jurnal
untuk transaksi tsb