Anda di halaman 1dari 24

ASSALAMU’ALAIKUM

WR.WB
CA MAMMAE ( KANKER PAYUDARA )

KELOMPOK 4 :

LIZA APRIANI 21117075


LUDIYA 21117076
M. LUTFI RICKY PRATAMA 21117077
M. IKHLAS KESATRIA PRATAMA 21117078
MARETA SARI 21117079
MAWAR ANGELA 21117080
MEIREZA 21117081
MENTARI DAMAYANTI 21117082
DEFINISI
• Kanker payudara adalah tumor ganas pada payudara atau salah
satu payudara, kanker payudara juga merupakan benjolan atau
massa tunggal yang sering terdapat di daerah kuadran atas
bagian luar, benjolan ini keras bentuknya tidak beraturan dan
dapat digerakkan.
• Kanker payudara (carcinoma mammae) adalah suatu penyakit
neoplasma ganas yang berasal dari parenchyma (mansjoer dkk,
2003
ETIOLOGI

Etiologi kanker payudara tidak diketahui dengan pasti, namun beberapa faktor resiko pada pasien
diduga berhubungan dengan kejadian kanker payudara, yaitu:
1. Resiko tinggi
• Usia lanjut
• Anak pertama lahir sesudah berumur 30 tahun
• Ikatan keluarga dekat (ibu, kakak, bibi dari ibu) menderita kanker payudara
• Riwayat tumor payudara
• Diagnosa sebelumnya kanker payudara
2. Resiko sedang
• Menstruasi dini (sebelum umur 12 tahun)
• Menopause lambat (sesudah umur 50 tahun)
• Penggunaan hormone pada gejala menopause
• Terkena radiasi berlebihan dibawah umur 35 tahun
• Mempunyai riwayat kanker uterus, ovarium atau kolon
3. Kemungkinan beresiko
• Penggunaan reserpin prolaktin dalam waktu lama
• Kegemukan, konsumsi lemak berlebihan
• Stress psikologi kronik
ANATOMI FISIOLOGI

Payudara itu sendiri terdiri dari


jaringan duktural, fibrosa yang
mengikat lobus-lobus, dan jaringan
lemak didalam dan diantara lobus-
lobus. Jaringan payudara 85% terdiri
dari lemak. Sedikit dibawah pusat
payudara dewasa terdapat putting
(papilla mamaria), tonjolan yang
berpigmen dikelilingi oleh areola.
Putting serta areola biasanya
mempunyai warna dan tekstur yang
berbeda dari kulit disekelilingnya,
warnanya bermacam-macam dari
yang merah muda pucat, sampai
hitam dan gelap selama masa
kehamilan dan menyusui dan putting
susu biasanya menonjol keluar dari
permukaan payudara.
PATOFISIOLOGI
Sel-sel kanker dibentuk dari sel-sel normal dalam suatu proses rumit yang disebut

transformasi, yang terdiri dari tahap inisiasi dan promosi :

1. Fase Inisiasi

Pada tahap inisiasi terjadi suatu perubahan dalam bahan genetik sel yang memancing sel menjadi

ganas. Perubahan dalam bahan genetik sel ini disebabkan oleh suatu agen yang disebut karsinogen, yang

bisa berupa bahan kimia, virus, radiasi (penyinaran) atau sinar matahari. tetapi tidak semua sel memiliki

kepekaan yang sama terhadap suatu karsinogen. kelainan genetik dalam sel atau bahan lainnya yang

disebut promotor, menyebabkan sel lebih rentan terhadap suatu karsinogen. bahkan gangguan fisik

menahunpun bisa membuat sel menjadi lebih peka untuk mengalami suatu keganasan.

2. Fase Promosi

Pada tahap promosi, suatu sel yang telah mengalami inisiasi akan berubah menjadi ganas. Sel yang

belum melewati tahap inisiasi tidak akan terpengaruh oleh promosi. karena itu diperlukan beberapa

faktor untuk terjadinya keganasan (gabungan dari sel yang peka dan suatu karsinogen).
MANIFESTASI KLINIS
Berdasarkan berat dan ringannya terdiri dari berbagai stadium yaitu:
1) Stadium 0 : stadium ini disebut kanker payudara non-invasif ada dua
tipe yaitu DCIS (ductal carcinoma in situ) dan LCIS ( lobular
carcinoma in situ). Kanker tidak menyebar keluar dari
pembuluh/saluran payudara dan kelenjar-kelenjar (lobules) susu pada
payudara.
2) Stadium I : tumor terbatas pada payudara dengan ukuran < 2 cm,
tidak terfiksasi pada kulit atau otot pektoralis, tanpa dugaan
metastasis aksila
3) Stadium II : tumor dengan diameter < 2 cm dengan metastasis aksila
atau tumor dengan diameter 2-5 cm dengan atau tanpa metastasis
aksila
4) Stadium IIIa : tumor dengan diameter > 5 cm tapi masih bebas dari
jaringan sekitarnya dengan atau tanpa metastasis aksila yang masih
bebas satu sama lainnya atau tumor dengan metastasis aksila yang
melekat.
5) Stadium IIIb : tumor dengan metastasis infra atau supra klavikula
atau tumor yang telah menginfiltrasi kulit atau dinding toraks
6) Stadium IV : tumor yang telah mengadakan metastasis jauh
KOMPLIKASI

komplikasi ca mammae yaitu:

• Metastase ke jaringan sekitar melalui saluran limfe dan


pembuluh darah kapiler ( penyebaran limfogen dan
hematogen), penyebaran hematogen dan limfogen dapat
mengenai hati, paru, tulang, sum-sum tulang, otak, syaraf.
• Gangguan neuro varkuler
• Faktor patologi
• Fibrosis payudara
• Kematian
PENCEGAHAN
Pencegahan CA MAMAE terdiri dari :
1.) Terapkan pola hidup sehat
• Menjaga berat badab ideal
• Pemberian ASI pada anak setelah melahirkan
• Memilih diet dengan mengkonsumsi sayuran, buah-buahan, dan
kacang-kacangan serta mengurangi konsumsi makanan berkanji
yang diproses
• Mengurangi makanan dari gula yang diproses
• Kurangi konsumsi daging merah < 3 ons sehari
• Menghindari gorengan serta makanan yang mengandung banyak
lemak termasuk mentega/margarine karena tidak baik untuk
organ hati.
2.) Konsumsi makanan pencegah kanker
Tomat, alpukat, bluberry, kunyit, teh hijau, brokoli, kembang kol,
bawang putih, bayam, buah delima, rumput laut, kenari.
3.) Deteksi dini
a. Sadari
b. Mammografi
PENATALAKSANAAN
1.Pembedahan
a. Mastectomy radikal yang dimodifikasi
b. Mastectomy total
c. Lumpectomy/tumor
d. Wide excision/mastektomy parsial.
e. Ouadranectomy.
2. Radiotherapy
Radiasi adalah proses penyinaran pada daerah yang terkena kanker dengan
menggunakan sinar x dan sinar gamma yang bertujuan membunuh sel kanker yang
masih tersisa di payudara setelah operasi.
3. Chemotherapy
Pemberian obat-obatan anti kanker dalam bentuk pil cair atau kapsul melalui
infuse yang bertujuan membunuh sel kanker yang sudah menyebar dalam aliran darah.
Efek samping: lelah, mual, muntah, hilang nafsu makan, kerontokan membuat, mudah
terserang penyakit.
4. Manipulasi hormonal.
Biasanya dengan obat golongan tamoxifen untuk kanker yang sudah
bermetastase. Dapat juga dengan dilakukan bilateral oophorectomy. Dapat juga
digabung dengan therapi endokrin lainnya.
Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan penunjang dapat dilakukan
dengan :
1. Pemeriksaan payudara sendiri
2. Pemeriksaan payudara secara klinis
3. Pemeriksaan manografi
4. Biopsi aspirasi
5. True cut
6. Biopsi terbuka
7. USG Payudara, pemeriksaan darah lengkap,
X-ray dada, therapy medis, pembedahan,
terapi radiasi dan kemoterapi.
PEMERIKSAAN FISIK

 INSPEKSI
Pasien duduk tegak, tangan di angkat lurus keatas bentuk payudara,
warna kulit, dimpling, retraksi papil
 PALPASI
1. Berbaring dengan bantal tipis di punggung palpasi benjolan (jumlah ukuran,
bentuk, batas, mobile/tidak, nyeri)
2. Memijat halus puting susu keluar cairan/darah
3. Duduk perabaan KGB aksila, superklavikula
DAMPAK FISIK, PSIKOLOGIS DAN SOSIAL

• Dampak fisik berupa penurunan fungsi salah satu organ tubuh yang di operasi atau
di amputasi, rasa nyeri dan perubahan fisik karena efek samping dari pengobatan
yang di jalani pasien.

• Dampak psikologis yang dialami oleh tiap orang berbeda-beda tergantung pada
tingkat keparahan tau stadium, jenis pengobatan yang dijalani dan karakteristik
masing-masing penderita. Sekitar 30,0% penderita kanker mengalami
permasalahan penyesuaian diri dan 20,0% di diagnosis mengalami depresi.
Dampak psikologis yang sering dirasakan oleh pasien kanker payudara yaitu
berupa ketidakberdayaan , kecemasan, rasa malu, harga diri menurun, stress dan
amarah.
NEXT...

• Dampak sosial yang dapat terjadi yaitu


perubahan status sosial karena kehilangan
pekerjaan dari tempat pasien, perubahan peran
dan tugas karena tidak mampu melakukan
tugasnya sebagai salah satu anggota keluarga
(Rachmadahniar, 2005)
ASUHAN KEPERAWATAN CA MAMMAE
A. Pengkajian

1. Riwayat kesehatan sekarang


2. Riwayat kesehatan dahulu
3. Riwayat kesehatan keluarga
4. Pemeriksaan Fisik
a. Kepala : normal, kepala tegak lurus, tulang kepala umumnya bulat dengan
tonjolan frontal di bagian anterior dan oksipital dibagian posterior.
b. Rambut : biasanya tersebar merata, tidak terlalu kering, tidak terlalu berminyak.
c. Mata : biasanya tidak ada gangguan bentuk dan fungsi mata. Mata anemis,
tidak ikterik, tidak ada nyeri tekan.
d. Telinga : normalnya bentuk dan posisi simetris. Tidak ada tanda-tanda infeksi
dan tidak ada gangguan fungsi pendengaran.
e. Hidung : bentuk dan fungsi normal, tidak ada infeksi dan nyeri tekan.
f. Mulut : mukosa bibir kering, tidak ada gangguan perasa.
g. Leher : biasanya terjadi pembesaran KGB.
h. Dada : adanya kelainan kulit berupa peau d’orange, dumpling, ulserasi atau
tanda-tanda radang.
i. Hepar : biasanya tidak ada pembesaran hepar.
j. Ekstremitas: biasanya tidak ada gangguan pada ektremitas
NEXT...

B. Pemeriksaan Diagnostik :

1. Scan (mis, MRI, CT, gallium) dan ultrasound. Dilakukan untuk


diagnostik, identifikasi metastatik dan evaluasi.
2. Biopsi : untuk mendiagnosis adanya BRCA1 dan BRCA2
3. Penanda tumor
4. Mammografi
6. Sinar X dada
Diagnosa keperawatan

1. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan


pembedahan, mis; anoreksia
2. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan proses
pembedahan
3. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan pengangkatan
bedah jaringan
4. Ansietas berhubungan dengan diagnosa, pengobatan, dan
prognosanya .
5. Kurang pengetahuan tentang Kanker mammae berhubungan
dengan kurang pemajanan informasi
Intervensi keperawatan
Diagnosa keperawatan NOC NIC
Nutrisi kurang dari kebutuhan NOC : NIC :
tubuh berhubungan dengan Nutritional Status : food and Nutrition Management
pembedahan, mis; anoreksia Fluid Intake • Kaji adanya alergi makanan
Kriteria Hasil : • Kolaborasi dengan ahli gizi
Adanya peningkatan berat untuk menentukan jumlah
badan sesuai dengan tujuan kalori dan nutrisi yang
Berat badan ideal sesuai dibutuhkan pasien.
dengan tinggi badan • Anjurkan pasien untuk
Mampu mengidentifikasi meningkatkan intake Fe
kebutuhan nutrisi • Anjurkan pasien untuk
Tidak ada tanda tanda meningkatkan protein dan
malnutrisi vitamin C
Tidak terjadi penurunan berat • Berikan substansi gula
badan yang berarti Yakinkan diet yang
dimakan mengandung
tinggi serat untuk
mencegah konstipasi
• Berikan makanan yang
terpilih ( sudah
dikonsultasikan dengan
ahli gizi)
Gangguan rasa nyaman nyeri NOC : NIC :
berhubungan dengan proses • Pain Level, Pain Management
pembedahan • Pain control, • lakukan pengkajian nyeri
• Comfort level secara komprehensif
Kriteria Hasil : termasuk lokasi,
Mampu mengontrol nyeri karakteristik, durasi,
(tahu penyebab nyeri, mampu frekuensi, kualitas dan
menggunakan tehnik faktor presipitasi
nonfarmakologi untuk • Observasi reaksi nonverbal
mengurangi nyeri, mencari dari ketidaknyamanan
bantuan) • Gunakan teknik
Melaporkan bahwa nyeri komunikasi terapeutik
berkurang dengan untuk mengetahui
menggunakan manajemen pengalaman nyeri pasien
nyeri • Kaji kultur yang
mempengaruhi respon
nyeri
• Evaluasi pengalaman nyeri
masa lampau
Kerusakan integritas kulit NOC : NIC : Pressure Management
berhubungan dengan Tissue Integrity : Skin and 1. Anjurkan pasien untuk
pengangkatan bedah jaringan Mucous Membranes menggunakan pakaian
Kriteria Hasil : yang longgar
• Integritas kulit yang baik
2. Hindari kerutan padaa
bisa dipertahankan
(sensasi, elastisitas, tempat tidur
temperatur, hidrasi, 3. Jaga kebersihan kulit agar
pigmentasi) tetap bersih dan kering
• Tidak ada luka/lesi pada 4. Mobilisasi pasien (ubah
kulit posisi pasien) setiap dua
• Perfusi jaringan baik jam sekali
• Menunjukkan pemahaman
5. Monitor kulit akan adanya
dalam proses perbaikan
kulit dan mencegah kemerahan
terjadinya sedera berulang 6. Oleskan lotion atau
• Mampu melindungi kulit minyak/baby oil pada
dan mempertahankan derah yang tertekan
kelembaban kulit dan 7. Monitor aktivitas dan
perawatan alami
mobilisasi pasien
8. Monitor status nutrisi
pasien
Ansietas berhubungan NOC : NIC:
dengan diagnosa, • Anxiety control AnxietyReduction (penurunan
pengobatan, dan • Coping kecemasan)
prognosanya Kriteria Hasil : • Gunakan pendekatan yang
• Klien mampu menenangkan
mengidentifikasi dan • Nyatakan dengan jelas
mengungkapkan gejala harapan terhadap pelaku
cemas pasien
• Mengidentifikasi, • Temani pasien untuk
mengungkapkan dan memberikan keamanan
menunjukkan tehnik untuk dan mengurangi takut
mengontol cemas • Berikan informasi faktual
• Vital sign dalam batas mengenai diagnosis,
normal tindakan prognosis
• Postur tubuh, ekspresi • Dorong keluarga untuk
wajah, bahasa tubuh dan menemani anak
tingkat aktivitas • Lakukan back / neck rub
menunjukkan • Dengarkan dengan penuh
berkurangnya kecemasan perhatian
• Identifikasi tingkat
kecemasan
Kurang pengetahuan tentang NOC : NIC :
penyakit, • Knowledge : disease Teaching : Dissease Process
perawatan,pengobatan process • Kaji tingkat pengetahuan
kurang paparan terhadap • Kowledge : health klien dan keluarga tentang
informasi Behavior proses penyakit
Kriteria Hasil : • Jelaskan tentang
• Pasien dan keluarga patofisiologi
menyatakan pemahaman • penyakit, tanda dan gejala
tentang penyakit, kondisi, serta penyebabnya
prognosis dan program • Sediakan informasi
pengobatan tentang kondisi klien
• Pasien dan keluarga • Berikan informasi tentang
mampu melaksanakan perkembangan klien
prosedur yang dijelaskan • Diskusikan perubahan gaya
secara benar hidup yang mungkin
• Pasien dan keluarga diperlukan untuk
mampu menjelaskan mencegah komplikasi di
kembali apa yang masa yang akan datang
dijelaskan perawat/tim dan atau kontrol proses
kesehatan lainnya penyakit
KESIMPULAN

Kanker payudara merupakan benjolan atau massa


tunggal yang sering terdapat di daerah kuadran atas bagian luar,
benjolan ini keras dan bentuknya tidak beraturan dan dapat
digerakkan. Faktor resiko yang terkait terdiri dari hingga saat
ini penyebab kanker payudara belum diketahui secara pasti
karena termasuk multi faktorial yaitu banyak faktor yang terkait
satu dengan yang lain.
TERIMAKASIH

WASSALAMU’ALAIKUM