Anda di halaman 1dari 16

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA

BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN


HASIL BELAJAR SISWA

KELOMPOK 6 :
Esther Megawat (4173311041)
Sandy William (4173311070)
Selly Prasta Atmaja (4173311090)
Sit Nur Aisyah (4173311095)
Yevin Kristna (4173311083)
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Matematika merupakan pelajaran yang dapat menumbuhkan
cara berpikir logis, sistematis, kritis dan rasional. Untuk
menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan siswa, guru
telah melakukan berbagai upaya dengan harapan siswa
memperoleh hasil belajar yang baik. Menurut Trianto (2009)
rendahnya hasil belajar siswa disebabkan dominannya proses
pembelajaran konvensional. Seharusnya, pembelajaran di dalam
kelas menjadikan siswa sebagai pusat pembelajaran sehingga
siswa dapat aktif dalam membangun pengetahuannya sendiri.
Hal ini sejalan dengan pendapat Bruner (Trianto, 2009)
bahwa belajar adalah proses aktif dimana siswa membangun
pengetahuan berdasarkan pengalaman yang sudah dimilikinya.
Maka dibutuhkan suatu perangkat pembelajaran matematika
(RPP dan LKPD) dengan model yang pembelajaran yang
dirasa sesuai untuk mengatasinya. Model pembelajaran yang
berpusat pada siswa yang dapat memberikan pengalaman
siswa dalam menyelesaikan soal matematika. Satu diantara
model pembelajaran yang dapat diterapkan adalah model
pembelajaran Problem Based
Learning (PBL)
1.2 Rumusan Masalah
Bagaimana meningkatkan hasil belajar matematika siswa
melalui model pembelajaran problem based learning?

1.3 Tujuan
Mengetahui bagaimana meningkatan hasil belajar matematika
siswa melalui model pembelajaran problem based learning
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
Model Problem Based Learning (PBL)

Menurut Sanjaya (2011)


mendefinisikan bahwa model
pembelajaran Problem Based Menurut Howard (dalam Amir ,
Learning adalah sebagai rangkaian 2009) juga mengatakan bahwa :
aktivitas pembelajaran yang Problem Based Learning adalah
menekankan kepada proses kurikulum dalam proses
penyelesaian masalah yang pembelajaran. Dalam
dihadapi secara ilmiah. Model kurikulumnya dirancang masalah-
pembelajaran PBL tidak masalah yang menuntut siswa
mengharapkan siswa hanya mendapatkan pengetahuan yang
sekedar mendengarkan, mencatat, penting, membuat mereka mahir
kemudian menghafal materi dalam memecahkan masalah, dan
pelajaran akan tetapi melalui PBL memiliki startegi belajar sendiri
siswa akan aktif berpikir, serta memiliki kecakapan
komunikasi, mencari, mengolah berpartisipasi dalam tim.
data dan akhirnya
menyimpulkannya.
Hasil Belajar

Hasil belajar adalah Hasil belajar adalah


kemampuan yang diperoleh kemampuan – kemampuan yang
siswa setelah melalui kegiatan dimiliki siswa setelah menerima
belajar dan mencapai tujuan- pengalaman belajarnya. (Sudjana,
tujuan pembelajaran atau 2004)
tujuan instruksional. menurut W. Winkel (dalam
Hasil belajar adalah buku psikologi pengajaran 1989)
perubahan perilaku yang Hasil belajar adalah keberhasilan
diperoleh siswa setelah yang dicapai siswa, yakni prestasi
mengalami aktivitas belajar. belajar siswa disekolah yang
(Rosyid, 2019) diwujudkan dalam bentuk angka
Sintaks Model Pembelajaran Problem Based Learning

Aris Shoimin (2014:131) mengemukakan bahwa langkah –langkah


dalam model pembelajaran Problem Based Learning adalah sebagai
berikut :
FASE AKTIVITAS GURU AKTIVITAS SISWA

Orientasi siswa terhadap Guru menyampaikan tujuan Siswa mendengarkan tujuan


masalah autentk belajar, menjelaskan logistk belajar yang disampaikan
yang diperlukan, dan oleh guru dan
memotvasi menggunakan mempersiapkan logistk
kemampuannya yang diperlukan.
memecahkan masalah.

Mengorganisasi siswa Guru membantu siswa Siswa mendefinisikan dan


dalam belajar mendefiniskkan dan mengorganisasikan tugas
mengorganisasikan tugas belajar yang di angkat.
belajar yang diangkat.
FASE AKTIVITAS GURU AKTIVITAS SISWA

Membantu siswa secara Guru mendorong siswa Siswa mengumpulkan


individual atau kelompok untuk mengumpulkan informasi yang sesuai,
dalam melaksanakan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen,
penelitan melaksanakan eksperimen, untuk memperoleh jawaban
untuk memperoleh jawaban yang sesuai atas masalah.
yang sesuai atas masalah.

Mengembangkan dan Guru membantu siswa Siswa merencanakan dan


menyajikan hasil karya dalam merencanakan dan menyiapkan karya, video,
menyajikan karya sepert dan menyampaikan pada
laporan, video, model- teman yang lain.
model dan membantunya
untuk menyampaikan
kepada teman yang lain.

Analisis dan evaluasi proses Guru membantu siswa Siswa melakukan refleksi
pemecahan masalah melakukan refleksi kegiatan kegiatan penyelidikannya
penyelidikannya dan proses dan proses yang telah
yang telah dilakukan. dilakukan.
Keunggulan dari Model Pembelajaran Problem
Based Learning
Melalui PBL peserta didik dapat terlibat langsung dalam melakukan tahap –tahap kegiatan
untuk memecahkan suatu masalah dengan cara mereka sendiri baik menggunakan berbagai
informasi atau referensi tanpa harus berpatokan dan meniru cara kerja yang dilakukan guru.

Dapat meningkatkan kreativitas peserta didik dalam menyelesaikan suatu permasalahan

 dapat memperdalam wawasan pengetahuan peserta didik serta mempelajari pengetahuan baru
yang berhubungan dengan permasalahan yang dibahas.

Melalui PBL peserta didik dapat memperoleh pengalaman belajar yang mengajarkan
keterampilan, menyelidiki, dan memecahkan masalah khususnya yang berkaitan dengan dunia
nyata. Sehingga perangkat pembelajaran berbasis PBL dinilai dapat memotivasi siswa untuk
memahami makna materi yang sedang dipelajarinya.

Model pembelajaran PBL dapat membuat peserta didik bekerja dalam tim untuk memecahkan
masalah yang ada didunia nyata.

Melalui PBL dapat menciptakan kondisi bagi peserta didik untuk mengembangkan dan
mempertahankan keterampilan belajar sehingga pembelajaran lebih bermakna ditandai dengan
mengolah materi pelajaran secara kritis.
Kelemahan dari Model Pembelajaran
Problem Based Learning
 Apabila peserta didik tidak memiliki minat atau tidak
mempunyai kepercayaan bahwa maslah yang dipelajari
sulit untuk dipecahkan, maka mereka akan merasa enggan
untuk mencoba
 Membutuhkan waktu yang banyak untuk dapat
menerapkan PBM agar siswa dapat bekerja semaksimal
mungkin
 Tanpa pemahaman yang cukup pada siswa untuk mereka
berusaha memecahkan masalah yang sedang dipelajari,
maka mereka tidak akan belajar apa yang mereka ingin
pelajari.
JURNAL PENDUKUNG MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM
BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR
SISWA

 PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK


MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4
PALU PADA MATERI PRISMA

 PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK


MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PANGJANG
GARIS SINGGUNG PERSEKUTUAN DUA LINGKARAN DIKELAS VIII
SMP NEGERI 19 PALU
Menurut (Baharuddin, 2014) dalam penelitian penerapan model
problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar .
Berdasarkan hasil observasi menunjukkan bahwa aktivitas guru dan
aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran mengalamai
peningkatan dan indikator keberhasilan tindakan telah tercapai.
Menurut (Bungel, 2014) dalam penelitiannya berdasarkan hasil
akhir tindakan pada siklus I menunjukkan bahwa terdapat 3 siswa
yang mampu melakukan penyelesaian dengan tepat, 7 siswa yang
mencapai nilai KKM dan 24 siswa yang mampu menggunakan rumus
dalam penyelesaiannya. Hasil tes akhir tindakan pada siklus II
menunjukkan bahwa siswa mampu melakukan penyelesaian dengan
tepat dinyatakan oleh hasil tes akhir tindakan siklus II siswa telah
mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM)
BAB III
METODE PENELITIAN

Model pengembangan ADDIE (Analysis, Desain,Development,


Implementation, Evaluation) yang dikembangkan oleh Dick & Carry
 Analysis
analisis kurikulum, analisis materi, dan analisis perangkat buatan
guru. Hasil dari tahap analisis ini akan dijadikan acuan dalam
menyusun rancangan produk
 Design
menyusun rancangan perangkat pembelajaran yang disesuaikan
dengan model pembelajaran problem based learning untuk
menigkatkan hasil belajar siswa, rancangan instrumen validitas
kelayakan RPP dan LKPD serta angket respon siswa terhadap
penggunaan LKPD yang telah dirancang
 Development
mengembangkan perangkat pembelajaran sesuai dengan rancangan
yang telah disusun. Kemudian, perangkat pembelajaran yang telah
dikembangkan tersebut divalidasi oleh validator.
 Implementation
produk yang dihasilkan pada tahap development kemudian
diterapkan didalam kelas
 Evaluation
dilakukan evaluasi terkait pengembangan bahan ajar . Peneliti
melakukan revisi atau perbaikan produk (RPP) terhadap kesalahan
yang terjadi selama pembelajaran
 Subjek Penelitian
Siswa/i SMP Swasta Kartika I-1 T.A 2019/2020
 Instrumen Penelitian
instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur produk
perangkat pembelajaran yang baik yaitu pada kualifikasi valid,
praktis dan efektif.
• Valid
Berupa lembar validasi untuk menilai RPP dan LKPD
• Praktis
Berupa lembar observasi untuk mengetahui keterlaksanaan
RPP
• Efektif
Tes hasil belajar siswa berupa LKPD yang diujikan
 Analisis Data
• Analisis lembar validasi RPP dan LKPD menggunakan skala
Likert
• Analisis lembar observasi untuk mengetahui keterlaksanaan
RPP menggunakan skala Guttman
• Analisis LKPD dengan penilaian oleh peneliti