Anda di halaman 1dari 66

Prakiraan dampak penting Biologi

TOR dari Panitia;


• Metoda yang biasa digunakan dalam amdal
• Mengkaji beberapa kekuatan dan kelemahan
metodologi amdal yang aplikatif
• Faktor ketidak pastian dalam menetapkan
metodologi prakiraan dampak penting
dilapangan dan mengurangi factor ketidak
pastian
Prakiraan dampak Biologi
Apa yang menjadi perhatian utama pada prakiraan
dampak biologi?
• Hilangnya biota dilindungi, atau katagori langka
menurut IUCN (Endangered atau Critically
endangered).
• Comunitas atau ekositem berubah
• Jasa Lingkungan berubah
• ……………….Berubah???
Untuk bisa memprakirakan dampak biologi perlu
memahami ………………………?
Flora

Tumbuhan disuatu tempat pada satu masa tertentu

Komunitas Tumbuhan= Vegetasi


Secara Alamias Komunitas tumbuhan (Vegetasi) dengan lingkungan nya
selalu dalam keadaan saling ketergantungan satu sama lainnya menurut
Daubenmire (1968) hubungan Tumbuhan dengan lingkungan
digambarkan sbb:
Individu
Populasi Individu
Fitosinosis Populasi Individu
Populasi
Biosinosis Individu
Populasi Individu
Zoosinosis Populasi Individu
Populasi
Ekosistem
cahaya
Klimatop Suhu
(Iklim) Penguapan
Ekotop Curah hujan dst
Tekstur &Struktur
Edafotop Lapisan tanah
(tanah) Muka air tanah dan Kelembaban
Mineral dan organik dst
Biosinosis Komponen Biotik sebagai faktor pencetus utama
terbentuknya ekosistem
Fitosinosis: Tumbuhan sebagai faktor penting pada
pembentukan ekosistem. Contoh: tanaman pionir daerah
bekas letusan gunung api
Zoosinosis; Hewan sebagai faktor penting pada pembentukan
ekosistem. Contoh: Terumbu karang

Ekotop, komponen abiotik sebagai faktor utama dalam


menentukan tipe ekosistem
Klimatop : Iklim sebagai faktor penting dalam pembentukan
ekosistem. Contoh: Ekosistem hutan sub alpina
Edafotop: tanah sebagai faktor penting dalam pembentukan
ekositem. Contoh: Hutan kerangas
Secara sederhana, bisa dikatakan vegetasi merupakan
produk dari interaksi secara total dari faktor faktor;
tumbuhan , hewan, iklim dan tanah
Iklim

Tumbuhan Hewan

Tanah

Atau
Vegetasi adalah fungsi dari tanah,iklim,hewan dan
tumbuhan veg=ƒ (tanah,iklim,hewan,tumbuhan)
Menurut Jenny (1941)
V= ƒ (f,a,e,h,t)
f=Flora (Fitosinosis)
a=Aksesibilitas
e= Properti ekologi tumbuhan
h= Habitat
t= Waktu

Menurut mayor (1951)


V= ƒ(o,c,p,r,t)
o=Organisme (biosinosis)
c=Iklim
p=Batuan dasar
r=Relief atau topografi
t=Waktu

Catatan:
Ketiga faktor pembentuk Vegetasi tersebut hanya berlaku bagi vegetasi alamiah
diman campurtangan manusia sangat minim . Tidak berlaku bagi pada vegetasi
budidaya (pertanian)
Setiap bentuk hubungan timbal balik antara komponen
biotis dan abiotis pada suatu ruang dan waktu tertentu
akan membentuk ekosistem tertentu

Perubahan dari hubungan timbal balik karena terjadi


perubahan struktur vegetasi atau komposisi vegetasi atau
faktor fisika kimia akan mengubah bentuk ekosistem
Karena:
1. Interaksi antar individu dan interaksi antar
populasi akan menentukan bentuk vegetasi

2. Setiap jenis tumbuhan menunjukan reaksi yang


berbeda terhadap lingkungan kimia fisiknya (iklim
dan tanah)
Bentuk Interaksi dalam ekosistem (antara komponen biotis
dan abiotis ) bisa sangat sederhana dan bisa juga sangat
kompleks
Ciri ciri bentuk interaksi yang sangat sederhana:
1. Keanekaragaman hayati rendah
2. Produktifitas tinggi (Produk kayu misalnya)
3. Memiliki daya pemulihan terhadap kerusakan yang sangat tinggi
4. Frekuensi gangguan* tinggi (sistem sederhna sehingga mudah terjadi
gangguan)
5. Miskin akan relung

Ciri ciri bentuk interaksi yang sangat kompleks


1. Keanekaragaman hayati tinggi
2. Produktifitas rendah (produk kayu misalnya)
3. Daya pulih terhadap kerusakan sangat rendah
4. Frekuensi gangguan* sangat rendah (system komplek sulit terjadi gangguan)
5. Kaya akan relung
*) Gangguan yang dimaksud adalah gangguan yang bersifat alamiah
Kajian terhadap Vegetasi dalam amdal
bertujuan untuk mengungkapkan paling
tidak 6 hal sebagai berikut:
1. Struktur vegetasi dan klasifikasinya
2. Komposisi floristik dan klasifikasi floristiknya dari suatu
masyarakat tumbuhan
3. Status perkembangan (Suksesi atau kehadiran invasive
spesies))
4. Hubungan vegetasi dengan lingkungan fisik kimianya (tanah
dan iklim)
5. Penyebaran vs lingkungan fisik kimianya (tanah dan iklim)
6. Vegetasi sebagai penopang utama dari struktur tropic pada
Ekosistem
Metoda dalam Analisis vegetasi:
Ada dua kelompok besar
1. Metoda destruktif
2. Metoda non destruktif

Metoda destruktif data dan informasi dikumpulkan


dengan jalan merusak . Metoda ini biasa digunakan
untuk mengukur biomasa, produktifitas primer,
penelitian suksesi yang mau tidak mau harus
memotong habis vegetasi yang ada pada petak
contoh

Metoda non destruktif data dan informasi


dikumpulkan dengan tanpa merusak vegetasi
Pada metoda Non Destruktif dikenal ada dua
pendekatan yaitu nonfloristik dan floristik

Pendekatan non floristik dikembangkan oleh:


DeRietz (1931), Rounkiaer (1934), Dansereau
(1951), Eiten 1968) dan Unesco (1973)

Pada pendekatan ini tumbuhan dikelompokan


berdasarkan bentuk hidupnya dan tidak
menghiraukan taksonomi (penamaan tumbuhan)

Yang paling banyak dikembangkan adalah


pendekatan floristik.
Metoda penentuan contoh
Pada analisis vegetasi pengambilan contoh
dilakukan dengan metoda:
1. Petak atau kuadrat,
2. Jalur
3. Point intercept
4. Kuadran atau Quarter
Metoda petak
Pada komunitas tumbuhan dibuat petak
dengan ukuran tertentu dan jumlah tertentu.
Bisa tersebar acak atau teratur
Kemudian pada setiap petak parameter
vegetasi diukur (mis kerapatan, frekuensi dan
penutupan)
Yang perlu diperhatikan adalah
Ukuran petak: Luas minimum
Jumlah petak: 5-10% luas areal
Luas minimum
J
u
m
l
a
h
s
p
e
s
i
e
s

Luas petak
Luas petak bisa juga ditentukan berdasarkan
pengalaman seperti
Contoh untuk daerah temperata
Hutan 200-500m2
Semak kerdil 10-25 m
Pd rumput 5-10 m2

Metoda jalur pada dasarnya hamper sama


dengan metoda petak (petak-petak pada satu
jalur)
Metoda Point intercept
Metoda Kuadran
Metoda ini digunakan jika tumbuhan yang akan dianalisis adalah pohon.
Engan menggunakan metoda ini dapat diketahui komposisi jenis, tingkat
dominansi, dan menaksir volume kayu (metoda ini dikenal juga dengan
metoda tanpa petak conto)

Pada komunitas tumbuhan kita buat garis (line transek) dan pada setiap
jarak 20 -30 meter dibuat titik pengamatan. Pengamatan dilakukan
terhadap bidang kuadrannya
oo o o
o o o o o 0 0

o o o o oo 0
o o o o o o o o o o line transek
O o o o o o oo o o o o o 0 o o o o
Setiap titik pengamatan dibuat garis absis dan ordinat
dan terbentuk 4 kuadran. Kuadran 1 sampai dengan
kuadran 4

Pilih satu pohon pada setiap kuadran yang jaraknya


terdekat dengan titik pengamatan:
1. Ukur jarak masing masing pohon
2. Taksir penutupan tajuk/basal areanya
3. Catat spesies pohon terdekat tersebut
Kuadran ke I Kuadran ke 2
o O
O O O O
O
O
O 0 O O O

O O O
O O
d1 d2 O

O O d3 d4
O O O O O O

O O

O
O O
O
0
O O

Kuadran ke 3 Kuadran ke 4
Parameter kuantitatif yang umum digunakan dalam
analisis vegetasi:
1. Kerapatan
2. Frekuensi
3. Penutupan

• Kerapatan: Jumlah individu tumbuhan persatuan


luas
• Frekuensi: Proporsi antara kehadiran spesies
tertentu pada sample.
• Penutupan: Penutupan tanah oleh tajuk atau oleh
basal area
Parameter Kuantitaif
Kerapatan (K): Jumlah individu per unit luas/volume

Kerapatan spesies i

Kerapatan spesies i relatif


Frekuensi untuk menyatakan proporsi
kehadiran spesies tertentu terhadap jumlah
sample.
Frekuensi:

Frekuensi Spesies i

Frekuensi spesies i Relatif


Luas tutupan ( C ):
Proporsi antara luas yang ditutupi oleh tumbuhan dengan luas total
habitat
Tutupan bisa berdasarkan tajuk bisa juga dengan basal area
Luas tutupan:

Luas tutupan Spesies i:

Luas tutupan spesies I relatif:


Indeks Nilai Penting (INP)
Parameter kuantitatif untuk menyatakan dominansi spesies dalam suatu
komunitas

INP=KR+FR+CR
INPi=Kri+Fri+Cri

Summed Dominance Ratio (SDR)


Perbandingan nilai penting, dipakai untuk menyatakan tingkat
dominansi
Indeks Dominansi (ID)
Parameter yang menyatakan tingkat keterpusatan dominansi
spesies dalam komunitas.
1. ID tinggi komunitas didominasi oleh satu spesies,
2. ID rendah komunitas didominasi oleh beberapa spesies

Keterangan:
ID=Indeks Dominansi
ni =Nilai penting spesies ke I
N= Total nilai penting
Indeks keanekaragaman
Pengukuran kuantitatif terhadap keanekaan spesies
dalam suatu komunitas

Indeks Shannon (H)


H=-∑{(ni/N)log(n.i/N)}
Dimana:
H=Indeks keanekaan Shannon
n.i=nilai penting dari setiap spesies
N=Total Nilai penting
Indeks margalef (d)

Dimana:
D=Indeks keanekaan
s=Jumlah spesies
N=Jumlah individu
Indeks kesamaan (IS)
Cara mengukur kesamaan antara petak contoh/komunitas:
Semakin tinggi angka tersebut semakin tinggi tingkat
kesamaanya atau sebaliknya

Dimana
IS=Indeks kesamaan
C=Jumlah spesies yangsama dan terdapat pada dua komunitas
A=Jumlah spesies di komunitas A
B=Jumlah spesies di Komunitas B
Homogenitas Suatu komunitas
Untuk mengetahui apakah komunitas tumbuhan disuatu
tempat homogen atau tidak
Caranya: FRi (frekuensi relatif setiap spesies) dikelompokan
kedalam 5 kelompok
1. Kelas A jml spesies spesies yang memiliki frekuensi 1-20%
2. Kelas B jml spesies spesies yang memiliki frekuensi 21-40%
3. Kelas C jml spesies spesies yang memiliki frekuensi 41-60%
4. Kelas D jml spesies spesies yang memiliki frekuensi 61-80%
5. Kelas E jml spesies spesies yang memiliki frekuensi 81-100%

Menurut hukum frekuensi Raunkieaer:


Jika A>B>C dan A< D <E maka spesies yang
menyusun komunitas berdistribusi normal
Jika E>D sedangkan A,Bdan C rendah maka
komunitas dikatakan homogen
Jika E<D sedangkan A,B dan C rendah
komunitas dikatakan terganggu
Jika B,C dan D tinggi komunitas dikatakan
heterogen
Analisis vegetasi dengan metoda Kuadran :

Jarak rata rata

Kerapatan seluruh spesies (K)

Kerapatan seluruh Spesies per hektar


Kerapatan relatif (KR)

Kerapatan suatu spesies (Ki)

Penutupan suatu spesies ( C )


C= (Ki) X (rata rata penutupan Spesies)

Penutupan Relatif suatu spesies (CR)


Frekuensi suatu spesies (F)

Frekuensi relatif (FR)

INP= KR+CR+FR
Metoda analisis Vegetasi diatas hanya
menggambarkan peran suatu spesies tumbuhan
terhadap spesies-spesies tumbuhan lainnya.
Metoda –metoda tersebut diatas tidak dapat
menunjukan peran fauna dan komponen
lingkungan fisik kimia.

Untuk dapat mengerti hubungan timbal balik


antar berbagai faktor pembentuk vegetasi maka
metoda analisis vegetasi haruslah mengguinakan
metoda yang dapat menjelaskan korelasi antara
vegetasi dengan lingkungannya
Seperti metoda yang dikembangkan oleh
Braun Blanquet dimana data kuantitatif
vegetasi dimasukkan pada tabel sbb:
pH 7 5,5 6 5 5 7 6,5 5,5 5

MAT 10 15 25 32 40 18 14 22 32
Contoh 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Sp a 4 1 1 6
Spb 3 4 1 1
Spc 4 1
Spd 4 4 4
Spe 3 1
Fauna

Fauna : hewan disuatu tempat pada satu masa


tertentu
Dalam mengumpulkan data dasar bagi hewan yang
terpenting dan pertama tama harus dilakukan adalah
mendefinisikan komunitas tumbuhan dimana hewan
ditemukan

Umumnya suatu komunitas didaratan diberi nama


dan diklasifikasikan berdasarkan tumbuhan yang
mendominasi bukan berdasarkan kondisi fisik
lingkungan (hati hati jangan memberi nama
berdasarkan penggunaan lahan, spt: hutan produksi,
kebun, padang pengembalaan, perumahan dst)

Pengunaan lahan tidak sama dengan komunitas


Telaahan/kajian terhadap fauna darat unit analisa yang
digunakan adalah populasi hewan.

Oleh karenanya variabel yang digunakan umumnya adalah;


kehadiran (keberadaan) dan Kelimpahan (jumlah) dari suatu
populasi hewan pada area yang dikaji

Kajian terhadap fauna dalam studi AMDAL difokuskan pada:


1. Inventarisasi jenis fauna yang ada di daerah studi
2. Taksiran Populasi
3. Penentuan daerah edar, pemanfaatan ruang oleh hewan
4. Peran ekologis dari fauna
5. Faktor yang menyebabkan kehadiran dan kelimpahan hewan
Metoda dan teknik mengumpulkan data

Hal yang harus dipahami:


1. Berbeda dengan tumbuhan, komunitas hewan
sebagian besar bergerak mengikuti aktifitasnya
sehari hari di wilayah edarnya.
2. Setiap jenis hewan memanfaatkan ruang dan
waktu yang berbeda-beda
3. Setiap jenis hewan mempunyai perilaku, cara
bergerak dan waktu aktif yang berbeda.
4. Ukuran hewan yang sangat bervariasi bisa
dikatakan mulai dari kutu/nyamuk sampai Gajah
Oleh karena itu untuk dapat mengumpulkan data
fauna terestrial diperlukan berbagai macam metoda
dan peralatan.
Metoda inventarisasi jenis fauna:
1. Wawancara, mewawancarai penduduk menanyakan jenis hewan yang pernah
ditemukan, kapan dan dimana lokasinya (jika perlu menggunakan peta).
Responden bisa siapa saja mulai dari pencari kayu, pemburu, peladang dst
2. Literatur atau sumber informasi lainnya (IBAT=The Integrated Biodiversity
Assessment) , IUCN
3. Penjelajahan, melakukan perjelajahan di wilayah studi dan mencatat jenis hewan
yang dijumpai, didengar suaranya, atau ditemukan jejaknya (saran, tapak kaki, sisa
bulu, kotoran dst), waktu ditemukan dan menandai lokasinya dipeta
4. Pengunaan perangkap atau alat perekam, banyak hewan yang hidupnya
sembunyi atau hidup didalam tanah dan baru keluar jika sedang mencari makan
(biasanya dimalam hari). Hewan ini jarang dikenali penduduk atau sulit ditemukan
dengan metoda penjelajahan oleh karena itu digunakan perangkap yang diberi
umpan atau digunakan alat perekam.
5. Jebakan atau Jala, banyak hewan yang pergerakannya cepat sehingga sulit
dikenali sehingga harus dibuat jebakan atau dipasang jala guna menagkap hewan
tersebut
Metoda mengukur kelimpahan (populasi)
Ada dua cara yaitu:
1. Pengukuran kelimpahan Absolut
2. Pengukuran kelimpahan relatif
Pengukuran kelimpahan absolut:
a) Pencacahan total, menghitung secara langsung jumlah hewan, biasa untuk
mamalia besar yang hidup berkoloni atau hidup diareal yang sempit (pulau kecil)
b) Sampling (cuplikan), mengambil sebagian kecil dari populasi untuk membuat
taksiran jumlah populasi. Metoda ini ada banyak macamnya antara lain:
 Metoda kuadrat, menghitung seluruh individu pada beberapa kuadrat (Syarat:
jumlah individu pada kuadrat-kuadrat harus diketahui secara pasti, Luas
kuadrat diketahui, kuadrat harus tersebar dan mewakili wilayah studi)
 Metoda menangkap ,menandai dan menagkap ulang. Sejumlah hewan
ditangkap dan diberi tanda kemudian dilepaskan kembali, setelah beberapa
saat berselang hewan ditangkap kembalidan diperiksa berapa hewan yang
bertanda dan berapa yang tidak bertanda. Jumlah populasi dihitung dengan
mengunakan Indeks Peterson Lincolm sbb: N:M=n:m dimana M=Jumlah
individu yang diberi tanda, n=jumlah individu yang tertangkap pada perioda
tangkapan kedua, m = jumlah individu yang bertanda pada tangkapan kedua,
N= taksiran populasi hewan
Metoda menagkap menandai dan menangkap kembali mengambil 3 asumsi
yaitu:
1. Individu indivitu yang bertanda dan yang tidak bertanda tertangkap
secara acak
2. Individu yang bertanda mengalami laju mortalitas yang sam dengan yang
tak bertanda
3. Tanda yang digunakan tidak hilang atau tampak dengan mencolok

Pengukuran populasi relatif


Pengukuran populasi relatif tidak memberikan angka taksiran mengenai
kelimpahan tetapi indeks kelimpahan yang relatif konstan namun tidak
diketahui hubungannya dengan ukuran total Populasi

Teknik mengukur kelimpahan relatif banyak sekali macamnya, beberapa


contohnya adalah sbb:
1. Penggunaan Perangkap (berumpan atau tidak), perangkap cahaya, jebak,
isap. Indeks kelimpahan dinyatakan dalam Jumlah hewan persatuan waktu
pemasangan perangkap
2. Penggunaan Jala kabut untuk burung dan kelelawar. Indeks kelimpahan
dinyatakan dalam Jumlah hewan persatuan waktu pemasangan jala
3. Menghitung jumlah pelet feses misalnya dari tikus, kelinci, atau rusa. Yang
dihitung adalah laju pertambahan feses dalam kurun waktu tertentu.
4. Frekuensi vokalisasi, indeks kelimpahan adalah frekuensi persatuan waktu.
Biasa digunakan untuk ungas dan mamalia
5. Tangkapan persatuan usaha, misalnya indeks kelimpahan mamalia kecil
yang tertangkap persatuan waktu pemasangan perangkap
6. Jumlah artifak indeks kelimpahan yang dihitung berdasarkan buktiaktifitas
hewan baik berupa sarang, jejak, bulu, dan lainya
7. Daya makan,indeks mengenai perubahan kerapatan populasi dengan jalan
mengukur jumlah umpan yang dimakan sebelum dan sesudah
dilakukannya pengurangan kerapatan populasi (misalnya dengan racun)
8. Kuestionare, pertanyaan disampaikan pada penduduk, pemburu opencari
burung, untuk mengetahui taksiran naik turunya populasi
9. Sensus tepi jalan, menghitung jumlah burung yang hinggap di kabel listrik
Metoda penentuan wilayah edar dan penggunaan ruang
Banyak metoda yang dikembangkan mulai dari mengikuti aktifitas kelompok
hewan sampai penggunaan pemancar yang signalnya disampaikan kepusat
pemantauan melalui satelit atau GPS Colar, Metoda tersebut dikembangkan
untuk hewan besar, Hasil dari pengamatan ini dikenali aktifitas hewan mulai
pagi siang, dan malam, garis edarnya, lokasi mencari makan, berteduh, kawin
dan membuat sarang.

Sedangkan untuk hewan kecil dilakukan dengan mengamati artifaknya. Dan


untuk burung biasanya burung ditangkap dan diberi tanda biasanya cincin
(tagging), Jika burung tertangkap oleh peneliti lain atau pemburu atau mati
secara alamiah akan dilaporkan pada yang memasang cincin.

Pengamatan wilayah edar dan penggunaan ruang tersebut diatas akan


memberikan satu gambaran hubungan antara hewan dengan hewan dan
hewan denagan tumbuhan bahkan hewan dengan komponen lingkungan
lainnya seperti air dan sumber garam misalnya
Metoda mengenali peran ekologis dari hewan

Tingkat trofik hewan


Setiap mahluk hidup menempati tingkat trofik tertentu
Peran hewan dalam rantai makanan
Peran hewan dalam rantai makanan dan siklus N,P,K,S,Ca

Studi studi tersebut diatas sangat sulit dilakukan dan memakan waktu yang sangat
lama oleh kerenaitu untuk kepentingan studi AMDAL mengenali peran ekologi dari
hewan bisa dilakukan melalui studi literatur
Distribusi dan kelimpahan

Konsep dasar dari distribusi dan kelimpahan adalah hukum


Bas Becking

Segala sesuatu ada dimana mana tetapi lingkungan


membatasinya
Jasa Lingkungan/Ekosistem

Oleh
M.Taufiq.Afiff
Lingkungan/Ekosistem
Lingkungan/Ekosistem
Lingkungan/Ekosistem
Produktifitas primer neto ekosistem darat dan akuatik dalam
gr C /m2/tahun
Kisaran
produktifitas
terumbu
karang 300 -
5000 g C /
m2/tahun
Peran Hutan sebagai pengendali daur air dimulai dari
peran tajuk dalam melakukan intersepsi, kemampuan
vegetasi dalam melakukan evapotranspirasi,
mengendalikan kadar lengas tanah melalui sistem
perakaran dan mengendalikan aliran yang dikeluarkan
dalam hutan.

Contoh: Hutan Pinus memiliki kemampuan dalam


menyimpan karbon sebesar 147,84 ton/ha dengan
prosentase penyimpanan terbesar pada bagian batang
(73,46%), kemudian cabang (16,14%), kulit (6,99%), daun
(3,17%) dan bunga-buah (0,24%). Pada hutan Pinus
dengan luasan 101 ha mampu mengeluarkan potensi
sumberdaya air dengan debit andalan yang dapat
dipergunakan pada musim kemarau sebesar 1,82
liter/detik sedangkan pada musim penghujan debit yang
dapat dimanfaatkan sebesar 29,82 – 67,55
liter/detik.(Suryatmojo Hatma,….)
Jasa Lingkungan/Ekosistem
Jasa Penyedia Jasa pengatur Jasa Budaya
Manfaat dari proses
Produk yang Manfaat non material
proses pada
diperoleh dari dari ekosistem
ekosistem
ekosistem
• Pengaturan iklim • Spiritual & keagamaan
• Pengendalian hama • Recreation &
• Makanan ecotourism
• Air Tawar • Pengendalian air
larian • Aesthetic &
• Kayu bakar inspirational
• Serat • Memurnikan air
• Penyerbukan • Pendidikan
• BioKimia • Peninggalan budaya
• Plasmanutfah • Pengendalian erosi
• Mencegah abrasi • Existence values

Jasa Penopang kehidupan


Jasa yang diperlukan untuk menopang jasa ekosistem lainnya
Pembentukan Siklus Produksi Penyediaan Produksi
Tanah Nutrisi Primer Habitat Oksigen
Pereira & Cooper, 2006
Jasa Lingkungan/ekologi adalah keuntungan yang diperoleh
fungsi-fungsi ekositem/lingkungan dari Ekositem yang
sehat. Semua manfaat bagi mahluk hidup hewan dan tumbuhan
disamping manusia. Saat ini semakin disadari jasa lingkungan
berperan erat bagi masyarakat karena jasa lingkungan/ekologi
memenuhi kebutuhan akan kesehatan, sosial budaya dan
ekonomi.

Apabila Lingkungan/ekosistem sehat maka jasa


lingkungan/ekologi menjadi optimal. Jika kondisi lingkungan/
ekologis memburuk maka banyak jasa lingkungan yang
kualitasnya menurun atau hilang
Dampak Biologi

Konsep stabilitas ekosistem

Perubahan ekosistem dari satu bentuk kebentuk


lainnya

63
• Penting menentukan luas minimum bagi
spesies penting ( langka dan dilindungi) untuk
bisa bertahan hidup (bisa lebih besar dari
wilayah studi?
• Dampak Biologi yang tidak bisa ditanggulangi
sementara rencana kegiatan sangat vital maka
kehilangan ekosistem biasanya di offset
(digantikan ditempat lain)

BPOP
Tugas Mandiri
1. Untuk memperkirakan dampak biologi dalam kegiatan AMDAL,
hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan? Sebutkan dan Jelaskan!
2. Kajian terhadap vegetasi pada kegiatan AMDAL bertujuan untuk
mengungkapkan beberapa hal, jelaskan dan jelaskan?
3. Sebutkan dan jelaskan beberapa metode yang digunakan dalam
analisis vegetasi pada kegiatan AMDAL?
4. Parameter kuantitatif yang umum digunakan dalam analisis
vegetasi terdiri dari kerapatan, frekuensi dan penutupan. Jelaskan
bagaimana cara mengitung parameter-parameter kuantitatif tersebut
dalam analisis vegetasi?
5. Dalam studi AMDAL kajian terhadap fauna difokuskan pada
beberapa faktor, sebutkan faktor-faktor tersebut dan jelaskan pula
bagaimana metode dalam mengkaji faktor-faktor tersebut!
6. Jelaskan peranan jasa lingkungan/ekosistem bagi mahluk hidup?